cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 7 (2018): Supplement 4" : 19 Documents clear
EFEK PEMBERIAN ANTIBIOTIKA TERHADAP PENINGKATAN KOLONISASI CANDIDA SALURAN NAPAS Muhammad Fajri; Irvan Medison; Oea Khairsyaf; Russilawati Russilawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.944

Abstract

Kolonisasi jamur Candida spp bisa pada orang normal, tetapi pada keadaan bersifat opurtunistik dihubungkan dengan beberapa kondisi penurunan daya tahan tubuh seperti pada pemberian kortikosteroid, kemoterapi, malnutrisi, adanya keganasan dan kondisi netropenia. Kondisi lain yang dapat menyebabkan berkembangnya kolonisasi jamur Candida spp disaluran napas adalah pemberian antibiotika spektrum luas. Tujuan penelitian untuk melihat hubungan pemakaian antibiotika lebih dari satu minggu pada pasien infeksi paru dengan terjadinya peningkatan kolonisasi Candida spp dengan pemeriksaan kultur sputum jamur pasien. Desain penelitian prospektif dengan metode cohort pada pasien infeksi paru yang dirawat di bangsal paru dan pemeriksaan kultur di laboratorium mikrobiologi RSUP Dr.M.Djamil Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara concecutive sampling mulai Juli 2017 sampai jumlah sampel terpenuhi. Dari 62 sampel penelitian, 54(87,1%) pasien infeksi paru terdapat kolonisasi jamur Candida spp. Berdasarkan data karakteristik dasar penelitian, didapatkan terbanyak adalah laki- laki 39 orang (62,9%) dengan usia rata rata 53,56 ±16,71 tahun. Berdasarkan umur rata-rata, jenis kelamin dan faktor komorbid yang ada kolonisasi dan tidak ada kolonisasi Candida spp tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik p=0,333. Kejadian kolonisasi Candida spp berdasarkan jumlah kepadatan koloni sebelum dan sesudah pemberian antibiotika secara statistik tidak bermakna (sebelum vs sesudah dengan nilai p= 0,306 .Analisis lebih lanjut pada 54 subjek penelitian dengan kolonisasi didapatkan setelah pemberian antibiotika kepadatan koloni Candida spp meningkat tetapi tidak bermakna secara statistik.
Analisis Survival Pasien Kanker Payudara Usia Muda di RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2008-2017 M. Al Farisyi; Daan Khambri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.917

Abstract

semua wanita yang didiagnosa kanker payudara. KPD usia muda berhubungan dengan progresifitas yang tinggi, kecenderungan untuk rekurensi dan prognosis yang lebih buruk dibandingkan KPD usia tua. Penelitian ini bertujuan untuk menilai outcome dari pasien KPD usia muda yang mendapatkan pengobatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari tahun 2008-2017. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif dengan analisis data menggunakan Kaplan Meier dengan Log Rank, pada 71 pasien yang telah didiagnosis KPD secara histopatologi dan mendapatkan terapi (bedah, kemoterapi, radioterapi, hormonal terapi ataupun targetting terapi). Hasil penelitian menunjukkan insiden KPD terbanyak pada range usia 35-40 tahun, dengan ukuran tumor T3, diferensiasi derajat sedang, histopatologi tipe duktal karsinoma dengan Triple Negative Breast Cancer (TNBC) sebagai subtipe yang terbanyak. Disease Free Survival (DFS) didapatkan rata-rata 87.48 bulan dan Overall Survival (OS) sebesar 79.13 bulan. Ukuran tumor didapatkan sebagai faktor yang berhubungan terhadap DFS (p = 0.00).
Otitis Media Supuratif Kronis Tipe Kolesteatom dengan Komplikasi Meningitis dan Paresis Nervus Fasialis Perifer Jenny Tri Yuspita Sari; Yan Edward; Rossy Rosalinda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.931

