cover
Contact Name
Nadiyah Tunnikmah
Contact Email
nadiyah.tunnikmah@isi.ac.id
Phone
+628157988977
Journal Mail Official
jociart@gmail.com
Editorial Address
Dsn Japanan Margodadi Seyegan
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Contemporary Indonesian Art
ISSN : 24423394     EISSN : 24423637     DOI : DOI: 10.24821/jocia.v9i1.8936
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Contemporary Indonesia Art is a scientific journal that contains the results of research or creation on contemporary art related to Indonesia. Contemporary art is defined as the latest art phenomenon. Art includes a wide variety of fine arts such as painting, sculpture, graphics, ceramics, comics, New media art, as well as other forms of art, including types that have not been categorized. The limitation is that the work is more concerned with aesthetic value than functional value. The term Indonesia refers to works of art that are related to Indonesia.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2021)" : 6 Documents clear
“Dinamika Merantau”: Perwujudan Kristalisasi Memori dalam Karya Lukis Haidarsyah Dwi Albahi
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v7i2.5861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penciptaan karya lukis dan wujud visualisasi karya berdasarkan ekspresi personal terhadap dinamika kehidupan yang terjadi di perantauan. Pustaka ini mengandung nilai kesadaran dan motivasi untuk mengarungi hidup dari sudut pandang pencipta sebagai mahasiswa perantau. Pada bagian proses penciptaan karya terdapat beberapa tahapan antara lain; 1) pemanfaatan sumber data literasi, 2) riset media meliputi eksperimen bentuk visual, eksperimen teknik garap dan tahap perenungan. Visual tampilan wujud karya lukis bernuansa hitam putih menggunakan eskpresi simbolik personal. Penciptaan karya lukis dengan tema “dinamika merantau” menghasilkan tiga buah karya lukis yang berjudul “home sweet home”, kedua “dream in forest”, dan ketiga “belenggu kebebasan”.This research aims to find out the process of creating paintings and the visualization of works based on personal expressions of the dynamics of life that occur in the field. This library contains the value of awareness and motivation to wade through life from the creator's point of view as a nomad. In creating work, there are several stages, namely 1) the utilization of literacy data sources, 2) media research including visual form experiments, work engineering experiments and contemplation stages. Visual display of black and white paintings using personal symbolic expression. The creation of paintings with the theme "regional dynamics" resulted in three paintings entitled "home sweet home", both "dream in a forest", and third "shackles of freedom".
Public Art And The Impact It Has On The Society Hilary Adina Theresa Cuffie
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v7i2.6080

Abstract

Public art is an art form that is displayed in public spaces; it’s for everyone to enjoy. Its existence creates interests, entertainment, and beautifies the environment. Public art fulfills a variety of functions within the public sphere, providing opportunities for, artistic self-expression; community dialogue; education and enjoyment; inspiring participation in appreciation and creation of art; community problem solving; enhancement of the physical infrastructure and environment; and demarcation, celebration and transformation of places. This research aims to explore the impact public art has on the society. The literature review, document analysis and interview were done to help justify the findings of the investigation. The research found that there are multidimensional impacts of public art in urban environment(s). The perceived benefits of art that is displayed in public spaces either in physical, social, or cultural domains suggest that public art is very prominent in creating liveability and sustainability of the city.Seni publik adalah bentuk seni yang ditampilkan di ruang publik; itu untuk dinikmati semua orang. Keberadaannya menciptakan minat, hiburan, dan memperindah lingkungan. Seni publik memenuhi berbagai fungsi dalam ruang publik, memberikan kesempatan untuk ekspresi diri artistik; dialog komunitas; pendidikan dan kesenangan; partisipasi yang menginspirasi dalam apresiasi dan penciptaan seni; pemecahan masalah masyarakat; peningkatan infrastruktur fisik dan lingkungan; dan demarkasi, perayaan dan transformasi tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak seni publik terhadap masyarakat. Tinjauan pustaka, analisis dokumen dan wawancara dilakukan untuk membantu membenarkan temuan penyelidikan. Penelitian ini menemukan bahwa ada dampak multidimensi seni publik di lingkungan perkotaan. Manfaat yang dirasakan dari seni yang ditampilkan di ruang publik baik dalam ranah fisik, sosial, maupun budaya menunjukkan bahwa seni publik sangat menonjol dalam menciptakan liveability dan keberlanjutan kota.
Relasi Narasi Visual dan Teks dalam Ikon Transfigurasi Paroki St. Dionysios Yogyakarta Alex Cristian Justisia Ginting
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v7i2.6078

Abstract

Seni lukis Byzantine adalah salah satu warisan kesenian dunia yang belum banyak dibahas oleh kalangan akademisi seni di Indonesia. Warisan seni lukis Byzantine sering disamakan dengan Ikonografi, yaitu gambar-gambar suci yang sampai hari ini masih dipertahankan fungsinya dalam gereja-gereja yang menggunakan ritus Byzantine (Gereja Orthodox dan Gereja Katolik Ritus Byzantine). Seni Byzantine dibagi tiga periode, yaitu awal, tengah, dan akhir, dimana pada periode Tengah-Akhir muncul ikon berjenis Menologion. Seni lukis Byzantine dikaji menggunakan Ikon Pesta Transfigurasi yang merupakan digitalisasi dari ikon aslinya yang berasal dari abad ke-16 untuk menjelaskan bentuk visual, struktur dan hubungannya dengan narasi. Kajian  menemukan ada kesamaan antara visualisasi narasi ikon dengan struktur pesta Gerejawi yang memiliki tiga pola (Pra Pesta – Pesta – Pasca Pesta/Apodosis).Byzantine painting is one of the world's artistic heritage that art academics have not widely discussed in Indonesia. The legacy of Byzantine painting is often equated with iconography, which is sacred images that still retain their function in churches that use the Byzantine rite (Orthodox Church and Byzantine Rite Catholic Church). Byzantine art had developed in three periods, namely beginning, middle, and end, wherein the Middle-Late period, an icon of the Menologion type appears. The byzantine painting was studied using the Transfiguration Feast Icon, digitizing the original icon dating from the 16th century to explain its visual form, structure, and relationship to narrative. The study found similarities between the visualization of the iconic narrative and the ecclesiastical party structure with three patterns (Pre Pesta – Pesta – Post-Pesta / Apodosis). 
Pengembangan Scrapbook Sebagai Media Karya Kreatif dan Art Therapy Yemima Yoke Handakara
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v7i2.6081

Abstract

Pandemi virus Corona (COVID-19) yang berkepanjangan membuat masyarakat merasa jenuh dan bosan. Adanya kebijakan Work From Home (WFH) membuat masyarakat mau tidak mau membatasi ruang gerak mereka. Keadaan perekonomian masyarakat yang terpuruk juga membuat keadaan menjadi semakin sulit bagi kebanyakan orang. Satu per satu tren kreatif sebagai ungkapan menghibur diri bermunculan. Salah satunya scrapbook yang bukan hanya sebagai media pengasah kreatifitas, tetapi juga bisa menjadi media menulis (diary). Penelitian ini memiliki tujuan untuk membuat kreasi scrapbook sebagai media kreasi sekaligus sebagai alat art therapy. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode pendekatan estetika dan metode penelitian Practice Based Research.The prolonged Corona virus (COVID-19) pandemic has made people feel bored and bored. The existence of the Work From Home (WFH) Policy has made people not want to limit their space. The deteriorating state of the community's economy also made things even more difficult for most people. One by one, creative trends as expressions of self-entertainment emerge. One of them is scrapbook, which is not only a creative media sharpener, but also a written media (diary). This research aims to make scrapbook creations as a creative medium as a therapeutic art tool. The research was conducted using an aesthetic approach and practical research based research methods.
Eksplorasi Mandala dalam Seni Drawing Muhammad Khirzan Ulinnuha
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v7i2.6079

