cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 15 Documents clear
Pengaruh Penambahan Sukrosa dan Lama Fermentasi terhadap Kadar Serat Nata dari Sari Nanas (Nata de Pina) Jannur Majesty; Bambang Dwi Argo; Wahyunanto Agung Nugroho
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.879 KB)

Abstract

Nanas (Ananas Comosus L. Merr) merupakan salah satu buah di Indonesia yang sangat disukai oleh masyarakat dan memiliki nilai gizi cukup tinggi, dibandingkan dengan jenis buah lain. Nanas memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh karena mengandung enzim bromelin untuk meghidrolisa protein, melunakkan daging, dan khasiat untuk penyembuhan. Kandungan air pada nanas segar dapat mengundang mikroorganisme untuk tumbuh cepat dan menyebabkan pembusukan. Pengolahan produk dari buah nanas untuk keanekaragaman pangan dilakukan dengan memanfaatkan sari nanas sebagai bahan baku pembuatan nata dari sari buah nanas. Nata memiliki kalori rendah karena mengandung serat tinggi hasil sintesis gula oleh bakteri Acetobacter xylinum berbentuk agar, berwarna putih dan mengandung air. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan sukrosa dan lama fermentasi terhadap kadar serat nata de pina. Variasi konsentrasi sukrosa adalah 40 gr, 45 gr dan 50 gr dengan lama fermentasi 11 hari, 13 hari dan 15 hari. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga kali ulangan dengan 27 perlakuan. Hasil penelitian diperoleh bahwa buah nanas dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan nata yaitu nata de pina. Konsentrasi penambahan sukrosa terbaik dari hasil penelitian yaitu pada konsentrasi 50 gram dan lama fermentasi terbaik selama 15 hari dengan kadar serat optimum sebesar 1,776 %.Kata kunci: Acetobacter xylinum,kadar serat, lama fermentasi,nata de pina, sukrosa
Rancang Bangun Alat Pengukur Kepadatan Mikroalga Chlorella sp. dengan Menggunakan Sensor Fotodioda dan Mikrokontroler ATMega 16 Andri Wardhani; Bambang Susilo; Rini Yulianingsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.467 KB)

Abstract

Chlorella sp. merupakan salah satu jenis mikroalga yang banyak dimanfaatkan dan berpotensi dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah sebagai sumber energi alternatif dengan mengkonversi kandungan lipid ke dalam biomassa. Mikroalga Chlorella sp. dapat dianalisis kepadatannya dengan menggunakan hemositometer dan mikroskop. Perhitungan kepadatan mikroalga dilakukan secara manual agar terjaga ketelitiannya dan cukup sulit jika dilakukan berulang kali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang alat pengukur kepadatan mikroalga dan mengetahui tingkat pertumbuhan mikroalga Chlorella sp. secara kontinyu melalui fotobioreaktor tipe vertikal dengan penambahan alat pengukur kepadatan menggunakan sensor fotodioda dan mikrokontroler ATMega 16. Pengambilan data kepadatan mikroalga dilakukan dengan menggunakan Metode MK* Aliran Mengalir dan MK* Aliran Terhenti pada waktu yang telah ditentukan (jam 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB) dengan 10x pengulangan dalam pengambilan data. Hasil dari perbandingan Metode MK*(mikrokontroler + sensor fotodioda) Aliran Mengalir dengan MH*(mikroskop+hemositometer) menunjukkan tingkat keakuratan alat pengukur kepadatan mikroalga ini masih 72%, dimana masih terdapat trend error 28%. Sedangkan hasil perbandingan dari Metode MK* Aliran Terhenti menunjukkan nilai trend error 40% dan masih jauh dari tingkat keakuratan. Perbandingan hasil Metode MK* Aliran Mengalir dengan Metode MK* Aliran Terhenti menunjukkan nilai trend error hanya 4%. Kata Kunci : Mikroalga, Chlorella sp., Fotodioda, MK*
Pengaruh Konsentrasi dan Preparasi Membran Terhadap Karakterisasi Membran Kitosan Dian Aris Setiawan; Bambang Dwi Argo; Yusuf Hendrawan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.924 KB)

Abstract

Filtrasi adalah pemisahan bahan secara mekanis berdasarkan ukuran partikelnya. Salah satu teknologi yang digunakan dalam proses filtrasi adalah teknologi membran. Salah satu jenis membran yang digunakan untuk proses filtrasi adalah jenis membran kitosan selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik dari membran kitosan selulosa. Membran kitosan selulosa dibuat menggunakan metode coating dan selanjutnya proses perendaman dan pengeringan. Sintesis membran kitosan dilakukan dengan teknik inversi fasa, yaitu dengan proses rendam endap. Pada larutan dope, digunakan kitosan dengan variasi konsentrasi 6%, 7%, 8%, 9% (b/v). Karakterisasi membran meliputi sifat mekanik membran yaitu uji kuat tekan, kuat tarik, dengan menggunakan penetrasimeter dan sifat morfologi ukuran pori dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Pada penelitian pembuatan dan karakterisasi membran pada preparasi membran kitosan selulosa dengan pengaruh konsentrasi kitosan, nilai kuat tekan membran tertinggi terdapat pada membran kitosan selulosa dengan konsentrasi kitosan 9% dan lama pengadukan 48 jam sebesar 3,86 Kg/cm2. Nilai permeabilitas membran kitosan selulosa terbesar terdapat pada membran dengan konsentrasi kitosan 9% dan lama pengadukan 24 jam yairu sebesar 456,50 ml/menit. Hasil uji Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukan bahwa berdasarkan ukuran porinya membran yang dihasilkan tergolong dalam membran Mikrofiltrasi (0,1 µm - 10 µm). Kata kunci : membran kitosan, konsentrasi kitosan, kuat tekan, SEM
Pengaruh Proporsi Sukrosa dan Lama Osmosis Terhadap Kualitas Sari Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) Krissandi Wijaya; Asna Mustofa; Afik Hardanto; Eni Sumarni; Arief Sudarmaji; Susanto Budi Sulistyo; Purwoko Hari Kuncoro; Siswantoro Siswantoro; Agus Margiwiyatno; Ropiudin Ropiudin; Abdul Mukhlis Ritonga; Dian Novitasari
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.866 KB)

