cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY
ISSN : 18584446     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 176 Documents
DONKER: PAKAN BEBEK YANG EKONOMIS DAN RAMAH LINGKUNGANDARI LIMBAH TELUR BEBEK Dini Annisa Nurbaety Elsola, Novia Puspita Arum, Amalia Putri Utami, Pony Salimah Nurkhaffah
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume X, Nomor 2, Agustus 2015
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.308 KB)

Abstract

Pemanfaatan limbah telur bebek yang gagal menetas dapat diolah menjadi pakan alternatif bebek yang ekonomis dan ramah lingkungan. Tujuan dari program kewirausahaan ini adalah mengolah limbah telur bebek menjadi pakan alternatif bebek, tingkat ketertarikan konsumen dan keuntungan usaha produk DonKer.Metode yang digunakan terbagi menjadi empat tahap, yaitu perencanaan usaha, produksi, pemasaran, dan evaluasi. Pengolahan limbah telur bebek menjadi pakan alternatif bebek melalui tiga tahap, yaitu persiapan, produksi, dan finishing.Produk DonKer telah diproduksi sebanyak delapan kali sejak bulan Februari hingga bulan Juli sebanyak 155 kg dan terjual sebanyak 116 kg. Tim DonKer memperoleh keuntungan sebanyak Rp 301.600,00 (32,5%). Kelebihan dari produk DonKer antara lain telah teruji secara kualitas di Laboratorium Pangan dan Hasil Pertanian UGM, mempercepat pertumbuhan bebek, lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan menjadi ide bisnis baru yang menyerap tenaga kerja. Berbagai kelebihan tersebut membuat masyarakat tertarik membeli produk DonKer.Kata Kunci: DonKer, ekonomis, pakan alternatif bebek, ramah lingkungan.
E-LOG (EASY BAGLOG) ALAT PENGEPRES BAGLOG JAMUR OTOMATISUNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI JAMUR Mirza Lutfi, Ganis Asri Jelita Vitto Julio Prabowo Fauzan Tri Andana, Sakti Pradika
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume X, Nomor 2, Agustus 2015
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.835 KB)

Abstract

Jamur Tiram adalah salah satu jenis jamur yang populer dijadikan produk makanan. Untuk membudidayakan jamur diperlukan media tanam yaitu baglog. Meningkatnya permintaan jamur membawa konsekuensi meningkatnya kebutuhan baglog dalam jumlah besar. Salah satu kelompok usaha budidaya jamur tiram “Tani Manunggal” yang dipelopori oleh Fatwa Aji Kurniawan menghadapi kendala dalam pembuatan baglog. Selama ini, pembuatan baglog dilakukan secara manual sehingga hasilnya kurang baik dan kapasitas produksi kecil sehingga perlu alat pembuat baglog otomatis yang mampu meningkatkan produksi jamur.Metode pembuatan E-LOG dilakukan melalui tahap-tahap pengembangan yang terdiri dari 1) analisis kebutuhan sistem E-LOG otomatis, 2) perancangan sistem, 3) pembuatan alat, 4) pengujian alat, 5) implementasi.Hasil penelitian adalah E-LOG sebagai alat pengepres baglog otomatis yang dapat digunakan oleh pembudidaya jamur. Hasil pengujian menunjukkan E-LOG mampu meningkatkan produktivitas petani dalam membuat baglog sebesar 400% dan mampu menurunkan mortalitas hasil tanam jamur sebesar 25%.Kata Kunci : E-LOG, pengepres jamur, otomatis
PRO-STATOUR SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN MASYARAKAT SIAP TANGGAP DESA WISATA GOA PINDUL Gede Sangu Gemi, Danu Ristianto, Wilis Putri Hapsari, Ervina Puspitaningrum, Ridwan Budiyanto,
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume X, Nomor 2, Agustus 2015
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.074 KB)

