cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "No 43 (1990)" : 6 Documents clear
Hubungan Antar Agama dan Studi islam di Amerika Serikat A. Munir Umar
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 43 (1990)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1990.043.1-25

Abstract

Di saat fajar menyingsing menjelang terbitnya matahari, lebih dari sembilan ratus juta ummat manusia dibangunkan oleh suara azan yang memanggil: "Marilah kita shalat - marilah kin shalat - Shalat lebih baik dari tidur - Allah Maha Besar - Allah Maha Besar". Kaum Muslimin memberikan responsnya karena mereka menyadari bahwa ketaatan hidup merupakan suatu kewajiban dan shalat salah satu manifestasi kebutuhan rohani sedangkan Allah akan memberikan pahalalNya. Di dalam kewajiban shalat sehari-hari mereka telah menunjukkan kepada dunia, bahwa mereka adalah penganut agama Islam yaitu mereka yang melaksanakan shalat, menyembah Allah di dalam agama Islam. Demikian kekaguman yang dikemukan oleh Byron L. Haines Co-director of the Office on Clvistian-Muslim Relations of the Nationl Council of the Churches of Christ di Amerika Serikat yang juga memberi kuliah di Hartford Seminary, dan Frank L. Cooly seorang Staff Associate for Southern Asia and the Islamic World Division of International Mission, General A.ssembly Mission Board, the Presbyterian 'Church (USA) di Atlanta, di dalam kata pengantarnya sebagai editor buku CHRISTIANS AND MUSLIMS TOGETHER yang merupakan kumpulan karangan para ahli mengenai hubungan Kristen-Islam, suatu studi yang dilakukan oleh golongan Presbyterian. Lebih lanjut dikatakannya bahwa banyak alasan kenapa orang-orang Kristen di Barat secara sungguh-sungguh mempelajari Islam ini bukan saja pada agama itu sendiri tetapi juga terhadap penganut Islam dalam kehidupan, dan peradaban yang dihasilkannya. Peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi yang membangkitkan kesadaran kaum Muslimin untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Konflik-konflik Timur Tengah dan adanya pemberitaan mass media terhadap kebangkitan Islam di dunia merupkan sebahagian contohnya.
Hadits dalam Sorotan Di Malaysia (Studi Tentang Pemikiran Dr. Kassim Ahmad Terhadap Hadits) Chaliq Muchtar
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 43 (1990)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1990.043.78-102

Abstract

Faham inkarus sunnah sudah sering kita dengar dalam perkembangan dunia Islam, sejak lahirnya aliran-aliran politik dan theologi dalam tubuh umat Islam seperti Mu'tazilah, Syi'ah, Khawarij dan sebagainya pada abad ke dua Hijriah. sebagian dari mereka ini telah menolak hadis sebagai dasar hukum Islam, karena hadis hanya bersifat dhanny. Yang patut dijadikan dasar hukum Islam hanyalah Al Qur'an saja yang mempunyai sifat qath'i. Diantara jumhur ulama yang paling gigih membela hadits ini ialah Imam Syaf’i yang pada waktu itu sedang mengembangkan madzhabnya, sehingga Beliau diberi gelar "Nashirul hadits". Faham inkarus sunnah ini timbul tenggelam dan sering sekali muncul dengan variasi baru namun maksudnya masih tetap satu, yaitu mempersoalkan Hadits sebagai dasar hukum Islam. Setelah perang Salib, kelompok Yang menolak Hadits ini timbul lagi dalam kontek yang lain, yang dilancarkan Oleh kaum orientalis. Dengan metoda Ilmiah mereka Telah mengkritik validitas Hadits yang baru Ditulis setelah 250 tahun sepeninggal Rasulullah saw. Diantaranya ialah Ignas  Goldziher (Muslim Studies), Joseph Schacht (The origins Of Muhammadan Jurispmdence),D.S. Margoliouth (Early Development of Islam) dan G.H.A. Juynboll (The Authenticity of the Traditional Literature dan Muslim Tradition.) Faham dari orientalis ini Telah berhasil mempengaruhi para cendekiawan Muslim di Timur Tengah, sedikit banyaknya telah cenderung menolak hadits sebagai sumber hukum Islam. Diantara mereka ialah Ustadz Mahmud Abu Royyah (Adlwau 'ala Sunnati Muhammadiyah), Al Ustadz Farid Wajdy (Al Islam Dienul 'Ammun Khalidun), Dr. Husain Haikal (Hayatu Muhammad), Dr. Ali Hasan Abdul Qodir (Nadhratun 'Ammah fil Fiqhil Islamy) dan Prof.Dr. Ahmad Amin (fajrul Islam). Mereka ini tidak terang-terangan mengatakan Inkarus sunnah Akan tetapi Paling sedikit telah meragukannya dan telah menanamkan prinsip bahwa Al Qur'an sajalah yang dapat dijadikan dasar Tasyri' Islamy.
Ibn’ Arabi Adalah Seorang Mistik R Romdon
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 43 (1990)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1990.043.26-37

