cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2008)" : 6 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Lumpur Lapindo Brantas dalam Campuran Mortar Terhadap Nilai Kuat Tekan Batako Edhi Wahyuni S.; Arifi Sunaryo; Geri Ramdhan Dazali
Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.167 KB)

Abstract

Batako yang terbuat dari campuran kapur dan trass merupakan salah satu jenis batako yang sering digunakan. Trass sendiri memiliki kandungan utama berupa silika dan alumina. Sedangkan lumpur Lapindo memiliki kandungan utama berupa silika dan alumina juga. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai penggunaan lumpur Lapindo sebagai campuran batako untuk memperoleh kekuatan optimal, yang kemudian diharapkan dapat memberikan masukan baru terutama untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan lumpur Lapindo terhadap nilai kuat tekan batako yang dihasilkan.Lumpur yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari desa Siring Sidoarjo dalam keadaan jenuh dan tidak bertemperatur tinggi. Kemudian lumpur tersebut dikeringkan dibawah sinar matahari.Perbandingan campuran batako yang digunakan adalah 1:5 kapur dan trass. Ada enam variasi komposisi antara trass dan lumpur Lapindo, yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40%,dan 50%. Presentase penambahan ini dihitung dari berat total bahan benda uji,Sedangkan untuk kapur jumlahnya tetap. Untuk masing-masing komposisi dibuat 5 benda uji batako.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara variasi komposisi lumpur Lapindo dengan kuat tekan batako. Secara keseluruhan batako dengan penambahan lumpur Lapindo nilai kuat tekannya mengalami penurunan bila dibandingkan batako tanpa lumpur Lapindo. Begitu juga dengan berat isi batako mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan batako tanpa lumpur Lapindo. 
Pengaruh Penurunan Suhu (dengan dan Tanpa Pemanasan Ulang) Terhadap Parameter Marshall Campuran Aspal Beton Arifin, Muhammad Zainul; Wicaksono, Achmad; Pawestri, Ken
Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.765 KB)

Abstract

Tahapan dari pelaksanaan konstruksi jalan meliputi tahap produksi campuran, tahap persiapan lapangan, tahap pengangkutan campuran, tahap penghamparan dan tahap pemadatan di lapangan. Dalam proses pengangkutan campuran kemungkinan terjadi perubahan cuaca sehingga menyebabkan suhu campuran beraspal menurun. Kondisi ini menyebabkan campuran beraspal tersebut tidak dapat dihamparkan pada lokasi pembangunan jalan karenan suhu campuran berada dibawah suhu penghamparan dan pemadatan yang standar. Tetapi kenyatan yang banyak terjadi di lapangan adalah penghamparan dan pemadatan tetap dilakukan walaupun suhu campuran beraspal telah menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penurunan suhu (dengan dan tanpa pemanasan ulang) terhadap karakterisitik campuran meliputi nilai VIM, VMA, Stabilitas, Flow dan Marshall Quotient pada campuran LASTON.Nilai suhu optimum untuk campuran tanpa pemanasan ulang adalah 104,81ºC untuk campuran dengan pemanasan ulang 75ºC. Campuran tanpa pemanasan ulang memiliki nilai VIM sebesar 11,794%, VMA sebesar 23,224%, Stabilitas sebesar 633,111 kg, flow sebesar 2,968 mm dan MQ sebesar 232,934 kg/mm. Sedangkan campuran dengan pemanasan ulang memiliki nilai VIM sebesar 7,334%, VMA sebesar 19,985%, Stabilitas sebesar 1317,713 kg, flow sebesar 2.201 mm dan MQ sebesar 583,643 kg/mm. Campuran tanpa pemanasan ulang tidak memiliki stabilitas optimum sedangkan campuran dengan pemanasan ulang memiliki stabilitas optimum pada suhu 80,139ºC dengan nilai stabilitas 1329,423 kg. Berdasarakan penelitian ini terlihat bahwa campuran yang dipanaskan ulang mempunyai nilai stabilitas yang lebih besar daripada campuran yang tidak dipanaskan ulang. 
Pengaruh Dimensi Kepala Geser (Shearhead) Terhadap Daya Dukung Pondasi Komposit Anyaman Bambu – Spesi Ditumpu pada Kedua Sisinya Dewi, Sri Murni; Nurlina, Siti; Ruslie, Khamal Barlev
Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.74 KB)

Abstract

Pondasi telapak komposit anyaman bambu – spesi adalah suatu struktur pondasi yang didukung oleh kolom tunggal, dan pada sisi atas, bawah dan bagian tengah plat pondasi dilapisi anyaman bambu, serta pada bagian bawah kolom yang diproyeksikan kedalam plat terdapat tulangan dari bambu yang disebut shearhead. Penelitian terhadap pondasi komposit anyaman – bambu spesi ini bertujuan untuk mengetahui besarnya beban yang dapat mengakibatkan keruntuhan pada pondasi komposit anyman bambu – spesi dengan adanya variasi dimensi penampang shearhead.Dalam penelitian ini, beban runtuh tidak hanya diperoleh dari hasil penelitian. Sebagai pembanding dari hasil penelitian, beban runtuh juga dihitung secara teoritis dengan statika sederhana.Pada pengujian hipotesis diambil rasio kesalahan dalam menarik kesimpulan sebesar 5 %. Dari pengujian ini, untuk pengaruh variasai dimensi shearhead pada pondasi dengan tebal plat pondasi 10 cm, didapat nilai t hitung sebesar 4,23 dan nilai t tabel adalah 3,585. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi dimensi penampang shearhead untuk tebal plat pondasi 10 cm berpengaruh terhadap daya dukung pondasi komposit anyaman bambu – spesi. Sama halnya dengan tebal plat pondasi 10 cm, untuk tebal plat pondasi 16 cm diambil nilai rasio kesalahan dalam menarik kesimpulan sebesar 5 %. Dari pengujian terhadap hipotesis diperoleh nilai t hitung sebesar 4,585 dan nilai t tabel 3,585. Dari perbandingan nilai t tersebut, dapat disimpulkan bahwa variasi dimesnsi penampang shearhead untuk tebal plat pondasi 16 cm berpengaruh terhadap daya dukung pondasi komposit anyaman bambu – spesi.
Prosentase Penurunan Lendutan pada Model Jembatan Rangka Baja Akibat Penambahan Kabel Prategang Eksternal Tipe Trapesium Wisnumurti Wisnumurti; Agoes Soehardjono; Rizaldy Iskandar
Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.569 KB)

Abstract

Penggunaan jembatan sebagai pelengkap dalam sarana transportasi sangat krusial. Dengan meningkatnya beban kendaraan yang melewati jembatan seiring dengan bertambahnya volume kendaraan diperlukan suatu metode peningkatan kapasitas jembatan terutama jembatan rangka. Metode peningkatan kapasitas yang tidak merusak ataupun membangun ulang jembatan yang sudah ada adalah dengan penambahan kabel prategang.Peningkatan kapasitas yang dapat ditinjau secara langsung adalah dengan mengamati besarnya pengurangan lendutan yang terjadi pada jembatan tersebut setelah ditambahkan kabel prategang. Pengaruh penambahan yang terjadi pada model jembatan didapatkan dengan membandingkan lendutan yang terjadi akibat pembebanan dalam keadaan setelah dan sebelum diberi prategang. Besarnya beban dan gaya prategang pada kabel prategang yang diberikan divariasikan untuk mendapakan data lendutan yang diperlukan. Sebelum dilakukan analisa pengaruh lendutan, lebih dulu dilakukan perbandingan hasil data yang didapatkan di lapangan dengan hasil perhitungan teoritis. Hasil perhitungan teoritis dilakukan dengan menggunakan software STAAADPro 2004.Dalam penelitian ini besarnya prosentase penurunan lendutan yang terjadi akibat penambahan kabel prategang eksternal tipe trapesium pada tiap peningkatan beban yang diberikan pada model jembatan rangka adalah sebesar 4,167 - 14,286 % dengan nilai ratarata 8,855%. Sedangkan besarnya penurunan lendutan maksimum yang terjadi adalah sebesar 37,073%. Data prosentase penurunan lendutan tersebut dapat dipergunakan dalam perencanaan jembatan rangka prategang, terutama dalam penentuan jenis dan tipe prategang yang digunakan. 
Pengaruh Kadar Air Terhadap Perilaku Modulus Deformasi Tanah Lempung di Kawasan Universitas Brawijaya Malang yang Dipadatkan Secara Standar As'ad Munawir; Herlien Indrawahyuni; Elly Romy Haryani
Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.784 KB)

