cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "No 30 (1983)" : 5 Documents clear
Filsafat Sejarah Mastury, Muhammad
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 30 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.030.54-78

Abstract

Garis besar tentang sejarah dan filsafat. Sejarah bagi suatu bangsa adalah amat penting. Amat janggal rupanya apabila suatu bangsa tidak mengetahui sejarah apalagi sejarah bangsanya sendiri. Membangun suatu bangsa, memperkembangkan suatu bangsa bahkan menyelenggarakan suatu pemerintahan orang harus memperlihatkan sejarah terutama sejarah bangsanya sendiri. 
Menyingkap Al-Mansur, Si Pemenang (Awal Kejatuhan Daulah Bani Umayyah di Spanyol) Haikal, Husain
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 30 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.030.44-53

Abstract

Masa al Hakam II, Khalifah Sanjana (al jamiah No. 29, th.1983), secara ringkas telah diungkapkan salah satu masa keemasan, “”\sigle de ore” dari kaum Muslim di Andalusia, Spanyol. Sebagai kelompok kecil di tengah-tengah mayoritas pemeluk Nasrani, kaum Muslim pada waktu itu telah berhasil membuktikan diri mereka sebagai “creative minority” kelompok kecil yang kreatif. Mereka telah membaktikan seluruh hidup mereka dengan kerja keras tanpa mengenal Lelah bagi tegaknya panji-panji Islam, sebagaimana dilihat antara lain dalam bidang ilmu, tehnologi, dan arsitektur yang telah mereka wariskan. Ini dibuktikan oleh hamper setiap penduduk Spanyol pada waktu itu telah dapat membaca dan menulis, sedang pada masa yang sama bagain Eropa yang lain tengah tertidur dalam abad tengah, abad kegelapan; para penguasa tertinggi, para raja Eropa pada waktu itu masih sulit untuk dapat menuliskan nama mereka sendiri. Dalam bidang tehnologi, umat Islam waktu itu telah mampu membangun dan mengembangkan jaringan pengairan, irigasi, yang berhasil menyuburkan lahan-lahan pertaniaan yang gersang yang memberikan kemakmuran dengan hasil-hasil pertaniaan yang beraneka ragam dan berlimah ruah. Mereka juga dapat membangun  dan mengembangkan jaringan jalan-jalan yang memberikan keamana bagi seluruh rakyat, serta memperlancar komunikasi dan perdagangan; sedang dalam waktu yang sama jalan-jalan di jantung London masih penuh lumpur lebih-lebih pada waktu hujan. Mereka juga telah berhasil mendirikan berbagai istana, rumah sakit, maupun Gedung-gedung perpustakaan. Alhambra menjadi salah satu bukti puncak arsitektur muslim pada waktu itu. Kaum muslim yang kecil dan penuh kreativitas serta menjalankan adidah Islam sebaik-baiknya dan berpihak pada golongan dhuafa, kaum lemah, telah melahirkan masa keemas an yang belum pernah dialami Spanyol baik sebelum maupun sesudahnya. Serba kelebihan Spanyol pada waktu itu dengan padat diketengahkan oleh salah seorang cendikiawan non-Muslim, Stanley Lane-Poole: “For nearly eight centuries, under her Mohammedan ruler, Spain set to all Europe a Shining example of a civilized and enlightened state”.
Syi’ah Imamiah Itsna ‘Asyariah dan Tafsirnya Rochim, Abd.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 30 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.030.28-43

Abstract

Kegiatan mempelajari Al-Qur’an di kalangan Muslim sejak zaman Nabi s.a.w hingga kini tidaklah dapat dipisah-pisahkan dari kegitan-kegitan yang lain, karena Al-Qur’an bukan saja dipandang sebagai kitab yang menjadi sumber hukum, tetapi juga dipandang sebagai kitab yang mengandung bimbingan menuju kebahagiaan manusia baik didunia maupun diakhirat.
Kondisi dan Faktor-Faktor Penyokong Meluasnya Islam ke Luar semenanjung Arabia Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 30 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.030.11-27

Abstract

Setiap bangsa tentu mengenal pasang-naik dan pasang-surut dalam sejarahnya. Hal ini tergantung dari dua factor. Pertama, Situasi dan kondisi luar negeri yang mengelilingi negeri ini. Kedua, Situasi dan kondisi luar negeri yang mengelilingi negeri ini. Apabila kedua factor ini saling menguntungkan, maka sesuatu bangs aitu akan mengalami pasang-naik. Tapi sebaliknya apabila kedua hal tersebut tidak menguntungkan atau merugikan maka bangs aitu akan mengalami kemunduran.
Joachim Wach Tentang Agama Djam’annuri, Djam’annuri
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 30 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.030.1-10

Abstract

Setidak-tidaknya ada dua alas an utama mengapa topik “ Joachim Wach tentang Agama” dirasa perlu disampaikan pada saat ini. Pertama, pada jurusanperbandingan Agama Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Wach dengan karya utamanya “The Comparative Study of Religions” memperoleh posisi yang cukup baik. Satu orang guru besar Ilmu perbandingan Agama dibantu oleh lima orang asisten, membawa para mahasiswa Doktoral I dan II jurusan tersebut untuk memahami pemikiran-pemikiran Wach tentang agama melalui buku aslinya. Sudah barang tentu, cukup alas an apa sebab Joachim Wach dan bukunya dipilih dalam usaha memberikan perbekalan elementer kepada para calon sarjanaIlmu Perbandingan Agama, khususnya dalam bidang yang oleh Wach sendiri disebut religionswissnschaft (“ thr science of religion”). Sebenarnya disamping tujuaan ibarat pribahasa “Berikan Kail dan jangan berikan Ikan”keada para mahasiswa, melalui buku yang berbahasa inggris tersebut, diharapkan setelah dua tahun membaca, menterjemah, dan memahami isinya, para mahasiswa juga memiiki kemampuan pasip dalam Bahasa inggris.Kabarnya, buku tersebut telah diterjemahkan oleh sebuah team pada Departemen Agama. Kedua, berdasarkan alas an diatas, layak pulalah kiranya jika pendapat-pendapat Wach tentang Agama dikemukakan disini, dengan harapan sekurang-kurangnya diketahui Bersama, hubaya-hubaya dapat dijadikan kerangka teori dalam mempelajari Agama. Tentu saja, cara Joachim Wach mendekati agama bukanlah satu-satunya pendekatan dalam studi agama, dan tidak ada keharusan bagi peneliti agama untuk memegangi pendapat-pendapatnya. Tetapi Wach, sarjana barat yang telah mengabdikan dirinya untuk menciptakan sebuah kerangka teori tentang agama yang dapat dijadikan cara yang adil dan tepat dalam memahami segi-segi agama secara umum, telah memberikan pedoman-pedoman yang cukup berarti bagi peneliti agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

1983 1983


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) More Issue