cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 4 (2019)" : 6 Documents clear
FORMULASI PERMEN PEREDA RADANG TENGGOROKAN DARI DAUN PECUT KUDA (Stacytarpheta jamaicensis) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Vritta Amroini Wahyudi; Puspa Seqip; Nur Sahirah; Noverita Resya
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.04.4

Abstract

Daun pecut kuda (Stachytaroheta jamaicensis) merupakan tanaman dari famili Verbenaceae yang telah diteliti dan terbukti memiliki beberapa bioaktivitas seperti antimikroba, antioksidan, dan antiinflamatori. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi pembuatan permen pereda tenggorokan dari ekstrak daun pecut kuda sebagai langkah dukungan diversifikasi pangan fungsional. Perlakuan terbaik dipilih melalui perbandingan parameter analisis dengan SNI Permen (Kembang Gula Keras) 01-3547-2008 dan uji daya hambatnya terhadap bakteri Streptococcus pyogenes. Pada desain penelitian, terdapat penambahan perlakuan perasa daun mint untuk bentuk inovasi awal pemberian rasa alami. Formulasi yang baik dalam pembuatan permen adalah dengan penambahan 30% ekstrak daun pecut kuda dengan penambahan perasa alami daun mint. Formulasi terbaik memiliki kemampuan daya hambat sebesar 8,3 mm terhadap bakteri Streptococcus pyogenes dengan parameter uji kadar air (0,26%), abu (0,12%), dan gula reduksi (0,26%) yang sesuai dengan SNI Permen Keras 01-3547-2008. Permen diketahui positif mengandung alkaloid, tanin, dan saponin
PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKOLOID DAN KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK SELAI LEMBARAN PEPAYA (Carica Papaya L.) Mulidavi Mutya Rochmah; M. Khoiron Ferdyansyah; Fafa Nurdyansyah; Rizky Muliani Dwi Ujianti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.04.5

Abstract

Buah pepaya merupakan buah yang bisa tumbuh sepanjang tahun namun cepat mengalami pembusukan sehingga diperlukan suatu pengolahan untuk meningkatkan nilai ekonomis dari buah pepaya yaitu dibuat selai lembaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan hidrokoloid dan konsentrasi sukrosa yang berbeda terhadap karakteristik fisik dan organoleptik selai lembaran pepaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yaitu penambahan hidrokoloid yang berbeda (konjak, karagenan, campuran konjak dengan karagenan), dan penambahan sukrosa dengan konsentrasi yang berbeda (45%, 55% dan 65%). Hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Variant (ANOVA) dan dilakukan uji lanjut dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan adanya penambahan hidrokoloid dan dengan semakin tinggi konsentrasi sukrosa yang ditambahkan berpengaruh nyata terhadap nilai hardness, cohesiveness, springiness, adhesion, dan kuat tarik. Penambahan gula dengan konsentrasi yang lebih tinggi akan menurunkan nilai sineresis, warna L* dan b*, sedangkan warna a* semakin mengalami peningkatan. Hasil uji organoleptik berpengaruh nyata terhadap nilai kekenyalan sedangkan nilai kelengketan, warna, rasa, aroma, dan overall  tidak berpengaruh secara nyata. Perlakuan terbaik menurut panelis adalah selai lembaran pepaya yang dibuat dari campuran konjak dengan karagenan serta gula 55%.
FORMULASI SOSIS DARI KERANG HIJAU DAN TEPUNG TEMPE DENGAN VARIASI KONSENTRASI AIR DAN AGAR-ALGINAT Anugerah Dany Priyanto; Sri Djajati
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.04.1

Abstract

Sosis merupakan produk olahan dengan bahan baku utama sumber tinggi protein yang salah satunya yaitu hasil perikanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu memperbaiki sifat sensoris dan sifat fisik dari sosis yang terbuat dari kerang hijau dengan menambahkan tepung tempe dengan studi penambahan konsentrasi air yang bervariasi serta perbedaan konsentrasi hidrokoloid khususnya agar-alginat. Penelitian tahap pertama yaitu penentuan proporsi kerang hijau dan tepung tempe. Perlakuan terbaik dari tahap pertama dilanjutkan pada tahap kedua yaitu terfokus pada penambahan konsentrasi air dan konsentrasi agar-alginat. Rancangan penelitian yang digunakan pada tahap pertama dan kedua adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperolah pada proporsi kerang hijau dan tepung tempe sebesar 50% : 50% dengan penambahan konsentrasi air 60% serta penggunaan agar-alginat sebesar 2% memiliki kadar air 62,72 ± 2,92%, tekstur 0,28 ± 0,001 mm/g.s, WHC 19,07 ± 0,58%, dan stabilitas emulsi 92,54 ± 0,72% .
KARAKTERISTIK TEKSTUR ROTI MANIS DARI TEPUNG, PATI, SERAT DAN PIGMEN ANTOSIANIN UBI JALAR UNGU Jasmine Aldrina Iswara; Elisa Julianti; Mimi Nurminah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.04.2

Abstract

The aim of this research was to determine the effect of flour, starch, fiber, and anthocyanin pigment of purple sweet potato on characterization texture of sweet bread. This research was conducting using non factorial completely randomized design with one factor of 2 controls and 6 treatment of flour comparison : starch : fiber : anthocyanin pigment of purple sweet potato. The results of the analysis of the characterization texture of sweet bread showed that the comparison of flour, starch, fiber, and anthocyanin pigment of purple sweet potato had significant effect (P<0.05) on the texture (cohesiveness) and high significant effect (P<0.01) on texture (chewiness, adhesiveness, % deformation, hardness, gumminess, and springiness). Adding more purple sweet potato to sweet bread can increase cohesiveness, adhesiveness, springiness, and gumminess and decrease %deformation. While the addition of purple sweet potato fiber which is more and more on sweet bread can increase chewiness, hardness, and gumminess.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG SORGUM DAN TEPUNG SAGU AREN TERHADAP SIFAT FISIK MI KERING BEBAS GLUTEN Aprilia Putri Rahayu; Nur Istianah; Dego Yusa Ali
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.04.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung sorgum dan tepung sagu aren terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik serta mengetahui perlakuan terbaik mi kering. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu proporsi tepung sorgum dan tepung sagu aren terdiri dari 7 level (80:20 ; 75:25 ; 70:30 ; 65:35 ; 60:40 ; 55:45 ; 50:50 (g)). Hasil penelitian menunjukkan proporsi tepung sorgum dan tepung sagu aren berpengaruh terhadap karakteristik fisik daya patah, daya putus, elongasi, cooking time, cooking loss, tetapi tidak berpengaruh terhadap kapasitas penyerapan air dan warna. Proporsi 60 g tepung sorgum coklat dan 40 g tepung sagu aren ialah mi kering perlakuan terbaik. Mi sorgum dengan perlakuan terbaik menghasilkan sifat fisik daya patah 3.68N, daya putus 0.41N, Elongasi 20%, kapasitas penyerapan air 174%, waktu pemasakan 618 detik, cooking loss 16% dan kecerahan L* 47.
PENGARUH PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN DAN PUTIH TELUR TERHADAP KARAKTERISTIK BUBUK KALDU JAMUR TIRAM Ahmad Faruq Abidin; Sudarminto Setyo Yuwono; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.04.6

Abstract

Jamur tiram merupakan komoditas pangan yang cukup dikenal di Indoneisa dan angka produksinya besar. Bubuk kaldu jamur merupakan salah satu produk olahan jamur. Pembuatan bubuk kaldu jamur umumnya dilakukan dengan metode spray drying. Namun metode tersebut sulit diaplikasikan pada UKM. Teknologi yang lebih sesuai untuk UKM adalah foam mat drying (pengeringan busa). Pembuatan bubuk kaldu jamur menggunakan metode foam mat drying membutuhkan adanya bahan pengisi dan bahan pembusa agar dihasilkan produk dengan karakteristik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta interaksi penambahan putih telur dan konsentrasi penambahan maltodekstrin terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik bubuk kaldu jamur tiram putih yang dihasilkan menggunakan metode foam mat drying.Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor I adalah konsentrasi maltodekstrin (10%, 15% dan 20%) dan faktor II adalah konsentrasi putih telur (10%,15% dan 20%). Data dianalisa menggunakan ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT atau DMRT. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi maltodekstrin dan konsentrasi putih telur memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik dari bubuk yang dihasilkan. Berdasarkan organoleptik, perlakuan terbaik adalah penambahan maltodekstrin 10% dan putih telur 20%. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna L*, a*, b* sebesar 76,9;  9,35;  18,44, Densitas busa sebesar 0,20 g/mL, rendemen 29,10%, daya larut 96,41%, kadar air sebesar 6,58%, kadar protein sebesar 5,77%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6