cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "No 26 (1981)" : 5 Documents clear
Pewaris-Pewaris Tradisi Idealis Masa kini Di Itali Djawadi, Djawadi
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 26 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1981.026.66-75

Abstract

Sebenarnya tidaklah mudah untuk membicarakan tradisi kefilsafatan yang ada dalam abad keduapuluh ini. Karena sebetulnya didunia Barat sekarang ini tiada satupun system kefilsafatan yang menonjol. Jadi memang sangat berbeda bila dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya - terutama abad delapan belas dan se3mbilan belas- dimana banyak kita jumpai adanya system kefilsafatan yang memang betul-betul menonjol. Untuk sekedar menyebut contohnya kita dapat mengutarakannya seperti Kant dan Hegel. Sebagai kita tahu kedudukan Kant dan Hegel dalam dunia filasat adalah bentuk-bentuk dominan. Terutama dalam abad-abad kedelapan belas dan kesembilan belas posisinya betul-betul meyakinkan. Kita katakana demikian sebab untuk masa itu kecemerlangan system kefilsafatan kedua filosof tadi sungguh mempersonakan. Kebesaran dan keanggunannya taka da yang dapat menandinginya. Karenanya system-saistem lainnya kelihat kurang berarti. Selanjutnya perlu pula diketahui bahwa sebenarnya sistim kefilsafatan yang ada sekarang ini tidak lain hanyalah sekedar merupakan pengulangan dari sistim yang ada diabad delapan belas dan Sembilan belas tadi. Hal ini terutama berlaku bagi faham idealism.
Konsepsi Tentang Insan Kamil dalam Tasawuf Simuh, Simuh
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 26 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1981.026.46-65

Abstract

Nama Tasawuf, Tasawuf dalam Bahasa inggris sering disebut Sufism. H.A.R Gibb misalnya mengatakan: There is room here only a brief summary of the beginings of the mystical movement in Islam which goes by the name of sufism. The origion of the term sufi is complex, but in general connected with the wearing of undyed garment of wool (suf). At first it was not a uniform but a mark of personal penitence, and some early ascetics comdemned the use of it. Ibn Sirin (d. 729) critized some early ascetics for wearing suf in imitation of jesus (as he said): I prefer to follow the example of the propehet who dressed in cotton. It appears that a particular group of ascetics but by the fourth century the wearing of wollen garments had becom the regular badge of the Sufis of Iraq and  the name was commonly applied to all mystics. Jadi kata tasawuf dan sufi dihubungkan dengan kebiasaan mereka mengenakan pakaiaan wool kasar atau pakaiaan yang umum bagi para fakir-miskin di Timur-Tengah pada masa itu. Mereka mengenakan pakaiaan wool kasar sebagai simbul atau sebagai tanda bahwa merekalah golongan yang lebih mengutamakan hidup sederhana, mementingkan kesucian Rohani, berlainan dari kebanyakan  umat Islam dimasa itu yang berlomba-lomba mengejar kesenangan hidup duniawi, berlomba dalam memakai pakaiaan yang indah-indah (sutra) dan mahal. Dengan demikiaan pemakaiaan wool kasar merupakan reaksi terhadap kecenderungan masyarakat yang mengejar kekayaan dan perhiasan duniawi, serta tidak memperhitungkan haram dean halal.
Peranan Jamaluddin Al-Afghani dalam Politik Pulungan, Syahid Mu’ammar
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 26 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1981.026.31-45

Abstract

Jamaluddin Al-Afghani nama aslinya adalah Muhammad bin Safar, dilahirkan pada tahun 1254 H atau 1838 M di kota Kabul Afghanistan, keluarganya adalah keturunan orang-orang ternama dan berpengaruh yaitu Attirmidzi, keturunan Husen bin Ali.  Pada umur 18 tahun dia mempelajari cabag-cabang ilmu pengetahuaan Islam dan  mempelajari filsafat serta ilmu pasti (Exacta). Dia pernah tinggal di India untuk beberapa tahun dan kemudia dia melaksanakan ibadah haji di Mekkah pada tahun 1273 H (1857 M). Sekembalinya dari ibadah haji dia langsung pulang ke Afghanistan menjabat sebagai Pembantu Amir Dust Muhammad Khan, untuk mengobarkan kampanye politiknya. Pada tahun 1285 H (1869 ) dia Kembali melakasanakan ibadah Haji untuk yang kedua kalinya, dan kemudian ke Cairo secara diam-diam mengadakan hubungan dengan Al-Azhar. Ditempat kediamannya dia mengadakan kaidah-kaidah khusus (private). Pada tahun 1287 H (1871 M) dia mengunjungi kontantinopel, yang ternyata kedatangannya dielu-eluhkan oleh masyarakat dengan penuh kemeriahan dan kehangatan.
Pengaruh Al-Qur’an Terhadap Adab Bahasa Arab Pada Abad Pertama Dan Kedua Hijriah Murai, Ma’mun Muhamad
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 26 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1981.026.15-30

