cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2015)" : 46 Documents clear
PENGARUH SUBTITUSI PROPORSI TEPUNG BERAS KETAN DENGAN KENTANG PADA PEMBUATAN WINGKO KENTANG [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Widian Dharma Singgih; Harijono Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L) menduduki posisi penting sebagai bahan pangan, nutrisinya cukup baik. Pada 100 g kentang terkandung Kalori 83 kal, protein 2.00 g, lemak 0.10 g, karbohidrat 19.10 g, kalsium 11.00 mg, fosfor 56 mg dan besi 1.00 mg. Kentang mengandung amilosa 17% dan amilopektin 83%. Tujuan penelitian untuk mengetahui proporsi antara kentang dengan tepung ketan untuk menghasilkan  produk wingko dengan sifat fisik, kimia dan organoleptik terbaik. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan faktor tiga ulangan. Faktor penelitian ini adalah proporsi kentang (A) dan proporsi tepung ketan (B). Faktor proporsi kentang (A) : proporsi tepung ketan (B)  100% :  0%,  75%:25%,  50%:50%,  25%:75%, 0%:100%. Penelitian ini menghasilkan data perlakuan terbaik. perlakuan terbaik untuk proporsi tepung beras ketan : kentang adalah sebesar 25%:75% ditambah parutan kelapa, santan kental, gula, garam.   Kata kunci: Analisis Pati, Kentang, Proporsi, Tepung Beras Ketan, Wingko
ANALISIS METODE KOLORIMETRI DAN GRAVIMETRI PENGUKURAN KADAR GLUKOMANAN PADA KONJAK (Amorphophallus Konjac) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Simon Bambang Widjanarko; Johana Megawati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemurnian glukomanan adalah indikator utama dalam mengevaluasi kualitas tepung glukomanan komersial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan metode yang lebih akurat dan presisi antara gravimetri dan kolorimetri dalam menentukan kadar glukomanan yang hingga saat ini belum disepakati secara internasional. Sampel yang diujikan adalah Konjac  glukomanan komersial yang merupakan ekstrak glukomanan dari umbi Amorphophallus Konjac. Glukomanan komersial diuji dengan kedua metode sebanyak 10 kali ulangan lalu dibandingkan akurasi dan presisinya. Metode kolorimetri dengan reagen 3,5-DNS menunjukkan akurasi yang lebih tinggi (93.21%) dibandingkan dengan metode gravimetri (63.49%) terhadap literatur (90%). RSD kolorimetri (1.36%) lebih kecil dibandingkan gravimetri (4.92%), menunjukkan bahwa kolorimetri lebih presisi dibandingkan gravimetri.   Kata kunci: Akurasi, DNS, Presisi
PENGEMBANGAN BISKUIT DARI TEPUNG UBI JALAR ORANYE (Ipomoea batatas L.) DAN TEPUNG JAGUNG (Zea mays) FERMENTASI : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Ricca Claudia; Teti Estiasih; Dian Widya Ningtyas; Endrika Widyastuti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar dan jagung merupakan tanaman lokal yang banyak ditanam oleh petani di Indonesia. Hasil panen yang melimpah tidak disertai dengan pengolahan yang optimal dan hanya diolah menjadi makanan dengan proses pengolahan yang sederhana seperti pengukusan dan penggorengan. Ubi jalar dan jagung sangat berpotensi untuk ditepungkan sebagai bahan baku pembuatan biskuit. Tepung ubi jalar oranye dan tepung jagung sangat sesuai dijadikan bahan baku dalam pembuatan biskuit karena tidak diperlukan adanya gluten. Namun dalam proses pengolahannya masih terdapat beberapa kendala yaitu tekstur biskuit yang keras dan adanya senyawa anti nutrisi seperti fitat pada jagung. Tekstur biskuit yang keras disebabkan karena ukuran granula pati tepung jagung yang besar. Oleh sebab itu jagung diberi perlakuan fermentasi untuk mendegradasi fitat dan juga diperlukan penambahan kuning telur dalam pembuatan biskuit untuk memperbaiki karakteristik biskuit.   Kata kunci: biskuit, fermentasi, jagung, kuning telur, ubi jalar
PENGARUH PROPORSI NATRIUM BIKARBONAT DAN AMMONIUM BIKARBONAT SEBAGAI BAHAN PENGEMBANG TERHADAP KARAKTERISTIK KUE BAGIAK [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Setyo Pambudi; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi natrium bikarbonat dan ammonium bikarbonat yang tepat untuk menghasilkan kue bagiak perlakuan terbaik, mengetahui pengaruh yang ditimbulkan terhadap karakteristik kue bagiak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor dan 7 kombinasi proporsi natrium bikarbonat dan ammonium bikarbonat (0 : 0%; 1 : 1%; 2 : 1.50%; 3 : 2%; 4 : 2.50%; 5 : 3%; 6 : 3.50%). Setiap kombinasi perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Nilai perlakuan terbaik menurut parameter fisik dan kimia kue bagiak dengan kecerahan (80.55), kemerahan (2.03) kekuningan (18.84), daya patah (13.80N), kadar air (4.38%), kadar abu (1%), kadar protein (1.36%), kadar lemak (12.39%), kadar pati (49.52%), serat kasar (1.56%) dan kadar karbohidrat (80.87%).   Kata Kunci: Ammonium Bikarbonat, Kue Bagiak, Natrium Bikarbonat, Tekstur, Volume.
