cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 7 (2018): Supplement 2" : 31 Documents clear
PAROXYSMAL NOCTURNAL HEMOGLOBINURIA (PNH) DENGAN HYPERCOAGULABLE STATE Fitrach Desfiyanda; Irza Wahid
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.834

Abstract

Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria (PNH) adalah kelainan kronis didapat (acquired) yang ditandai terjadinya hemolisis intravaskuler dan hemoglobinuria yang pada umumnya terjadi pada saat pasien tidur di malam hari. Hal ini disebabkan oleh kelainan seluler karena mutasi somatik pada hematopoetic stem cell yang menyebabkan terjadinya defisiensi berbagai jenis protein yang diperlukan bagi pembentukan glycosylphosphatidylinositol (GPI) anchored, yakni antara lain yang tersering decay accelerating factor (DAF, CD55) dan membrane inhibitor of reactive lysis (MIRL, CD59). Hal ini menyebabkan kerusakan intrinsik pada membran sel darah merah sehingga lebih rentan terhadap aksi lisis dari komplemen. Insiden PNH ini sangat jarang yaitu 2 dari 1 juta orang di dunia, terutama usia 30-40 tahun. Penyebab kematian terbanyak adalah trombosis. Dilaporkan seorang laki-laki 37 tahun datang dengan keluhan utama buang air kecil seperti air cucian daging. Urine pasien terlihat lebih gelap pada pagi hari dan terang pada sore hari. Keluhan lain yang dirasakan adalah lemah, letih, dan lesu serta ikterik. Pada pemeriksaan fisik ditemukan splenomegali. Pada pemeriksaan gambaran darah tepi ditemukan gambaran eritrosit normositik normokrom, polikromasi, fragmentosit, serta peningkatan laktat dehidrogenase (LDH), bilirubin indirek, dan retikulositosis. Pada urinalisis didapatkan hemoglobinuria. Pemeriksaan coomb test didapatkan hasil negatif. Pemeriksaan flowcytometri CD 55 dan CD 59 ditemukan klon PNH. Pasien diterapi dengan metilprednisolon dosis imunosupresan. Pasien juga mengalami keadaan hypercoagulable state dengan hasil PT 10,4 detik, APTT 27,3 detik D-Dimer 737,91 ng/ml. Pasien diberikan terapi heparin profilaksis. Pada pasien ini telah dapat ditegakkan diagnosis sebagai PNH dengan beberapa gejala dan tanda yang patognomonis disertai pemeriksaan gold standar CD 55 dan CD 59. . Pasien diterapi dengan metilprednisolon dengan dosis imunosupresan. Pasien juga mengalami keadaan hypercoagulable state sehingga diberikan antikoagulan profilaksis untuk mencegah trombosit.
Perbedaan Kadar Vitamin C dan Kadar Malondialdehide Antara kejadian Abortus Dengan Kehamilan Normal Hartati Deri Manila; Eryati Darwin; Erwani Erwani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.825

Abstract

Angka kejadian abortus masih tinggi didunia dan di Indonesia. Dalam pelayanan obstetrik, abortus masih menjadi suatu masalah dan merupakan penyebab meningkatnya mortalitas, morbilitas ibu dan neonatal, Penyebab abortus salah satu penyebabnya adalah ketidakseimbangan antioksidan yang terjadi saat plasentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C dan kadar malondialded (MDA) antara kejadian abortus. Desain penelitian yaitu dengan cross sectional, penelitian ini dilakukan di RS Bayangkara Padang, RS dr. Reksodiwiryo Padang, RS Ibu Sina Padang, RS dr. Rasidin Padang, Puskesmas Andalas, Labor Biomedik dan Labor Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, pada bulan Desember 2016–Februari 2018. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang terdiagnosa abortus berjumlah 14 orang dan ibu hamil normal ≤ 20 minggu berjumlah 14 orang dengan menggunakan teknik conseticutuve sampling. Kadar Vitamin C diperiksa dengan metode ELISA dan kadar MDA diperiksa dengan metode spectrophometer. Hasil penelitian ini menunjukkan rerata kadar vitamin C yaitu 30,78±5,26 μmol/L pada abortus dan 34,09±13,14 μmol/L pada kehamilan normal dengan nilai p ˃ 0,05. Rerata kadar MDA yaitu 3,31±0,59 nmol/ml pada abortus dan 3,71±1,24 nmol/ml pada kehamilan normal dengan nilaip>0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah Terdapat kecenderungan peran kadar Vitamin C pada kejadian abortus dan kehamilan normal, tetapi tidak bermakna secara statistik dan Terdapat kecenderungan peran kadar MDA pada kejadian abortus dan kehamilan normal, tetapi tidak bermakna secara statistik.
Diagnosis dan Penatalaksanaan Laringomalasia Elfianto Elfianto; Novialdi Novialdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.839

Abstract

Latar belakang: Laringomalasia (LM) merupakan penyebab tersering stridor inspirasi kongenital pada bayi. Sekitar 80% kasus merupakan derajat ringan dan sedang yang dapat membaik serta resolusi sampai usia 2 tahun sedangkan 20% merupakan derajat berat yang membutuhkan tindakan pembedahan Tujuan: Mengetahui dan memahami etiologi, diagnosis dan penatalaksanaan laringomalasia. Tinjauan Pustaka: Diagnosis laringomalasia dapat ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang laringoskopi serat optic fleksibel. Etiologi pasti laringomalasia belum diketahui, namun terdapat 3 teori yang diduga berperan yaitu imaturitas kartilago, imaturitas neuromuskular dan abnormalitas anatomi. Terdapat hubungan antara laringomalasia dengan laryngopharyngeal reflux (LPR). Penatalaksanaan konservatif dilakukan pada LM derajat ringan dan sedang sedangkan tindakan pembedahan dilakukan pada derajat berat, laringomalasia dengan komorbid dan laringomalasia yang gagal terapi konservatif. Kesimpulan: Laringomalasia merupakan kolapsnya struktur supraglotis ketika inspirasi yang mengakibatkan adanya stridor inspirasi. Laringomalasia derajat berat dapat mengancam nyawa. Sebagian besar kasus akan resolusi sendiri, namun sekitar 20% memerlukan tindakan pembedahan. Supraglottoplasti merupakan tindakan pembedahan pilihan untuk kasus laringomalasia
Foreign Body Bottom of Pen in Bronchus with and without Atelectasis Rahmadona Rahmadona; Ade Asyari; Novialdi Novialdi; Fachzi Fitri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.830

Abstract

Introduction: Foreign body aspiration (FBA) is a common case in children. Delayed diagnosis more than 24 hours often increased the risk of complications and mortality. Atelectasis is one of the common complication of FBA. Rigid bronchoscopy under general anaesthesia is the choice of procedure for diagnosis and treatment. Case Report: It was reported two cases foreign body aspirationof a bottom of pen. First case was agirl, aged 6 year-old with foreign body a bottom of pen without lumen in bronchus with atelectasis and second case was a foreign body bottom of penwith lumen in bronchus in a boy, aged12 year-old without atelectasis but late diagnosis. Both cases have been successfully extracted using rigid bronchoscopy. Conclusion: Foreign body without lumen have more acute and severe complication rather than foreign body with lumen. The presence of a lumen within the foreign body allows good ventilation and shows less symptomps. Appropriate diagnosis and treatment will minimize the risk of complications.
PENGARUH LAMA PAPARAN RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK HANDPHONE TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID DAN KADAR KOLESTEROL PADA TIKUS (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR ALBINO Resti Aulia Fitri; Arni Amir; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.821

Abstract

Paparan radiasi gelombang elektromagnetik handphonedapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh dengan meningkatkan kadar malondialdehid dan menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan paparan gelombang elektromagnetik handphonedapat meningkatkan kadar malondialdehid dan menurunkan kadar kolesterol pada tikus (Rattus novergicus) jantan galur wistar albino. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan desain penelitian Post Test Only Control Groupyang menggunakan 24 ekor tikus (Rattus novergicus) jantan, galur wistar albino, berumur 2-3 bulan, yang terbagi menjadi 4 (empat) kelompok masing- masing berjumlah 6 ekor tikus. Kelompok kontrol (K) tidak diberikan paparan radiasi handphone. Kelompok perlakuan (P1) diberi paparan radiasihandphone 30 menit/hari, kelompok perlakuan 2 (P2) dengan paparan radiasi 60 handphonemenit/hari dan kelompok perlakuan 3 (P3) dengan paparan radiasi handphone 90 menit/hari selam 51 hari. Setelah dilakukan perlakuan selama 51 hari,darah diambil dari retro orbitalis dan kadar malondialdehid diperiksa dengan metode Thiobarbituric Reactive substances (TBARs) dan kadar kolesterol di ukur dengan metode Cholesterol Oxidase-Peroksidase Aminoantipyrine Phenol (CHOD—PAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar malondialdehid kelompok K ialah 2,376 nmol/ml, kelompok P1 2,890 nmol/ml, kelompok P2 3,306 nmol/ml, kelompok P3 3,800 nmol/ml. Rerata kadar kolesterol kelompok kontrol (K) 77,816 mg/dl, kelompok perlakuan 1 (P1) 71,350 mg/dl, kelompok perlakuan 2 (P2) 71,173 mg/dl dan kelompok perlakuan 3 (P3) 70,916 mg/dl.Pada analisa data didapatkan kadar malondialdehid dan kadar kolesterol tikus p < 0,05 berarti ada perbedan bermakna antar kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh lama paparan radiasi handphone terhadap kadar malondiladehid dan kadar kolesterol tikus jantan Rattus novergicus galur Wistar Albino.
PATOGENESIS HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI Rika Yandriani; Yerizal Karani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.844

Abstract

Apabila jantung menghadapi suatu beban hemodinamik maka ia akan melakukan kompensasi terhadap beban hemodinamik tersebut dengan cara: (1) menggunakan mekanisme Frank-Starling untuk meningkatkan formasi kontraksi, (2) meningkatkan massa otot jantung untuk menghadapi extra load dan (3) mengaktifkan mekanisme neurohormonal untuk meningkatkan kontraktilitas. Hipertrofi karena beban hemodinamik dapat berupa hipertrofi adaptif (fisiologis) atau hipertrofi maladaptif (patologi). Pola hipertrofi yang terjadi bisa konsentrik maupun eksentrik. Patogenesis terjadinya hipertrofi ventrikel kiri patologis karena adanya stimulasi primer berupa regangan mekanik jantung dan atau faktor neurohumoral yang akan diterjemahkan di dalam sel sebagai perubahan biokimia yang mengaktifkan messenger kedua (cytosolic) dan ketiga (inti) yang bekerja pada inti sel, mengatur transkripsi dan seterusnya menentukan ekspresi gen yang menginduksi hipertrofi ventrikel kiri. Hipertrofi ventrikel kiri patologis dapat mengalami peralihan menjadi gagal jantung disebabkan oleh disfungsi diastolik, disfungsi sistolik ataupun keduanya.
Profil Pasien Periodik Paralisis Hipokalemia Di Bangsal Saraf RSUP DR M Djamil Gunawan Septa Dinata; Yuliarni Syafrita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.835

Abstract

Hipokalemia Periodik Paralisis (HKPP) adalah sindroma kelemahan dan kelumpuhan otot yang langka yang terkait dengan hipokalemia. Kelemahan bervariasi dari kelemahan ringan sampai kelumpuhan total. Serangan membaik secara spontan dan pulih dalam waktu 3-36 jam. Fungsi kognitif dan sensorik tetap baik dan refleks tendon dalam mungkin akan berkurang atau tidak ada. Kami melaporkan 10 kasus pasien dengan Periodik Paralisis Hipokalemia di bangsal Saraf DR M Djamil Padang. Laporan kasus ini menggambarkan karakteristik klinis dan laboratorium pasien periodik paralisis dan untuk mencari etiologi dan terapi lebih lanjut. dilakukan pemeriksaan kadar kalium serum, kreatinin serum dan hitung leukosit pada pasien dengan periodik paralisis di bangsal saraf RSUP DR M Djamil Padang, dari periode Juli 2013 – September 2014. Diagnosis Periodik Paralisis ditegakkan berdasarkan temuan fisik dan laboratorium. Data yang dikumpulkan untuk diproses dan ditabulasikan secara manual. Jenis kelamin wanita sebanyak sembilan orang dan pria satu orang. didapatkan rerata umur 32.5 ± 9.16, berdasarkan hasil pemeriksaan kadar kalium darah didapatkan nilai minimum kalium tidak terukur (50%) dan nilai maksimum 2.1 mmol/L, dan rerata hitung leukosit 19.820 ± 8.579. Sebagian besar pasien periodik paralisis yang dirawat di bangsal Saraf RSUP DR M Djamil masuk dengan keluhan klinis tetraparese dengan kadar kalium yang tidak terukur dan hitung leukosit yang meningkat.
HUBUNGAN INFEKSI HUMAN PAPILOMA VIRUS TERHADAP TERJADINYA KETUBAN PECAH DINI DI RSIA SITI HAWA PADANG Fiona Dewanti; Andani Eka Putra; Bobby Indra Utama
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.826

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan dimulai. KPD merupakan komplikasi yang cukup umum dari kehamilan dan menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas perinatal, serta menimbulkan komplikasi pada ibu. Salah satu faktor resiko penyebab KPD adalah adanya infeksi yang berasal dari ibu, dan penyebab infeksi pada wanita diantaranya adalah HPV. HPV merupakan salah satu penyebab terjadinya infeksi menular seksual. Wanita hamil memiliki resiko tinggi terkena infeksi HPV, karena selama kehamilan terjadi perubahan fisiologis dan imunologi dari sistem imun dan bisa saja dapat merubah replikasi dari virus HPVPenelitian ini merupakan studi analitik dengan desain case control, yaitu untuk mengetahui hubungan infeksiHPV terhadap terjadinya Ketuban Pecah Dini di RSIA Siti Hawa Padang. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling, yaitu setiap pasien yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan kedalam subjek penelitian sampai jumlah sampel tercukupi, yaitu sebanyak 50 sampel.Hasil penelitian didapatkan tidak terdapat infeksi HPV pada kelompok kasus dan kontrol. Analisa statistik dengan uji Fisher’s Exact Test menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tidak terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi HPV dengan kejadian KPD (P>0,05).Dari hasil penelitian dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi HPV dengan kejadian KPD di RSIA Siti Hawa. Diharapkan untuk penelitian berikutnya melakukan penelitian lanjutan tentang infeksi dari bakteri lain, virus, dan jamur penyebab terjadinya KPD.
ANALISIS FAKTOR KUALITAS PELAYANANTERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN RSUD DR. ACHMAD DARWIS Rensiner Rensiner; Vivi Yanti Azwar; Abdi Setya Putra
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.817

Abstract

RSUD Dr. Achmad Darwis merupakan rumah sakit Kelas C di Kabupaten Lima Puluh Kota yang telah ditetapkan sebagai PPK BLUD. Setelah empat tahun proses pengembangan, masih terdapat keluhan pasien yang ditemukan bahwa masih kurangnya pelayanan, salah satunya pelayanan rawat jalan, diantaranya proses pendaftaran yang rumit dan lama, dokter yang sering terlambat masuk. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh faktor kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di RSUD Dr. Achmad Darwis. Penelitian ini menggunakan metode campuran model sequential explanatory, yaitu dengan menggabungkan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Secara berurutan. Teknik sampel secara purposive sampling, sebanyak 110 sampel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menyatakan puas pada pelayanan perawat di poliklinik rawat jalan, apotik dan pelayanan dokter. Sedangkan untuk pelayanan diloket pendaftaran serta sarana prasarana di poliklinik rawat jalan sebagian besar responden menyatakan kurang puas. Dari hasil wawancara mendalam faktor penyebab permasalahan, diantaranya pelayanan di loket pendaftaran yang lama, keterlambatan kedatangan dokter di poliklinik dan kenyamanan di ruang tunggu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati dan bukti fisik dengan kepuasan pasien di Poliklinik rawat jalan RSUD Dr. Achmad Darwis. Variabel yang paling berpengaruh adalah kualitas pelayanan perawat. Saran perbaikan lebih ditujukan terhadap peningkatan sistem pelayanan di poliklinik rawat jalan dan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM serta renovasi gedung pelayanan di poliklinik rawat jalan.
Diagnosis dan Tatalaksana Klaudikasio Intermiten Nani Nani; Masrul Syafri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.840

Abstract

Klaudikasio intermiten adalah ketidaknyamanan otot ekstremitas bawah yang dirasakan saat latihan dan hilang dengan istirahat dalam 10 menit. Pasien akan merasakan kelelahan otot, sakit atau kram pada saat aktivitas. Klaudikasio intermiten merupakan gejala yang paling sering muncul pada penyakit arteri perifer. Proses atherosklerosis merupakan penyebab dasar munculnya klaudikasio intermiten. Diagnosis klaudikasio intermiten ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan ABI, dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti DUS, CTA, MRA, dan DSA. Penatalaksanaan klaudikasio intermiten terdiri dari optimalisasi kontrol faktor resiko dan gejala. Pilihan terapi untuk meredakan gejala terdiri dari terapi non invasif (dengan latihan dan obat-obatan) dan terapi invasif (revaskularisasi). Sampai saat ini masih terdapat perdebatan efektifitas antara terapi invasif dan terapi non invasif.

Page 2 of 4 | Total Record : 31


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue