cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2017)" : 5 Documents clear
Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor di Sub Daerah Aliran Sungai Amprong Hasanah, Fatmawati Uswatun; Wirosoedarmo, Ruslan; Suharto, Bambang
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.97 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.03.2

Abstract

Sub DAS Amprong merupakan salah satu daerah yang rawan bencana tanah longsor. Sub DAS Amprong memiliki karakteristik lereng curam dan padat penduduk. Oleh karena itu perlu dilakukan pemetaan bencana tanah longsor untuk mengurangi adanya korban bencana alam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sebaran resiko peta atau wilayah bencana tanah longsor dan mengklasifikasikan resiko bencana tanah longsor di Sub DAS Amprong. Tingkat resiko bencana tanah longsor diukur dengan menggunakan parameter kerentanan dan bahaya. Parameter bahaya terdiri dari peta tata guna lahan, peta kemiringan lahan, peta jenis batuan, peta kedalaman tanah, peta jenis tanah, dan data curah hujan sedangkan parameter kerentanan terdiri dari peta kepadatan penduduk, jumlah usia rentan, jumlah wanita-penyandang cacat, serta tingkat pendidikan. Analisis pada penelitian ini menggunakan ArcView 3.3.  Hasil dari overlay komponen bahaya, kecamatan Singosari, Lowokwaru, Blimbing, Jabung, Tumpang, Poncokusumo, dan Pakis memiliki nilai resiko lebih tinggi dibanding daerah lainnya, sedangkan pada komponen kerentanan kecamatan Lowokwaru dan Blimbing memiliki nilai risiko lebih tinggi dari pada daerah lainnya.  Jika komponen kerentanan dan bahaya di overlay maka daerah yang memiliki nilai risiko lebih tinggi dari pada daerah lainnya yaitu Kecamatan Singosari, Lowokwaru, Blimbing, Klojen dan Pakis. Jenis risiko bencana tanah longsor di Sub DAS Amprong yaitu sedang dengan total prosentase luas sebesar 11.1093%, rendah dengan total prosentase luas sebesar 70.549% dan sangat rendah dengan total prosentase luas sebesar 18.2958%.
Efisiensi Removal Fosfat (PO43-) Pada Pengolahan Limbah Cair Laundry dengan Fitoremediasi Kiambang (Salvinia natans) Andini Eka Nurfita; Evi Kurniati; Alexander Tunggul Sutan Haji
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.183 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.03.3

Abstract

Industri kecil laundry merupakan salah satu industri yang paling cepat berkembang. Air limbah laundry sendiri memiliki kandungan fosfat dalam deterjen yang digunakan, fosfat dari deterjen pun mampu mencemari lingkungan dengan kontribusi phosphate loading 25 - 30 %. Pada badan air, kandungan fosfat yang berlebihan akan menyebabkan penurunan kualitas air dan terjadinya eutrofikasi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meminimalisir kadar fosfat pada air limbah laundry sebelum dibuang ke badan air yaitu fitoremediasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi tanaman kiambang dalam menyerap kandungan fosfat pada limbah cair laundry sehingga kandungan fosfat (PO43-) pada limbah cair laundry menurun. Analisa data pada penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan probabilitas 5% dan menghitung efisiensi removal fosfat. Pengaruh massa tanaman kiambang pada limbah cair industri laundry yaitu terdapat penurunan nilai fosfat yang signifikan antara variasi perlakuan. Penurunan nilai fosfat pada limbah cair terbesar terjadi pada perlakuan tanaman dengan berat total 20 gram. Pada hari ke-3 pengamatan kadar fosfat menurun sebesar 33,5 % dan pada hari ke-7 pengamatan kadar fosfat menurun sebesar 93 %.
Evaluasi Daya Dukung dan Daya Tampung Ruang Permukiman di Kota Kediri Bambang Suharto; Bambang Rahadi; Ari Sofiansyah
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.108 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.03.4

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat akan berakibat terhadap menurunnya kemampuan daya dukung dan daya tampung lingkungan baik lahan, air, maupun udara, oleh karena itu pemanfaatan penggunaan lahan harus memperhatikan karakteristik lahan. Sehingga tidak menimbulkan masalah lingkungan hidup seprti banjir, longsor dan kekeringan. Seiring bertambahnya jumlah penduduk maka bertambah pula jumlah permintaan terhadap kebutuhan lahan yang digunakan untuk kebutuhan social dan ekonomi terutama permukiman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis spasial dengan cara overlay data spasial untuk menghasilkan unit pemetaan baru yang akan digunakan sebagai unit analisis. Metode overlay digunakan untuk mendapatkan tingkat atau kelas lahan dan beberapa parameter inputnya yaitu peta kemiringan, peta drainase, peta erosi, kedalaman efektif, tekstur tanah, peta pemaebilitas. Peta kelas lahan akan dioverlay dengan peta penggunaan lahan untuk mendapatkan peta kesesuaian lahan, sehingga diperoleh nilai luas lahan yang sesuai untuk permukiman.
Analisis Keberlanjutan Sumberdaya Hutan Melalui Program Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Dzikrina Farah Adiba; Bambang Suharto; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.323 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.03.5

