cover
Contact Name
Aditya Dedy Purwito
Contact Email
purwito@ub.ac.id
Phone
+6281233789990
Journal Mail Official
j-pal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono 169, Malang, Jawa Timur, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20873522     EISSN : 23381671     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpal
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development is an interdisciplinary journal with scope aspects of environmental impacts (biophysical and socio-economic) a result of development. The journal also examines the phenomenon of a complex interaction between development and the environment, with the aim of looking for alternative solutions in realizing sustainability of all aspects of human activity development related, i.e: 1. Synergistic interactions among communities, development and the environment and their implications for the sustainability of development 2. Technical, economic, ethical, and philosophical aspects of sustainable development 3. Obstacles and ways to overcome them in realizing sustainable development 4. Local and national development sustainability initiatives, their practical implementation 5. Development and implementation of environmental sustainability indicators 6. Development, verification, implementation and monitoring of sustainable development policies 7. Aspects of sustainability in the management of land resources, water, energy, and hayari, towards sustainable development 8. Impacts of agricultural and forestry activities on the conservation of soil and aquatic ecosystems as well as the preservation of soil and aquatic ecosystems and the preservation of biodiversity 9. The impact of global energy use and climate change on sustainable development 10. The impact of population growth and human activities on the resilience of food and natural resources for sustainable development 11. The role of national and international agencies, as well as international arrangements in realizing sustainable development 12. The social and cultural context of sustainable development 13. The role of education and public awareness in realizing sustainable development 14. The role of political and economic Instruments in sustainable development 15. Alternative realize sustainable development efforts 16. Other topics that are still relevant to the development and environmental sustainability
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2015)" : 10 Documents clear
Pola Penyebaran Harian Dan Karakteristik Tumbuhan Pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca Fascicularis R.) Di Hutan Rakyat Ambender, Pamekasan, Madura Anisa Zairina; Bagyo Yanuwiadi; Serafinah Indriyani
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.336 KB)

Abstract

Abstrak Primata merupakan salah satu fauna arboreal di hutan yang memiliki arti penting dalam kehidupan alam. Keberadan primata sangat penting artinya dalam regenerasi hutan tropik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penyebaran harian, populasi, serta identifikasi jenis tumbuhan pendukung terutama sebagai pakan M. fascicularis. Pengamatan penyebaran dan populasi  monyet dilakukan di kawasan hutan rakyat yang terletak di desa Ambender Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Pemetaan penyebaran harian dan daerah edar dilakukan dengan menggunakan peta dengan plotting area aktivitas harian M. fascicularis. Estimasi populasi monyet dilakukan dengan metode terkonsentrasi di lima titik pengamatan. Parameter yang diamati dalam estimasi populasi adalah jumlah, struktur umur, jenis kelamin, dan arah pergerakannya. Penentuan jenis makanan monyet dilakukan dengan metode focal animal sampling yaitu mengamati satu individu dalam jangka waktu tertentu. Proporsi tumbuhan pendukung dilakukan dengan metode kuadrat dan dihitung proporsinya terhadap seluruh tumbuhan yang ada. Identifikasi jenis tumbuhan dilakukan secara langsung di lapangan dan jika tidak memungkinkan dibuat herbarium dan diidentifikasi di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan monyet melakukan penyebaran harian dengan pola tertentu. Terdapat beberapa jenis tumbuhan yang menjadi pilihan M. fascicularis sebagai pakannya. Diantaranya terdapat sekitar 22 tumbuhan hutan yang teridentifikasi dan diketahui dipilih oleh M. fascicularis sebagai pakannya, jenis tumbuhan tersebut antara lain duwek (Syzygium cumini), nyato (Palaquium eriocalyx), kalak (Uvaria purpurea), polai (Alstonia scholaris), kendal (Cordia gantamensis), dan sanek (Capparis acuminata).   Kata Kunci: M. fascicularis, Pola penyebaran, Karakteristik tumbuhan pakan
Perencanaan Dan Pengendalian Produksi Yang Adaptif Pada CV. Chicken Talk Food Verawati Verawati; Fuad Achmadi; Sri Kumalaningsih
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.508 KB)

