cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
PENGARUH DAYA DAN LAMA PENYINARAN SINAR ULTRAVIOLET-C TERHADAP TOTAL MIKROBA SARI BUAH SALAK PONDOH [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Arinda, Ika Devi; Yunianta, Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.593 KB)

Abstract

Pengolahan buah segar seperti salak pondoh menjadi produk banyak dilakukan salah satunya sari buah. Pembuatan sari buah tidak lepas dari adanya pengawet yang dapat menyebabkan efek negatif terhadap kesehatan. Penggunaan pengawet dapat diganti dengan proses yang dapat menekan laju pertumbuhan mikroba dengan menggunakan radiasi Ultraviolet-C. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh daya dan lama penyinaran sinar Ultraviolet-C terhadap sari buah salak pondoh. Rancangan percobaan menggunakan RAK faktorial. Faktor I adalah daya lampu terdiri dari 2 level (30 dan 60 watt). Faktor II adalah lama penyinaran terdiri dari 4 level (30, 40, 50, 60 menit). Analisis meliputi TPC, pH, Total Asam, Warna dan Organoleptik. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA), Hasil penelitian menunjukkan daya lampu UV-C berpengaruh nyata terhadap total mikroba. Lama penyinaran lampu UV-C berpengaruh nyata terhadap total mikroba dan warna sari buah salak pondoh. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan daya lampu 60 watt dengan lama penyinaran lampu 50 menit.   Kata kunci: Salak Pondoh, Sari Buah, Sinar Ultraviolet-C, Total Mikroba,
STUDI PEMBUATAN OSMODEHIDRAT BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr): KAJIAN KONSENTRASI GULA DALAM LARUTAN OSMOSIS DAN LAMA PERENDAMAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Kartika, Priska Nur; Nisa, Fithri Choirun
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.802 KB)

Abstract

Nanas merupakan buah tropis yang banyak ditanam di Indonesia. Nanas termasuk komoditas yang mudah rusak (perishable food). Kandungan air yang tinggi sebesar 90.73% dalam 100 gram bahan. Tindakan pencegahan untuk mengatasi kerusakan pangan, maka perlu dilakukan penanganan lebih lanjut dengan proses pengolahan agar masa simpannya relatif panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi gula dalam larutan osmosis dan lama perendaman pada buah nanas agar dihasilkan produk yang memiliki kualitas yang optimum. Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok. Faktor 1 yaitu konsentrasi gula dalam larutan osmosis yaitu 50, 60, dan 70%, sedangkan faktor 2 yaitu lama perendaman yaitu 9, 12, dan 15 jam. Pemilihan perlakuan terbaik dengan metode Indeks Efektifitas De Garmodan uji organoleptik pada produk osmodehidrat dianalisis menggunakan uji kesukaan. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi gula dalam larutan osmosis 60% dan lama perendaman 12 jam. Kata kunci: Gula, Nanas, Osmodehidrat
PENGARUH ASAP CAIR TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Hardianto, Ludi; Yunianta, Yunianta
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.316 KB)

Abstract

Ikan tongkol memiliki kandungan protein tinggi. Ikan tongkol mempunyai kekurangan seperti ikan lainnya yaitu cepat mengalami kerusakan bahkan kebusukan setelah dipanen.Penggunaan asap cair lebih aman dan praktis dibandingkan dengan pengasapan konvensional karena asap cair mengandung senyawa fenol, karbonil dan asam-asam organik yang berperan penting dalam pengawetan ikan. Asap cair yang digunakan untuk pengawetan berasal dari limbah pertanian seperti tongkol jagung dan tempurung kelapa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh asap cair terhadap sifat kimia dan organoleptik  ikan tongkol. Metode yang digunakan adalahRancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor 1  yaitu perlakuan lama perendaman yang terdiri dari 3  level dan faktor 2 adalah  jenis asap cair yang terdiri dari 2 level.  Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan terbaik berdasarkan parameter kimia dan organoleptik diperoleh pada perlakuan pada penyimpanan selama 2 hari pada suhu ruang serta lama perendaman 2 jam dengan jenis asap cair tempurung kelapa   Kata Kunci: Ikan Tongkol, Asap Cair, Tongkol Jagung, Tempurung Kelapa
PEMANFAATAN TEPUNG GARUT (Marantha arundinaceae l ) SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN EDIBLE PAPER DENGAN PENAMBAHAN SORBITOL [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Wijayanti, Atik; Harijono, Harijono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.728 KB)

