cover
Contact Name
Muh. Nurjati Hidayat
Contact Email
jurnalpengairan@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anggara.wws@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal Teknik Pengairan Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20861761     EISSN : 24776068     DOI : 10.21776
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Pengairan is a scientific journal published regularly twice per year by Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2011)" : 9 Documents clear
Studi Penentuan Control Water Level Maksimum Waduk Sutami dan Lahor untuk Menghindari Kemungkinan Terjadi Overtopping Akibat Banjir PMF M., Arief Satria; Masrevaniah, Aniek; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.799 KB)

Abstract

Maksud dari studi ini adalah untuk mengetahui nilai CWL (Control Water Level) maksimum yang diijinkan setiap bulan di Waduk Sutami dan Lahor berdasarkan analisa penelusuran banjir debit PMF (probable maximum flood). Tujuan dari studi ini adalah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya overtopping akibat debit banjir PMF (QPMF). Studi ini perlu dilakukan mengingat Bendungan Sutami dan Lahor pada saat perencanaan masih didesain dengan debit banjir pada kala ulang 1000 tahun (Q1000 th) sedangkan standar keamanan bendungan yang ditetapkan oleh Komisi Keamanan Bendungan saat ini adalah debit banjir PMF.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa hidrologi debit banjir rancangan Q1000 dan QPMF serta penelusuran banjir di kedua waduk tersebut yang dilakukan secara simultan, karena kedua waduk ini terhubung oleh terowongan penghubung Waduk Lahor dan Sutami. Dari hasil analisa hidrologi QPMF tahunan yang berpotensi terjadi pada Bendungan Sutami nilainya adalah 11.629,14 m3/dt, dimana nilai QPMF ini setara dengan 2,31x Q1000 th. Sedangkan QPMF tahunan yang berpotensi terjadi di Bendungan Lahor nilainya adalah 2.731,00 m3/dt, dimana nilai PMF ini setara dengan 2,70 x Q1000 th.Berdasarkan hasil analisa penelusuran banjir QPMF bulanan diperoleh hasil bahwa nilai CWL maksimum bergerak pada rentang nilai elevasi muka air waduk minimum + 257,00 m dan maksimum + 267,00 m. Dimana nilai ini memberikan hasil bahwa pada Bendungan Sutami masih berpotensi terjadi overtopping sebanyak 3 kali kejadian dalam satu tahun dengan tinggi air 3,09 m di atas elevasi puncak bendungan. Oleh karena itu untukmengantisipasi kemungkinan terjadi overtopping, secara struktural perlu dilakukan studi alternatif pembuatan pelimpah darurat pada Bendungan Sutami. Sedangkan pada Bendungan Lahor dengan adanya tinggi parapet setinggi 1 m sudah tidak berpotensi terjadi overtopping.Kata kunci: Control Water Level, Penelusuran Banjir, Probable Maximum Flood, Waduk,Overtopping
Studi Limpasan Permukaan Spasial Akibat Perubahan Penggunaan Lahan (Menggunakan Model KINEROS) Sari, Santi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.834 KB)