Abstract

Merujuk pada konsep pembangunan berkelanjutan (sustainability development), pengelolaan sumberdaya hutan yang berkelanjutan pun harus memperhatikan keberlanjutan pada aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan. Paradigma pengelolaan hutan secara desentralisasi memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berperan serta dalam pengelolaan hutan. Isu perubahan iklim mendorong pengelolaan hutan agar sejalan dengan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sehingga dapat mengurangi emisi, deforestasi, dan degradasi hutan. Kepedulian masyarakat untuk berperan serta dalam kegiatan pengelolaan sumberdaya hutan yang lestari  menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sumberdaya hutan yang berkelanjutan terutama peran serta dari masyarakat yang tinggal di sekitar dan memanfaatkan sumberdaya hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari.Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan sumberdaya hutan, menganalisis dampak partisipasi masyarakat terhadap keberlanjutan sumberdaya hutan, dan menganalisis tingkat keberlanjutan sumberdaya hutan dalam program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Data dikumpulkan melalui survey atau observasi lapangan, wawancara dengan panduan angket, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan scoring, analisis deskriptif, analisis regresi, analisis korelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keberlanjutan sumberdaya hutan dalam program PHBM adalah hubungan maupun pengaruh antara karakteristik individu petani hutan terhadap partisipasi petani hutan dalam program PHBM.  Setelah uji validitas dan reliabilitas kepada 30 responden, angket digunakan untuk mengambil indikator yang memenuhi validitas dan reliabilitas kepada 110 responden.Berdasarkan hasil angket variabel karakteristik individu petani hutan didapatkan bahwa petani hutan di Desa Donowarih 62% memiliki 1-2 orang jumlah tanggungan keluarga, 64% memiliki pengalaman bertani 15-30 tahun, 70% menggarap lahan seluas ¾ - 1 ha, 64% ikut 1-2 organisasi masyarakat, 84% pernah ikut pelatihan atau penyuluhan PHBM, 98% istri cukup memahami (50%-75%) program PHBM, 66% sangat tergantung (75%-100%) terhadap sumberdaya hutan. Sedangkan variabel partisipasi petani hutan pada aspek ekonomi 46% menanam 4-5 jenis tanaman jangka pendek, 58% 2-3 kali atau cukup pernah mengikuti penjarangan, pada aspek sosial 76% 2-3 kali atau cukup pernah menghadiri undangan pelatihan atau penyuluhan pengelolaan sumberdaya hutan, 85% selalu mengikuti arisan, 98% 2-3 kali atau cukup pernah mengikuti patroli keamanan, pada aspek lingkungan 81% sangat memahami (75%-100%) pentingnya memelihara sumberdaya hutan, 68% sangat memahami (75%-100%) teknik penyadapan getah yang memenuhi kaidah konservasi, pada aspek kelembagaan 73% 2-3 kali atau cukup pernah menghadiri undangan rapat koordinasi, 94% cukup berani menyatakan pendapat atau usulan bila ada pernyataan yang kurang tepat.Melalui uji hipotesis koefisien korelasi, hubungan antara karakteristik individu petani hutan terhadap tingkat partisipasi petani hutan adalah sangat kecil, yaitu didapatkan thitung sebesar 0,017108. Melalui uji hipotesis koefisien regresi,  pengaruh antara karakteristik individu petani hutan terhadap tingkat partisipasi petani hutan adalah negatif, yaitu didapatkan thitung sebesar -0,017148. Bisa dikatakan bahwa keberlanjutan sumberdaya hutan di Desa Donowarih hampir tidak dipengaruhi oleh adanya program PHBM. Hasil observasi dan wawancara di lapangan diketahui bahwa menjaga keberlanjutan sumberdaya hutan sudah menjadi bagian dari kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik di Desa Donowarih, jauh sebelum ada program PHBM hingga sekarang.
Daya Dukung Lingkungan Berbasis Keseimbangan Air di Kabupaten Nganjuk Menggunakan Sistem Informasi Geografi Yulitasari, Endah; Sutan Haji, Alexander Tunggul; Susanawati, Liliya Dewi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.134 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.03.1

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk, industri secara langsung berakibat terhadap meningkatnya kebutuhan air. Kondisi tersebut memaksa agar suatu wilayah menjaga kuantitas dan kualitas sumberdaya air. Peningkatan kebutuhan tersebut dapat memicu adanya degradasi lingkungan karena aktivitas-aktivitas baru. Dalam menjaga kelestarian sumberdaya air pada suatu wilayah perlu adanya studi (pengawasan) terhadap status daya dukung lingkungan berbasis keseimbangan air di wilayah tersebut. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui status daya dukung lingkungan berbasis kseimbangan air dengan metode analisis deskripsi kuantitatif. Faktor penentu penelitian ini adalah jumlah pendududk dengan proyeksi jumlah penduduk, luas sawah padi, luas industri pada kondisi saati ini (2014) dan memprediksi pada 20 tahun kedepan (2033) berdasarkan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kebutuhan air pada ketiga sektor yaitu penduduk 0.74 %, industri 7.78 % dan irigasi 0.6 %. Berdasarkan Rasio daya dukung lingkungan per kecamatan dapat dikatakan bahwa status daya dukung lingkungan berbasis keseimbangan air pada semua kecamatan dinyatakan surplus aman. Kata Kunci : Daya Dukung Lingkungan, keseimbangan air, rencana tata ruang wilayah (RTRW)

Page 1 of 1 | Total Record : 5