Abstract

Metode test yang dipakai untuk mengetahui perilaku tegangan-regangan tanah lempung yang dipadatkan adalah dengan uji Triaxial UU. Dari hasil pengujian diperoleh nilai modulus deformasi dan karakteristik tanah lempung setelah mendapat perlakuan pemadatan. Perlakuan pemadatan pada benda uji menggunakan metode pemadatan standar, benda uji dipadatkan dalam cetakan yang volumenya didesain sesuai dengan volume benda uji Triaxial, berdasarkan rumus energi pemadatan dengan kadar air sebesar 34.44 %, 35.04 %, 35.69 %, 36.25 %, 36.70 %, 37.29 %, dan 37.63 % yang semuanya merupakan kadar air di atas kadar air optimum.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku tegangan deviator-regangan tanah lempung yang dipadatkan dengan jenis pemadatan standar memiliki model matematis non linear (polynomial), demikian pula halnya dengan tanah asli sehingga secara garis besar keduanya memperlihatkan pola yang hampir sama yaitu tidak linier. Kadar air berpengaruh pada besar tegangan runtuh, dimana nilai tegangan runtuh akan menurun jika tanah lempung dipadatkan dengan kadar air lebih tinggi. Tekanan kekang (σ3) juga berpengaruh terhadap nilai tegangan runtuh, jika tanah lempung diuji pada tingkat tekanan kekang semakin tinggi maka tegangan runtuh akan meningkat sebanding dengan naiknya tekanan kekang tersebut walaupun diuji pada kadar air sama. Nilai modulus deformasi tanah lempung yang dipadatkan secara standar mengalami peningkatan nilai modulus deformasi sejalan dengan berkurangnya kadar air, hal ini disebabkan, semakin kecilnya kohesi pada waktu contoh tanah longsor dengan meningkatnya kadar air. Nilai kohesi (c) dari tanah lempung yang dipadatkan dengan jenis pemadatan standar akan mempunyai nilai optimum pada kadar air tertentu di daerah sisi kering optimum hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai kohesi sejalan dengan berkurangnya kadar air. Nilai sudut geser dalam (f) tanah lempung yang dipadatkan dengan jenis pemadatan standar akan semakin meningkat dengan berkurangnya kadar air. 
Studi Mengenai Pengaruh Variasi Jumlah Gigi Gergaji Terhadap Koefisien Debit (Cd) dengan Uji Model Fisik pada Pelimpah Tipe Gergaji Pudyono Pudyono; IGN Adipa; Khoirul Azhar
Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1969.715 KB)

Abstract

Bendung merupakan komponen utama dari berbagai jenis bangunan air, yang  berfungsi untuk meninggikan muka air mengendalikan dasar sungai dan pergerakan sedimen  serta untuk menampung muatan sedimen. Salah satu bangunan pelengkap yang dimiliki oleh  bendung adalah pelimpah yang berfungsi menjaga waduk dan sistem bendungan dari bahaya  pelimpahan (overtopping), peninggian elevasi muka air diatas pelimpah dapat menimbulkan  masalah utama berupa banjir yang dapat menyebabkan masalah lain seperti masalah  lingkungan sosial, budaya dan ekonomi. Adapun usaha untuk menurunkan tinggi muka air  diatas pelimpah tersebut digunakan pelimpah tipe gergaji yang menggunakan metode  memperlebar atau memperpanjang pelimpah kearah samping kiri dan kanan pelimpah tanpa  memperlebar lebar saluran/sungai. Atas dasar pemikiran tersebut, penelitian ini mencoba  untuk mengkaji pengaruh variasi jumlah gigi gergaji terhadap koefisien debit (Cd) yang  optimum dengan mengalirkan empat variasi debit (Q).Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental murni.  Penelitian ini menggunakan fasilitas laboratorium dan beberapa peralatan yang dibuat sendiri  guna melengkapi proses penelitian. Parameter pada saluran peraga yaitu penampang  segiempat, lebar saluran 0,3 m, tinggi saluran 0,5 m, panjang saluran 9 m, Terdapat dua  macam variabel bebas yakni variasi debit (Q) dan variasi gigi gergaji. Di mana variasi debit  yaitu debit 1 (2,314 ℓ/dt), debit 2 (4,073 ℓ/dt), debit 3 (6,083 ℓ/dt), debit 4 (8,303 ℓ/dt), dan  variasi gigi gergaji yaitu 1 gigi (Beff = 48,54 cm), 2 gigi (Beff = 76,83 cm), 3 gigi (Beff = 80,68  cm), 4 gigi (Beff = 84,72 cm), sedangkan variabel terikatnya adalah koefisien debit (Cd) pada  pelimpah tipe gergaji. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue