cover
Contact Name
Nadiyah Tunnikmah
Contact Email
nadiyah.tunnikmah@isi.ac.id
Phone
+628157988977
Journal Mail Official
jociart@gmail.com
Editorial Address
Dsn Japanan Margodadi Seyegan
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Contemporary Indonesian Art
ISSN : 24423394     EISSN : 24423637     DOI : DOI: 10.24821/jocia.v9i1.8936
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Contemporary Indonesia Art is a scientific journal that contains the results of research or creation on contemporary art related to Indonesia. Contemporary art is defined as the latest art phenomenon. Art includes a wide variety of fine arts such as painting, sculpture, graphics, ceramics, comics, New media art, as well as other forms of art, including types that have not been categorized. The limitation is that the work is more concerned with aesthetic value than functional value. The term Indonesia refers to works of art that are related to Indonesia.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2015)" : 5 Documents clear
Proses Kreatif Seniman pada Proyek Residensi ”Landing Soon” Tahun 2006-2009 di Rumah Seni Cemeti Yogyakarta Elfa Olivia Verdiana
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v1i2.1754

Abstract

                Penelitian ini bertujuan memahami proses kreatif seniman Indonesia dan seniman Belanda pada proyek residensi “Landing Soon” I hingga XI serta mengetahui persamaan dan perbedaan di antara keduanya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini memerlukan data berupa arsip proses kreatif sebagai data primer serta data berupa arsip karya seni sebagai data sekunder. Proses kreatif dibatasi dari segi waktu yaitu pada proyek residensi “Landing Soon” yang berlangsung pada tahun 2006-2009, dan juga dari segi lokasi yakni Rumah Seni Cemeti. Seniman yang terlibat pada proyek residensi ini sejumlah 26. Langkah penelitian yang dilakukan adalah mengumpulkan data kemudian menganalisis data. Sesuai dengan teori Alma M. Hawkins, pada proyek residensi “Landing Soon” seniman Indonesia dan seniman Belanda berproses kreatif dengan melalui tiga tahapan, yaitu: eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Persamaan proses kreatif antara seniman Indonesia dengan seniman Belanda antara lain dalam hal interaksi budaya, lokalitas, dan bidang disiplin. Persamaan-persamaan ini terbentuk karena adanya pengkondisian berdasarkan tujuan residensi “Landing Soon” itu sendiri. Perbedaannya antara lain dalam hal basic research, ide, serta media dan teknik berkarya. Beberapa perbedaan ini berakar pada aspek-aspek bawaan seniman dan kecenderungannya yang berbeda-beda.Kata kunci: proses kreatif, residensi “Landing Soon”, seniman
Seni Instalasi Karya Heri Dono Sebagai Pertunjukan Agni Saraswati
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v1i2.1755

Abstract

Seni instalasi mulai berkembang pada tahun 70-an. Seni instalasi merupakan karya seni yang menciptakan kondisi kehadiran bagi penonton untuk mengelilingi, memasuki, dan merasakan objek secara langsung. Seni instalasi menggabungkan berbagai media dan genre seni, sehingga dapat mencakup elemen visual, suara, dan kinetik. Seni instalasi mampu membangkitkan persepsi penonton lebih kuat daripada bentuk seni yang lain. Penelitian mengambil topik Seni Instalasi sebagai Pertunjukan. Studi kasus adalah seni instalasi S.O.S Rescue Me (2015) dan Fermentation of Nose (2011-2015) karya Heri Dono. Penelitian menggunakan pendekatan teori seni sebagai pertunjukan oleh David Davies (2004) dan teori seni instalasi oleh Claire Bishop (2005). Metode yang digunakan adalah metode analisis kualitatif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Penelitian dilakukan untuk mengetahui latar belakang seniman membangun konsep dan mempresentasikan seni instalasi sebagai sebuah pertunjukan. Heri Dono membangun konsep karya instalasinya melalui konsep fermentasi. Kreativitas terlihat melalui adanya manipulasi media yang dilakukan seniman untuk menyampaikan isi karya kepada penonton. Seni instalasi, seperti bentuk seni yang lain, merupakan sebuah pertunjukan. Seni instalasi dibuat untuk memberikan pengalaman melihat yang berbeda bagi penonton. Karya Heri Dono mampu membangkitkan persepsi dan memprovokasi penonton untuk berpikir kembali tentang berbagai isu hari ini.Kata kunci: seni instalasi, persepsi, pertunjukan, proses kreatif, manipulasi media
Seni Lukis Tradisional Pengosekan dalam Konteks Seni Rupa Kontemporer Ni Putu Laras Purnamasari
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v1i2.1756

