cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2017)" : 10 Documents clear
TINJAUAN PUSTAKA: AIR ALKALI DAN AIR TEROKSIGENASI SEBAGAI PENYEDUH KOPI Ardissa Ditrisia Ardianti; Kiki Fibrianto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat konsumsi kopi pada masyarakat Indonesia mencapai angka yang cukup tinggi. Menurut data AEKI, pada 2010 konsumsi kopi Indonesia mencapai 800 gram per kapita dengan total kebutuhan kopi mencapai 190 ribu ton. Sedangkan pada 2014, konsumsi kopi Indonesia telah mencapai 1.03 kilogram per kapita dengan kebutuhan kopi mencapai 260 ribu ton.  Kualitas dari minuman kopi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu genetik dari tanaman kopinya, ketinggian penanaman kopi, cuaca, penanaman kopi, tingkat kesehatan, praktik agronomi, budaya, kualitas tanaman, pemanenan, penyimpanan, roasting, dan proses penyiapan minuman. Terdapat artikel populer yang menyatakan bahwa salah satu yang dapat mempengaruhi sensori kopi adalah air seduhannya, salah satunya adalah dengan menggunakan air alkali dan air beroksigen Kata kunci: Air Alkali, Air Teroksigenasi, Kopi, Persepsi Multisensoris 
OPTIMASI PROSES PEMBUATAN BREM PADAT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH JERUK Montanus Barep Hiovenaguna; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brem padat merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia khas Madiun yang dibuat dengan proses fermentasi beras ketan. Dalam rangka diversifikasi produk brem yang ada di pasaran serta pemanfaatan komoditas jeruk dari kota Batu yang melimpah maka dilakukan inovasi penambahan sari jeruk pada brem padat. Proses tersebut memerlukan optimasi khususnya pada lama fermentasi dan proporsi penambahan sari buah jeruk yang diduga dapat berpengaruh terhadap total gula, total asam, dan rendemen yang dihasilkan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Center Composite Design yang menggunakan Metode Permukaan Respon (RSM) dengan 2 faktor yaitu lama fermentasi dalam rentang 5 hari hingga 9 hari dan proporsi sari buah jeruk dalam rentang 8% hingga 42%. Respon yang ingin diperoleh adalah total gula, total asam, dan rendemen dengan 5 center point dan menghasilkan 13 perlakuan percobaan yang akan dianalisis dan dioptimasi menggunakan software Design Expert 7.0.0 serta dilakukan verifikasi terhadap solusi yang dihasilkan. Hasil optimasi dengan menggunakan RSM menunjukkan bahwa kondisi optimum proses pembuatan brem padat dengan flavor jeruk dengan kajian lama fermentasi dan proporsi sari buah jeruk adalah 5 hari fermentasi dan penambahan proporsi sari buah jeruk 8%. Hasil verifikasi menunjukan brem padat yang diproses dengan menggunakan kondisi optimum mempunyai nilai total gula 71.93%, total asam 1.56%, dan rendemen 28.43%. Kata kunci: Brem, Optimasi, Sari Jeruk
PENGARUH SUHU DAN LAMA PEMASAKAN TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK LABU KUNING (WALUH) Ovrida Wahyu Nilasari; Wahono Hadi Susanto; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labu kuning merupakan tanaman yang mudah tumbuh di berbagai daerah mulai dari dataran tinggi hingga dataran rendah. Ketersediaan labu kuning di Indonesia relatif tinggi, menurut data BPS produksi labu kuning di Indonesia pada tahun 2011 produksinya mencapai 428.197 ton. Labu kuning sangat potensial untuk dikembangkan menjadi produk pangan olahan berbasis pangan lokal yaitu lempok labu kuning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan lama dan suhu pemasakan sehingga menghasilkan produk yang sesuai dengan syarat mutu lempok. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I adalah lama waktu pemasakan yang terdiri dari 3 level (90, 120, dan 150 menit). Faktor II adalah suhu pemasakan yang terdiri dari 3 level (70±20C, 80±20C, dan 90±20C). Hasil pengamatan akan dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dilanjutkan uji DMRT 1%. Perlakuan terbaik lempok labu kuning dengan metode Zeleny yaitu lempok labu kuning dengan suhu pemasakan 80±20C selama 120 menit dengan nilai kadar air (27.61%), total gula (43.28%), total karoten 15.39 µg/g, serat kasar (4.53%), tekstur (8.80 N), tingkat kecerahan L+ (46.34), tingkat kemerahan a* (8.55), tingkat kekuningan b* (24.05), nilai warna lempok labu kuning 3.48 (agak menyukai), nilai aroma lempok labu kuning 3.47 (agak menyukai), nilai rasa lempok labu kuning 3.63 (suka), dan nilai tekstur lempok labu kuning 3.75 (suka). Kata Kunci: Labu Kuning, Lempok, Suhu, Lama Pemasakan 
PENGARUH FORMULASI TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK EFFERVESCENT JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava var. pomifera) Triana Rebecca Tampubolon; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pengolahan effervescent, maka diperlukan jumlah agent sparkling yang tepat pada pembuatan serbuk effervescent jambu biji merah. Metode penelitian yang digunakan adalah RAK yang terdiri atas 9 formula. Modifikasi dilakukan terhadap jumlah agent sparkling (asam sitrat dan natrium bikarbonat) dan jumlah zat pengisi (sukrosa). Hasil yang didapatkan dari penelitian yakni faktor fomula berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap pH, kadar air, total asam, vitamin C, waktu larut, total padatan terlarut, dan kelarutan. Formulasi tidak berpengaruh nyata (α=0,05) pada derajat kecerahan (L*), derajat kemerahan (a*), derajat kekuningan (b*). Perlakuan terbaik didapatkan pada effervescent F7 (jumlah asam sitrat sebesar 1 g, natrium bikarbonat sebesar 0,5 g, dan sukrosa sebesar 2,25 g) yang memiliki waktu larut 0,04 g/s, total padatan terlarut 5,27 %oBrix, derajat kecerahan (L*) 73,17, derajat kemerahan (a*) 10,53, derajat kekuningan (b*) 15,60, tingkat kelarutan 70,04%, kadar pH 4,40, kadar air 5,84%, total asam 10,65%, dan vitamin C 114,65 mg/100g. Kata Kunci: Formulasi, Jambu Biji, Serbuk Effervescent.
PEMBUATAN LEMPOK NANGKA (Artocarpus heterophyllus) (KAJIAN TINGKAT KEMATANGAN BUAH NANGKA BUBUR DAN KONSENTRASI MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, ORGANOLEPTIK) Kiki Diah Amalia; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Nangka merupakan salah satu jenis produk unggulan Kota Malang dengan produktivitas per tahun sebesar 752.32 ton. Budidaya Buah Nangka di Malang berlokasi di Kelurahan Cemoro kandang, Kec Kedungkandang. Jenis nangka yang digunakan adalah nangka bubur karena daging buahnya yang lembek seperti bubur, sehingga diharapkan produk menyerupai tekstur lempok durian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah nangka dan konsentrasi maizena terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik lempok nangka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu faktor 1 tingkat kematangan buah nangka (matang; lewat matang) dan konsentrasi maizena (0%, 2%, 4% dan 6%) dari berat slurry buah. Perlakuan terbaik berdasarkan karakteristik fisik-kimia-organoleptik yaitu pada buah matang konsentrasi maizena 2%. Produk ini memiliki karakteristik kadar air 22,88%; serat 6,94%; total gula 34,02%; kadar pati 7,67%; vitamin C 3,154 (mg/100g); tekstur 8,23; warna L* 54,7; warna a* 0,57; warna b* 34,50. Pada parameter organoleptik memiliki karakteristik warna 4,04; aroma 3,51; rasa 3,69; tekstur 3,62. Kata kunci: Fisik, Kimia, Lempok Nangka, Organoleptik 