Abstract

Pembahasan ini berjudul PENGARUH AL-QUR’AN TERHADAP ADAB BAHASA ARAB PADA ABAD PERTAMA DAN KEDUA HIJRIAH. Dalam tulisan ini penulis hendak mengungkapkan (terlebih dahulu) tentang arti ADAB dalam sejarah pemakaiaannya, sebab kata ADAB sering diartikan tidak sebagaimana yang dimaksud dalam arti yang sebenarnya, bagaimana asal usul pemakaiannya dan bagaimana pengertianya saat ini. Disamping itu penulis berusaha menelusuri Riwayat singkat pertumbuhan dan perkembangan Bahasa harab agar bisa diketahui bahwa kedatangan al-Qur’an merupakan rahmat bagi Bahasa arab sebab ia menjadi Bahasa yang terus maju pesat, hidup sepanjang masa, mendapat perhatian dari seluruh dunia, berkat agama Islam. Sebab Bahasa-bahasa di dunia tidak ada yang menyamai Bahasa arab yang telah hidup lebih dari lima belas abad dan tetap hidup, dalam kata-kata dan susunan, serta uslub yang selalu bersumber kepada al-Qur’an. Penulis juga berusaha mengungkapkan bahwa al-Qur’an mempunyai pengaruh besar sekali terhadap sastra dan budaya arab, juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ilmu-ilmu pada masa sesudahnya. Dalam pembahasan ini kami batasi hanya sampai abad pertama dan kedua hijriyah, atau sekitar masa akhir daulah bani Umayyah. Sekalipun demikiaan tidak semua gambaran yang terjadi masa itu dapat diungkapkan disini.  Sebab untuk pembahasa yang Panjang lebar diperlukan tempat dan waktu yang cukup, karena pengaruh Al-Qur’an bukan hanya terbatas pada masa itu saja, tetapi ia terus berpengaruh kepada semua aspek kehidupan umat Islam, baik langsung maupun tidak.
Metodologi Humaniora Dilthey (Sejarah, Pemikran, dan Pengaruhnya) Risman, Abu
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 26 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1981.026.1-16

Abstract

Dalam Penelitiaan Ilmu-Ilmu Sosial serta Agama, Orang mempergunakan berbagai metode dan Teknik dalam upaya memahami subyek penelitiaan, agar memperoleh informasi yang reliabel mengenai obyek penelitiannya. Diantara metode-metode itu ialah metode verstehen, yang dalam dunia filsafat dikenal sebagai metodologi. Kata verstehen berarti memahami atau mengerti dari dalam. Maksudnya, memahami subyek dan obyek penelitiaan ataupun masyarakat informan dan masalahnya dari dalam diri mereka sendiri. Untuk itu para peneliti harus membuat diri mereka sendiri. Untuk itu para peneliti harus membuat diri mereka Bersatu mengomplot dengan subyek penelitiannya, dan merasa di dalamnya. Dengan kata lain, ia harus melakukan emphaty atau penghayatan terhadap masyarakat yang diteliti. Jadi metode verstehen ini, bersifat masyarakat-sentrik (Mulder, 1979: 7).  Yang memasarkan metode verstehen ini dalam sosiologi ialah Max weber. Tujuan sosiologi Weber ialah memahami arti subyektif kelakuaan social (A. Sartono, 1970:66). Max Webersendiri menyadap metode verstehen itu dari Dilthey, penciptannya apa dan bagaimanakah sebenarnya makna serta kegunaan verstehen itu sebagai metode penelitian seperti yang dikehendaki oleh perumusnya, inilah yang menjadi masalah makalah ini. Untuk menjawabnya, diperlukan sistematika p-embahasan sebagai berikut: Sejarah hidup Dilthey; Pemikiran Dilthey tentang metodologi Humaniora; pengaruh Pemikiran Dilthey.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

1981 1981


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) More Issue