cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JUPE
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JUPE adalah Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi Universitas Lampung yang mewadahi karya ilmiah dalam bentuk artikel hasil penelitian maupun artikel telaah yang berkaitan dengan Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2015): JUPE" : 12 Documents clear
PERBANDINGAN SISWA YANG DITERIMA BINA LINGKUNGAN DENGAN SISWA REGULER TERHADAP KEBUGARAN JASMANI Abidin Daud, Muhammad Hafid; Jubaedi, Ade; Sulistianta, Heru
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to analyze the differences between the student which accepted in community development class and regular class toward physical fitness in Junior High School 9 Bandar Lampung. To collect the data the writer use quantitative methodology. The sample are the student in the grade VII and VIII which only take 10 % amount all of the student or 49 from 487 students. In collecting the data for Physical Fitness test, the writer uses the TKJI technique for 13 – 15 years old. Result of the test showed the student who accepted in community development class lower than in those in regular class. Based on TKJI instrumental tes, in short the percentage for physical fitness in community development reach 20,83 % whereas regular class student reach 56 %.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat kebugaran jasmani siswa bina lingkungan dengan siswa reguler di SMP Negeri 9 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian kuantitatif. Sampelnya yaitu murid kelas VII dan kelas VIII di SMP N 9 Bandar Lampung yang hanya 10% dari total keseluruhan yaitu 49 anak dari 487 murid. Teknik pengambilan data untuk test Kebugaran Jasmani ini menggunakan TKJI untuk usia 13-15 tahun. Hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kebugaran jasmani anak bina lingkungan lebih rendah daripada anak reguler. Pada hasil dari instrument TKJI, kebugaran jasmani kategori bina lingkungan mencapai 20,83 % sedangkan kebugaran jasmani kategori reguler mencapai 56 %.Kata kunci : bina lingkungan, kebugaran jasmani, TKJI
HUBUNGAN KEKUATAN LENGAN, TUNGKAI, KELENTUKAN TOGOK, TINGGI, BERAT BADAN DENGAN KETERAMPILAN ROLLKIP Muntoha, Muntoha; Tarigan, Herman; Jubaedi, Ade
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the relationship of arm strength, leg strength, body flexibility, height and weight to roll kip skills. The methodology of the study is the product moment correlation. The sample used is the student of class VIII of SMP Yadika Natar, and a population of 200 students and collecting the data was taken as random sampling technique, so it was collected as many as 50 students which consists of 25 sons and 25 daughters. The research results showed that there is a significant relationship arm strength and skills roll kip  0,484  (23,39 %); for leg strength 0,503 (25,29 %); for body flexibility 0,764 (58,34 %); for height 0,241 (5,79 %) and weight 0,302 (9,09 %). The conclusion of this study is the relationship of body flexibility have a strong relationship with the rollkip skills.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan  kekuatan lengan, tungkai, kelentukan togok, tinggi, dan berat badan terhadap keterampilan rollkip. Metodologi penelitian yang digunakan adalah korelasi product moment. Sampel yang digunakan adalah kelas VIII di SMP Yadika Natar populasinya berjumlah 200 siswa.  Pengambilan  data diambil teknik random sampling dari populasi sehingga terkumpul sebanyak 50 siswa yang terdiri dari 25 putra dan 25 putri. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, kekuatan lengan dengan keterampilan rollkip terdapat koefisien korelasi sebesar 0,484 dengan kontribusi 23,39%. Kedua, koefisien korelasi kekuatan tungkai sebesar 0,503 dengan kontribusi s25,29%. Ketiga, koefisien korelasi kelentukan togok sebesar 0,764 dengan kontribusi 58,34%. Keempat, koefisien korelasi tinggi badan sebesar 0,241 dengan kontribusi 5,79%. Kelima, koefisien korelasi berat badan sebesar 0,302 dengan kontribusi 9,09%. Kesimpulan penelitian ini bahwa kelentukan togok memiliki hubungan kuat dengan keterampilan rollkip.Kata kunci : berat badan, kekuatan lengan, kelentukan togok, rollkip, tinggi, tungkai.
PENGARUH LATIHAN MENGOPER BOLA KE TEMBOK DAN BERPASANGAN TERHADAP KETERAMPILAN CHEST PASS Rohima, Rohima; Sitepu, Akor; Sulistianta, Heru
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of  pass the ball to the wall exercise and pairwise to chest pass  skills. The method used in this study is the experimental method. The population in this study were students of SMP Negeri 1 Natar. The sampling is using random sampling techniques. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that group of pass the ball to the wall exercise have a basic movement skills enhancement value of 23. In the group of couple pass the ball exercise has a increase value of 20 basic motor skills while in the control group had an increase in the value of the basic motor skills of 18. But the difference of the effect shows that the exercise to the wall is effective in improving the skills of chest pass in basketball than pairwise approach and control groups.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan mengoper bola ke tembok dan berpasangan terhadap keterampilan chest pass. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Natar. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis varians (anava). Hasil penelitian menunjukkan Kelompok latihan mengoper bola ke tembok memiliki nilai peningkatan keterampilan gerak dasar sebesar 23. Pada kelompok latihan mengoper bola berpasangan memiliki nilai peningkatan keterampilan gerak dasar sebesar 20. Sedangkan pada kelompok kontrol memiliki nilai peningkatan keterampilan gerak dasar hanya sebesar 18. Namun perbedaan pengaruh menunjukan bahwa latihan ke tembok lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan chest pass  dalam bola basket dibandingkan dengan pendekatan berpasangan dan kelompok kontrol.Kata kunci : berpasangan, bola basket, chest pass, tembok.
KONTRIBUSI PANJANG TUNGKAI POWER TUNGKAI DAN LINGKAR PAHA TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA Partama, Roy Septa; Hermawan, Rahmat; Wiyono, Wiyono
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the contribution of leg length, muscle power leg, and thigh circumference of the ability to dribble.The method used is a survey with a one-shot approach models. Samples of this research were 30 students. Sampling using a sample population. Data were collected through a long test with anthrophometer limbs, limb muscle power with a standing board jump, thigh circumference with anthrophometer, as well as data analysis techniques using simple linear regression. The results showed that the length of the leg has a correlation coefficient of 0.447 with a contribution of 19.9%, limb muscle power has a correlation coefficient of 0.621 with a contribution of 38.5%, thigh circumference has a correlation coefficient of 0.331 with a contribution of 10.9%. It can be concluded that the leg muscle power to make greater contributions to the ability to escort the ball in the game of football. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi panjang tungkai, power otot tungkai, dan lingkar paha terhadap kemampuan menggiring bola. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan one shot model. Sampel dari penelitian ini berjumlah 30 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik populasi sampel.  Data dikumpulkan melalui tes panjang tungkai dengan anthrophometer, power otot tungkai dengan standing board jump, lingkar paha dengan anthrophometer, serta teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa panjang tungkai memiliki koefisien korelasi 0,447 dengan kontribusi sebesar 19,9%, power otot tungkai memiliki koefisien korelasi 0,621 dengan kontribusi sebesar 38,5%, lingkar paha memiliki koefisien korelasi 0,331 dengan kontribusi sebesar 10,9%. Dapat disimpulkan bahwa power otot tungkai memberikan kontribusi lebih besar terhadap kemampuan mengiring bola dalam permainan sepak bola.                                       Kata kunci :   kontribusi, lingkar paha, menggiring bola, panjang tungkai, power otot tungkai.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN STOPPING BOLA LAMBUNG DENGAN ALAT YANG DI MODIFIKASI Prabowo, Dimas; Tarigan, Herman; Sulistianta, Heru
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to improve the effectiveness of learning and improve bounce up stopping ball basic motor skills with a modified plastic ball kids, ball made of plastic that is filled with gravel and plastic balls wrapped with the inner tube of the car. The research method is a Classroom Action Research with research subjects are students it derived VIII A, amounting to 24 students. The results showed: the first cycle, with the use of plastic ball mastery learning success percentage 29.17%, while 26.5% effectiveness rate means the action has not been effective. In the second cycle with the use of tools in the plastic bag into a ball shape, learning completeness percentage of success obtained 54.17%, while the level of effectiveness is which means the action has not been effective. In the third cycle psychomotor with the use of modified plastic ball with inner tube of the car, the success mastery learning 91.67%, with 82.18% effectiveness rate calculation.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memperbaiki keterampilan stopping bola lambung dengan penggunaan modifikasi alat bola plastik anak-anak, bola yang terbuat dari plastik yang diisi dengan kerikil dan bola plastik yang dibalut dengan ban dalam mobil. Metodelogi Penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A yang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian siklus pertama alat bantu bola plastik diperoleh keberhasilan ketuntasan belajar 29,17%, tingkat efektivitas 26,5% itu berarti tindakan belum efektif. Siklus kedua dengan alat bantu kantong plastik yang di bentuk menjadi bola diperoleh keberhasilan ketuntasan belajar 54,17%, tingkat efektivitas 42,72% itu berarti tindakan belum efektif. Siklus ketiga psikomotor dengan penggunaan alat yang dimodifikasi bola plastik yang dibalut dengan ban dalam mobil keberhasilan ketuntasan belajar 91,67%, tingkat efektivitas 82,18%.Kata kunci: bola modifikasi, bola plastik, bola yang terbuat dari plastik,  stopping  bola