Abstract

Secara alamiah sebagian air hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan meresap kedalam tanah dan selebihnya akan mengalir menjadi limpasan permukaan. Kondisi daerah di tempat hujan itu turun akan sangat berpengaruh terhadap bagian dari air hujan yang akan meresap ke dalam tanah dan akan membentuk limpasan permukaan. Karakteristik daerah yang berpengaruh terhadap bagian air hujan antara lain adalah topografi, jenis tanah, dan penggunaan lahan atau penutup lahan. Hal ini berarti bahwa karakteristik lingkungan fisikmempunyai pengaruh terhadap respon hidrologi.Kondisi alam Indonesia yang mempunyai periode musim hujan selama lebih kurang enam bulan menyebabkan curah hujan yang cukup tinggi. Dengan demikian hal ini perlu diperhatikan, karena merupakan salah satu faktor yang mendasar dalam penataan suatu kawasan perkotaan. Sebagai negara yang masih dan akan terus berkembang, pembangunan sarana fisik mutlak dilakukan untukmenjamin kesejahteraan sosial penduduknya. Pembangunan yang dilakukan juga akan berpengaruh terhadap penggunaan lahan.Proses pengukuran limpasan secara langsung membutuhkan biaya yang tidaksedikit serta waktu dan tenaga. Sehingga seringkali sulit mendapatkan data limpasan akibatproses pengukuran yang memberatkan. Oleh karena itu dipandang perlu untuk menerapkan suatu pendekatan model yang tepat dan sesuai dengan kondisi suatu daerah. Berdasarkan pendekatan ini maka dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan besarnya limpasan yang terjadi.Tujuan dari studi ini adalah untuk menggambarkan penyebaran tingkat besarnya limpasan permukaan di daerah studi.Prosedur analisis secara garis besar adalah menghitung tinggi limpasan di DAS Kali Sat menggunakan model KINEROS berdasarkan variasi penggunan lahan dari tahun ke tahun dengan simulasi hujan kala ulang 2 tahun dan 5 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan berpengaruh terhadap besarnya limpasan permukaan yang terjadi atau terdapat korelasi antara penggunaan lahan dengan besarnya tinggi limpasan permukaan. Tinggi limpasan permukaan maksimum terjadi pada penggunaan lahan tahun 2010 yaitu sebesar 15,478 mm.Kata kunci: Model KINEROS, Limpasan permukaan, penggunaan lahan.
Analisa Hidrolis pada Komponen Sistem Distribusi Air Bersih dengan Waternet dan Watercad versi 8 (Studi Kasus Kampung Digiouwa, Kampung Mawa dan Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai) Ibrahim, Mochammad; Masrevaniah, Aniek; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.095 KB)

Abstract

Pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat akan air bersih yang layak merupakan masalah yang berkembang di Kabupaten Dogiyai. Pendistribusian air bersih tidak merata,sehingga banyak kampung dan perumahan belum mendapatkan air bersih. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan jaringan distribusi air bersih yang baik dan mampu melayani kebutuhan air bersih bagi penduduk di daerah tersebut. Perencanaan sebuah jaringan distribusi air bersih dihitung dengan teliti dilihat dari berbagai macam segi, yaitu :kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Perencanaan tersebut dibuat secara utuh dan membentuk suatu sistem jaringan distribusi air bersih yang terpadu.Hasil perhitungan dan analisa kebutuhan air bersih di jaringan pipa air bersih kampung Ikebo, Mauwa dan Digiouwa, Kabupaten Dogiyai pada jam puncak sebesar 17,95 lt/dt (analisa watercad) dan 18,11 lt/dt (analisa waternet) pada jam rendah berkisar antara 3,19 lt/dt (analisa watercad) dan 2,9 lt/dt (analisa waternet). Kondisi aliran pada sistem jaringan pipa disribusi air di kampung Ikebo, Mauwa dan Digiouwa, Kabupaten Dogiyai dapat mengalir dengan selama 24 jam, baik pada saat penggunaan pipa Galvanized iron maupun pipa PE.Dari hasil analisa juga diketahui bahwa pipa jenis PE memiliki tingkat efisiensi yang lebih bagus daripada pipa jenis Galvanized Iron dalam hal kehilangan energi. Pipa PE memiliki permukaan yang lebih halus sehingga kehilangan energi yang diakibatkan oleh gesekan dengan dinding pipa menjadi kecil. Perbedaan nilai kehilangan energi tidak begitu terlihat pada jam rendah dikarenakan debit yang melalui pipa sangat kecil barulah padajam puncak terlihat perbedaan yang besar.Kata Kunci : Distribusi Air Bersih, Jenis Pipa dan Kehilangan Energi
Evaluasi dan Alternatif Penanggulangan Genangan Berbasis Konservasi Air di Kota Kupang Das Dendeng – Merdeka Propinsi Nusa Tenggara Timur Suparmanto, Joko; Bisri, Mohammad; Sayekti, Rini Wahyu
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.449 KB)