Abstract

Garut dapat tumbuh di seluruh Indonesia, belum dimanfaatkan secara optimal. Tepung garut memiliki amilosa tinggi sekitar 20-29% berpotensi untuk menggantikan tepung beras dalam pembuatan rice paper. Penggunaan tepung garut kurang fleksibel, keras, dan rapuh. Perlu penambahan bahan plasticizer sorbitol untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, dengan satu dari faktor penambahan konsentrasi sorbitol yang faktor dari 5 tingkat, ada 0.2%;0.6%;1%.1.4%dan 1.8% (b / v air) dan diulang 4 kali untuk mendapatkan 20 unit eksperimental. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji BNT dengan interval kepercayaan 5%. Pemilihan perlakuan terbaik menggunakan Metode Multiple Attribute. Hasil penelitian dipilih dengan karakteristik terbaik dari edible film dengan penambahan konsentrasi sorbitol dari 1% (b / v). Edible film ini dipilih memiliki nilai rata-rata ketebalan 0.14 mm, 3.86 kPa kekuatan tarik, persen pemanjangan 5.43%, kecerahan (L *) 29.40, kadar air 13.59% dan nilai laju transmisi uap air 6.9 g/m2 24 jam. Kata kunci: Garut, Rice Paper, Sorbitol
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG LABU KUNING DAN NATRIUM BIKARBONAT TERHADAP KARAKTERISTIK FLAKE TALAS [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Purnamasari, Ika Winda; Putri, Widya Dwi Rukmi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.322 KB)

Abstract

Kekurangan Vitamin A (KVA) merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia. Salah satu cara menanggulanginya yaitu dengan meningkatkan konsumsi pangan tinggi karotenoid, yaitu labu kuning. Pemanfaatan labu kuning dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi flake, salah satu jenis breakfast cereal yang praktis, digemari dan mudah dikonsumsi. Flake membutuhkan bahan karbohidrat pati tinggi, sehingga digunakan tepung talas sebagai bahan sumber pati. Perbedaan karakteristik antar tepung yang digunakan seperti kandungan lemak, pati, protein dan serat yang saling berikatan membentuk matriks dapat menghambat pengembangan dan menurunkan kerenyahan flake. Sehingga perlu penambahan bahan pengembang (NaHCO3) untuk membuat flake menjadi porous dan semakin renyah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu proporsi penambahan tepung labu kuning (10%; 20%; 30%) dan penambahan Natrium Bikarbonat (0%; 0.25%; 0.50%). Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali dan dianalisis menggunakan ANOVA dengan menggunakan uji lanjut BNT atau DMRT (α = 5%). Berdasarkan hasil penelitian perlakuan terbaik dari segi organoleptik pada penambahan tepung labu kuning 10% dan natrium bikarbonat 0%. sedangkan segi fisik kimia pada penambahan tepung labu kuning 30% dan natrium bikarbonat 0%. Kata Kunci : Flake, Karoten, Labu Kuning, Natrium Bikarbonat, Talas
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MIE KERING BERBASIS TEPUNG UBI JALAR UNGU PADA BERBAGAI TINGKAT PENAMBAHAN GLUTEN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Widiatmoko, Roni Bagus; Estiasih, Teti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.897 KB)

Abstract

Ubi jalar ungu merupakan salah satu bahan tinggi karbohidrat dan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan produk pangan berbasis tepung terigu, seperti mie kering berbahan dasar berupa tepung dari umbi umbian. Untuk mengganti bahan utama tepung terigu tersebut dipilih ubi jalar ungu. Pada pembuatan mie kering, diperlukan adanya gluten sebagai pembentuk struktur elastisitas pada produk mie kering. Penelitian ini dirancang menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam satu faktor, yaitu proporsi gluten (10%, 12.5%, 15%, 17.5% dan 20%) dengan tepung ubi jalar ungu (90%, 87.5%, 85%, 82.5%, 80%) yang terdiri dari 5 faktor dengan 3 kali ulangan sehingga didapat 15 satuan percobaan. Data dianalisis dengan ANOVA (α = 0.05).Uji lanjut menggunakan BNT taraf 5%. Uji organoleptik dilakukan dengan hedonic scale scoring dan pemilihan perlakuan terbaik dengan indeks efektifitas de Garmo. Berdasarkan %AKG (Angka Kecukupan Gizi) kebutuhan 2000 kkal, takaran saji/  serving size yaitu 1 kemasan (75 gr) dengan jumlah per sajian energi total 291.18 kkal.   Kata Kunci: Antosianin, Mie Kering, Ubi Jalar Ungu.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG UBI UNGU JEPANG (Ipomea batatas L var. Ayamurasaki) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK KEFIR UBI UNGU [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Rizky, Anindita Mufti; Zubaidah, Elok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.532 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ubi ungu Jepang terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik kefir ubi ungu. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penambahan konsentrasi tepung ubi ungu Jepang berpengaruh nyata. Untuk parameter organoleptik aroma, rasa, warna, dan kekentalan tidak berbeda nyata (α=0.05). Kefir ubi ungu dengan konsentrasi penambahan tepung ubi ungu Jepang 4% (U5) merupakan perlakuan terbaik menurut paramater fisik, kimia, dan mikrobiologi dengan nilai total BAL 8.37 x 108 cfu/ml, total asam 1.33%, pH 3.87, aktivitas antioksidan 64.62%, total gula 3.42%.   Kata Kunci : Kefir, Konsentrasi Penambahan, Probiotik, Ubi Ungu Jepang
INVERTASE DARI Aspergillus niger DENGAN METODE SOLID STATE FERMENTATION DAN APLIKASI DI INDUSTRI: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Indriani, Dwi Okta; Syamsudin, Luqvia Noer Islami; Wardhani, Agustin Krisna; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.882 KB)