Abstract

Untuk menamakan Ibn'Arabi sebagai mistik, atau orang mistik, maka perlulah kiranya lebih dahulu dipastikan apa maksud mistik dan juga mistikisme. Untuk itu akan dilihat beberapa kamus dan juga encyclopedia. Dari sana akan diidentifikasi apa-apa saja kiranya aspek mistikisme itu. Mistikisme adalah kepercayaan atau pengalaman dari seseorang mistik, kepercayaan bahwa pengetahuan terhadap Tuhan atau kebenaran yang nyata dapat dicapai melalui meditasi atau kesadaran batin terleps dari akal pikiran.) Di situ yang dipersoalkan hanyalah pengetahuan tentang Tuhan atau hakekat segala sesuatu. jadi belum mempersoalkan menjadi Tuhan atau bersatu, menyatu dengan Tuhan. Tentang jalan mistik juga di situ baru menyebutkan jalan meditasi, belum atau tidak menyebutkan jalan atau cara yang lain. Berikut ini akan dikemukakan uraian dalam Dictionary of Philosophy.  Setelah dikemukakan uraiannya, seterusnya akan dicoba pula untuk memetic pokok-pokoknya. Mistikisme dalam arti yang paling sederhana dan pokok adalah suatu bentuk agama yang menekankan kesadaran yang langsung dan intim akan kehadiran Tuhan. Jadi merupakan agama pada taraf yang sangat kuat dan mendalam. Perkataan itu mempunyai asal-usul dari Mystery Religions. Pemeluk agama yang telah mengetahui segala rahasia dinamakan mystes. 
Analisis Kritis Terhadap Metode Pendekatan Dalam Teologi Islam Kusmin Busyairi
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 43 (1990)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1990.043.38-51

Abstract

Para teolog Islam selain berada dalam kesamaan sikap penerimaan dan keberimanan, juga mempunyai tujuan yang sama di dalam upaya merumuskan konsepsi teologis mereka, yaitu sama-sama untuk mengkofirmasikan masalah keakidahan dalam Islam. Namun karena latar belakang yang mempenguhi lahirnya hampir setiap aliran itu berbeda, yang karenanya metode pemikiran dan pendekatan yang mereka pergunakan itupun berbeda, maka timbullah perbedaan dan geterogenitas konsepsi teologis antar mereka. Dengan kalimat lain, walaupun mereka berada dalam kesamaan sikap penerimaan, keberimanan, dan tujuan, namun karena latar belakang bagi kelahiran mereka berbeda maka terjadilah perbedaan dan keanekaragaman, baik metode pemikiran, pendekatan maupun konsepsi teologis antar mereka. Realisasinya, Mu'tazilah tampil sebagai kelompok rasionalis dan Asy'ariyah muncul dengan metode sintesismenya - dua aliran yang dipandang  cukup mewakili bagi sekalian aliran teologi Islam pada umumnya. Kedua Aliran tersebut sedemikian Konsisten memegangi serta mempergunakan metode pemikiran dan pendekatan mereka masing-masing, sehingga karenanya menimbulkan kesan dan konsekuensi logis sendiri-sendiri, khususnya dalam masalah keadilan Tuhan, sebagai pokok kajian dalam penelitian ini.
Hakekat Inti Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Qashash: 88 Surat Al-Nisā’: 122 Mohammad Mastury
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 43 (1990)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1990.043.52-63

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian dari aspek filsafat, bukan penelitian untuk mengembangkan ilmu Tafsir al-Qur'an, jadi bukan penelitian tafsir al-Qur'an. Sekalipun demikian data dari berbagai Tafsir al-Qur'an amat diperlukan sebagai bahan pertimbangan guna bahan interpretasi kefilsafatan. Penelitian ini adalah penelitian agama yang obyeknya adalah teks agama. Teks agama yang diteliti adalah al-Qur'an, oleh karena itu kritik intern dan kritik extern tidak diperlukan lagi, karena tidak menghasilkan harapan peneliti. Peneliti mengajukan gagasan model lain yaitu krtik posilif. Kritik positif adalah suatu usaha untuk memahami apa yang tersurat dan apa yang tersirat di dalam teks itu; ini berarti berusaha untuk memahami apa yang tersirat itu dengan mereflelsi inti dari berbagai tafsir yang memiliki nilai-nilai kefilsafatan dan karya filsafat kontempoer yang bermunculan membahas tentang Tuhan. Dengan demikian melibatkan suatu usaha untuk melakukan reduksi kefilsafatan yaitu berusaha menyaring dan memahami serta menempatkan pada suatu prinsip yang proporsional, pada posisi Necessity Being (Wājib al-Wujūd) dan contingency being (mumkin al-wujūd). Tujuan reduksi kefilsafatan itu untuk berusaha menemukan prinsip-prinsip yang esensial, dan pola pemikiran filsafatnya atas dasar kefilsafatan yang teistik. 
Kissah dan Pendidikan (Sebuah Studi tentang Tema) Ismail Lubis
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 43 (1990)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1990.043.64-77

Abstract

Konsep Ki Hajar Dewantara tentang Tahap Perkembangan pada pokoknya adalah: 1. Masa Wiraga atau masa anak-anak 2. Masa Wirama atau masa Remaja dan 3. Masa Wirasa atau masa Dewasa Dalam hubungannya dengan penelitian di Sekolah Dasar, ternyata sebagian di antara anak-anak SD berada dalam tahap Wiraga-Wirama Maka menurut Ki Hajar, di samping kegiatan-kegiatan Wiraga, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan-Wirama pun perlu mendapat perhatian bagi keberhasilan pendidikan, sebab dengan Wirama yang tepat akan menghasilkan prestasi yang gemilang. Memperhatikan tahap-tahap perkembangan diatas jelas merupakan hal yang amat esensial dalam dunia pendidikan. Di samping pentingnya kisah dalam pendidikan, maka tahap-tahap perkembangn pun perlu dikaji dan disesuaikan. Inilah yang hendak dikemukakan dalam pembahasan ini. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

1990 1990


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) More Issue