Abstract

Kawasan padat penduduk Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang setiap terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi selalu terjadi banjir/genangan air. Hal tersebut terjadi hampir di semua jalan/gang terutama di ruas Jalan Soeharto, Pasar Inpres Naikoten, depan SMU Kriten Nikoten dan Jalan Untung Suropati. Genangan disebabkan hampir semua permukaan tanah tertutup dengan lapisan kedap air, kesadaran masyarakat yang minim serta sebagian jalan/gang tidak memiliki saluran drainase. Studi dilakukan di Wilayah DPS Drainase Dendeng dan Merdeka, Kelurahan Naikoten I. Hasil studi menunjukkan besarnya debit rencana sistem DPS Drainase Dendeng dan Merdeka untuk kala ulang lima tahun masing-masing sebesar 24,017 m3/dt dan 4,775 m3/dt. Terdapat 9 saluran yang tidak mampu menampung debit rencana pada DPS Drainase Dendeng dan 8 saluran pada DPS Drainase Merdeka. Beberapa penyebab terjadinya saluran yang tidak mampu menampung debit rencana yaitu kurang terawat dan terdapatnya sampah pada saluran drainase.Upaya penanganan pada beberapa saluran yang tidak mampu menampung debit rencana yaitu dengan mendesain ulang dimensi saluran dan merencanakan kolam penampung. Selain penanganan tersebut dilakukan pula rekomendasi penanganan secara menyeluruh mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang melibatkan masyarakat setempat dan mengarah kepada pemberdayaan masyarakat dalam memelihara saluran drainase, pembangunan sumur resapan pada setiap rumah, serta izin dalam pendirian bangunan.Kata Kunci : Sistem Drainase, Genangan, Konservasi Air
Studi Efektifitas Penurunan Kadar Bod, Cod dan Nh3 pada Limbah Cair Rumah Sakit dengan Rotating Biological Contactor Sayekti, Rini Wahyu; Haribowo, Riyanto; Vivit, Yohana; Prabowo, Agung
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.637 KB)

Abstract

Rotating Biological Contactor (RBC) adalah suatu proses pengolahan air limbah secara biologis yang terdiri atas disc melingkar yang diputar oleh poros dengan kecepatan tertentu. RBC mempunyai beberapa keuntungan, antPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kemampuan reaktor RBC dalam mengolah limbah cair rumah sakit dengan berbagai variasi. Variasi yang digunakan adalah kecepatan putaran disc, yaitu 2 rpm dan 5 rpm serta luas area terendam disc, yaitu 40% dan 70%. Sedangkan sampel yang digunakan adalah air limbah Rumah Sakit Umum Daerah Kepanjen Malang. Parameter yang diteliti adalah BOD, COD, dan NH3.Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa variasi yang paling efektif dalam menurunkan kadar BOD, COD, dan NH3 adalah dengan kecepatan putaran disc 2 rpm dan luas area terendam disc 70% dengan input sampel limbah berbeda untuk setiap variasi percobaan. Prosentase penurunan tertinggi adalah 96,681% untuk BOD, 97,373% untuk COD, dan 96,124% untuk NH3. Kadar BOD, COD dan NH3 effluent memenuhi baku mutu untuk limbah cair rumah sakit sesuai dengan Kep.Gub. No. 61 Tahun 1999 dan memenuhi baku mutu air limbah golongan III yang digunakan untuk mengairi pertanaman sesuai dengan Peraturan Pemerintah Indonesia No. 82 tahun 2001 Tentang Pengolahan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.Kata kunci : RBC, Penurunan Kadar, BOD, COD, NH3
Faktor Penyebab Inflasi Terhadap Biaya Pekerjaan Tanah di Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur Sutirto, Sutirto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.09 KB)