PENGARUH LAMA FERMENTASI DAN PROPORSI PENAMBAHAN KONSENTRAT BUAH APEL MANALAGI (Malus sylvestris Mill) TERHADAP PENENTUAN NILAI OPTIMUM BREM PADAT Christovorus Gusung Saputra; Simon Bambang Widjanarko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brem padat merupakan makanan tradisional Indonesia yang berasal dari proses fermentasi beras ketan putih. Pembuatan brem pada saat ini juga sudah berkembang dengan menggunakan bahan tambahan perisa sintetik sehingga menambah varian rasa. Namun fermentasi brem padat cukup lama karena memakan waktu 7 hari dan saat ini belum ada pembuatan brem padat dengan perisa buah asli seperti konsentrat apel. Sehingga perlu diketahui apakah perbedaan lama fermentasi dan penggunaan perisa alami seperi Apel Manalagi salah satunya mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas brem padat secara optimum.. Penelitian ini dilakukan dengan Metode Kurva Permukaan dengan faktor lama fermentasi dan proporsi konsentrat dan respon rendemen, derajat keputihan, tekstur dan total gula. Hasil penelitian menunjukan kondisi optimum pembuatan brem padat adalah lama fermentasi 5 hari dan proporsi 8% dengan analisis respon rendemen 29.28%, derajat keputihan 48.56, tekstur 32.10 N/s, dan total gula 70.64%. Namun untuk respon tekstur dan total gula tidak sesuai dengan verivikasi karena perbedaan yang melebihi angka 5%. Kata kunci: Brem, Dakian Tercuram, Ubi Kayu
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN DENGAN METODE CABINET DRYER TERHADAP KARAKTERISTIK MANISAN KERING APEL VARIETAS ANNA (Malus domestica BORKH) Zerlin Ulfa Shabrina; Wahono Hadi Susanto
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apel berhasil dikembangkan dengan baik di Kota Batu, Jawa Timur. Terdapat 3 varietas apel yang dikembangkan yaitu apel Anna, apel Romebeauty dan apel Manalagi. Apel anna kurang disukai untuk dikonsumsi langsung karena memiliki rasa asam, sehingga dapat dioptimalkan untuk pembuatan manisan kering. Tujuan peneltian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap karakteristik manisan kering apel anna, sehingga didapatkan produk yang sesuai dengan syarat mutu produk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I suhu pengeringan terdiri dari 3 level (500C, 600C dan 700C) dan faktor II lama pengeringan terdiri dari 3 level (7 jam, 8 jam dan 9 jam). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan uji DMRT atau BNT 1%. Perlakuan terbaik dengan metode Zeleny yaitu suhu pengeringan 600C selama 7 jam. Hasil perlakuan terbaik, yaitu kadar air 25,08%; total gula 54.98%; vitamin C 6.00 mg/100g; serat kasar 1.28%; kecerahan (L+) 67.10; kemerahan (a+) 10.97; kekuningan (b+) 12.30; tekstur 23.83 N. Parameter organoleptik aroma 3.40 (suka); rasa 4.15 (suka); warna 4.12 (suka) dan tekstur 3.78 (suka). Kata kunci: Apel Varietas Anna, Manisan Kering, Pengeringan
PENGARUH KOMBINASI SUKROSA DAN MALTODEKSTRIN TERHADAP SIFAT FISIKO KIMIA DAN ORGANOLEPTIK SUSU KEDELAI KENTAL MANIS Dede Sitta Fajarwati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu kedelai adalah produk olahan kacang kedelai dan merupakan pengganti susu sapi. Namun, susu kedelai banyak ditemui dalam bentuk cair sehingga daya simpannya tidak lama. Tujuan penelitian ini adalah membuat susu kedelai kental manis sebagai upaya pengawetan susu kedelai serta untuk memperoleh susu kental manis berbasis susu kedelai yang sehat dengan memformulasikan sukrosa dan maltodekstrin. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor konsentrasi sukrosa (5%, 10%, dan 15%) dan konsentrasi maltodekstrin (4% dan 5%) dengan 3 kali ulangan. Perlakuan terbaik berdasarkan uji organoleptik ialah pada susu kedelai kental manis dengan 10% sukrosa dan 5% maltodekstrin. Sedangkan, berdasarkan sifat fisikokimianya, perlakuan terbaik ialah pada kombinasi sukrosa 10% dan maltodekstrin 5% yang menghasilkan kadar lemak 2.13%, kadar protein 2.49%, aw 0.83, total gula 31.67%, dan viskositas 2692 cP. Kata Kunci: Maltodekstrin, Sukrosa, Susu Kedelai, Susu Kental Manis. 
