cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2016)" : 48 Documents clear
POTENSI ANGKAK KO-KULTUR Saccharomyces cerevisiae TINGGI LOVASTATIN SEBAGAI AGEN TERAPI TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIA [IN PRESS JANUARI 2016] Elok Zubaidah; Rebecca Oktanesia
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkak memiliki potensi menurunkan hiperkolesterolemia karena mengandung lovastatin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian angkak ko-kultur S. cerevisiae berpengaruh terhadap penurunan kadar hiperkolesterolemia tikus wistar, dengan metode True Experimental Design: Pre and Post Test Control Group Desaign yang terdiri dari 4 kelompok perlakuan dan 1 kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) dan dilanjut menggunakan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan selang kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan angkak ko-kultur S. cerevisiae mampu menurunkan total kolesterol menjadi 79.15 mg/dl, kadar LDL menjadi 13.5 mg/dl, dan trigliserida darah menjadi 42 mg/dl, serta menaikkan kadar HDL darah menjadi 57.75 mg/dl.   Kata kunci: Angkak, Ko-kultur S. cerevisiae, Kolesterol, Lovastatin
STUDI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBUCHA DARI BERBAGAI JENIS DAUN SELAMA FERMENTASI [IN PRESS JANUARI 2016] Prasis Nursyam Suhardini; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kombucha merupakan produk hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter dari bakteri Acetobacter dan beberapa jenis khamir. Teh kombucha adalah minuman fungsional yang dapat melancarkan pencernaan, sebagai antibiotik, antioksidan, dan antibakteri. Dedaunan seperti daun salam, daun jambu, daun sirih, daun sirsak, daun kopi, dan daun teh mengandung fenol dan dapat digunakan sebagai bahan baku kombucha belum dilakukan sampai saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antioksidan kombucha berbagai jenis daun yang mengandung fenol selama fermentasi. Penelitian ini menggunakan meode RAK (Rancangan Acak Kelompok) 1 faktor perlakuan dengan 3 kali ulangan (18 unit). Faktor yang digunakan adalah dedaunan sebagai bahan baku kombucha yaitu: D1 = Daun Teh, D2 = Daun Sirih Hijau, D3 = Daun Kopi, D4 = Daun Salam, D5 = Daun Sirsak, D6 = Daun Jambu. Data dianalisis keragaman ANOVA. Bila data tidak ada interaksi namun di salah satu faktor perlakuan terdapat beda nyata, maka dilakukan uji beda BNT dengan taraf nyata 5%. Pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode Zeleny. Kata Kunci: Antioksidan, Fenol, Kombucha, Daun
KEBAB BAKSO BAKAR: INOVASI KULINER KHAS KOTA MALANG MENJADI MODERN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KULINER BANGSA [IN PRESS JANUARI 2016] Elvina Wulandari; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kuliner yang berasal dari berbagai wilayah, salah satunya Kota Malang yang memiliki kuliner khas bakso bakar. Seiring perkembangan jaman, masyarakat disibukkan dengan pekerjaan maupun pendidikan sehingga lebih menyukai makanan yang praktis dan cepat saji.  Salah satu makanan cepat saji modern yang praktis dan mengandung gizi cukup lengkap adalah kebab. Oleh karena itu penulis bergagasan membuat bisnis inovasi kebab berisi nasi dengan kombinasi makanan khas Malang bakso bakar. Tujuan bisnis kuliner ini adalah melestarikan kuliner bangsa serta menginovasi makanan khas Kota Malang menjadi cepat saji, praktis, enak, bergizi, dan modern. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pemantapan riset pasar dan formulasi produk, perancangan strategi pemasaran, serta sertifikasi produk dan analisis pangan. Hasil yang diperoleh yaitu Kebab Bakso Bakar telah turut melestarikan makanan khas Indonesia terutama Kota Malang dengan memiliki 2 outlet, 1 orang pegawai, mampu memperoleh omset sebesar Rp 5.835.000, serta tengah melakukan pendaftaran hak merek dan sertifikasi PIRT.   Kata Kunci: Bakso Bakar, Indonesia, Inovasi, Kebab, Kuliner