Abstract

Estimasi Biaya / Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) merupakan jumlah total biaya untuk melaksanakan rangkaian kegiatan, yang di dalamnya terdapat seluruh rangkaian item pekerjaan yang akan di laksanakan. Di dalam perhitungan Rencana Anggaran Biaya di kalangan jasa konstruksi yang di hitung terdapat 4 (empat) komponen penting yang harus diperhitungkan yaitu, biaya langsung, biaya tak langsung, biaya tak terduga dan biaya profit. Dengan kepandaiannya para estimator dari ke empat komponen tersebut di masukkan dalam perhitungan RAB yang kadang – kadang tidak nampak dalam perhitungan.Untuk ketelitian perhitungan Estimasi Biaya diperlukan seorang Estimator yang berpengalaman baik di kantor maupun di lapangan. Hal ini memperkecil kesalahan untuk mengambil langkah – langkah pemikiran yang akan diterapkan dalam bentuk biaya. Keakuratan dalam menganalisis rangkaian pekerjaan dari estimator mempengaruhi dan berdampak terhadap hasil jumlah Rencana Anggaran Biaya ( RAB ). Sering terjadi dan di jumpai pada saat pelaksanaan di lapangan biaya item pekerjaan di estimasi biaya tidak terhitung, padahal pekerjaan tersebut harus di kerjakan.Hal ini yang menjadi penyebab kurangnya keakuratan dalam menganalisis seluruh rangkaian kegiatan (pekerjaan) pada saat menghitung estimasi dalam pengajuan biaya. Perhitungan yang kurang akurat dalam perhitungan Rencana Anggaran Biaya akan menimbulkan kendala pada saat pelaksanaan di lapangan. Bagi estimator yang menjadi kendala pada saat menghitung harga satuan pekerjaan galian tanah, urugan tanah kembali khususnya untuk di pakai di Wilayah NTT akan menyulitkan dalam menganalis perhitungan supaya sesuai harga yang akan dipakai lapangan. Biaya lain adalah biaya – biaya yang tidak boleh nampak dalam RAB, seperti pembayaran galian C, pembayaran Asuransi Tenaga Kerja (Astek) serta biaya pengurusan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang semuanya dibebankan kepada pelaksana konstruksi ( kontraktor ).Faktor – faktor tersebut sebagai penyebab kerugian bagi para jasa kontruksi (kontraktor), dengan demikian akan mempunyai dampak terhadap mutu dan kualitas pekerjaan di lapangan karena nilai total biaya yang diusulkan harus semua dikerjakan baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Bilamana ada klaim dari Pihak kontraktor kepada pihak bouwher, pihak bouwher akan selalu memberi arahan dan petunjuk kompensasi.Kata Kunci : Estimasi Biaya, faktor penyebab kerugian bagi para jasa kontruksi (kontraktor), mutu dan kualitas pekerjaan.
Simulasi dan Optimasi Harga Air Bersih pada Proyek Waduk Titab Kabupaten Buleleng Propinsi Bali Ngurah Antariza, I Gusti; Rispiningtati, Rispiningtati; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.504 KB)

Abstract

Air adalah sumber kehidupan bagi mahluk hidup yang keberadaannya mutlak diperlukan, dengan bertambah tuanya planet bumi ini telah terjadi pemanasan global yang mengakibatkan berkurangnya jumlah volume air hujan. Pertemuan internasional oleh UNED badan dari PBB pada tahun 1996 mengulas tentang hubungan pengaturan air melalui mekanisme ekonomi.Propinsi Bali dengan luas wilayah sekitar 5.632,86 Km2 dan luas daerah aliran sungai di lokasi Bendungan Titab adalah sebesar 69,54 km2 dengan panjang sungai 25 km. Proyek Bendungan Titab berfungsi untuk penyediaan air irigasi di Saba seluas 1396.40 ha dan Puluran seluas 398.42 ha, serta suplai air baku untuk air minum, pembangkit listrik 3,15 MW.Tujuan dari studi ini adalah memberikan sumbangan pemikiran untuk penetapan dan analisa simulasi harga air bersih yang sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan masyarakat pengguna setelah berdirinya proyek Waduk Titab tersebut.Lokasi waduk Titab terletak pada Sub Satuan Wilayah Sungai (Sub SWS) Bali Penida, dan secara administratif termasuk di empat wilayah desa, yaitu Desa Telaga, Desa Ularan, Desa Busungbiu Kecamatan Busungbiu dan Desa Ringdikit Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Luas daerah aliran sungai di lokasi bendungan adalah sebesar 69,54 km2 dengan panjang sungai 25 km.Hasil perhitungan uji kesesuaian metode proyeksi penduduk diambil dengan menggunakan metode eksponensial sebesar 0,921115 karena memiliki angka mendekati +1 dibandingkan metode yang lainnya. Penduduk Kabupaten Buleleng pada tahun 2025 berjumlah sebanyak 2,343,380 jiwa yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan kebutuhan air bersih. Kebutuhan air rata–rata yang digunakan adalah kebutuhan air rata rata tahun 2025 dimana sebagai acuan untuk perhitungan BCR yaitu 65,095,932 lt/hari x 5500 (Harga air eksisting maksimum) = Rp 130,680,082,750 (Manfaat air bersih). Dalam perhitungan Benefit Cost Ratio dengan tingkat suku bunga 12% B/C Waduk Titab >1 maka dapat dikatakan bahwa proyek ini layak secara ekonomi, atau lebih tepatnya proyek ini melebihi nilai impas. Dari hasil analisa perbandingan dapat diketahui bahwa harga air mimimum eksisting sebesar Rp 800/m³ dan harga air maksimum sebesar 5500/m³, sedangkan dari hasil simulasi didapat harga air minimum sebesar Rp.982/ m³ dan harga air maksimum sebesar 5695/m³ sehingga didapat bahwa untuk mendapakan nilai B/C > 1 maka pihak pengelola air dapat menerapkan harga air yang sudah di analisa.Ketersediaan air pada musim kemarau sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan pendekatan kepada petani agar mau melaksanakan pola tata tanam yang sudah di jadwalkan dan hendaknya pihak-pihak terkait selalu meninjau dan turut serta dalam pemeliharaan Waduk Titab agar waduk dapat beroperasi secara optimal sesuai usia gunanya serta terjaga keefektifitasannya.Kata kunci : simulasi, optimasi, harga air bersih, waduk titab.
Studi Optimasi Pola Tata Tanam untuk Memaksimalkan Keuntungan Hasil Produksi Pertanian di Jaringan Irigasi Prambatan Kiri Kecamatan Bumiaji Kota Batu Prasetijo, Hari; Soetopo, Widandi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.596 KB)