Abstract

Pendahuluan: Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) tipe kolesteatom merupakan penyakit dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi akibat komplikasinya. Kolesteatom dapat menyebabkan erosi tulang dan kerusakan struktur-struktur di sekitarnya sehingga terjadi komplikasi. Kombinasi antibiotik dan tindakan bedah timpanomastoidektomi menjadi modalitas utama penatalaksanaan kasus OMSK dengan komplikasi. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus seorang laki-laki 18 tahun dengan keluhan sakit kepala hebat disertai dengan penurunan kesadaran dan wajah mencong. Pada pasien terdapat riwayat telinga berair dan penurunan pendengaran. Pasien didiagnosis sebagai OMSK auris dektra dengan kolesteatom disertai komplikasi meningitis dan paresis nervus fasialis perifer. Pasien diterapi dengan antibioik dosis tinggi dan dilakukan tindakan timpanomastoidektomi dinding runtuh dengan dekompresi nervus fasialis. Kesimpulan: Penatalaksaan segera dan tepat pada OMSK dengan komplikasi dapat meningkatkan angka kesembuhan dan mencegah kematian.
POLA KUMAN DAN UJI SENSITIVITAS TERHADAP ANTIBIOTIK PADA INFEKSI PLEURA DI RSUP. Dr. M. DJAMIL PADANG Mulya Eltario; Lillah Lillah; Tuty Prihandani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.922

Abstract

Infeksi pleura merupakan salah satu penyebab terbanyak morbiditas dan mortalitas dengan insidens terus meningkat pada dewasa. Terapi pasien secara empiris dengan antibiotik berspektrum luas dan polifarmasi sering tidak bermanfaat. Mikroba penyebab infeksi pleura bergeser secara perlahan dari positif Gram menjadi negatif Gram sejak antibiotik semakin banyak digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kuman dan uji sensitivitas terhadap antibiotik pada infeksi pleura di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian deskriptif dilakukan pada 55 spesimen cairan pleura dari bangsal paru dan penyakit dalam yang dikultur menggunakan agar darah di Laboratorium Sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2015-Desember 2015. Identifikasi bakteri dengan pewarnaan Gram dan tes biokimia. Uji sensitivitas antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer sesuai dengan standar CLSI. Bakteri yang ditemukan pada spesimen cairan pleura adalah Klebsiella sp 21(38%), Staphylococcus sp (25%), Pseudomonas sp (22%), Proteus sp (5%), Streptococcus sp (5%), Acinetobacter sp (3,6%). Klebsiella sp sensitif terhadap Meropenem (95,2%), resisten terhadap Ampicilin (90,5%). Staphylococcus sp sensitif terhadap Meropenem (100%), resisten terhadap Ampicilin (57,1%). Pseudomonas sp sensitif terhadap Meropenem (75%), resisten terhadap Ampicilin (100%). Proteus sp sensitif terhadap Meropenem (66,7%), resisten terhadap Ampicilin (100%). Streptococcus sp sensitif terhadap Cefoperazone (100%), resisten terhadap Cefotaxime (100%). Acinetobacter sp sensitif terhadap Chloramphenicol (100%), resisten terhadap Cefotaxime (100%). Bakteri terbanyak penyebab infeksi pleura di bangsal paru dan penyakit dalam periode Januari 2015 sampai Desember 2015 adalah Klebsiella sp, yang sensitif terhadap Meropenem dan resisten terhadap Ampicilin. Pelaporan perlu dilakukan secara berkala sebagai pedoman dalam memberikan antibiotik yang tepat.
Pengaruh Pemberian Tablet Zink dan Besi terhadap Kadar Hemoglobin dan Feritin pada Ibu Hamil Anemia Defisiensi Besi Desi Wildayani; Yusrawati Yusrawati; Hirowati Ali
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.913

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah nasional karena pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, anemia memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan. Sebagian zink merupakan alat transpor transferin, yang juga merupakan alat transpor zat besi. Suplemen zink dianjurkan apabila ibu hamil mendapat suplemen besi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian tablet zink dan besi terhadap kadar hemoglobin dan feritin pada ibu hamil anemia defisiensi besi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan metode non randomized control group pre test and post test design. Penelitian dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya Padang dan Laboratorium Biomedik Universitas Andalas pada bulan Oktober 2017 – Maret 2018 terhadap 30 orang ibu hamil trimester II dan III, kadar Hb <11 g/dl dan ferritin <15 ng/ml yang diambil dengan cara consecutive sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok (intervensi dan kontrol). Kadar feritin diperiksa dengan ELISA dan kadar hemoglobin dilakukan dengan metode Hematology analyzer. Uji normalitas data dengan uji Saphiro wilk dan dilanjutkan dengan uji T berpasangan dan uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian didapatkan ibu hamil yang diberikan tablet zink dan besi rata-rata selisih kadar hemoglobinnya lebih tinggi (1,07 g/dl) dibandingkan dengan ibu hamil yang mendapatkan tablet besi saja (0,81 g/dl), dengan nilai p = 0,190. Selisih kadar feritin serum lebih tinggi pada ibu hamil yang mendapatkan tablet besi saja (19,39 ng/ml) dibandingkan dengan ibu hamil yang mendapatkan tablet zink dan besi (14,64 ng/ml), dengan nilai p = 0,529. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh pemberian tablet zink dan besi terhadap kadar hemoglobin dan feritin pada ibu hamil anemia defisiensi besi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD di Nagari Andalas Baruh Bukit Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar Iis Rahayu; Mohamad Reza; Elly Usman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.945