PENAMBAHAN SARI BUAH MURBEI (Morus alba L) DAN GELATIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKO-KIMIA DAN MIKROBIOLOGI YOGHURT SUSU KEDELAI Dila Rahmawati; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Produk fermentasi dari susu kedelai atau biasa disebut soyghurt, memiliki kelebihan bebas laktosa, bebas kolesterol, mengandung lemak yang rendah, dan memiliki protein yang tinggi. Varian rasa pada produk soyghurt yang biasa dibuat hanya sebatas dari perisa. Salah satu buah yang dapat digunakan untuk penambahan pada proses pembuatan soyghurt yaitu buah murbei. Buah murbei kaya akan mineral terutama zat besi, antioksidan anthocyanins dan resveratrol, serta vitamin C dan B kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio penambahan sari buah murbei dan susu kedelai serta gelatin terhadap karakteristik fisiko-kimia, mikrobiologi, dan organoleptik soyghurt. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor I adalah konsentrasi sari buah murbei (5%, 10%, dan 15%) dan faktor II konsentrasi gelatin (0.10 , 0.15%, dan 0.20%). Data dianalisis dengan analisis ANOVA. Uji lanjut dilakukan dengan menggunakan metode BNT atau DMRT dengan taraf nyata 5%. Penentuan perlakuan terbaik dengan menggunakan metode Zeleny. Perlakuan terbaik pada sampel dengan penambahan sari murbei 15% dan gelatin 0.15% memiliki nilai pH sebesar 4.37, total asam 0.76%, aktivitas antioksidan 68.67%, warna L* (kecerahan) 68.21, warna a* (kemerahan) 4.75, warna b* (kekuningan) 10.50, viskositas 168 cP, total Bakteri Asam Laktat pada perlakuan ini adalah log 5.56 CFU/ml. Kata Kunci: Kedelai, Sari Murbei, Gelatin, Soyghurt 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBUCHA JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) (KAJIAN VARIETAS JAHE DAN KONSENTRASI MADU) Mega Kristanti Ayuratri; Joni Kusnadi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe mengandung komponen bioaktif yaitu minyak atsiri yang dapat berperan sebagai antibakteri. Sari jahe dapat diolah menjadi minuman kombucha, salah satu minuman fermentasi. Penambahan madu dapat digunakan sebagai pemanis dan sumber nutrisi dalam pembuatan minuman kombucha serta dapat berperan sebagai antibakteri. Oleh karena itu, dalam penelitian ini tiga varietas lokal jahe dan madu randu dipilih sebagai bahan pembuatan minuman kombucha yang difermentasi 12 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor. Faktor I yaitu varietas jahe (jahe emprit, jahe gajah, dan jahe merah). Faktor II yaitu konsentrasi madu (10%, 15%, 20%). Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dengan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) atau DMRT 5% apabila terdapat interaksi antara kedua faktor. Hasil yang didapatkan setelah kombucha jahe difermentasi 12 hari yaitu konsentrasi penambahan madu berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap nilai pH, total asam, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kedua faktor berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap total gula, total fenol, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*), dan tingkat kekuningan (b*), namun kedua faktor tidak berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap total mikroba. Terdapat interaksi antara dua faktor terhadap total fenol, tingkat kecerahan (L*), tingkat kemerahan (a*) dan tingkat kekuningan (b*). Perlakuan terbaik didapatkan pada kombucha jahe dengan jenis jahe merah dan penambahan madu konsentrasi 20% yang memiliki pH 2.64, total asam 1.78%, total fenol 1114.70 ppm, total gula 15.63%, total mikroba 6.35 log CFU/ml, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus sebesar 20.42 mm, aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli sebesar 8,12 mm, tingkat kecerahan (L*) 50.93, tingkat kemerahan (a*) 7.30, dan tingkat kekuningan (b*) 22.67. Kata Kunci : Jahe, Kombucha, Penambahan Madu.

Page 1 of 1 | Total Record : 10