Abstract

Di Jaringan Irigasi Prambatan kiri terjadi kekurangan air pada penerapan pola tata tanam eksisting penyebab utama terjadinya kekurangan air tersebut karena adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pola tata tanam yang telah ditetapkan , misalnya pada saat musim kemarau yang seharusnya diperuntukkan untuk tanaman polowijo oleh petani diganti menjadi tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa luas tanam dan keuntungan yang diperoleh pada kondisi eksisting dan kondisi setelah dioptimasi, sedangkan manfaatnya adalah sebagai informasi bagi instansi terkait dan petani setempat tentang pola tata tanam yang sesuai dan hasilnya maksimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah optimasi pola tata tanam dengan program linier dengan menggunakan pakket program solver. Hasil optimasi dari beberapa alternatif pola tata tanam yang dicoba dipilih alternatif ke II (Padi/Apel - Padi/Palawija/Apel - Padi/Palawija/Apel), karena diperoleh keuntungan yang paling maksimumKata kunci : pola tata tanam, pemberian air irigasi, optimasi program linier
Analisa Pola Operasi Embung Joho untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Desa Joho Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Jawa Timur Isqak, Dediek; Juwono, Pitojo Tri; Suprijanto, Heri
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.635 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting untuk memenuhi kelangsungan hidup manusia. Kebutuhan akan air semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, sedangkan persediaan air di bumi adalah tetap. Salah satu upaya mengatasi masalah tersebut adalah dengan menampung air di embung. Dalam memanfaatkan tampungan embung harus diingat bahwa kuantitas air sungai sangat terbatas, sehingga pemakaian air harus dilakukan sebaik mungkin. Pengaturan pendistribusian air di embung sangat diperlukan dalam menentukan pelepasan yang terencana dan berkesinambungan.Dalam studi ini dilakukan simulasi operasi waduk pada tahun 2011 sampai 2025, simulasi dilakukan dengan menggunakan berbagai keandalan debit inflow yaitu air cukup (26,02%), air normal (50,68%), air rendah (75,34%) dan air kering (90%) serta dengan beberapa keandalan operasi. Metode simulasi yang digunakan mempunyai tujuan untuk mengetahui pola operasi embung. Persamaaan yang digunakan adalah kontiunitas massa aliran yang merupakan hubungan antara masukan (inflow), keluaran (outflow), dan perubahan tampungan embung. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah debit inflow, evaporasi, jenis tanah dan kebutuhan yang harus dilayani embung.Dari hasil simulasi operasi Embung Joho dapat diketahui seberapa besar potensi Embung Joho dalam memenuhi kebutuhan air baku domestik, besarnya kemampuan Embung Joho untuk debit dengan keandalan 26,02% = 26.737 jiwa, 50,68% = 20.487 jiwa, 75,34% = 13.087 jiwa dan 90% = 13.887 jiwa.Dari hasil simulasi ini dilakukan analisa pola operasi berdasarkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing – masing simulasi pola operasi. Dari hasil analisa maka pola operasi yang tepat untuk Embung Joho adalah pola operasi dengan simulasi keandalan debit 90%.Kata Kunci : inflow, outflow, simulasi operasi embung

Page 1 of 1 | Total Record : 9