cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Teknofisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2014)" : 5 Documents clear
Perancangan Karburetor untuk Bahan Bakar Biogas pada Generator Set 900 VA Efendi S. Wirateruna; Singgih Hawibowo; Rachmawan Budiarto
Teknofisika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Nuklir & Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.779 KB)

Abstract

Biogas merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan mulai banyak dimanfaatkan di daerah pedesaan untuk keperluan memasak sebagai pengganti gas elpiji. Biogas di pedesaan dapat ditingkatkan pemanfaatannya sebagai sumber energi listrik. Untuk itu, karburetor generator set berbahan bakar bensin perlu dimodifikasi agar dapat beroperasi dengan bahan bakar biogas. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode perancangan karburetor pada umumnya. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan analisis teknik, análisis fungsional, proses modifikasi dan uji kinerja sistem. Hasil percobaan pada generator set 900 VA menunjukkan bahwa penggunaan biogas dapat menghasilkan daya listrik sampai 86% dibandingkan pada penggunaan bensin.
Analisis Pengaruh Usia Terhadap Penurunan Kadar Hemoglobin Akibat Dosis Radiasi 2000 cGy pada Kasus Terapi Ca Nasopharynx dan Ca Cervix Menggunakan Radiasi Eksternal di RSUP dr. Sardjito Rahayu Suryaningsih; Anung Muharini; Darmawati Darmawati
Teknofisika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Nuklir & Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.23 KB)

Abstract

Hasil pengukuran kadar Hemoglobin darah sebelum dan sesudah terapi radiasi ca nasopharynx dan ca cervix dengan dosis terapi radiasi 2000 cGy menunjukkan penurunan yang berarti. Kadar Hb pada saat terapi penting untuk dikontrol karena penurunan kadar hemoglobin dapat menyebabkan anemi pada pasien dan dapat menurunkan optimalisasi radioterapi. Perubahan kadar Hb darah setiap pasien berbeda-beda setelah menerima dosis radiasi yang sama pada rentang umur tertentu. Hal ini menunjukkan adanya korelasi antara perubahan kadar Hb darah dengan variasi umur pasien yang mendapatkan dosis terapi radiasi 2000 cGy pada pasien ca nasopharynx dan ca cervix.  Penelitian dilakukan untuk mendapatkan korelasi tersebut dengan menganalisis data hasil pengukuran kadar Hb 60 pasien terapi radiasi ca nasopharynx dan ca cervix. Pada pasien ca nasopharynx, kadar penurunan terbesar terjadi pada rentang umur >66 tahun yaitu 2,56 g/dL atau 20,16%, sedangkan penurunan kadar Hb terkecil terdapat pada rentang umur <36 tahun yaitu 0,944 g/dL atau 7,495%. Pada pasien ca cervix, perubahan kadar Hb darah terbesar terjadi pada rentang umur >66 tahun yaitu 1,8 g/dL atau 15,384%, sedangkan pada rentang umur <36 tahun mempunyai perubahan kadar Hb darah terkecil yaitu 0,46 g/dL atau 3,533%. Korelasi antara usia dengan perubahan kadar Hb darah yang diperoleh dari penelitian ini adalah semakin tua usia pasien maka perubahan kadar Hb darah semakin besar. Selain itu, secara garis besar pada rentang umur yang sama, mekanisme recovery jaringan pada kasus ca nasopharynx lebih lambat sehingga persentase perubahan kadar Hb darah pasien ca nasopharynx lebih besar daripada ca cervix.
Analisis Kualitas Pencahayaan Menggunakan Pemodelan Numeris Sesuai SNI Pencahayaan, Data Pengukuran Langsung (On-Site) dan Simulasi Bayu Ardiyanto; Sentagi Sesotya Utami; Mohammad Kholid Ridwan
Teknofisika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Nuklir & Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.044 KB)

Abstract

Sektor bangunan berperan secara signifikan pada konsumsi energi nasional. Pada bidang pencahayaan, umumnya sebuah bangunan komersial biasanya menghasilkan beban 20% - 45% dari konsumsi energi total yang dibutuhkan dari gedung tersebut (UNEP, 2006). Untuk memaksimalkan pemanfaatan beban energi yang sebesar itu, sistem pencahayaan harus memperhatikan faktor performansi dan kenyamanan visual yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kualitas sistem pencahayaan pada dengan studi kasus Hotel Novotel Yogyakarta pada ruang pertemuan dan lobi dengan tiga metode, yaitu dengan perhitungan numeris dengan dasar acuan studi Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang pencahayaan, metode pengukuran langsung, dan simulasi komputer dengan menggunakan DIALux. Berdasarkan hasil penelitian, nilai iluminansi rata-rata ruang pertemuan dengan perhitungan numeris 78,1 lux, pengukuran langsung 72,33 lux, dan simulasi 89 lux dengan nilai baku mutu SNI 300 lux. Nilai iluminansi rata-rata lobi pada malam hari dengan perhitungan numeris yaitu 49,05 lux, pengukuran langsung 48,02 lux, dan simulasi 70 lux dengan nilai baku mutu SNI 100 lux. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa nilai iluminansi rata-rata ruang pertemuan dan lobi pada malam hari belum berhasil memenuhi standar kenyamanan SNI. Nilai iluminansi rata-rata lobi pada siang hari yaitu dengan perhitungan numeris 151,3 lux, pengukuran langsung 91,37 lux, dan simulasi 222 lux. Hal ini berarti lobi pada siang hari berhasil mendekati standar kenyamanan SNI. Analisis perbandingan ketiga metode tersebut menunjukkan bahwa perhitungan numeris dengan dasar SNI dilakukan sebagai dasar dari perancangan sistem pencahayaan, simulasi dilakukan untuk memperoleh perhitungan yang optimal, dan evaluasi sistem pencahayaan dilakukan dengan pengukuran langsung di lapangan.
Perancangan Sistem Rain Water Harvesting, Studi Kasus: Hotel Novotel Yogyakarta Ahmad Saiful Fathi; Sentagi Sesotya Utami; Rachmawan Budiarto
Teknofisika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Nuklir & Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.775 KB)

Abstract

Perhatian pada sektor air bersih semakin meningkat secara signifikan. Pada World Summit on Sustainable Development (WSSD) di Johanesburg, 2-4 September 2002, air bersih menjadi salah satu perhatian dari lima sektor yang dibahas, yaitu water, energy, health, agriculture, dan biodiversity (disingkat sebagai WEHAB). Air bersih memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dalam perkembangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Banyak upaya dilakukan untuk menjaga pasokan air, termasuk penghematan air, waste water management, dan rain water harvesting (RWH). Pada penelitian ini, dilakukan analisis terhadap perancangan sistem RWH pada bangunan publik dengan studi kasus Hotel Novotel Yogyakarta. Kegiatan utamanya yaitu melakukan studi kelayakan pada existing building condition dan menganalisis potensi penghematan dengan pemanfaatan sistem RWH.Air hujan yang biasanya langsung dibuang ke saluran drainase kota dikumpulkan, kemudian diberikan pengolahan agar sesuai dengan standar kualitas air minum yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO) sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih pada hotel. Selain itu, perancangan sistem RWH ini juga mengacu pada Greenship Rating Tools yang dikeluarkan oleh GBCI (Green Building Council Indonesia). Dari perhitungan yang dilakukan, rata-rata air hujan yang dapat ditampung dalam satu bulan yaitu 478.820 liter dan dalam satu tahun dapat terkumpul sebesar 5.745.809 liter. Pada musim hujan, air hujan pada Hotel Novotel dapat memasok hingga 21% dari total kebutuhan air bersih dalam satu bulan. Rata-rata konsumsi air yang dapat ditangani oleh air hujan dalam setahun adalah 8,6%.
Aplikasi Teknologi Isotop Alam untuk Analisis Pola Aliran Airtanah sebagai Studi Awal Pencemaran Airtanah yang Disebabkan Tempat Pemakaman Umum Kauman Kecamatan Demak Gagad Rahmadi; Agus Budhie Wijatna; Satrio Satrio
Teknofisika Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Nuklir & Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.491 KB)

Abstract

Aplikasi isotop alam yang meliputi pemanfaatan deuterium (2H), oksigen-18 (18O) dan tritium (3H) banyak digunakan dalam penelitian hidrologi. Salah satu pemanfaatannya dalam bidang hidrologi adalah penentuan genesis dan pola aliran airtanah. Tujuan utama penelitian ini adalah pemanfaatan isotop alam untuk menentukan pola aliran airtanah menuju Desa Kadilangu dan mengetahui pengaruh pencemaran oleh Tempat Pemakaman Umum Kauman (TPU Kauman) terhadap kualitas airtanah di Desa Kadilangu. Pada penelitian ini dilakukan analisis deuterium (2H) dan oksigen-18 (18O) untuk menentukan genesis airtanah. Analisis indikator pencemaran dilakukan di dua titik yaitu, titik sebelum dan sesudah aliran airtanah melewati TPU Kauman. Indikator pencemaran yang digunakan adalah CaCO3, SO4-2 dan PO4-P. Hasil analisis menunjukan airtanah mengalir dari daerah resapan sekitar sumur Desa Mangunjiwan menuju sumur Desa Kadilangu mempunyai kesamaan genesis. Terjadi peningkatan kadar pencemar di sumur Desa Kadilangu dari aliran airtanah sumur Desa Mangunjiwan yang melewati TPU Kauman, tetapi hanya kadar CaCO3 yang melewati nilai batas ambang air minum yang ditetapkan pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 492/MENKES/Per/IV/2010 yaitu 840 mg/L.

Page 1 of 1 | Total Record : 5