Abstract

Enzim invertase merupakan salah satu jenis enzim hidrolase yang dapat menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim invertase telah banyak digunakan dalam industri pangan untuk produksi gula invert. Gula invert dijadikan sebagai bahan untuk produk coklat, permen, selai, madu buatan, dan pembuatan sirup invert (HFS). Enzim invertase juga digunakan dalam fermentasi molase menjadi etanol. Enzim invertase dapat diproduksi dari tanaman ataupun mikroorganisme. Mikroorganisme lebih dipilih karena biaya yang lebih murah, proses produksi cepat dan mudah dimodifikasi. Salah satu jenis mikroorganisme penghasil invertase yaitu Aspergillus niger. Enzim invertase memiliki karakteristik yang berbeda bergantung pada lingkungan mikroorganisme berasal. Aktivitas optimal enzim invertase berada pada kisaran suhu 25-600C dan pH 4.00-5.50 Metode fermentasi yang sering digunakan dalam memproduksi invertase ada dua macam, yaitu Submerged (SmF) dan Solid State Fermentation (SSF). Produksi invertase ekstraselullar dengan metode SSF lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan produksi invertase dengan metode SmF.   Kata Kunci: Aspergillus niger, Invertase, Submerged Fermentation, Solid State Fermentation
SERBUK EFFERVESCENT BERBASIS EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica less) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN ALAMI [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Hudha, Miptakhul; Widyaningsih, Tri Dewanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.817 KB)

Abstract

Sekitar 950 spesies tumbuhan di Indonesia diketahui memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami penangkal radikal bebas dalam tubuh. Beluntas merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami bagi tubuhtersebut. Tujuan penelitian untuk menentukan metode ekstraksi dan formula terbaik serbuk effervescent berbasis ekstrak daun beluntasberdasarkan karakteristik sifat fisiko kimia dan aktifitas antioksidan. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Tersarang (Nested Design) dengan dua faktoryaitumetode ekstraksiterdiridari 2 level(metode ekstraksi infusa dan metode ekstraksi maserasi) dan formula terdiridari3 level (formula 1, formula 2 dan formula 3). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan perlakuan terbaik yaitu pada serbuk effervescent metode ekstraksi maserasiformula 1. Didapatkan hasil waktu alir serbuk effervescent 19.85 detik, sudut diam 40.300, kompresibilitas 2.62%, kecepatan larut 3.74 menit, kadar air 7.77 %, aktivitas antioksidan IC50 86.21 ppm, total flavonoid 11507.65 μg QE/gram dan total fenol 2480.22 μg GAE/gram.   Kata Kunci: Aktivitas antioksidan, daun beluntas, serbuk effervescent, total fenol, total flavonoid.
KUPAN (KUE PANDAWA): JAJANAN SEHAT DARI LABU DAN GANYONG SEBAGAI SARANA EDUKASI WAYANG BAGI ANAK-ANAK [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Albab, Rosyid Ulul; Zubaidah, Elok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.233 KB)

Abstract

Jajanan anak sekolah saat ini banyak yang tidak sehat. Disisi lain pemanfaatan bahan baku lokal Indonesia belum maksimal seperti labu dan ganyong. Selain itu, anak-anak mulai melupakan wayang. Oleh karena itu, penulis membuat jajan sehat dari tepung ganyong dan labu yaitu Kue Pandawa (Kupan) sebagai diversifikasi pangan beredukasi wayang untuk anak-anak. Tujuannya adalah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, mendapatkan profit, menciptakan jajanan sehat dari bahan baku lokal, dan membuka lapangan kerja baru. Metode pelaksanaannya meliputi persiapan, riset pasar, produksi, pemasaran, penjualan, dan sertifikasi akad halal dan P-IRT. Kupan disajikan dengan toping aneka rasa. Pada sisi depan kemasannya terdapat gambar wayang dan pada sisi belakang terdapat profil singkat wayang tersebut. Kupan memiliki 3 outlet yaitu SDN Ketawanggede Malang, ABC foodcourt FTP UB, dan Jl. Panjaitan Malang. Memiliki 5 orang karyawan dengan total omset selama 4 bulan mencapai Rp 27.000.000. Dan memiliki sertifikasi Halal MUI Kota Malang dan P-IRT Dinas Kesehatan Kota Malang.   Kata kunci: Edukasi Budaya Wayang, Jajanan Sehat, Kupan

Page 23 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026