Abstract

Salah satu objek wisata di Yogyakarta yang kini sedang menuju desa wisata nasional, yaitu Goa Pindul di Bejiharjo, Gunungkidul. Namun, perkembangannya kurang didukung dengan kondisi masyarakat yang mayoritas berlatar belakang pendidikan SD/sederajat, keterampilan kepariwisataan pemuda dan pemandunya yang masih minim. Hal tersebut perlu dilakukan pelatihan dan pembekalan keterampilan maupun pengetahuan kepada masyarakat supaya siap menjadi daerah wisata nasional.Oleh karena itu, melalui PKM “PRO-STATOUR (Professional Skill and Training Tourism) akan menyiapkan masyarakat yang siap tanggap menuju desa wisata nasional. Program ini diawali dengan sosialisasi, pembentukan tim koordinasi, workshop kepariwisataan, pelatihan pemandu wisata, pelatihan etika kemasyarakatan, outbound training, dan studi banding.Akhirnya, program PKM-M dapat menambah wawasan kepada masyarakat terkait bagaimana beretika kepada wisatawan, perbaikan fasilitas, potensi wirausaha, pengelolaan homestay, dan bertambahnya keterampilan minimal 10 pemandu berupa kemampuan berbahasa inggris, wawasan objek alam, dan keterampilan membuat outbond.Kata Kunci: pro-statour, pindul, tourism
Q-DROS (QUICK DROP SEEDER)MESIN PENANAM KACANG KEDELAI PRAKTIS DAN EFISIENI lham Surfani, Aris Munandar, Esti Windiarti,Lisa Perdana Pramusinta, Intan Ratna Sari
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume X, Nomor 2, Agustus 2015
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.042 KB)

Abstract

Quick Drop Seeder (Q-Dros) adalah alat penanam kacang kedelai yang praktis dan efisien untuk petani bercocok tanam. Alat ini merupakan teknologi penanaman kacang kedelai otomatis, sehingga dalam penerapannya petani tidak perlu melubangi tanah dan menanam kedelai secara manual yang dapat berakibat buruk pada kesehatan punggung. Adapun tujuan dari pembuatan karya ini adalah: 1) Mengetahui desain Q-Dros, 2) Mengetahui cara kerja Q-Dros, dan 3) Mengetahui keunggulan Q-Dros.Metode pelaksanaan menggunakan penerapan efisiensi alat dengan membandingkan tingkat kecepatan tanam menggunakan alat Q-Dros dengan menanam secara manual. Tempat pelaksanaan dilakukan di bengkel mesin UNY dan di bengkel las Adijaya, selanjutnya implementasi alat dan pengambilan data dilaksanakan di persawahan Gerjen, Kulonprogo.Hasil uji coba penelitian didapatkan rata-rata kecepatan penanaman kacang kedelai secara manual adalah ± 30m2/jam. Sehingga pengujian efisiensi alat menggunakan Q-Dros didapat data 40 detik untuk setiap penanaman 10 meternya. Kecepatan ini sama dengan 6 kali lebih lebih cepat dari penanaman kedelai manual.Kata Kunci: Q-Dros, Kedelai, Praktis, Efisien
PALANG PINTU OTOMATIS DENGAN COUNTDOWN SEBAGAI UPAYA MENGHINDARI KECELAKAAN DI PERLINTASAN KERETA Dimas Imadudin Satrianto Kiki Aprilli Yannik, Sigit Sasongko, Hanafi Slamet Sugiarto, Rizky Satrio W
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.608 KB)

Abstract

AbstrakPalang pintu kereta api merupakan bagian yang rawan terjadinya kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan umum. Tujuan dari PKM ini adalah untuk membuat palang pintu kereta api otomatis yang dilengkapi dengan countdown untuk memberikan peringatan dini kedatangan kereta kepada pengguna jalan. Metode pembuatan alat ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan Research and Development (R D). Tahap-tahap penelitian mengacu pada model penelitian pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari: 1) analisis kebutuhan sistem palang pintu kereta api, 2) perancangan sistem baik hardware maupun software, 3) pembuatan alat, 4) pengujian alat, 5) implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe alat palang pintu otomatis dengan countdown telah berhasil dibuat. Berdasar pengujian didapat semua modul dapat bekerja sesuai dengan perancangan. Secara keseluruhan alat mampu membuka palang pintu pada saat kereta melintasi sensor yang berjarak 30 cm dan mampu menampilkan informasi waktu kereta sampai di perlintasan kereta api.Kata kunci: palang pintu, kereta api, otomatis, countdown AUTOMATIC TRAIN DOORSTOP WITH COUNTDOWN TO AVOIDACCIDENT ON RAILWAY CROSSINGAbstractRailway crossing is part frequent tranin accidents between vehicles. The purpose of this PKM is to build an automatic train doorstop buildup with countdown system be expected could give earlier warning to road users. Implementation methods used in this study is research and development (R D) methods. The stages of the research refers to the research model development Borg and Gall consisting of: 1) analysis of the needs of the doorstop rail system, 2) the design of hardware and software systems, 3) making tools, 4) testing tool, 5) implementation. The results showed that the prototype tool automatically latch with countdown has been successfully created. Based on testing obtained all the modules can work in accordance with the design. Overall tool capable of opening the latch when the train crosses the sensor within 30 cm and is capable of displaying information when the train arrived at railroad crossings.
ICB (INDONESIAN CULTURE IN BATIK): USAHA BATIK KREATIF BERMOTIF BUDAYA-BUDAYA INDONESIA Miftahudin Nur Ihsan, Dheni Nugroho, Deary Putriani,Joko Susanto, Erwan Aditya
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.067 KB)