MIE INSTAN BELALANG KAYU (Melanoplus cinereus): KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2016] Nurul Asthami; Teti Estiasih; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang Energi Protein merupakan masalah gizi yang masih banyak terjadi di Indonesia Tercatat pada tahun 2010 prevalensi gizi kurang masih 17.90% dan sebanyak 8 juta anak balita atau 35.60% jumlah keseluruhan balita Indonesia mengalami gizi buruk kategori “stunting” atau tinggi badan lebih rendah dibanding balita normal. Hal tersebut terjadi karena produk olahan yang mencukupi asupan gizi protein dijual dengan harga yang cukup mahal karena sumbernya masih terbatas pada susu sapi. Di sisi lain, tingkat konsumsi mie instan di Indonesia semakin meningkat konsumsi mie instan di Indonesia merupakan kedua terbesar dunia setelah Cina. Keberadaan mie instan di Indonesia mulai menjadi makanan pokok kedua setelah beras. Selain praktis dan mudah penyajiannya, harga mie instan cukup murah dan terjangkau. Sementara belalang kayu dianggap sebagai hewan liar atau hama. Belalang dapat berpotensi sebagai sumber protein non-konvesional atau sumber protein yang belum banyak dikonsumsi oleh masyarakat sehingga perlu penelitian lebih mendalam mengenai kualitas protein yang dikandung oleh belalang.   Kata Kunci: Belalang kayu, Mie instan, Protein
FAKTOR PENGARUH EKSTRAKSI CINCAU HITAM (Mesona palustris BL) SKALA PILOT PLANT: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2016] Yulina Lailatul Maslukhah; Tri Dewanti Widyaningsih; Elok Waziiroh; Novita Wijayanti; Feronika Heppy Sriherfyna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ekstraksi cincau hitam (Mesona palustris BL) telah dilakukan pada skala laboratorium. Cincau hitam mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, glikosida, saponin, terpenoid, steroid, dan sebagainya. Kandungan senyawa bioaktif pada cincau hitam dapat berfungsi sebagai antimutagenik, hepatoprotektor, antioksidan, antibakteri, imunomodulator, berpotensi mencegah terjadinya karsinogenesis, antidiare, antidiabetes, antihipertensi. Hal ini menjadi peluang besar pengembangan ekstrak cincau hitam dari skala laboratorium ke skala industri. Penggandaan skala pilot plant merupakan kunci penghubung pembuatan ekstrak cincau hitam skala laboratorium ke skala industri. Adanya perbedaan kuantitas bahan, kondisi proses dan peralatan diduga akan berpengaruh terhadap ekstrak yang dihasilkan, sehingga pengontrolan proses produksi menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan. Ekstraksi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang selanjutnya akan berpengaruh pula terhadap karakteristik produk yang memanfaatkan ekstrak cincau hitam ini. Produk yang diproduksi skala besar diharapkan mempunyai nilai fungsional yang tetap bagus dengan harga yang terjangkau.   Kata kunci: Cincau Hitam, Ekstraksi, Suplemen, Pilot Plant
BERAS TIRUAN BERBASIS TEPUNG KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium): KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2016] Okky Mahendra Putra Arisandy; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan masyarakat Indonesia yang menjadikan beras sebagai makanan pokok dapat menjadi masalah dalam bidang ketahanan pangan. Berkurangnya lahan tani dan meningkatnya jumlah penduduk, membuat pemerintah harus mengimport beras sebanyak 1,927,563 ton. Ketergantungan masyarakat terhadap beras yang membuat meningkatnya kebutuhan akan beras tentu harus dikurangi. Hal ini membuat diversifikasi pangan sangat diperlukan. Salah satu upaya diversifikasi ini yaitu dengan membuat beras tiruan. Beras tiruan yang dihasilkan dapat menggunakan bahan baku umbi kimpul yang banyak terdapat di Indonesia. Namun dalam proses pengolahannya masih memiliki beberapa kendala yaitu beras yang dihasilkan rapuh atau mudah patah. Sehingga diperlukan alginat yang berfungsi sebagai senyawa pengikat dan pelapis beras tiruan. Untuk itu, diperlukan penambahan alginat agar produk beras tiruan memiliki karakteristik yang baik.   Kata kunci: Alginat, Beras Tiruan, Tepung Kimpul, Umbi Kimpul
EKSTRAKSI ANTIOKSIDAN DAUN SIRSAK METODE ULTRASONIC BATH (KAJIAN RASIO BAHAN : PELARUT DAN LAMA EKSTRAKSI) [IN PRESS JANUARI 2016] Hana Handayani; Feronika Heppy Sriherfyna; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun sirsak salah satu yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional.Senyawa bioaktif dan antioksidan seperti tannin, flavonoid, polifenol, Annonaceuous acetogenius, dan saponin banyak terdapat pada daun sirsak.Senyawa-senyawa tersebut memiliki kemampuan sitotoksik yang dapat menghambat dan mereduksi radikal bebas. Ekstraksi konvensional umumnya memakan waktu yang lama dan melibatkan proses termal yang dapat merusak senyawa antioksidan, sehingga diperlukan metode yang lebih efisien salah satunya menggunakan metode ultrasonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio bahan : pelarut dan lama ekstraksi menggunakan metode ultrasonik sehingga dihasilkan ekstrak daun sirsak terbaik. Penelitian ini disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu rasio bahan : pelarut (1:5, 1:10, 1;15) dan lama ekstraksi (10, 15, 20 menit). Perlakuan terbaik diperoleh dari rasio bahan : pelarut 1:10 (b/v) dan lama ekstraksi 20 menit dengan rendemen 11.72%, kandungan total fenol 15213.33 ppm, kadar flavonoid 45843 ppm, aktivitas antioksidan 78.14% dan nilai IC50 15.58 ppm.   Kata kunci: Antioksidan, Daun Sirsak, Ultrasonik
STRAIN IMPROVEMENT Acetobacter xylinum MENGGUNAKAN ETHYL METHANE SULFONATE (EMS) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI SELULOSA BAKTERI [IN PRESS JANUARI 2016] Raida Amelia Ifadah; Joni Kusnadi; Sudarma Dita Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acetobacter xylinum adalah bakteri yang digunakan pada produksi selulosa bakteri, namun produktivitasnya masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitasnya adalah dengan melakukan strain improvement menggunakan Ethyl Methane Sulfonate (EMS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama waktu kontak EMS optimum yang mampu menghasilkan Acetobacter xylinum mutan dan mengetahui peningkatan selulosa yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan perlakuan EMS 5µl/ml dan lama waktu kontak 1, 2, 3, 4, 5 jam. Isolat mutan yang didapat  diuji kemampuan produksi selulosanya dan dibandingkan dengan wildtype. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mutagenesis EMS 5µl/ml pada Acetobacter xylinum selama 5 jam menghasilkan rasio kematian sebesar 91.75% dan menghasilkan 8 isolat mutan. Isolat  mutan M6 menghasilkan rendemen selulosa 67.19%, nilai ini 36.54% lebih tinggi dibandingkan wildtype. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa penggunaan mutagenesis dengan EMS dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan produksi selulosa dari Acetobacter xylinum.   Kata Kunci: Acetobacter xylinum, Ethyl Methane Sulfonate (EMS), Mutagenesis, Selulosa bakteri
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SUPLEMEN HERBAL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.): KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2016] Mega Leny Puspitasari; Tara Viantya Wulansari; Tri Dewanti Widyaningsih; Jaya Mahar Maligan; Nur Ida Panca Nugrahini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres oksidatif merupakan suatu kondisi yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan sistem pertahanan antioksidan di dalam tubuh. Konsumsi suplemen herbal menjadi trend saat ini untuk menjaga kesehatan (preventif) karena dianggap mempunyai banyak manfaat dan khasiat dan tanpa efek samping. Daun sirsak (Annona muricata L) dan kulit manggis (Garcinia mangostana L) merupakan salah satu bahan yang digunakan sebagai suplemen herbal dan sangat popular di pasaran. Pada daun sirsak ditemukan senyawa acetogenin yang bermanfaat mengobati berbagai penyakit. Senyawa α-mangostin merupakan senyawa paling banyak yang ditemukan dalam kulit buah manggis dan berfungsi sebagai antioksidan. Tingginya kandungan senyawa fenolik telah diketahui memiliki berbagai efek biologis seperti aktivitas antioksidan melalui mekanisme sebagai pereduksi, penangkap radikal bebas, pengkhelat logam, peredam terbentuknya oksigen singlet serta pendonor elektron.   Kata kunci: Daun sirsak, Kulit manggis, Stres oksidatif, Suplemen herbal
STUDI PEMBUATAN KEFIR NIRA SIWALAN (Borassus flabellifer L.) (PENGARUH PENGENCERAN NIRA SIWALAN DAN METODE INKUBASI) [IN PRESS JANUARI 2016] M Fatkhul Mubin; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nira siwalan merupakan salah satu produk hasil pohon siwalan (Borassus flabellifer) dengan kandungan gula yang tinggi. Kandungan gula yang tinggi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai minuman probiotik antara lain water kefir. Water kefir terdiri dari berbagai mikroba yang kompleks, sehingga dibutuhkan metode inkubasi serta jumlah pemenuhan nutrisi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengenceran nira siwalan dan metode inkubasi terhadap produk akhir kefir nira siwalan. Penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu pengenceran nira (1:5 dan 1:7) dan metode inkubasi (25 oC selama 24 jam, 37 oC selama 12 jam dan 37 oC selama 4 jam). Perlakuan terbaik adalah kefir nira siwalan dengan perlakuan metode inkubasi suhu 25 oC selama 24 jam dengan pengenceran nira siwalan 1:7 yakni dengan nilai total BAL  5.62 x 107 cfu/ml; total khamir 1.20 x 106 cfu/ml; pH 3.73; total asam 0.86%; dan total gula sebesar 10.33 %.   Kata Kunci: Diversifikasi Produk, Metode Inkubasi, Nira Siwalan, Water Kefir