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DAN AKTIFITAS PAGI HARI TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN JASMANI Wicaksono, Sofyan; Nurseto, Frans; Sulistianta, Heru
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship whether there is any interest in learning and mornings activity with physical fitness in the eighth grade students of SMP Negeri 1 Sukoharjo Pringsewu Academic Year 2014/2015. The research methodology used in this study is descriptive correlational method. The sample used is a sample population that is in the eighth grade students of SMP Negeri 1 Sukoharjo, amounting to 49 students. Collecting data using a questionnaire (questionnaire), observation, documentation, and physical fitness tests. Results of the study showed a correlation double value / r count of 0.715 and 0.288 for r tabel and sig of 0.00. because r count is greater than r tabel and sig value of less than 0.05, it can be concluded that there is a significant relationship between learning and the morning activity on the level of physical fitness of students.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan minat belajar dan aktifitas pagi hari dengan kebugaran jasmani siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Sukoharjo Pringsewu Tahun Ajaran 2014/2015. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional. Sampel yang digunakan adalah populasi sample yaitu siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Sukoharjo yang berjumlah 49 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner), observasi, dokumentasi, dan tes kebugaran jasmani. Hasil penelitian didapatkan hasil nilai korelasi ganda/rhitung sebesar 0,715 dan rtabel sebesar 0,288 dan nilai sig sebesar 0,00. karena rhitung lebih besar dari rtabel dan nilai sig kurang dari 0,05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar dan aktifitas pagi hari terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa.Kata kunci : aktifitas, hubungan, kebugaran jasmani,  minat.
HUBUNGAN KOHESIVITAS TERHADAP PRESTASI TIM SEPAKBOLA PADA PERTANDINGAN ANTAR KELAS Mustofa, Imam; Nurseto, Frans; Jubaedi, Ade
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to look at the contribution of the relationship between cohesion with the football teams achievements in inter-class match in SMP Negeri 11 Kotabumi North Lampung. The method used is survey data using correlational analysis. Data collection is using the questionnaire. This research is a population study with all classes in Junior High School 11 Kotabumi North Lampung, amounting to 12 class (team). The analysis showed that the cohesion factor has a significant relationship with achievement outcomes of 0,597 football team. This means that cohesion has a strong relationship with the football teams record in games between classes in Junior High School 11 Kotabumi North Lampung. Conclusion of this study shows that the cohesion team has a very strong relationship with the football teams record in games between classes in Junior High School 11 Kotabumi North Lampung.Penelitian ini bertujuan untuk melihat sumbangan atas hubungan antara kohesivitas dengan hasil prestasi tim sepakbola pada pertandingan antar kelas di SMP Negeri 11 Kotabumi Lampung Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan analisis data menggunakan korelasional. Pengumpulan data menggunakan angket. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yaitu seluruh kelas yang ada di SMP Negeri 11 Kotabumi Lampung Utara yang berjumlah 12 kelas (tim). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor kohesivitas memiliki hubungan yang cukup signifikan dengan hasil prestasi tim sepakbola sebesar 0,597. Artinya kohesivitas memiliki hubungan yang ‘kuat’ dengan prestasi tim sepakbola pada pertandingan antar kelas di SMP Negeri 11 Kotabumi Lampung Utara. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa kohesivitas tim memiliki hubungan yang sangat kuat dengan prestasi tim sepakbola pada pertandingan antar kelas di SMP Negeri 11 Kotabumi Lampung Utara.Kata kunci : koefisien korelasi, kohesivitas, prestasi sepakbola, tim.
HUBUNGAN KELINCAHAN, KESEIMBANGAN DAN POWERTUNGKAI TERHADAP KETERAMPILAN TENDANGAN BERPUTAR PENCAK SILAT Rantauan, Hengki; Suranto, Suranto; Sulistianta, Heru
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the magnitude of the related in agility, balance, and leg power students’s of SMA Muhammadiyah 3 Bandar Lampung of pencak silat’s kick spinning. This study is using survey method with test and measurement techniques. To determine whether a significant correlation coefficient calculation results or not it is necessary to compare the product moment r table, the error level of 5% and 95%. In conclusion, it is demonstrated that there is a significant related of agility, balance, and leg power  to spinning kick’s pencak silat. It is found that a real related of agility to kick is 0.54, the real related of  balance to kick is 0.62, and a real related of the leg power to kick is 0.66.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya hubungan kelincahan, keseimbangan, dan power tungkai siswa-siswi Muhammadiyah 3 bandarlampung terhadap keterampilan gerak tendangan berputar dalam pencak silat pada siswa SMA Muhammadiyah 3 Bandar lampung. Dalam penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik tes dan pengukuran. Untuk mengetahui apakah koefisien korelasi hasil perhitungan signifikan atau tidak maka perlu dibandingkan dengan r tabel product moment, dengan taraf kesalahan 5% dan kepercayaan 95%. Simpulan, telah dibuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelincahan, keseimbangan, dan power tungkai terhadap gerak tendangan berputar pencak silat. Ditemukan hubungan nyata antara kelincahan terhadap tendangan sebesar 0,54, hubungan nyata antara keseimbangan terhadap tendangan sebesar 0,62, dan hubungan nyata antara power tungkai dengan tendangan sebesar 0,66.Kata kunci: hubungan, kelincahan, keseimbangan, power tungkai, tendangan berputar.
HUBUNGAN TINGGI, BERAT BADAN, VO2 MAX, DAN KEKUATAN TUNGKAI TERHADAP LARI SPRINT Prasetiyo, Andri; Suranto, Suranto; Sulistianta, Heru
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to look at how much the relationship between height, weight, VO2max, and leg muscle strength to sprint 200 meters. The method used is survey method data using correlational analysis. The collection of data in the form of height and weight using the Health Scale, VO2max using the bleep test, leg muscle strength using Dynamometer Leg 200-meter run while using test and measurement. The sample used 30 students from a population of 256 people. The analysis showed that the height factor of 0.375, 0.429 weight, VO2 max 0.501, 0.625 leg muscle strength significant  with the results of the 200-meter run. The conclusion of this study shows that the height , weight , VO2max and leg muscle strength has a very strong relationship with the results of the 200 -meter sprint.Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar hubungan antara tinggi badan, berat badan, VO2max, dan kekuatan otot tungkai terhadap lari jarak pendek 200 meter. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan analisis data menggunakan korelasional. Pengumpulan data yang berupa tinggi badan dan berat badan menggunakan Health Scale, VO2max menggunakan bleep test, kekuatan otot tungkai menggunakan Leg Dynamometer sedangkan lari 200 meter menggunakan tes dan pengukuran. Sampel yang digunakan 30 siswa dari populasi yang berjumlah 256 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor tinggi badan sebesar 0,375, berat badan 0,429, VO2 max 0,501, kekuatan otot tunggkai 0,625 siknifikan dengan hasil lari 200 meter.  Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa tinggi badan, berat badan, VO2max dan kekuatan otot tungkai memiliki hubungan yang sangat kuat dengan hasil lari jarak pendek 200 meter.Kata kunci : kekuatan , sprint, ukuran tubuh, VO2 max.
HUBUNGAN MOTIVASI SISWA PUTRA DAN PUTRI DALAM MENGIKUTI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI Prayoga, Riris Novrian; Nurseto, Frans; Adam, Usman
JUPE Vol 3, No 2 (2015): JUPE
Publisher : JUPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to obtain empirical data on how motivated boys and girls students in following the subjects of physical education. Quantitative research with the type of research method used was a survey by using correlational analysis of statistical data. The collection of data is in the form of motivation using questionnaires and physical education lessons using daily values. The sample used 75 students from a population of 530 students. Based on the results of correlation analysis: it showed that the motivation factor has a relationship with a male student studying physical education at 0.472. Correlation of female student motivation to study physical education is 0.408, it means there is a relationship. While the motivation correlation of male and female students in physical education subjects are 0.552. The conclusion of this study showed that there is a significant relationship between motivation of male and female students in following physical education of subjects.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data secara empiris tentang seberapa besar motivasi siswa putra dan putri dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani. Penelitian kuantitatif dengan jenis metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan analisis data statistik menggunakan korelasional. Pengumpulan data yang berupa motivasi menggunakan angket dan pelajaran pendidikan jasmani dengan menggunakan nilai harian. Sampel yang digunakan 75 siswa dari populasi yang berjumlah 530 siswa. Berdasarkan hasil analisis korelasional, menunjukkan bahwa faktor motivasi siswa putra memiliki hubungan dengan belajar pendidikan jasmani sebesar 0,472. Korelasi motivasi siswa putri dengan belajar pendidikan jasmani sebesar 0,408, artinya memiliki hubungan. Sedangkan korelasi motivasi siswa putra dan putri dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani sebesar 0,552. Kesimpulan penelitian ini menunjukan ada hubungan signifikan antara motivasi siswa putra dan putri dalam mengikuti mata pelajaran pendidikan jasmani.Kata kunci : korelasi, motivasi, pendidikan jasmani. 

Page 1 of 2 | Total Record : 12