KARAKTERISTIK FISIK- KIMIA DARI EKSTRAK SALAK GULA PASIR DENGAN METODE MASERASI [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Putu Bayu Tantrayana; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salak merupakan buah tropis khas Indonesia dengan jumlah produksi salak gula pasir  meningkat setiap tahun. Hal ini tentunya menjadi potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan pangan. Meskipun demikian, eksplorasi buah salak di Indonesia terkait potensinya yang besar masih belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dalam ekstrak salak gula pasir. Disamping itu penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh rasio bahan:pelarut (b/v) dan konsentrasi pelarut dalam menghasilkan ekstrak salak. Penelitian ini menggunakan Rancngan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu rasio bahan : pelarut (1:2), (1:3) (b/v) dan konsentrasi pelarut (70%, 80%, 90%). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak salak perlakuan terbaik diperoleh pada rasio bahan:pelarut (1:2) dengan penambahan konsentrasi pelarut 90% menghasilkan ekstrak  dengan kadar total fenol 0.36%, aktivitas antioksidan 149.08 ppm, total asam 2.55%, TPT 58.27, pH 4.44, volume produk akhir 192.82 gram, nilai L 29.03, nilai a 25.78, nilai b 24.88.   Kata kunci: Ekstrak Salak, Rasio Bahan:Pelarut & Konsentrasi Pelarut, Salak
PENDUGAAN UMUR SIMPAN TEPUNG BUMBU AYAM GORENG MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING DENGAN PENDEKATAN ARRHENIUS [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Jodi Sangga Bagja; Sudarminto Setyo Yuwono; Dian Widya Ningtyas
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung bumbu adalah bahan makanan berupa campuran tepung dan bumbu yang dikemas dengan aluminium foil dengan berat 80 gram. Selama penyimpanan, suatu produk akan mengalami penurunan mutu pada jangka waktu tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan laju perubahan mutu, menentukan parameter kritis, dan menduga umur simpan tepung bumbu ayam goreng dengan metode akselerasi (Arrhenius) yang disimulasikan pada empat kondisi suhu penyimpanan pada inkubator (30⁰C, 35⁰C, 40⁰C dan 55⁰C). Parameter yang diamati selama proses penyimpanan adalah warna, kadar air, viskositas, aroma bawang, aroma cabai dan aroma merica. Penolakan panelis terjadi pada parameter warna. Hasil penelitian ditinjau dari selisih perubahan skor uji hedonik, skor validasi tepung, nilai R2 dan nilai EA sebesar 6790.10 kal/mol digunakan untuk penentuan umur simpan produk yaitu parameter warna  (reaksi orde nol) dengan regresi linier y = -3149x + 8.15. Umur simpan tepung ayam goreng adalah 11 bulan 27 hari pada suhu 30⁰C.   Kata kunci: ASLT, Pendekatan Arrhenius, Tepung Ayam Goreng, Umur Simpan
KEBAB RENDANG : INOVASI KEBAB NASI KHAS SUMATERA BARAT SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KULINER BANGSA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Fadhila Erwin; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebab merupakan makanan khas Timur Tengah yang memiliki beberapa keunggulan, yaitu praktis, ekonomis dan lezat. Dengan mempertimbangkan peluang bisnis di dunia kuliner, maka diciptakan sebuah bisnis dengan produk awal berupa inovasi kebab nasi yaitu “Kebab Rendang” yang merupakan kombinasi nasi dengan rendang khas Sumatera Barat. Tujuan program wirausaha “Kebab Rendang” ini adalah menjadi salah satu media pelestari masakan daerah dan dapat membuka usaha yang profitable dan berkelanjutan melalui sistem franchies dan kemitraan. Untuk itu metode yang dilakukan adalah dengan memulai survey pasar, dilanjutkan dengan pemantapan riset, sertifikasi produk, dan kegiatan penjualan. Pemasaran pun dilakukan melalui media online dan media offline. Hasil yang diperoleh yaitu terbentuknya kebab inovatif yaitu “Kebab Rendang”. Penjualan dilakukan pada 2 (dua) outlet tetap dan stand bazar kuliner. Kebab Rendang ini telah mendaftarkan hak paten merk melalui LPPM Universitas Brawijaya. Kata kunci: Ekonomis, Kebab Rendang, Lezat, Praktis, Profitable