Abstract

Sari buah adalah cairan yang dihasilkan dari pemerasan atau penghancuran buah segar yang telah masak. Proses pengolahan produk sari buah umumnya masih dilakukan secara sederhana yaitu dengan metode ekstraksi osmosis. Ekstraksi dengan metode osmosis merupakan ekstraksi yang dilakukan dengan penambahan sukrosa. Pada metode osmosis, buah-buahan direndam dengan bahan atau sukrosa yang mempunyai tekanan didalam lebih tingggi, sehingga air dari dalam bahan akan keluar kearah media untuk menyeimbangkan tekanan osmosis. Ekstraksi menggunakan gula lalu didiamkan pada suhu rendah yang kemudian terjadi pengeluaran air dari dalam sel buah, sehingga rasa dan aroma yang dihasilkan murni dari buah yang diekstraksi. Dengan menggunakan variasi jumlah proporsi sukrosa dan lama osmosis masing-masing sebesar 1:0.5, 1:0.75, dan 1:1 kemudian lama osmosis yang ditambahkan 12 jam, 24 jam, 36 jam dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah sari buah naga dengan proporsi buah:sukrosa adalah 1 : 0.5 dan lama osmosis 48 jam. Hasil pengujian untuk kualitas tidak jauh mengalami perbedaan yang signifikan yaitu meliputi pH yang berkisar 3,88 – 4,35, Total Gula 5- 9,73 %brix, dan Total Padatan Terlarut 10 – 10,3 %brix. Kata kunci : Ekstraksi Osmosis, Proporsi buah naga dan sukrosa,  Sari Buah Naga
Pemodelan Dan Optimasi Sistem Kontrol Pada Multiple Effect Evaporator Dengan Menggunakaan Particle Swarm Optimization Jayalaksono, Anung Nugroho; Argo, Bambang Dwi; Hendrawan, Yusuf; Al Riza, Dimas Firmanda
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.059 KB)

Abstract

Sistem produksi dalam proses industri begitu kompleks, dan dinamis, sehingga proses sering mengalami kondisi yang kurang diharapkan karena kurangnya kemampuan sistem pengendalian dalam menjaga proses. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performansi kontrol PID dengan menambahkan faktor bobot inersia untuk meredam kecepatan dalam pencarian titik-titik optimal pada proses penguapan evaporator dan memodelkan evaporatornya. Optimasi parameter tuning kontrol PID menggunakan PSO (Particle Swarm Optimization) diharapkan mampu menangani sistem nonlinier evaporator dengan karakteristik respon undershoot yang sulit ditangani dan memperbaiki respon sistem dengan overshoot, rise time yang cukup lama dan besar. Prosedur perancangan dan simulasi tuning kontrol PID berdasarkan PSO meliputi 2 tahapan. Tahapan 1 pemodelan sistem, dilakukan dengan proses identifikasi berdasarkan data variabel plant pada evaporator. Tahapan yang kedua yaitu perancangan PSO sebagai tuning kontrol PID. Hasil penelitian menunjukkan PSO mampu memberikan peningkatan performansi tuning sistem pengendalian kontrol PID dalam meningkatkan respon sistem pada sistem pengendalian Multiple Effect Evaporator dengan rise time 0.01 detik, overshoot 3.35%, settling time 6.102 detik serta mampu memberikan respon undershoot plant  MEE sebesar 28.11%. Dari analisa dengan metode tuning kontrol PID Ziegler-Nichols dapat dilihat dari segi settling time, overshoot, rise time, dan kesetabilan respon plant MEE, metode tuning kontrol PID dengan PSO mampu memperbaiki respon sistem plant MEE. Dari hasil penerapan pada plant MEE, PSO dengan penambahan bobot inersia w memberikan tuning yang lebih baik dibandingkan  kontrol PID dengan metode Ziegler-Nichols dari kriteria max over shoot, rise time dan settling time sebesar 5.38%, 3.05 detik, 10.1 detik, dibanding metode tuning kontrol PID dengan PSO (3.35%, 0.01 detik, 6.102 detik).   Kata kunci : PSO, PID, Evaporator, MEE, Inersia

Page 2 of 2 | Total Record : 15