Abstract

ABSTRAK Perencanaan produksi merupakan suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Sering terjadi, perusahaan tidak cermat dalam hal perencanaan kebutuhan material yang dapat mengganggu jalannya proses produksi dan berakibat perusahaan tidak dapat memproduksi produk dengan tepat waktu. Untuk mengatasi kelemahan dari model PPIC konvensional perlu digunakan model PPIC yang adaptif. Model PPIC adaptif memiliki nilai lebih bila dibandingkan dengan model konvensional karena karakter adaptif dan cerdasnya. Metode penelitian ini menggunakan metode Simple Moving Average, EWMA, Holt’s Model dan Winter’s Model untuk menghitung peramalan permintaan, Stochastic Dynamic Programming untuk menentukan model PPIC yang adaptif dan metode EOQ untuk menghitung MRP produk ayam ‘Chicken Talk’. Hasil penelitian menunjukkan metode peramalan permintaan yang paling tepat untuk CV. Chicken Talk Food adalah Winter’s Model dengan nilai MAD terkecil yaitu sebesar 35.36. Penerapan model PPIC yang adaptif untuk perencanaan tahun 2014 menunjukkan hasil berupa estimasi biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan di  tahun 2014 masih lebih kecil dibanding dengan total biaya yang dikeluarkan di tahun 2013. Perusahaan dapat menghemat Rp 136,646,848.24.   Kata Kunci : Perencanaan, Peramalan Permintaan, Program Dinamik Stokastik, EOQ , MRP
Pengelolaan Limbah Medis Padat Di Puskesmas Borong Kabupaten Manggarai Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur Dionisius Rahno; Jack Roebijoso; Amin Setyo Leksono
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.989 KB)

Abstract

Abstrak Kabupaten Manggarai Timur merupakan daerah terpencil, belum memiliki fasilitas rumah sakit. Puskesmas Borong merupakan satu- satunya fasilitas kesehatan dengan fasilitas yang memadai. Kegiatan puskesmas menghasilkan timbulan limbah medis. Limbah medis yang tidak tertangani dengan baik akan mencemari lingkungan puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sistem pengelolaan limbah medis padat di Puskesmas Borong Kabupaten Manggarai Timur dan menyusun strategi pengelolaannya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, pengukuran limbah medis padat, FGD, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan teknik triangulasi baik metode maupun sumber informannya. Analisa data dengan analisis timbulan limbah dan analisis deskriptif kualitatif. Analisis SWOT dilakukan untuk menyusun strategi pengelolaan limbah medis padat di Puskesmas Borong. Hasil penelitian menunjukan bahwa limbah medis padat yang dihasilkan berupa barang/ bahan buangan hasil tindakan perawatan pasien, dengan volume timbulan pada ruang rawat inap sebesar 0,74 kg/bed/hari, ruang bersalin 0,167 kg/pasien/hari, unit gawat darurat sebesar 0,071 kg/pasien hari dan poliklinik sebesar 0,004 kg/pasien hari. Kurangnya dukungan manajemen berupa ketersediaan peraturan/ kebijakan, SOP, anggaran, fasilitas/ peralatan yang belum memadai. Jumlah sanitarian sudah mencukupi, namun belum ada pembagian tugas yang jelas. Puskesmas Borong belum melakukan pengelolaan limbah medis padat sesuai ketentuan, seperti pemilahan, pengumpulan/ penyimpanan, transportasi, pemusnahan dan pembuangan akhir. Rekomendasi strategi yakni workshop limbah medis, optimalisasi SDM, surveilens, rancangan peraturan daerah, studi kelayakan pembangunan infrastruktur limbah dan pengadaan fasilitas pengelolaan limbah medis di Puskesmas Borong.   Kata kunci: daerah terpencil, Puskesmas Borong, pengelolaan limbah medis padat,  analisis SWOT
Sumber Glukomanan Dari Edible Araceae Di Jawa Timur Gustini Ekowati; Bagyo Yanuwiadi; Rodiyati Azrianingsih
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber glukomanan dari edible Araceae terdapat pada genus Amorphophallus, Colocasia, Xanthosoma, Alocasia. Eksplorasi mengenai famili Araceae  mencakup berbagai macam tumbuhan Monokotil dengan ciri khas bunga majemuk bertipe "tongkol" yang berseludang (spatha). Araceae merupakan salah satu famili tanaman yang bermanfaat sebagai sumber makanan karena memiliki umbi yang mengandung karbohidrat, protein, glukomanan.  Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan jenis dari famili Araceae di Jawa Timur yang berpotensi sebagai sumber glukomanan dan mengukur kadar glukomanannya. Pengambilan sampel Araceae di wilayah Jawa Timur dikategorikan menjadi 4 (empat) area geografis, yaitu: a. wilayah selatan dan tengah Jawa Timur (Blitar, Malang, Lumajang); b. wilayah timur Jawa Timur (Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso); c. wilayah barat Jawa Timur (Madiun, Nganjuk, Tuban); d. wilayah pulau Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan).  Pada tiap studi area diambil minimal tiga tanaman untuk masing-masing sampel spesies dari famili Araceae  secara acak, untuk diamati dan dideskripsikan keseluruhan bagian tanaman tersebut. Pengamatan morfologi dilakukan visual  maupun dengan alat bantu kaca pembesar dan mikroskop. Kadar glukomanan dianalisis setelah sentrifugasi ektrak umbi. Hasil pengamatan/pengukuran itu disusun dalam suatu tabel determinasi. Dari kunci tabel ini akan terlihat adanya perbedaan morfologi dan kadar glukomanan dari anggota famili Araceae yang ditemukan.  Diperoleh 12 jenis dari empat genus Araceae di 4 area geografis di Jawa Timur yang mengandung glukomanan.  Kadar glukomanan  sebagai berikut: tertinggi  Amorphophallus muelleri Bl. (porang) 9,92 % (berat basah), A.paeoniifolius (suweg) 3,2 % (bb), ), A. variabilis Blume. (walur) 2,52 % (bb), Colocasia esculenta (L.) Schott. (bentul) 2,4 % (bb), Alocasia macrorrhiza (L.) Schott. (sente) 1,3 % (bb) dan terendah Xanthosoma sp.(endro/mbote kuning) 0,64 % (bb). Kata kunci: Araceae, Sumber  Glukomanan, Jawa Timur
Persepsi Masyarakat Terhadap Ular sebagai Upaya Konservasi Satwa Liar Pada Masyarakat Dusun Kopendukuh, Desa Grogol, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi Ajeng Sabrina Kemala Asri; Bagyo Yanuwiadi
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.221 KB)

Abstract

Ular sering dianggap sebagai hal yang membahayakan oleh masyarakat sehingga keberadaannya tidak disukai. Hal itu menyebabkan beberapa spesies ular menjadi terancam punah. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui spesies ular yang hidup di Dusun Kopendukuh dan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap ular secara umum. Sampel ular diperoleh melalui sampling langsung dan tak langsung. Sampling langsung dengan melakukan jelajah di area kebun dan pekarangan rumah penduduk, sedangkan sampling tak langsung dengan melakukan wawancara dengan penduduk. Kemudian sampel didokumentasi dan diidentifikasi. Kajian persepsi diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dan kuisioner kepada responden yang diambil secara acak dengan usia minimum 10 tahun sebanyak 30 orang. Hasil wawancara dan kuisioner dianalisis menggunakan skala Likert dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan dua spesies dengan metode langsung yaitu ular piton (Phyton reticulatus Schneider) dan ular kacang (Dendrelaphis pictus Gmelin), sedangkan dengan metode tak langsung didapatkan sepuluh spesies ular, yaitu ular piton (Phyton reticulatus Schneider), ular sanca (Python molurus L.innaeus), ular kacang (Dendrelaphis pictus Gmelin), ular kayu (Ptyas korros Schlegel), ular irus (Naja sputatrix F. Boie), ular siloro (Boiga dendrophylla Boie), ular lajing (Chrysopelea paradise Boie), ular jali (Bungarus candidus Linnaeus), ular hijau (Gonyosoma oxycephallum F. Boie), dan ular gadung (Ahaetulla prasina Boie). Masyarakat memperoleh pengetahuan tentang peran ular dalam ekosistem dari pengalaman kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat dapat bersikap arif terhadap keberadaan ular dalam ekosistem. Masyarakat bersedia untuk menerima dan menyampaikan informasi yang diterima dari kalangan yang dianggap memiliki kredibilitas tinggi. Oleh karena itu tindakan konservasi ular dapat dilakukan dengan baik melalui pendekatan kearifan tradisional yang ada di wilayah tersebut. Kata kunci: konservasi, persepsi masyarakat, satwa liar, ular
Eksplorasi Potensi Ekowisata di Kawasan Api Tak Kunjung Pada Kabupaten Pamekasan Dewi Kartika Sari Susena; Bagyo Yanuwiadi
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.768 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek potensi ekowisata di kawasan Api Tak Kunjung Padam kabupaten Pamekasan dan persepsi masyarakat sekitar tentang potensi ekowisata yang ada. Metode pengambilan data meliputi mendapatkan informasi umum dari Key person dengan menggunakan teknik purposive sampling, penelusuran pustaka, observasi lapang, pengumpulan data lokasi berdasarkan persepsi masyarakat dengan pemilihan responden dengan menggunakan teknik purposive sampling dan wawancara semi terstruktur. Sumber daya alam yang ada di sekitar kawasan objek wisata yang berpotensi untuk mendukung ekowisata yaitu, objek wisata Api Tak Kunjung Padam, umbi bentul (Colocasia esculenta L.), lahan pertanian Singkong (Manihot esculenta Crantz), Kacang hijau (Phaseolus radiatus L.), Pisang (Musa paradisiaca L.) dan Jagung (Zea mays L.), rengginang lorjuk, jubada, kaldu kokot, rujak dan campur madura. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa hasil panen dari lahan pertanian dimanfaatkan masyarakat setempat untuk menambah perekonomian dengan cara dijual di kawasan Api Tak Kunjung Padam maupun di pasar. Masyarakat setempat juga belum banyak mengetahui potensi sumber daya tersebut untuk dimanfaatkan sebagai pendukung konservasi lingkungan secara umum di wilayah tersebut. Kata Kunci : Api Tak Kunjung Padam, ekowisata, Persepsi.
Potensi Bakteri Genus Pseudomonas Pendegradasi LAS di Ekosistem Sungai Tercemar Deterjen Sekitar Kampus Universitas Brawijaya Sanita Suriani; Suharjono Suharjono; Soemarno Soemarno
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.297 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri anggota Genus Pseudomonas pendegradasi LAS di ekosistem sungai tercemar deterjen yang ada di sekitar kampus UB.  Sampel sedimen diambil di anak Sungai Brantas yang ada di sekitar Kampus UB pada bulan Agustus 2012 sampai November 2012. Sampel-sampel  yang diambil dari lokasi penelitian yaitu sampel air dan sedimen diukur konsentrasi residu LAS dengan menggunakan metode MBAS , dan selanjutnya dilakukan isolasi bakteri dari sampel sedimen yang diambil. Selanjutnya isolat-isolat yang berhasil di isolasi di uji kemampuan degradasinya dengan menginkubasikan isolat-isolat tersebut dalam media mineral sederhana yang mengandung 15 mg/L LAS.  Hasil penelitian  menunjukkan bahwa ekosistem sungai di sekitar kampus UB memiliki konsentrasi LAS diatas ambang batas (0,5 mg/L) yaitu untuk sedimen berkisar antara 1,93 mg/kg – 2,93 mg/kg dan untuk sampel air berkisar antara 1,7 mg/L – 2.9 mg/L selama bulan Agustus 2012 sampai November 2012. Lima isolat bakteri anggota Genus Pseudomonas yang memiliki potensi mendegradasi LAS berhasil diisolasi. Semua isolat bakteri mampu mendegradasi LAS sampai pada hari ke 28. Kelima isolat bakteri dalam waktu 28 hari secara berturut-turut P 2.1, P 3.2, C 2.3, C 2.1 dan C 2.2 mampu mendegradasi LAS sebesar 74,29 %, 70,03 %, 69,24 %, 66,63 %, dan 65,31 %.  Isolat P 2.1 memiliki kemapuan degradasi LAS paling baik di antara lima isolat yang ada. Isolat yang kemampuan degradasinya paling lemah adalah isolat C 2.2. Kata kunci: Linear Alkilbenzen Sulfonat (LAS), Genus Pseudomonas, biodegradasi
Struktur Komunitas Dan Asosiasi Gastropoda Dengan Tumbuhan Lamun di Perairan Pesisir Lamongan Jawa Timur Reinier B. Hitalessy; Amin S. Leksono; Endang Y. Herawati
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.98 KB)

Abstract

Gastropoda adalah salah satu kelas dari moluska yang diketahui berasosiasi dengan baik dengan ekosistem lamun. Komunitas gastropoda merupakan komponen yang penting dalam rantai makanan di padang lamun, dimana gastropoda merupakan hewan dasar pemakan detritus (detritus feeder) dan serasah dari daun lamun yang jatuh dan mensirkulasi zat-zat yang tersuspensi di dalam air guna mendapatkan makanan. Penelitian struktur komunitas dan asosiasi gastropoda dengan tumbuhan lamun di perairan pesisir Lamongan, desa Banjarwati, Jawa Timur dilakukan dari bulan September sampai Nopember 2011, dengan menggunakan metode transek linier kuadrat untuk pengambilan sampel gastropoda dan lamun. Pengambilan data dilakukan di tiga stasiun, dimana setiap stasiun dibagi menjadi tiga sub stasiun. Secara umum substrat dasar perairan berupa pasir dan lempung berpasir. Parameter fisika-kimia perairan adalah suhu 28-30OC, salinitas 31-34‰ dan nilai pH 8. Analisa data yang dilakukan meliputi komposisi spesies gastropoda, keanekaragaman, pola asosiasi serta pola penyebaran spesies gastropoda dan lamun. Dari hasil penelitian diperoleh 7 spesies gastropoda yang tergolong dalam 3 ordo, 5 famili dan 5 genus. Sedangkan untuk lamun diperoleh 4 spesies yang tergolong dalam 2 famili dan 4 genus. Nilai kepadatan dan frekuensi kehadiran tertinggi spesies gastropoda di ketiga stasiun pengamatan didominasi oleh spesies Strombus fasciatus, dengan nilai penting sebesar 54,551. Sedangkan Cymodocea rotundata adalah spesies lamun dengan nilai penting  sebesar 70,121. Berdasarkan nilai indeks keragaman dan keserasian spesies, ekosistem lamun diperairan pesisir desa Banjarwati, Lamongan memiliki gastropoda dengan nilai indeks keragaman sedang dan tidak ada dominansi spesies. Pola asosiasi spesies gastropoda dan lamun di perairan pesisir desa Banjarwati, Lamongan bersifat positif dan negatif, tergantung dari proporsi jumlah spesies yang hadir pada setiap petak pengamatan serta pola penyebaran yang umumnya berkelompok. Kata kunci:  komunitas, asosiasi, gastropoda, lamun.
Studi Pengelolaan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Domestik Komunal di Kota Blitar, Jawa Timur Denny Eko Prisanto; Bagyo Yanuwiadi; Soemarno Soemarno
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.06 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aspek-aspek kelembagaan, pembiayaan, teknis, dan kualitas lingkungan, dalam pengelolaan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) domestik komunal di Kota Blitar. Data dan informasi dikumpulkan dari kelompok - kelompok pengelola IPAL domestik komunal, masyarakat pengguna IPAL domestik komunal, masyarakat pengguna badan air yang menjadi tempat pembuangan effluen IPAL dan SKPD terkait yang terdiri dari Badan Lingkungan Hidup Kota Blitar, Bappeda Kota Blitar, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kota Blitar dan Kelurahan Sukorejo serta Kelurahan Pakunden Kota Blitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi pengelolaan IPAL domestik komunal adalah : Aspek kelembagaan yang memiliki 6 indikator berada pada posisi sedang  dengan nilai rata – rata 50,39 %, Aspek keuangan yang memiliki 3 indikator berada pada posisi buruk dengan nilai rata – rata 36, 35 %, Aspek teknis yang memiliki 2 indikator berada pada posisi baik dengan nilai rata – rata 77,61 %, Aspek kualitas lingkungan  yang memiliki 2 indikator berada pada posisi baik dengan nilai rata – rata 62,61 %. Dari hasil tersebut aspek kelembagaan dan aspek keuangan memerlukan perhatian yang lebih serius. Semua stakeholder menyetujui pentingnya keberadaan IPAL domestik komunal, sehingga diperlukan upaya-upaya untuk menjamin keberlanjutan pengelolaannya. Rekomendasi yang diusulkan untuk keberlanjutan pengelolaan IPAL domestik  adalah Strategi-Stabilisasi. Strategi ini terdiri atas beberapa program pengembangan , yaitu (1) kapasitas kelembagaan dan masyarakat pengguna IPAL, (2) inovasi kelembagaan dan pembiayaan IPAL domestik komunal, (3) alternatif pembiayaan pengelolaan IPAL domestik komunal dari pihak eksternal, (4) optimalisasi peran kelompok kerja sanitasi dalam pengelolaan IPAL domestik komunal, dan (5) peran serta pengelola IPAL domestik komunal dalam kegiatan paguyuban IPAL Kota Blitar.Kata-kunci : IPAL domestik komunal, strategi stabilisasi, keberlanjutan
Acute Toxicity (LC50 96 Hours) of Organophosphate Pesticide With Poksim Active Compound And Haematology And Histopathology Review Goldfish (Cyprinus carpio L) Dewi Nur Setyorini; Diana Arfiati; Asus Maizar Suryanto Hertika
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.005 KB)

Abstract

This research has the objectives to determine LC50 96 hours value and observation toward hematology, gills and kidney histology of goldfish (Cyprinus carpio) exposed to organophosphate pesticide with Poksim active compound (trade brand FOKKER 500 EC). Method used in this paper is experiment to determine LC50 96 hour value with probit analysis. Descriptive method was used for gills and kidney tissues microanatomy observation with hematoxilin eosin (HE) coloring and hematology. Toxicity result of Fokker 500 EC pesticide toward goldfish obtained LC50 96 hours with 41,7 ppm. Histological result showed that increasing exposure doses in real test had caused increase gills and kidney tissues damage. Hematology observation result during research obtained that along with the increasing exposure doses of pesticide in the real test, acute toxicity test would caused reduction in total erythrocyte, leukocyte and hemoglobin of goldfish. Result also showed that Fokker pesticide usage was allowed until 1,8 ppm dose based on histology and hematology evaluation. Keywords: acute toxicity, goldfish, histology, hematology, pesticide

Page 1 of 1 | Total Record : 10