PRINSIP DASAR MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU (MP-ASI) UNTUK BAYI 6 – 24 BULAN: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Lailina Mufida; Tri Dewanti Widyaningsih; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi (usia 0-11 bulan) merupakan periode emas sekaligus periode kritis karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang mencapai puncaknya pada usia 24 bulan. Apabila janin dalam kandungan mendapatkan gizi yang cukup, maka ketika lahir berat dan panjang badannya akan normal dan untuk mempertahankan hal tersebut, maka cara yang efektif adalah dengan pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) sejak usia 6 bulan dan dilanjutkan ASI sampai usia 2 tahun. Penulisan artikel ini merupakan suatu kajian pustaka yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang pemberian MP-ASI yang benar dan tepat.   Kata Kunci: Bayi, Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)
PENGARUH TEPUNG KACANG HIJAU, TEPUNG LABU KUNING, MARGARIN TERHADAP FISIKOKIMA DAN ORGANOLEPTIK BISKUIT [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Diah Ratnasari; Yunianta Yunianta; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biskuit adalah salah satu makanan selingan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Tetapi pada umumnya biskuit hanya memiliki keunggulan tinggi energi .sehingga dibutuhkan bahan utama lain yang dapat meningkatkan kandungan gizi pada biskuit. Seperti protein dan pro vitamin A. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio tepung labu kuning : tepung kacang hijau dan proporsi margarin untuk menghasilkan biskuit perlakuan terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dimana faktor I adalah penambahan tepung labu kuning dengan tepung kacang hijau (20%:30% , 25%:25%, 30%:20%) dan faktor II adalah penambahan margarin (25%,30%,35%). Perlakuan terbaik dari segi fisik kimia di peroleh pada penambahan tepung labu kuning dengan tepung kacang hijau 30%:20% dan penambahan margarin 35%. Dengan karakterisik: kadar abu 2.77%, kadar lemak 21.66%, kadar pati 34.7% kadar karoten103.11 g/g, daya patah 6.27 N dan kecerahan (L) 65.64   Kata Kunci: Biskuit, Kacang Hijau, Karoten, Labu Kuning
STUDI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KEFIR TEH DAUN SIRSAK (Annona Muricata linn.) DARI BERBAGAI MERK TEH DAUN SIRSAK DIPASARAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Muhammad Muizuddin; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas antibakteri, sifat fisik, kimia, mikrobiologis, dan organoleptik kefir teh daun sirsak yang terbuat dari berbagai macam merk teh daun sirsak yang beredar dipasaran. Metode penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang melibatkan 1 faktor. Faktor yang digunakan adalah jenis teh daun sirsak yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Kefir yaitu: M1 = Teh daun sirsak merk Swarna, M2 = Teh daun sirsak merk Sirsakti, M3 = Teh daun sirsak merk Laurico, M4 = Teh daun sirsak merk KeretaUap, M5 = Teh daun sirsak merk Tiga daun, M6 = Teh daun sirsak merk Herbasari. Dilakukan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Penggunaan merk teh kereta uap merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik pH 4.54, total asam 0.10% total gula 6.80%, total bakteri asam laktat 6.89x1010, aktivitas antibakteri terhadap S.aureus 3.67 mm, aktivitas antibakteri terhadap E.coli 4.33 mm, warna (L) 54.00, warna (a+) 4.60, warna (b+) 22.60, uji organoleptik terhadap aroma 2.79 (tidak suka) dan warna 3.25 (suka).   Kata kunci: Antibakteri, Kefir, Teh Daun Sirsak