Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED"
:
14 Documents
clear
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE PADA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 050660 STABAT
MASTA GINTING;
GIHARI EKO PRASETYO
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v2i2.2047
Masalah dalam penelitian ini adalah “Rendahnya motivasi belajar siswa pada pelajar IPA. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Word Square pada mata pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 050660 Stabat Kec. Stabat. Kab. Langkat. Tahun Ajaran 2013/2014. Yang berjumlah 17 siswa dimana siswa laki-laki berjumlah 16 dan perempuan berjumlah 21 orang. Penentuan subjek berdasarkan hasil observasi yang di lakukan peneliti terhadap guru kelas IV. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang di lakukan dalam dua siklus, diaman setiap siklus dilakukan 2x pertemuan yang masing-masing terdiri dari 35 menit. Dalam setiap siklus dilakukan melaui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang dilakukan dalam penelitianini yaitu berdasarkan hasil angket yang di berikan pada setiap siklus. Dari hasil yang diperoleh dari 38 orang siswa dapat dilihat bahwa setelah dilakukannya tindakan pada setiap siklus terjadi peningkatan motivasi belajar siswa. Ini dapat di simpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Word Square dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pokok Struktur dan Fungsi Bagian Tumbuhan kelas IV SD Negeri 050660 Stabat Kec. Stabat. Kata kunci: Motivasi belajar, model Word Square, pelajaran IPA
PEMBELAJARAN BERMAKNA DENGAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPA
LALA JELITA ANANDA
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v2i2.2052
Model Pembelajaran merupakan faktor penentu dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran yang tepat sangat diperlukan agar tercapainya tujuan pembelajaran yang maksimal. Penggunaan model pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) pada mata pelajaran IPA merupakan salah satu upaya untuk memaksimalkan tujuan pembelajaran IPA. Pada pembelajaran IPA, yang terjadi tidak hanya sekedar transfer ilmu dari guru ke peserta didik, namun yang terpenting adalah guru dapat merancang sebuah proses pembelajaran yang dapat menstimulus siswa agar mampu mengkonstruksi pengetahuan dari pengalaman masing-masing. Pembelajaran konstekstual hakikatnya adalah mengaitkan antara pengalaman yang diperoleh siswa dari lingkungannya dengan materi yang ada pada mata pelajaran IPA. Pada pembelajaran konstekstual, siswa dimotivasi untuk menemukan, sehingga pengetahuan dan kemampuan-kemampuan yang dicapai bukan merupakan hapalan dari serangkaian fakta-fakta tetapi merupakan hasil penemuan. Maka dari itu, melalui pembelajaran kontekstual akan tercipta pembelajaran IPA yang lebih bermakna. Kata kunci : pembelajaran bermakna, kontekstual, IPA
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE TANYA JAWAB PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS VI SD NEGERI 019 BONANDOLOK TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015
PAISAH PANGGABEAN
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v2i2.2057
Pembelajaran PKn di SD Negeri 019 Bonandolok masih cenderung monoton, kurang menarik, terpusat pada buku (teks book), sehingga tujuan pembelajaran tidak dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Kondisi semacam ini tentu tidak sejalan dengan semangat untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Pembelajaran yang bersifat monoton dan masih menerapkan strategi maupun pendekatan pembelajaran konvensional yang memandang siswa sebagai objek, komunikasi lebih banyak berlangsung searah, dan penilaian lebih menekankan aspek kognitif, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai. Oleh karena itu guru perlu menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. keterampilan siswa dalam bertanya perlu untuk ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam belajar terutama meningkatkan keterampilan bertanya siswa dapat digunakan metode tanya jawab dalam proses pembelajaran di kelas. Metode tanya jawab adalah cara penyampaian suatu pelajaran melalui interaksi dua arah dari guru kepada siswa atau dari siswa kepada guru agar diperoleh jawaban kepastian materi melalui jawaban lisan guru atau siswa. Dalam metode tanya jawab, guru dan siswa sama-sama aktif. Siswa dituntut untuk aktif agar mereka tidak tergantung pada keaktifan guru. Kata kunci : Metode tanya jawab, Aktivitas belajar dan PKn
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS IV SDN 020276 BINJAI TIMUR
SYAMSUARNI .;
FITRIANY SINAGA
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v2i2.2048
Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya aktivitas belajar matematika siswa, minat siswa dalam pembelajaran matematika kurang sehingga tidak memunculkan sikap antusias dan semangat siswa untuk belajar, proses pembelajaran yang terlaksana masih didominasi dengan model pembelajaran yang kurang menyenangkan. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Terdapat dua variabel dalam penelitian ini yaitu aktivitas belajar siswa dan model pembelajaran koperatif tipe TGT. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi guru. Dari hasil penelitian, aktivitas belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan. Pada siklus I pertemuan 1 masih tergolong sangat rendah yaitu 13,04% dengan rata-rata 43,38, siklus I pertemuan 2 tergolong rendah yaitu 34,78% dengan rata-rata 56,70, siklus II pertemuan 1 tergolong sangat tinggi yaitu 86,95% denga rata-rata 72,10 dan siklus II pertemuan 2 tergolong sangat tinggi yaitu 100% dengan rata-rata 86,05. Kata kunci: Kooperatif tipe TGT, Aktivitas belajar, Matematika
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN PENERAPAN METODE KLOS SISWA KELAS VII-3 SMP NEGERI 29 MEDAN
LELIWATI SIREGAR
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v2i2.2053
Penerapan metode pembelajaran klos dalam penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dalam bidang studi Bahasa Indonesia. Dengan desain penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama dua siklus dengan dua kali pertemuan setiap siklusnya. Sehingga dalam penelitian akan diperoleh keterampilan membaca siswa dari data hasil belajar dan aktivitas dalam pembelajaran. Data hasil belajar diperoleh melalui tes hasil belajar tiap akhir siklus. Aktivitas diperoleh melalui pengamatan tiap KBM. Subjek dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII-3 SMP Negeri 29.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran klos dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa, terbukti dari hasil tes siswa ketuntasan pembelajaran naik sebesar 29%. Pada siklus I rata-rata nilai tes 70 dengan ketuntasan pembelajaran sebesar 58 % dan pada sklus II rata-rata nilai tes 87 dengan ketuntasan pembelajaran naik menjadi 87 %,yang berarti masih ada beberapa siswa (4siswa) belum memperoleh nilai tuntas (KKM). Dengan demikian tindakan yang diberikan pada Siklus II meskipun telah berhasil memberikan perbaikan keterampilan membaca siswa, namun masih menyisakan siswa belum tuntas.Data aktivitas siswa menurut pengamatan pengamat pada siklus I antara lain menulis (38 %), membaca (36 %), bertanya sesama teman (8 %), bertanya kepada guru (15 %), dan yang tidak relevan dengan KBM (3 %). Data aktivitas siswa menurut pengamatan pada siklus II antara lain menulis (30 %), membaca (40 %) , bertanya sesama teman (18 %), bertanya kepada guru (8%), dan yang tidak relevan dengan KBM (2%) . Kata kunci : Metode Pembelajaran, Keterampilan Membaca
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI PKN MATERI POKOK OTONOMI DAERAH DI KELAS IX-4 SMP NEGERI 15 MEDAN
BUDIMAN SIHOMBING
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v2i2.2058
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar/pemahaman siswa pada Bidang Studi PKn. Adapun pemecahan masalah dalam penelitian ini yakni dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together dalam KBM yang dilakukan selama penelitian untuk melihat dampaknya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-4 SMP Negeri 5 Medan dengan jumlah siswa sebanyak 38 orang. Melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together terjadi peningkatan proses pembelajaran yang ditandai dengan meningkatnya aktivitas dan hasil belajar siswa. Temuan data sebagai beikut : 1) Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran PKn.. Peningkatakan aktivitas belajar siswa tersebut sebagai berikut: Data aktivitas mengerjakan LKS (50 %), bertanya sesama teman (9 %), menjawab pertanyaan teman (9%), bertanya kepada guru (14 %), dan yang tidak relevan dengan KBM (18 %). Data aktivitas siswa menurut pengamatan pada siklus II antara lain mengerjakan LKS (61 %), bertanya sesama teman (12 %), menjawab pertanyaan teman (11%), bertanya kepada guru (8 %), dan yang tidak relevan dengan KBM (8 %). Berdasarkan temuan data aktivitas siswa ini digolongkan meningkat karena aktivitas yang tidak diinginkan seperti yang tidak relevan dengan KBM menyusut, aktivitas mengerjakan LKS, bertanya pada teman maupun menjawab pertanyaan teman meningkat yang menunjukkan sikap kooperatif siswa meningka;2) Terjadi peningkatan hasil belajar siswa dimana pada siklus I hanya 22 dari 38 siswa yang lulus KKM, dengan ketuntasan klasikal 57,89%, dan rata-rata kelas 69. Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 33 dari 38 siswa lulus KKM dengan ketuntasan klasikal 86,84% dan rata-rata kelas 81. Dengan demikian terjadi peningkatan hasil belajar siswa dan sudah mencapai indikator ketercapaian dalam penelitian ini. Kata Kunci :Model Pembelajaran Kooperatif NHT, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar Siswa
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA PELAJARAN IPA DIKELAS V SD
KHAIRUL ANWAR ANWAR;
YUNIKAWATI GIRSANG
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v2i2.2049
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran group investigation dapat Meningkatkan motivasi belajar siswa pada pelajaran IPA di kelas V. Tahun Pelajaran 2013 / 2014. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan angket yang terdiri dari 4 opsional, yakni sangat sering, sering, jarang, dan tidak pernah. Dari hasil pengujian instrumen yakni validitas dan reabilitas maka diperoleh 12 item valid dari masing-masing variabel. Jenis penelitian ini adalah penelitian kelompok dengan menggunakan rumus P=f/n x 100%, Berdasarkan analisis operasional dan variable bahwa operasional motivasi belajar, Sedangkan variabel group investigation yang ditandai dengan aspek tekun & ulet, aspek minat, aspek mandiri, dan aspek hasrat berada pada kategori baik. Hasil uji data antara kedua variabel tersebut diperoleh: P = 23,33 % sampai 93,33% Maka hipotesis yang berbunyi terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran group investigation di sekolah dasar negeri di kecamatan lubuk pakam, tahun pelajaran 2013/2014, diterima. Kata kunci: Motivasi belajar, Group Investigation, Pelajaran IPA
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TERPADU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DI KELAS VIII-5 SMP NEGERI 29 MEDAN
RIDHA HARNI HARNI HASIBUAN
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v2i2.2054
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division pada materi pokok sistem gerak di kelas VIII-5 semester ganjil SMP Negeri 29 Medan tahun pelajaran 2013/2014.Subjek penelitian ini diambil di kelas VIII-5 semester ganjil SMP Negeri 29 Medan tahun pelajaran 2013/2014. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division memiliki dampak positif dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (59%), siklus II (87%) dan aktivitas siswa yang semakin meningkat. Pada siklus I, menulis/membaca (34%), mengerjakan LKS (38%), bertanya sesama teman (18%), bertanya kepada guru (7%), dan yang tidak relevan dengan KBM (4%). Pada siklus II, menulis (34%), mengerjakan LKS (40%), bertanya sesama teman (18%), bertanya kepada guru (8%), dan yang tidak relevan dengan KBM (2%). Peningkatan hasil belajar siswa dari Formatif I dan II menunjukkan rata-rata dari 69 menjadi 76. Dengan ketuntasan klasikal pada Siklus I sebesar 59% dan pada Siklus II sebesar 87%. Dapat diambil kesimpulan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa semakin meningkat pada setiap siklus. Kata kunci : hasil belajar, model Student Teams Achievement Division
PENERAPAN METODE PROYEK DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PERTIWI-I MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014
NURHAYATI .
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v2i2.2059
Perkembangan kreativitas anak sangat diperlukan. Salah satu cara untuk mengembangkan kemampuan kreativitas yaitu dengan metode proyek. Metode proyek adalah merupakan salah satu cara pemberian pengalaman belajar dengan menghadapkan anak dengan persoalan sehari-hari yang harus dipecahkan secara berkelompok. Permasalahan pada penelitian ini adalah :1) Kreativitas anak masih cenderung kurang tumbuh dan berkembang, 2) anak dituntut lebih menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), 3) Anak hanya melakukan kegiatan yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode proyek dalam meningkatkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Pertiwi-I Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 19 orang anak. Proses penelitian dilakukan melalui 2 siklus. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil observasi dan refleksi pada siklus I setelah melaksanakan metode proyek dalam proses pembelajaran maka diketahui bahwa peningkatan kreativitas anak yaitu: sebanyak 10 orang anak (53%) pada kriteria baik dan 9 orang anak (47%) pada kriteria cukup baik. Dari hasil observasi tersebut dapat diketahui bahwa perlu dilakukan pembelajaran melalui metode proyek yang lebih baik pada siklus II. Pada siklus II setelah dilakukan perbaikan cara penyampaian pembelajaran dalam metode proyek, maka diketahui bahwa peningkatan kreativitas anak meningkat yaitu 14 orang anak (74%) pada kriteria baik sekali dan 5 orang anak (26%) berada pada kriteria baik. Kata Kunci : Metode proyek, kreativitas anak
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD KOTA TEBING TINGGI
IRWANSYAH .
ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol 2, No 2 (2014): ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : FIP Unimed
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/esjpgsd.v2i2.2050
Permasalahan dari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang dikarenakan kurangnya metode yang digunakan guru dalam mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan metode eksperimen dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA di SD Negeri 163085 kota tebing Tinggi T.P 2012/2013.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 34 orang, dengan menggunakan metode eksperimen.. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan tes. Hasil penelitian pada saat pretes diperoleh nilai Rata-rata nilai hasil belajar siswa pada saat dilakukannya pretes dengan ketuntasan klasikal 9,09% dengan rata-rata 35,45. Mengalami peningkatan dengan menggunakan model Kooperatif, hasil belajar siswa dapat ditingkatkan yaitu dapat dilihat dari hasil ketuntasan klasikal belajar siswa yang mencapai 59,09% dengan rata-rata 65,90 pada siklus I dan meningkat menjadi 100% dengan rata-rata 89,54 pada siklus II. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan prestasi belajar IPA di SD Negeri 163085. Kata Kunci : Hasil Belajar IPA, Eksperimen