Abstract

AbstrakPengakuan UNESCO terhadap batik merupakan bentuk pengakuan yang strategis terhadap eksistensi batik. Indonesian Culture in Batik (ICB) memberikan nuansa baru pada perkembangan batik di Indonesia karena mengaplikasikan budaya Indonesia di dalam motif batik. Tujuan dari usaha ICB adalah (1) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap budaya-budaya Indonesia, (2) untuk memproduksi ICB yang mengaplikasikan budaya-budaya Indonesia ke dalam motif batik, (3) untuk membuka peluang usaha baru bagi mahasiswa dan masyarakat. Metode yang digunakan yaitu pemilihan motif, pembuatan desain, pembuatan pola cap, pembuatan batik, dan pembuatan baju. Dari bulan April sampai Agustus 2015, ICB telah memproduksi 447 produk baik motif pesona Yogyakarta, maupun Kalimantan Barat dan berhasil menjual 384 produk dengan keuntungan Rp.12.623.000,00. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah personal selling, agensi, iklan, dan pameran. Usaha ICB merupakan usaha yang dapat meningkatkan kecintaan terhadap budaya-budaya Indonesia dengan bukti dari tanggapan masyarakat. Produk yang dihasilkan pada usaha ICB adalah kain dan baju batik yang bermotif budaya-budaya Indonesia dengan teknik cap dan tulis. Usaha ICB berpotensial untuk dikembangkan. Hal ini dibuktikan dengan dukungan dana yang diberikan dari LPPM UNY dan Dinas Pendidikan DIY, grafik penjualan yang meningkat setiap bulannya, dan hasil dari penjualan ICB.Kata Kunci: Batik, ICB, Budaya Indonesia ICB (INDONESIAN CULTURE IN BATIK): CREATIVE BATIK BUSINESSPATTERNEDWITH INDONESIAN CULTURESAbstractUNESCO recognition of batik is a strategic recognition of the existence of batik. Indonesian Culture in Batik (ICB) gives a new nuance to the development of batik in Indonesia becauseitpromotes Indonesian culture in the pattern. The purpose of the ICB business are (1) to raise people awareness of the cultures of Indonesia, (2) to produce the ICB that applies the cultures of Indonesia into the motif, (3) to open up new business opportunities for university students and the community. The methods used are motif choosing, design making, pattern stamp making, batik making, and shirt making. From April to August 2015, ICB has been producing 447 batik products with Yogyakartanese and West Kalimantan charm motif and managed to sell 384 products with a profit of Rp.12.623.000,00. Marketing strategy used are personal selling, agency, advertising and exhibitions. ICB is a business that could increase the interest of Indonesian cultures with evidence of feedback from the community. The products produced are batik fabric and shirt patterned Indonesian cultures using stamping and writing techniques. ICB business is potentially to be developed. It is proved by the financial support provided by LPPM UNY and DIY Educational Agency, sales chart which increases each month, and the proceed of the sales of the ICB.Keywords: Batik, ICB, Indonesian Culture
RUMAH CANTIK: LAYANAN MAKE UP DAN BUSANA DI HARI SPESIAL SEBAGAI PELUANG USAHA MAHASISWA TATA RIAS DAN BUSANA Dwi Ayu Novita Andriani, Desi Astuti, Juniaty Boru Manurung Margareta Nurvina
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.957 KB)

Abstract

AbstrakAcara wisuda dianggap sebagai agenda spesial dan berkesan sehingga perlu keindahan dan kecantikan dalam merayakannya. Tujuan dari program kewirausahaan ini berupa rumah cantik yang memberikan jasa pelayanan make up, sewa atau pembuatan kebaya, kursus make up dan hijab, serta konsultasi penampilan. Metode promosi usaha ini dilakukan melalui leaflet yang diberikan langsung kepada calon wisudawati dalam acara yudisium yang digelar setiap bulan, pemberian sampel kecil seperti riasan eyeshadow gratis agar konsumen dapat mencoba dan melihat hasilnya serta tips berpenampilan untuk mengenalkan usaha rumah cantik dikalangan mahasiswa umum dan memberikan layanan yang siap datang ke tempat pelanggan. Hasil pelaksanaannya usaha yang dimulai bulan Maret ini, dalam jangka waktu Maret, April, dan Mei telah menghasilkan pendapatan Rp 2.105.000,00 atau rata-rata Rp 701.600,00 per bulan. Pendapatan di luar make up wisuda yang memiliki nilai tinggi adalah dari jasa menjahit, apalagi jika konsumen jahitnya secara borongan.Kata kunci: wisuda, make up, rias, busana, cantik
PENDETEKSI PATOK BATAS NEGARA BERBASIS SMS GATEWAY GUNA MENJAGA KEUTUHAN NKRI Arif Purnomo, Desy Nurhidayah, Mursyid Al Amin, Mirza Lutfi
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.499 KB)

Abstract

AbstrakKondisi di sepanjang perbatasan darat Indonesia-Malaysia rawan terjadi sengketa batas wilayah. Pemerintah Indonesia-Malaysia hanya memasang patok batas wilayah yang kerap kali hilang maupun bergerser. Seperti adanya kasus perubahan koordinat patok di Kalimantan yang mengakibatkan Indonesia terancam kehilangan wilayahnya seluas 6.480 juta meter persegi. Sebagai salah satu solusi, tujuan dari program ini yaitu merancang dan membuat prototype alat pendeteksi patok batas negara berbasis SMS gateway yang terhubung dengan petugas penjaga batas negara. Metode pembuatan alat ini yaitu analisa kebutuhan, pembuatan desain dan sistem kerja, pembuatan prototype, pengujian fungsional alat, dan evaluasi. Dengan memadukan teknologi GPS tracker, SMS gateway, dan limit switch menghasilkan alat pendeteksi patok batas negara berbasis SMS gateway yang dapat menjalankan tiga fungsi utama dengan baik yaitu cek status, monitoring, dan alarm peringatan. Sehingga dengan memanfaatkan alat ini pemantauan patok batas negara dapat dilakukan dengan mudah, kapan saja, dimana saja, dan informasi cepat tersampaikan.Kata kunci: patok, batas negara, SMS gateway, GPS. PENDETEKSI PATOK BATAS NEGARA BERBASIS SMS GATEWAYGUNA MENJAGA KEUTUHAN NKRIAbstractIndonesia-Malaysia boundary has disturbed of dispute national territorial. It is because Indonesia-Malaysia government put the boundary pole that can be lost or displacement. For instance, a case of pole coordinate changing in Kalimantan area that makes Indonesia has losing area threaten for 6.480 million m2. For one of solutions, the purposes of this program are design and produce a prototype of boundary pole detection tool with GPS which connect to security-guard. In the tool making, the methods are: needs analysis; design tool form and tool ways of working; tool prototype making; and functional test and evaluation. By fusing technology GPS tracker, SMS Gateway, and limit switch which produce a tool of national boundary pole detection with SMS gateway can operate 3 principal functions which are: status check, monitoring, and warning alarm. So that, the using of the tool of boundary pole detection can more easier to monitor the border, everytime, everywhere, and faster information conveyed.Keywords: Pole, national boundary, SMS gateway, GPS
SISTEM INTEGRASI FASILITAS INSTITUSI PENDIDIKAN DENGAN KONSEP ONE ACCOUNT FOR EVERYTHING Deni Kurnianto Nugroho, David Surya Aj, Rais Rahman Ardian, Rama Bramantara
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.358 KB)

