cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2018)" : 10 Documents clear
STUDI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK PRODUK CROISSANT DI KOTA MALANG Jaya Mahar Maligan; Yuke Pamelasari
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.1

Abstract

ABSTRAK Croissant merupakan salah satu jenis produk pastry yang diminati konsumen sehingga para pelaku industri bakery di Kota Malang harus mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap croissant untuk meningkatkan minat dan penjualannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan persepsi konsumen terhadap atribut organoleptic pada 8 merek croissant yang dijual di Kota Malang. Data uji organoleptik diperoleh dari survey random sampling pada 107 orang responden, kemudian data dianalisis dengan uji nonparametrik Friedman selang kepercayaan 95%, dilanjutkan uji perbandingan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan preferensi konsumen tehadap produk croissant berdasarkan pengujian pada karakteristik organoleptik yang meliputi parameter warna, rasa, aroma, tekstur dan kenampakan croissant. Kata Kunci: Croissant, Preferensi Konsumen, Karakteristik organoleptik. Study of Consumer Preference of Organoleptic Properties of Croissant Products in Malang CityABSTRACT  Croissants are one of the types of pastry products that are in demand by consumers so the bakery industry players in Malang City must know the needs and desires of consumers for croissants to increase their interest and sales. The purpose of this study was to determine differences in consumer perceptions of organoleptic attributes on 8 brands of croissants sold in Malang City. Organoleptic test data was obtained from random sampling surveys on 107 respondents, then the data were analyzed by Friedman nonparametric test with a confidence interval of 95%, followed by multiple comparison tests. The results showed that there were differences in consumer preferences towards croissant products based on testing on organoleptic characteristics including color parameters, taste, aroma, texture and appearance of croissants.   .  Keywords: Consumer Preference, Croissant, Organoleptic properties 
PENGARUH KONSENTRASI MEDIA PENYALUT DAN LAMA ULTRASONIKASI TERHADAP UKURAN PARTIKEL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANO EKSTRAK BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) Christian Tri Wahyudi; Sudarma Dita Wijayanti; Harijono Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.2

Abstract

Bawang putih mempunyai senyawa bioaktif utama, yaitu allicin, terutama karena kemampuannya sebagai antioksidan. Senyawa yang masih berukuran besar lebih sulit diserap oleh tubuh dibandingkan dengan senyawa yang berukuran nano. Salah satu metode nanoteknologi yang dapat digunakan untuk pengecilan ukuran adalah ultrasonikasi. Dalam proses tersebut sering kali digunakan zat penyalut yang ditujukan untuk memerangkap atau melapisi senyawa yang sudah diubah menjadi berukuran nano karena ultrasonikasi. Zat  penyalut ini dapat melapisi senyawa bioaktif yang terdiri dari lebih dari satu komponen. Zat penyalut yang banyak digunakan adalah campuran kitosan dan Sodium Tri Polipospat (STPP). Penyalut dengan kitosan/STPP dengan konsentrasi 1.33/0.17% dan ultrasonikasi pada frekuensi 40 KHz selama 30 menit merupakan perlakuan terbaik dan menghasilkan ekstrak nano dengan ukuran partikel rata – rata sebesar 240.7 nm, viskositas sebesar 31.67 cP, dan nilai IC50 sebesar 8024.58 ppm. Kata Kunci : Bawang putih tunggal, Nanoteknologi, Ultrasonik
PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK SUSU KEDELAI (KAJIAN JENIS KEDELAI DAN KONSENTRASI ENZIM PAPAIN) Mar'atus Soleha; Jaya Mahar Maligan; Yunianta Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.3

Abstract

Susu kedelai sering digunakan sebagai alternatif pengganti susu sapi, karena memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah dengan susu sapi serta harganya lebih terjangkau. Kedelai memiliki kandungan antigizi yang dapat mengganggu tercernanya protein di dalam tubuh. Penambahan enzim papain diharapkan mampu menghidrolisis protein dalam kedelai menjadi asam amino sederhana sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Nested Design dengan 2 faktor. Faktor I jenis kedelai (kedelai sayur, kedelai hitam, kedelai kuning), faktor II konsentrasi enzim papain (100 ppm, 200 ppm, 300 ppm). Berdasarkan karakteristik kimia dan fisik, susu kedelai terbaik adalah perlakuan jenis susu kedelai hitam dengan konsentrasi enzim papain 300 ppm (K2P3). Nilai protein terlarut 0,34%, N Amino 0,02%, pH 6,6; viskositas 5,00; kecerahan (L) 77,1; kehijauan (a) -3.4 dan kekuningan (b) 14.3. Sedangkan perlakuan terbaik berdasarkan karakteristik organoleptik diperoleh pada perlakuan jenis kedelai kuning dengan konsentrasi enzim papain 200 ppm Kata Kunci : Enzim papain, Hidrolisis enzimatis, Kedelai, Susu kedelai
PERUBAHAN KARAKTERISTIK KEFIR SELAMA PENYIMPANAN : KAJIAN PUSTAKA Faizatur Rohmah; Teti Estiasih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.4

Abstract

Kefir grains mengadung berbagai jenis bakteri asam laktat dan khamir. Penyimpanan kefir dalam suhu rendah dapat memperlambat aktivitas mikroba didalam kefir grains. Aktifitas metabolisme mikroba pada saat penyimpanan masih terus berlanjut dan akan mempengaruhi karakteristik kefir yang juga akan mempengaruhi tingkat penerimaannya. Review paper ini akan membahas tentang perubahan karakteristik kefir selama penyimpanan pada suhu rendah. Pembahasan detail review ini meliputi perubahan mikrobiologi, fisikokimia dan sensori. Kata Kunci: Fisikokimia, Kefir, Mikrobiologi, Penyimpanan, Sensori
KAJIAN METODE PENGERINGAN DAN RASIO PENYEDUHAN PADA PROSES PEMBUATAN TEH CASCARA KOPI ARABIKA (Coffea arabika L.) Dzurratun Nafisah; Tri Dewanti Widyaningsih
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.5

Abstract

Pada tahun 2014 produksi kopi Indonesia tercatat sebesar 643.857 ton. Berdasarkan banyaknya jumlah produksi kopi yang ada, maka pengolahan kopi akan menghasilkan banyak limbah kulit buah kopi. Salah satu pemanfaatan limbah kulit buah kopi adalah dengan mengolahnya menjadi teh cascara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan dan rasio penyeduhan teh cascara serta interaksi antar kedua faktor terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik teh cascara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor I adalah metode pengeringan (sinar matahari; cabinet drying) dan faktor II adalah rasio penyeduhan teh kering : air (1:100; 3;100; 5:100) dangan 4 kali ulangan. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan menggunakan metode Multiple Atribute Zeleny. Perlakuan terbaik ada pada minuman teh cascara dengan metode pengeringan sinas matahari dan rasio penyeduhan 3:100 dengan total fenol 743.82 mg/L; kadar tanin 136.78 mg/L; derajat keasaman (pH) 4.53; kadar kafein 17.27 mg/L; aktivitas antioksidan IC50 233.96 ppm; nilai kecerahan (L*) 32.07. Kata Kunci: Cascara, Kulit Buah Kopi, Pengeringan, Rasio Penyeduhan, Teh
OPTIMASI SUHU DAN WAKTU PEMANASAN TERHADAP PROFIL WARNA MINUMAN SARI TEBU Riyadlul Akbar; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.6

Abstract

ABSTRAK Sari tebu memiliki kandungan sukrosa dan membuatnya mudah mengalami kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme, sehingga perlu dilakukan proses pengolahan dengan pemanasan. Di sisi lain, sari tebu juga dapat mengalami kerusakan akibat proses pengolahan yaitu reaksi pencoklatan non enzimatis (karamelisasi), sehingga perlu dilakukan optimasi pada proses pemanasan dengan Response Surface Methodology. Penelitian bertujuan untuk mengetahui suhu dan waktu yang optimum pada proses pemanasan sehingga didapat sari tebu dengan profil warna yang optimum sehingga didapatkan suhu dan waktu pemanasan yang optimal untuk mencegah kerusakan akibat aktivitas mikroorganisme dan kerusakan akibat proses pengolahan. Hasil optimasi yang didapat pada proses pemanasan sari tebu yaitu pada suhu pemanasan 85OC dan waktu pemanasan 1 menit. Sari tebu dengan perlakuan optimum mempunyai total sukrosa sebesar 12.86%; kadar air sebesar 87.13%; %brix sebesar 12.87%; gula reduksi sebesar 1.53% dan Total Plate Count sebesar 8.53 x 106 koloni/ml. Kata Kunci: Karamelisasi, Metode Respon Permukaan, Sari Tebu. ABSTRACT Sugar cane juice has a high sucrose content and makes it susceptible to damage due to microorganism activity, so it needs to be processed by heating. On the other hand, sugar cane juice can also damaged due to processing, namely non-enzymatic browning reactions (caramelization), so it is necessary to optimize the heating process with Response Surface Methodology. The heating process carried out needs to be optimized to get the optimal temperature and heating time to prevent damage due to microorganism activity and damage due to processing. Optimization results obtained in the process of heating sugar cane juice is at 85oC heating temperature and heating time of 1 minute. Sugar cane juice with optimum treatment has a total sucrose of 12.86%; moisture content of 87.13%; % brix of 12.87%; reduction sugar of 1.53% and total plate count of 8.53 x 106 colonies/ml. Keywords: Caramelization, Responses Surface Methodology, Sugarcane Juice
PENGARUH PENAMBAHAN SANTAN KELAPA TERHADAP KUALITAS DONAT Andina Kristy Novitasari; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.7

Abstract

Donat merupakan pangan olahan berbahan dasar tepung terigu, telur, gula, ragi, dan margarin yang difermentasikan dalam waktu tertentu dan digoreng dengan metode penggorengan menggunakan minyak banyak (deep frying). Donat memiliki bentuk seperti cincin. Metode penelitian yang digunakan ialah metode Response Surface Method (RSM) dengan desain rancangan one factor. Faktor yang dikaji yaitu konsentrasi penambahan santan kelapa (X1) dan respon yang akan dioptimasi yaitu kualitas donat dengan menggunakan pengukuran kekerasan (R1), cohesiveness (R2) dan springiness (R3) pada penyimpanan selama 4, 24, dan 48 jam. Konsentrasi santan kelapa yang ditambahkan yaitu, 0%, 15%, 30%, 45%, dan 60%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan santan kelapa berpengaruh terhadap kualitas donat. Konsentrasi penambahan santan kelapa optimum yaitu 30.48% dengan profil tekstur kekerasan sebesar 15.62 mJ, cohesiveness sebesar 0.77 dan springiness sebesar 4.19 mm. Penambahan santan kelapa berpengaruh terhadap kadar air dan daya serap minyak donat (α=0.05), yaitu kadar air 29.48% dan daya serap minyak 9.31%. Kata kunci: Daya Serap Minyak, Donat, Kadar Air, Kualitas, Santan Kelapa.
INOVASI SUSU ALMOND DENGAN SUBSTITUSI SARI KECAMBAH KEDELAI SEBAGAI SUMBER PROTEIN NABATI Sarah Sri Damayanti; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.8

Abstract

Produk olahan almond kini semakin bervariasi, bukan hanya untuk produk makanan  melainkan juga minuman. Salah satu minuman berbasis almond yang mulai diminati adalah susu almond. Namun, kadar protein larut air yang rendah pada susu almond tidak memenuhi standar SNI , maka susu almond harus ditambahkan sumber protein dari luar, seperti kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor I adalah teknik blanching almond (water blanching dan steam blanching). Faktor II adalah lama waktu perkecambahan kedelai (12 jam, 20 jam, 28 jam, dan 36 jam). Perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan steam blanching almond dan perkecambahan kedelai 36 jam. Hasil analisis perlakuan terbaik produk mempunyai kadar air sebanyak 81.15%, kadar protein 15.01%, kadar lemak 1.99%, karbohidrat by difference 1.11%, kadar abu 0.75%, dan natrium 87.72 ppm. Kata Kunci : Asam Fitat, Blanching, Lama Perkecambahan, Protein Larut Air, Tanin
PENGARUH KONSENTRASI MAIZENA DAN LAMA PEMASAKAN DENGAN SUHU TETAP TERHADAP KARAKTERISTIK LEMPOK APEL MANALAGI Annisa Ayu Pratiwi; Wahono Hadi Susanto; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.9

Abstract

Total produksi apel di Kota Batu mencapai 22.000 ton/tahun. Namun, sekitar 4.000 ton apel belum dimanfaatkan secara optimal. Apel dapat diolah menjadi lempok yang merupakan pangan tradisional berbentuk semi basah. Pada proses pembuatan lempok, lama pemasakan dan konsentrasi penambahan maizena berpengaruh terhadap konsistensi gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi penambahan konsentrasi maizena dan lama pemasakan dengan suhu tetap terhadap karakteristik lempok apel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari tingkat lama pemasakan yaitu 1, 1.5 dan 2 jam serta konsentrasi maizena 5, 7.5 dan 10%. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT dan DMRT. Lama pemasakan dengan suhu tetap dan konsentrasi maizena berpengaruh terhadap karakteristik lempok apel manalagi. Hasil penelitian menunjukkan, lempok apel terbaik berdasarkan parameter kimia dan fisik adalah lempok apel dengan perlakuan lama pemasakan 2 jam dan konsentrasi maizena 10%. Produk terbaik berdasarkan organoleptik adalah lempok apel dengan perlakuan lama pemasakan 1,5 jam dan konsentrasi maizena 7,5%. Kata Kunci : Apel, Lama Pemasakan, Lempok, Maizena
PENGARUH PROPORSI TELUR DAN GULA SERTA SUHU PENGOVENAN TERHADAP KUALITAS FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK PADA BOLU BEBAS GLUTEN DARI PASTA UBI KAYU (Manihot Esculenta) Rahma Hambyah Imami; Aji Sutrisno
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2018.006.03.10

Abstract

Bolu adalah produk bakery yang dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, lemak dan bahan pengembang kemudian dipanggang. Namun penggunaan tepung terigu mengakibatkan meningkatnya nilai impor gandum sehingga pada penelitian ini tepung terigu disubtitusi dengan pasta ubi kayu. Penambahan telur dan gula serta penggunaan suhu pengovenan akan mempengaruhi struktur, volume pengembangan, dan warna bolu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proporsi telur dan gula serta suhu pengovenan yang sesuai sehingga dihasilkan bolu bebas gluten dengan kualitas menyerupai bolu tepung terigu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor. Faktor I adalah proporsi telur dan gula (g/g) yaitu 120:90, 140:70, 160:50. Faktor II adalah suhu pengovenan yaitu 150°C dan 170°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua faktor berpengaruh nyata (α=0.05) terhadap volume pengembangan, porositas, warna crust, springiness, dan hardness. Perlakuan terbaik adalah perlakuan proporsi telur dan gula 160 g : 50 g pada suhu pengovenan 170°C. Kata Kunci: Bolu, Gula, Suhu, Pengovenan Telur

Page 1 of 1 | Total Record : 10