Abstract

Penelitian ini merupakan pengamatan dan eksplorasi aspek-aspek dalam mandala untuk dijadikan ide dalam menciptakan karya seni. Penelitian bertujuan menghasilkan karya seni yang inovatif dan eksploratif yang bisa memicu pentingnya menjaga pikiran serta hubungan antara manusia dan Penciptanya.  Metode penelitian artistik ini adalah penelitian berbasis praktik. Peneliti menyatu dengan benda-benda yang diamati dengan imajinasi secara timbal-balik; serta merujuk pada metode kreasi yang diterbitkan dalam jurnal-jurnal untuk membuat penelitian yang bebas dari subjektivitas dan guna menghasilkan paparan yang lebih rinci. Hasilnya dalam bentuk beberapa karya seni sebagai representasi kreatifitas dalam mendefinisikan mandala dan filosofinya. Karya ini secara teknis merupakan hasil amatan atas berbagai referensi visual dan paduan berbagai teknik  dan mendigitalisasi sebagai sentuhan akhir. Karya juga diterapkan dalam bentuk wallpaper gawai untuk menghadirkan makna baru atas mandala.This artistic research is an effort to observe and explore aspects in mandalas to be used as ideas in creating artwork. The purpose of this art creation research is to create innovative and exploratory works of art to spark the importance of taking care of our minds and maintaining the relationship between man and his Creator.  This artistic research method is practice-based research. The researcher fused with objects observed by imagination reciprocally; he has also referred to the methods of published creations in current journals to make the research free from subjectivity and exposure is more detailed. The results are in the form of works art as representations of how the researcher creatively defines the mandala and the philosophy of mandalas. This work is technically the result of various visual references,  blending techniques between Drawing-painting and digitization as the finishing touch. This work is also applied in the form of gadget wallpaper to present a new meaning over mandalas.
Estetika Metafisika pada Seni Keris sebagai Media Pembelajaran Amos Setiadi; KI Ismara Kusumatatwa
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v7i2.5501

Abstract

Abstrak: Saat ini di wilayah Jawa, keris masih dianggap sebagai sesuatu yang disucikan, disucikan, jimat, sakti, dan sesuatu yang memiliki kekuatan luar biasa. Dengan cara ini, orang percaya bahwa keris dapat mempengaruhi karir, kesehatan, dan karakter peserta didik oleh guru (Sang Guru). Penjelasan bagaimana fenomena itu bisa terjadi dibahas dalam trans-kepribadian, pendidikan psikologi, metafisika, dan budaya. Orang menganggap perannya baik sebagai media pembelajaran yang cocok untuk pendidikan karakter di masa lalu dan sebagai bantuan warisan budaya luhung (Indah) yang diakui oleh UNESCO. Tulisan ini bertujuan untuk memandang dan menempatkan keris secara proporsional sebagaimana mestinya: sebagai kaca benggala penggunaan media pembelajaran modern dalam pendidikan karakter yang harus lebih baik. Tulisan ini kesimpulan dari observasi partisipan yang dilakukan dalam waktu yang cukup lama di lingkungan yang relevan; penjelasannya terutama didasarkan pada beberapa pengalaman peneliti setelah melewati meditasi yang diperpanjang.Nowadays, in the Java region, keris is still considered as something which is sacred, holy, amulets, magic, and something which has extraordinary power. This way, people believe that keris can influence career, health, and learner’s character by the teacher (Sang Guru). The explanation of how that phenomenon can happen is discussed under trans-personality, psychological education, metaphysics, and cultures. It regards its role both as a suitable learning medium for the character education in the past and as an aid luhung (Beautiful) culture heritage admitted by UNESCO. This paper aims to proportionally regard and place keris as it should be: as kaca benggala (mirror) of the use of modern learning media in character education, which has to be better. This paper is not a common-sense, but an inference of a participant observation conducted in a long enough time in a relevant environment; the explanation is mainly based on some experience of the researcher after passing through an extended meditation. Hopefully, our future generation can see the authentic keris, not only as a picture – the way they now see Javanese tiger – and they do not have to go to museums in neighboring countries.

Page 1 of 1 | Total Record : 6