Abstract

AbstrakPengelolaan lingkungan belajar dengan cara konvensional pada institusi pendidikan menimbulkan beberapa permasalahan seperti kecurangan presensi, kekacauan penjadwalan dan sebagainya. Sistem yang ada saat ini masih berdiri sendiri tanpa integrasi sehingga belum optimal mengatasi masalah tersebut. Penulis memberikan solusi dengan Integrated Virtual Learning System (IVELS) untuk mempermudah dalam pengelolaan lingkungan belajar. Tujuan kegiatan ini adalah (1) mengintegrasikan sistem presensi, perpustakaan, peta dan penjadwalan digital menjadi sebuah sistem terintegrasi, (2) merancangan IVELS yang dapat menyelesaikan permasalahan pelaksanaan kegiatan akademik di lingkungan kampus, (3) menerapkan desain implementasi IVELS sehingga menjadi sistem terintegrasi yang dapat diterapkan, dan (4) menerapkan prinsip kerja IVELS sehingga dapat melakukan pengelolaan lingkungan belajar digital dengan baik.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi studi literatur, perancangan sistem, pembuatan sistem dengan metode waterfall, dan pengujian sistem dengan standar ISO 9126.Hasil yang dicapai adalah terciptanya sistem IVELS dengan modul yang saling terintegrasi sehingga memudahkan pengelolaan lingkungan belajar. IVELS terintegrasi dengan metode OAuth 2.0 melalui Cloud-based API. Kesimpulannya, sistem IVELS mampu terintegrasi dengan konsep OAFE.Kata kunci: fasilitas, sistem, lingkungan belajar, institusi pendidikan, integrasi FACILITIES INTEGRATED SYSTEM OF EDUCATIONAL INSTITUTIONSWITHONE ACCOUNT FOR EVERYTHING CONCEPTAbstractConventional learning management environment of educational institution makes some problem such as illegal presence, chaos schedulling, and so on. Current system is still stand alone without any integration so it is not optimal yet to solve the problem. The author provides a solution with Integrated Virtual Learning System (IVELS) for simplicity in management of learning environment. Purpose of this activity is (1) integrating presence systems, library, map and scheduling into a digital integrated system, (2) desining IVELS system that can solve the problem learning activities in the campus environment, (3) apply the IVELS implementation design so it can be implemented integrated system,(4) apply IVELS working principle so it can do the job of managing digital learning environment well.The used method in this activity includes study of literature, design of system, making system with waterfallmethod, and testing the system with standard ISO 9126.The achieved result is creation of IVELS system with integrated module so that the learning environment management will be easier. IVELS integrated with OAuth 2.0 methods through Cloud-based API. In conclusion, the IVELS system is able to integrated with the concept of OAFE.Keywords: facility, system, learning environment, educational institutions, integrationDalam
SKUTER: SHAMPO LIMBAH KULIT JERUK SEBAGAI PENGHILANG KETOMBE Yuli Anita dan Intasari, Nurul Hidayah,Sekar Latri Anggrahini Dwi Puspitosari,
Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY Volume XI, Nomor 1, April 2016
Publisher : Pelita - Jurnal Penelitian Mahasiswa UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.417 KB)

Abstract

AbstrakMasyarakat membutuhkan produk kosmetik herbal berbahan alami dan tidak berbahaya bagi kesehatan, termasuk shampo penghilang ketombe. Saat ini harga shampo herbal relatif mahal. Di sisi lain, limbah kulit jeruk nipis banyak ditemukan di berbagai tempat, seperti kedai jus dan warung makan. Jeruk nipis secara kimia memiliki unsur-unsur senyawa yang dapat menghilangkan ketombe. Kulit jeruk nipis juga dapat dimanfaatkan sebagai penghilang ketombe. Berbagai variasi shampo anti ketombe dapat ditemui di pasar. Namun, shampo herbal berbahan baku kulit jeruk belum ada di pasar. Hal tersebut menjadi peluang untuk mendirikan usaha shampo kulit jeruk. Tujuan PKM-K ini adalah memproduksi dan memasarkan shampo kulit jeruk bernama SKUTER. SKUTER berukuran 100 ml dijual dengan harga Rp 9.000 sehingga terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Segmen pasar SKUTER adalah remaja dan orang dewasa. Strategi pemasaran yang digunakan mempertimbangkan bauran pemasaran. Promosi dilakukan melalui media online maupun offline. Rata-rata penjualan yang meningkat merupakan bukti bahwa SKUTER dapat diterima masyarakat. SKUTER ini sangat prospektif dan layak dijadikan usaha yang mampu meningkatkan nilai jual limbah kulit jeruk nipis.Kata kunci: kulit jeruk nipis, SKUTER, ketombe SKUTER: WASTE OF LIME PEELS SHAMPOOAS DANDRUFF REMOVERAbstractSociety needs herbal cosmetic made from natural and not harmful substances to health, including anti-dandruff shampoo. Currently the price of herbal shampoo is relatively expensive. On the other hand, waste of lime peels are found in many places, such as juice shops and food stalls. Limes have elements that can eliminate dandruff. Lime peels can be used to reduce dandruff. A wide varieties of anti-dandruff shampoo can be found in the market. However, herbal shampoo made from lime peels is still rarely found. It is an opportunity to establish business of lime peels shampoo. PKM-K program goals are to produce and to market the anti-dandruff shampoo that is made from lime peels. The shampoo is named SKUTER which is 100 ml, the price of SKUTER is IDR 9,000. It makes the shampoo affordable by all levels of society. SKUTER market segments are teenagers and adults. The marketing strategy which is used is considering the marketing mix. Promotion is done through online and offline media. The average sales which are increasing is an evidence that SKUTER can be accepted by the society. SKUTER is very prospective and worthy of effort that it is able to increase the value of lime peels waste.Keywords: lime peels, SKUTER, dandruff