Abstract

Desa Pengosekan adalah salah satu desa tradisional di Ubud di mana beberapa penduduk masih memiliki profesi sebagai pelukis tradisional. Hal yang menarik dari lukisan tradisional Pengosekan adalah pada nilai seni, dari setiap tema lukisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kelangsungan lukisan tradisional Pengosekan, dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan visualisasi pekerjaannya. Perubahan dalam visualisasi kerja dianalisis berdasarkan warna, bentuk, garis, ruang, komposisi, pencahayaan, dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lukisan tradisional Pengosekan masih diproses terus menerus oleh pelukis di Pengosekan, sejak tahun 1980 hingga 2013. Kontinuitas yang terjadi disertai dengan perubahan dalam hal objek, warna, bentuk, komposisi, ruang, dan teknik. Perubahan yang terjadi tidak lepas dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari keinginan pelukis untuk selalu meningkatkan kualitas karyanya, dengan cara yang kreatif dan inovatif. Faktor eksternal berasal dari lingkungan yang memberikan banyak inspirasi, keahlian pendidikan formal dan non-formal, perkembangan seni lukis modern di Bali, teknologi dan media informasi, dan pariwisata. Keberadaan lukisan tradisional Pengosekan memiliki dampak pada meningkatnya tingkat ekonomi. Anak-anak yang belajar seni lukis tradisional juga akan dididik untuk menjadi disiplin dan menghargai waktu.Kata kunci: Pengosekan tradisional lukisan, kontinuitas, perubahan
Ide Lukisan-Lukisan I Nyoman Masriadi Mikke Susanto
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v1i2.1753

Abstract

Perkembangan seni rupa yang terjadi sejak masa prasejarah hingga kini, telah melahirkan sejumlah pemikiran yang mempertautkan ide sebagai inti dari sebuah kebudayaan. Salah satu modal paling mahal yang dimiliki oleh seorang seniman adalah ide. Ide merupakan pokok dari pemikiran. Ide-ide tersebut melalui berbagai medium lalu diwujudkan, dimana akhirnya secara konkret dapat diindera, bisa sebagai lukisan, patung, musik, maupun karya seni lainnya. Secara garis besar, ide merupakan sesuatu yang hendak diketengahkan dalam sebuah karya. Dalam penelitian ini, penulis akan menelusuri mengenai ide dari Masriadi. Masriadi adalah perupa dari generasi 90-an. Masriadi sendiri merupakan mahasiswa angkatan tahun 1993 dan menyatakan keluar (drop out) tahun 1997 dari Jurusan Seni Murni - Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta. Masriadi adalah tipe personal yang tidak banyak bicara. Kebiasaannya yang cenderung tidak suka pada keramaian juga membentuk jati dirinya menjadi tertutup. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang mengarah pada estetik historis atau mendeskripsikan perjalanan ide seni dari perupa Masriadi dari masa ke masa. Metode yang diterapkan adalah metode wawancara langsung sumber primer yang diteliti. Selain wawancara, peneliti juga melakukan tinjauan pustaka tentang karya-karya yang dihasilkan dalam sejarah perkembangan ide berkesenian Masriadi. Akhir dari penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa sumbangan paling berharga dari Masriadi adalah ide kreatifnya yang mengantarkan kita memasuki dunia fantasi baru. Irisan tentang fantasi dalam memadupadankan berbagai unsur dengan gaya visualisasinya belum pernah dijamah oleh para pelukis lainnya di Indonesia atau di Asia. Masriadi menggali berbagai khasanah berupa percampuran dunia antara Barat dan Timur dengan ramuan ide yang secara personal dikerjakan dengan berbagai input.Kata Kunci: ide, pengalaman hidup, hasil karya
Membedah Makna Lukisan Jim Diragandi “Teriakan Ternodai” Melalui Metode Kritik Seni Pungky Febi Arifianto
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v1i2.1752

Abstract

Pameran sebagai ruang berkesenian memberikan sebuah ambiensi mengenai karya seni dan masyarakat pemangku kesenian. Hal tersebut menjadikan pameran sebagai ruang interaksi bagi seniman memamerkan dan penonton sebagai penikmat seni. Tulisan ini dibuat sebagai sebuah cara  penulis menikmati kesenian dengan menggunakan metode kritik seni dengan pendekatan semiotika.  Kritik seni dilakukan sebagai salah satu cara untuk membedah makna yang ada di dalam karya seni dengan melalui 4 tahapan, yakni, mendeskripsikan, menganalisa, mengintrepetasi, menilai, disertai dengan pertimbangan mengambil objek penelitian terhadap karya seni. Karya yang dijadikan materi subjek adalah karya lukisan Jim Diragandi yang di pamerkan di Festival Kesenian Indonesia ke 8 di Gedung Serbaguna ISI Yogyakarta. Diharapkan penulisan kritik seni bukan sebagai media untuk menjustifikasi karya itu jelek maupun bagus. Namun lebih mengukur kepekaan kita sebagai insan akademisi dalam mengapresiasi sebuah karya seni.Kata kunci : pameran, FKI, kritik seni, semiotika

Page 1 of 1 | Total Record : 5