Abstract

Intra Uterine Devices (IUD) merupakan pilihan kontrasepsi yang efektif, aman, dan nyaman bagi wanita. Namun demikian jumlah akseptor kontrasepsi IUD di Nagari Sungayang masih sangat rendah, yaitu 14,97 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Pasangan Usia Subur dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD di Nagari Andalas Baruh Bukit Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Kontrasepsi adalah cara untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Metode kontrasepsi bekerja dengan dasar mencegah sperma laki-laki mencapai dan membuahi sel telur wanita (fertilisasi), atau mencegah telur yang sudah dibuahi untuk berimplantasi (melekat) dan berkembang dalam rahim. Kontrasepsi yang reversibel adalah metode kontrasepsi yang dapat dihentikan setiap saat tanpa efek lama dalam mengembalikan kesuburan atau kemampuan untuk memiliki anak. Metode penelitian deskriptif corelasi dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Nagari Andalas Baruh Bukit. Populasi adalah seluruh ibu PUS, sebanyak 788 orang, dan sampel berjumlah 89 orang, dengan pengambilan sampel secara sistematic sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, diolah dan dianalisa secara komputerisasi. Hasil analisa univariat diketahui bahwa 66,3 % responden memiliki pengetahuan tinggi tentang kontrasepsi IUD, (52,8 %) dan 86,5 % tidak menggunakan kontrasepsi IUD. Hasil analisa bivariat ada hubungan pengetahuan ibu Pasangan Usia Subur dengan penggunaan kontrasepsi IUD (p = 0,050). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan sikap ibu dengan penggunaan kontrasepsi IUD.
Multipel Sklerosis pada Anak Fredyton Rizminardo; Iskandar Syarief; Rahmi Lestari; Tuti Handayani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.927

Abstract

Multipel sklerosis (MS) adalah suatu penyakit neurodegeneratif akibat proses demielinisasi kronik pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh peradangan autoimun. Penyakit ini umumnya mengenai kelompok pasien usia dewasa muda (antara 30 sampai 40 tahun) dengan prevalensi umum di seluruh dunia adalah 30 kasus per 100.000 populasi; dan hanya sekitar 2-5% penyakit ini terjadi pada usia kurang dari 18 tahun. Berbeda halnya dengan yang terjadi pada populasi dewasa, penyakit MS pada populasi anak memiliki sejumlah variasi manifestasi klinis demielinisasi atipikal yang menyebabkan pengenalan dan diagnosis MS pada pasien anak merupakan suatu proses yang rumit. Telah dilaporkan suatu laporan kasus pada seorang anak perempuan berusia 13 tahun 7 bulan dengan keluhan utama kejang yang disertai penurunan kesadaran, dimana kedua manifestasi klinis ini merupakan manifestasi klinis yang jarang ditemukan pada pasien multiple sklerosis. Diagnosis MS pada pasien ditegakkan setelah dilakukannya pemeriksaan MRI kepala. Pasien kemudian diterapi dengan menggunakan steroid intravena dan pada pengamatan selanjutnya ditemukan perbaikan klinis yang nyata.
Kesesuaian Uji Cepat Antigen Mycobacterium tuberculosis dengan Pulasan BTA pada Tersangka Tuberkulosis Paru Nila Rahma Suryani; Lillah Lillah; Eugeny Alia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.918

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular disebabkan oleh M. tuberculosis yang apabila tidak diobati atau pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi bahkan kematian. Menegakkan diagnosis TB yang cepat dan akurat membutuhkan pemeriksaan yang cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui kesesuaian uji cepat antigen M. tuberculosis dengan pulasan BTA. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan potong lintang yang dilakukan di Laboratorium Sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang dari bulan April 2016 sampai dengan September 2016. Sampel sputum tersangka TB diperiksa menggunakan uji cepat antigen M. tuberculosis dengan prinsip immunochromatography dan pulasan BTA dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen. Sampel penelitian sebanyak 23 dilakukan uji cepat antigen M. tuberculosis didapatkan 9 (39,1%) positif dan 14 (60,9%) negatif. Pulasan BTA didapatkan 6 (26,1%) positif dan 17 (73,9%) negatif. Uji kesesuaian antara uji cepat antigen M. tuberculosis dengan pulasan BTA didapatkan nilai Kappa 0,321 (p=0,108) dengan interpretasi cukup, tetapi tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Tidak terdapat kesesuaian antara uji cepat antigen M. tuberculosis dengan pulasan BTA. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan menggunakan baku emas sehingga didapatkan sensitivitas dan spesifisitas.
ANALISIS SWOT SEBAGAI PENENTU STRATEGI PEMASARAN PADA RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT BAITURRAHMAH PADANG Hanim Khalida Zia; Rima Semiarty; Ratni Prima Lita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.914

Abstract

Jumlah kunjungan pasien Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang pada tahun 2016 yaitu 27.933 kunjungan. Pada tahun 2017 mengalami penurunan (41,7%) yaitu 16.288 kunjungan. Sedangkan, pada tahun 2018 mengalami sedikit peningkatan (3,7%) yaitu 16.884 kunjungan. Setiap rumah sakit harus dapat membuat suatu strategi pemasaran yang tepat untuk dapat bersaing dimasa sekarang dan akan datang. Salah satu upaya strategi pemasaran adalah analisis SWOT. Analisis SWOT mengidentifikasi strengths (kekuatan) dan weaknesses (kelemahan) pada aspek internal serta opportunities (peluang) dan threats (ancaman) pada aspek eksternal perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang berdasarkan analisis SWOT. Jenis penelitian adalah kualitatif. Informan terdiri dari Pemilik, Direktur, Wakil Direktur, Karyawan, Mahasiswa, Pasien dan Masyarakat yang tinggal di sekitar Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi SO (Strengths Opportunities): meningkatkan kualitas kesehatan pelayanan gigi dan mulut, menjalin kerja sama dengan instansi di bidang kesehatan, menggunakan alat dan bahan terbaru dan menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Strategi WO (Weaknesses Opportunities): menyelesaikan proses akreditasi, pengaturan jadwal dan tarif dokter, melakukan promosi melalui berbagai media dan menambah jumlah SDM untuk kegiatan pemasaran. Strategi ST (Strengths Threats): meningkatkan pelayanan unggulan di bidang periodonsia dengan pelatihan kepada karyawan dan membuat pendaftaran online. Sedangkan, strategi WT (Weaknesses Threats): membentuk bagian pemasaran untuk meningkatkan kegiatan promosi.
Gagal Ginjal Akut pada Impending Eklampsia disertai Sindrom HELLP Erni Savitri; Desmiwarti Desmiwarti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 4
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.946

Abstract

Wanita, 28 tahun, G1P0A0H0 gravid 31-32 minggu + impending eklampsia dalam regimen MgSO4 dosis maintenance dari luar + HELLP sindrom + oligohidramnion e.c PPROM, Janin hidup letak sungsang. Pasien rujukan dari RS Swasta dengan diagnosis G1P0A0H0 gravid 33-34 minggu + PEB + HELLP sindrom ke IGD RSUP Dr. M. Djamil Padang. Pasien kemudian dilakukan terminasi kehamilan secara seksio sesarea cito 4,5 jam kemudian. Lalu dirawat di ruang HCU Kebidanan, sejak setelah operasi sampai post operasi hari ke-3 didapatkan urine output < 10 cc/KgBB/jam lalu pasien pindah rawat ke bagian P.Dalam dengan diagnosis P1A0H1 post SCTPP ai impending eklampsia selesai regimen MgSO4 dosis maintenance + Sindrom HELLP + oligohidramnion berat + letak sungsang + Nifas hari ke-4 + Anemia sedang dalam perbaikan + Hipoalbumin dalam perbaikan + Gangguan faal hepar + Gangguan koagulasi + Hiponatremia + Anuria e.c AKI Riffle F e.c prerenal e.c dehidrasi. Setelah rawatan post operasi hari ke-9, pasien dipindahkan dari ruang HCU P.Dalam ke ROI (Ruang Intensive Observasi) dan dirawat selama 8 hari kemudian dipindahkan kembali ke ruang HCU P.Dalam. Pasien dilakukan hemodialisa 4x selama rawatan. Pasien dirawat selama 20 hari dan akhirnya meninggal.

Page 1 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue