cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 6: Desember 2019" : 16 Documents clear
Studi Perbandingan Alat Pengujian Otomatis untuk Aplikasi Android Barus, Arlinta Christy; Siburian, Leo
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 6: Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4520.039 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201966953

Abstract

Pengujian adalah tahap yang penting dan harus dilalui dalam proses pengembangan perangkat lunak. Pengujian tersebut dilakukan untuk menghindari kesalahan yang mungkin terdapat pada perangkat lunak yang diuji. Ada banyak kasus uji (test case) yang harus dieksekusi dalam proses pengujian. Karena itu, pengujian yang dilakukan secara manual membutuhkan upaya yang besar. Oleh sebab itu pengujian otomatis (automated testing) menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan menggantikan pengujian manual. Pengujian otomatis adalah penggunaan kakas pengujian (testing tools atau testing framework) dalam melakukan pengujian suatu perangkat lunak yang secara signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian. Ada banyak kakas yang dapat digunakan untuk melakukan pengujian otomatis, antara lain Selendroid, Calabash, dan UI Automator. Tulisan ini membahas tentang studi perbandingan kakas pengujian otomatis pada aplikasi mobile berbasis android dengan menggunakan Selendroid, Calabash, dan UI Automator.  Eksperimen dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing tools. Dari hasil analisis dan eksperimen, penulis merekomendasikan UI Automator sebagai kakas terbaik dalam hal kemudahan penginstalasian dan menjalankan kasus uji dalam sebuah kegiatan pengujian aplikasi mobile berbasis android. AbstractTesting is a must to do phase in software development process. It is perfomed to avoid any bugs that may exist in the software. There are many test cases to be executed in the testing process to make sure software is running according to its specification and without any bugs. Testing done manually takes a long time and extra work. Therefore, automated testing is important. Automated testing is the use of testing tools or testing framework in testing a software. Automated testing aims to test or significantly reduce the time required for testing. There are many tools that can be used to perform test automation of android mobile application, including Selendroid, Calabash, and UI Automator. This paper discusses about comparative studies of automated testing tools on android applications using Selendroid, Calabash, and UI Automator. Some experiments are conducted to know the strengths and weakness of each tool. Based on this study, we give recommendation to UI Automator as the handiest tool to use in term of installation and the execution of the test cases.
Peningkatan Kualitas Citra CT-Scan dengan Penggabungan Metode Filter Gaussian dan Filter Median Sumijan, Sumijan Sumijan; Purnama, Ayu Widya; Arlis, Syafri
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 6: Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4469.216 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201966870

Abstract

Perkembangan alat teknologi akuisisi citra medis, satu diantaranya adalah teknologi yang lazim disebut CT-scan. CT-Scan (Computed Tomography Scan) adalah prosedur untuk mendapatkan gambaran dari berbagai area kecil dari tulang termasuk tengkorak kepala dan otak. Citra hasil akuisisi atau rekaman CT-Scan dapat mebantu memperjelas adanya dugaan yang kuat tentang kelainan yang terjadi pada otak. Kualitas citra dapat dilakukan dengan proses mengubah citra menjadi citra baru sesuai kebutuhan, salah satu cara seperti fungsi transformasi, operasi matematis dan pemfilteran. Peningkatan kualitas citra CT-Scan diperlukan untuk objek keputusan medis yang mempunyai kualitas tidak baik, misalnya citra mengalami derau (noise), citra terlalu terang atau gelap, citra kurang tajam, dan kabur. Proses Peningkatan kualitas citra dapat dilakukan dengan menerapkan salah satu metode pemfilteran, untuk memperbaiki kualitas citra agar dihasilkan citra yang lebih baik dari citra aslinya. Metode gaussian filter untuk mengurangi noise speckle dan poisson pada citra otak pada CT-Scan. Pada citra noise gaussian, standar deviasi yang terbaik dalam mengurangi noise bernilai satu. Namun untuk citra noise speckle dan poisson nilai standar tidak dapat mengurangi noise tersebut. Hal ini dikarenakan standar deviasi adalah parameter dalam proses gaussian filter hanya dapat untuk noise Gaussian normal, untuk mengurangi noise sebaran tidak normal (non-linier) digunakan median filter. Kelemahan gaussian filter pada noise nilai parameter tidak stabil (non-linier) dapat diatasi pada filter median. Dari hasil penggabungan filter gaussian dan filter median filter dapat meningkatkan kualitas citra dan menguranggi noise lebih baik sebaran normal dan tidak normal. AbstractThe development of medical image acquisition technology tools, one of which is the technology commonly called CT scan. CT-Scan (Computed Tomography Scan) is a procedure to get a picture of various small areas of bone including the skull and brain. Image acquisition results or CT-Scan recordings can help clarify the existence of strong suspicions about abnormalities that occur in the brain. Image quality can be done by the process of changing the image into a new image as needed, one way such as the transformation function, mathematical operations and filtering. Increasing the quality of CT-Scan images is needed for medical decision objects that have poor quality, for example images experience noise (noise), images are too bright or dark, images are less sharp, and blurred. The process of improving image quality can be done by applying one of the filtering methods, to improve image quality to produce a better image than the original image. Gaussian filter method to reduce speckle and poison noise in brain images on CT scan. In the Gaussian noise image, the best standard deviation in reducing noise is one. However, for speckle noise images and standard poison values it cannot reduce the noise. This is because the standard deviation is a parameter in the Gaussian filter process that can only be used for normal Gaussian noise, to reduce the abnormal noise distribution (non-linear) the median filter is used. The weakness of the Gaussian filter on the noise value of an unstable (non-linear) parameter can be overcome in the median filter. From the results of combining the Gaussian filter and median filter, it can improve image quality and reduce noise better than normal and abnormal distribution.
Forensik Internet Of Things pada Device Level berbasis Embedded System Haryanto, Eri; Riadi, Imam
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 6: Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4014.539 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019661828

Abstract

Perangkat Internet of Things (IoT) merupakan perangkat cerdas yang memiliki interkoneksi dengan jaringan internet global. Investigasi kasus yang menyangkut perangkat IoT akan menjadi tantangan tersendiri bagi investigator forensik. Keberagaman jenis perangkat dan teknologi akan memunculkan tantangan baru bagi investigator forensik. Dalam penelitian ini dititikberatkan forensik di level internal device perangkat IoT. Belum banyak bahkan belum penulis temukan penelitian sejenis yang fokus dalam analisis forensik perangkat IoT pada level device. Penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya lebih banyak pada level jaringan dan level cloud server perangkat IoT. Pada penelitian ini dibangun environment perangkat IoT berupa prototype smart home sebagai media penelitian dan kajian tentang forensik level device. Pada penelitian ini digunakan analisis model forensik yang meliputi collection, examination, analysis, dan reporting dalam investigasi forensik untuk menemukan bukti digital. Penelitian ini berhasil mengungkap benar-benar ada serangan berupa injeksi malware terhadap perangkat IoT yang memiliki sistem operasi Raspbian, Fedberry dan Ubuntu Mate. Pengungkapan fakta kasus mengalami kesulitan pada perangkat IoT yang memiliki sistem operasi Kali Linux. Ditemukan 1 IP Address komputer penyerang yang diduga kuat menanamkan malware dan mengganggu sistem kerja perangkat IoT.AbstractThe Internet of Things (IoT) is an smart device that has interconnection with global internet networks. Investigating cases involving IoT devices will be a challenge for forensic investigators. The diversity of types of equipment and technology will create new challenges for forensic investigators. In this study focused on forensics at the IoT device's internal device level, there have not been many similar research that focuses on forensic analysis of IoT devices at the device level. Previous research has been done more at the network level and cloud level of IoT device's. In this study an IoT environment was built  a smart home prototype as a object for research and studies on forensic level devices. This study, using forensic model analysis which includes collection, examination, analysis, and reporting in finding digital evidence. This study successfully revealed that there was really an attack in the form of malware injection against IoT devices that have Raspbian, Fedberry and Ubuntu Mate operating systems. Disclosure of the fact that the case has difficulties with IoT devices that have the Kali Linux operating system. Found 1 IP Address of an attacker's computer that is allegedly strongly infusing malware and interfering with the work system of IoT devices.
Penentuan Dua Lokasi Lumbung Padi dengan Menggunakan Metode Grid di Provinsi Kalimantan Tengah Wijayanti, Yunita Puput; Setiawan, Adi; Parhusip, Hanna Arini
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 6: Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3401.41 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019661750

Abstract

Perancangan lokasi pendistribusian pangan merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan masyarakat yang bisa berubah secara dinamis dari waktu ke waktu. Metode Grid diaplikasikan dalam penelitian ini untuk menentukan lokasi yang tepat untuk lumbung padi dalam upaya pendistribusian bahan pangan di Provinsi Kalimantan Tengah dengan memperhatikan jarak dan biaya transportasi. Tidak hanya itu, dengan bantuan metode grid untuk penentuan kandidat lokasi lumbung padi juga membantu dalam proses penelitian. Berdasarkan data yang berupa koordinat lokasi kantor kabupaten, jumlah penduduk, dan banyaknya produksi padi di Provinsi Kalimantan Tengah dapat diperoleh dua lokasi lumbung padi terdapat pada koordinat geografis (-1.8,113.0) tepatnya di Desa Koeling, Kecamatan Pundu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dan (-3.0,114.2) tepatnya di Desa Pangkuh, Kecamatan Pangkoh Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah dengan total cost sebesar Rp. 55,287,393.08. AbstractThe design of food distribution location is one of the goverment activity to fulfill the main need of society that can change dynamically over time. The Grid  method was applied in this study to determine the exact location the granary for the distribution of food in Central Borneo Province by pay attention distance and transportation cost. Not only that, with the help of the grid method for determining candidates for granary locations it also help in the research process. Based on the data in the form of the coordinates of the location of the district office, population, and the amount of rice production in Central Borneo Province, two granary locations are located at the geographical coordinates (-1.8,113.0) precisely in Koeling Village, Pundu Sub-district, East Kotawaringin District, Central Borneo, and (-3.0,114.2) precisely in Pangkuh Village, Pangkoh Hilir Sub-district, Pulang Pisau District, Central Borneo with a total cost Rp. 55,287,393.08.
Evaluasi Kebijakan, Kelembagaan, Infrastruktur, Aplikasi, dan Perencanaan E-Goverment di Pemerintahan Kota Batu Herlambang, Admaja Dwi; Saputra, Mochamad Chandra; Fadhlurrahman, Ridho
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 6: Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2419.257 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019661322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan e-government di Pemerintah Kota Batu dengan melakukan studi kasus di Dinas Komunikasi dan Informasi; Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda); dan Dinas Pertanian Kota Batu. Penilaian dilakukan menggunakan kerangka kerja Pemeringkatan e-government Indonesia (PeGI) yang terdiri dari lima variabel pengukuran, yaitu kebijakan, kelembagaan, infrastruktur, aplikasi, dan perencanaan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan alat pengukuran berupa kuesioner, wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil penilaian, penerapan e-government di Dinas Kominfo, Bapelitbangda, dan Dinas Pertanian berada pada kategori Kurang. Hasil evaluasi merekomendasikan bahwa prioritas utama yang perlu diperbaiki dalam waktu dekat adalah variabel kebijakan, infrastruktur, dan perencanaan.  AbstractThis study aims to evaluate the implementation of e-government in Kota Batu Government by conducting case studies at the Communications and Information Department; Regional Development Planning, Research and Development Department (Bapelitbangda); and Agriculture Department. The assessment was conducted using the Indonesian e-government Ranking Framework (PeGI) consisting of five measurement variables, namely policy, institutional, infrastructure, application, and planning. The research approach used is qualitative with questionnaires, interviews, and observations as measurement tools. Based on the assessment, the implementation of e-government in the Communications and Informatics Department, Bapelitbangda, and the  Agriculture Department categorized as Less. The evaluation results recommend that the main priorities that need to be improved in the near future are policy, infrastructure, and planning variables.
Ekstraksi Knowledge tentang Penyebaran #Ratnamiliksiapa pada Jejaring Sosial (Twitter) menggunakan Social Network Analysis (SNA) Tomasoa, Lyonly; Iriani, Ade; Sembiring, Irwan
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 6: Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4200.212 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019661710

Abstract

Memasuki tahun politik 2018-2019, Indonesia mengalami darurat hoax  dimana isu-isu politik menyebar dengan sangat cepat terutama pada jejaring sosial yang merupakan wadah untuk menghubungkan setiap individu di seluruh dunia. Twitter sebagai salah satu jejaring sosial yang sering dipakai masyarakat Indonesia, menyebabkan isu-isu politik pun ikut terbawa dalam bentuk tagar (#). Tagar #RatnaMilikSiapa yang merupakan isu politik dari kasus hoax kebohongan penganiayaan RS di kota Bandung dijadikan sebagai tunggangan para pengguna twitter untuk membangun opini di masyarakat sehinga menjadikan hal tersebut sebagai hoax menjelang pemilihan Presiden 2019. Opini-opini dari setiap pengguna twitter tersebut telah menciptakan jaringan-jaringan komunikasi yang membahas tentang kasus politik penganiyayaan RS dengan tagar #RatnaMilikSiapa . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas penyebaran tagar #RatnaMilikSiapa dengan menggunakan metode Social Network Analyis (SNA) pada jejaring sosial twitter. Dalam penelitian ini, dilakukan identifikasi terhadap aktor utama dengan melakukan perhitungan sentralitas tingkatan atau degree Centrality (BC) sehingga dapat ditemukan aktor yang berpengaruh dalam terbentuknya kelompok-kelompok jaringan tweet #RatnaMilikSiapa pada jejaring sosial twitter. Hasil dari penelitan ini adalah ditemukannya 3 aktor  kunci (creator & influencers) yang berasal dari 5 aktor utama penyebaran tweet  #RatnaMilikSiapa dengan mengidentifikasi adanya pertukaran berita yang dilakukan oleh para aktor utama dan didukung dengan perhitungan nilai sentralitas keperantaraan atau betweenness Centrality (BC). Kemudian juga ditemukannya 32 aktor boundary spanner yang merupakan dampak dari aktivitas pertukaran berita atau information exchange  yang dilakukan oleh aktor kunci pada jaringan komunikasi dalam jejaring sosial twitter.AbstractEntering the political year of 2018-2019, Indonesia is facing a hoax crisis where political issues spread rapidly, especially on social media as a place for connecting people all over the world. Twitter as one of the popular social media, which is frequently used by the society of Indonesian, leads the political issues spread widely through the hashtag (#).  #RatnaMilikSiapa which was a hoax case about RS persecution in Bandung turned as a way for Twitter users creating a judgment in the society so that that issue became a hoax approaching the Presidential Election of 2019. The opinions of Twitter users had created a communication network discussed RS persecution as a political issue with #RatnaMilikSiapa.  This research intends to identify the #RatnaMilikSiapa deployment activity with the using of Social Network Analyis (SNA) method on Twitter. This research conducts the identification toward the main actors with degree Centrality (BC) calculation until the actor who influenced the establishment of #RatnaMilikSiapa tweet network groups on Twitter can be found. The results of this research are the researcher had found the three key actors (creator and influencers) which originated from 5 main actors who spread #RatnaMilikSiapa tweet. The researcher identifies the information exchange which had been done by the main actors and the results supports by the value of betweenness Centrality (BC) calculation. Later, the researcher had found 32 actors of boundary spanner which was the impact of information exchange done by the key actors on the communication network of Twitter.

Page 2 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue