cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2010)" : 7 Documents clear
Pengaruh Perbedaan Proses Pendinginan Terhadap Perubahan Fisik dan Kuat Tekan Beton Pasca Bakar Setyowati, Edhi Wahyuni; Anggraini, Retno
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.864 KB)

Abstract

Kebakaran merupakan suatu bencana yang tidak diinginkan datangnya, serta perlu diwaspadai dan diperhatikan dalam suatu pembangunan baik berupa sarana maupun prasarana. Selain terjadinya perubahan temperatur yang cukup tinggi, adanya pengaruh siklus pemanasan dan cara pendinginan menyebabkan struktur beton akan mengalami proses perubahan fase fisis dan kimiawi secara kompleks. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap perubahan perilaku material fisik beton yang mengakibatkan menurunnya kekuatan struktur beton. Dari beberapa penjelasan di atas, maka pada penelitian ini akan dibahas tentang kekuatan struktur beton khususnya perbandingan kuat tekan sisa beton akibat temperatur tinggi suhu pembakaran pada saat kondisi pendinginan normal dengan kondisi pendinginan yang disertai dengan penyiraman serta keadaan beton (perubahan warna, kerusakan, perubahan struktur mikro) yang terjadi.Penelitian ini dilakukan dengan memberikan temperatur pada benda uji yaitu 200°C, 400°C, 600°C, dan 800°C dengan faktor air semen tetap pada umur setelah 28 hari dan akan dilakukan penyiraman setelah beton dibakar pada suhu yang telah ditetapkan. Proses pembakaran dilakukan dengan menggunakan burner dengan kapasitas suhu maksimum 1000°C dengan dimensi 2 x 1,5 x 1,5 m.Dari hasil penelitian didapatkan kuat tekan beton pada benda uji yang diberi temperatur tinggi menurut suhu-suhu yang diinginkan dan melalui proses pendinginan (disiram dan tidak disiram) mengalami penurunan kuat tekan dari benda uji normal yang tidak dibakar. Dari uji statistik analisis varian didapatkan hasil bahwa cara pendinginan memberikan perbedaan pengaruh yang tidak signifikan terhadap kuat tekan. Suhu memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan dan interaksi antara variasi cara pendinginan dan suhu memberikan perbedaan pengaruh yang tidak signifikan terhadap kuat tekan. Dan dari analisis regresi diperoleh persamaan regresi kuadratik ganda yang menunjukkan bahwa kuat tekan menurun seiring dengan adanya peningkatan suhu (saat pembakaran). Terjadi perubahan warna pada beton setelah mengalami pembakaran di setiap suhu yaitu pada suhu 200°C warna beton berubah menjadi abu – abu keputihan, suhu 400°C warna beton menjadi coklat, suhu 600°C warna beton menjadi coklat susu dengan bintik-bintik merah tua dan suhu 800°C warna beton menjadi putih. Pada tiap suhu pembakaran, beton mengalami kerusakan yang berbeda-beda seperti retak rambut, terkelupas, rapuh, pecah dan muncul pori. 
Inspection of Internal Defects In Concrete Structures by Scanning Image Analysis Zacoeb, Achfas
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.89 KB)

Abstract

This paper describes one of visual inspection devices that developed with small borehole and to be named as Stick Scanner (SS) for internal concrete structure by using scanning technique. The advantage of SS is making the possibility for effective and secure working with a good precision to obtain plural information from one inspection mark such as crack width, crack depth, carbonation depth, corrosion etc in rapid way (about 30 minutes for one inspection mark). The use of small inspection borehole also gives a faster restoration and no significance damage effect towards the integrity of existing structures. The measurement and assessment process are conducted by analyzing of captured image in photograph stage. 
Numerical Study of Tsunami Generation Mechanism Alwafi Pujiraharjo
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.292 KB)

Abstract

Tsunami can be gererated by seafloor deformation (fault), under water or sub-marine landslides, under water explosions, and asteroids impact. However, most of tsunami cases are generated by fault. Numerical study of tsunami generation mechanisms are investigated. Tsunami generation by faults are studied and focused on the effects of dispersion and nonlinearity on tsunami generation. Simulations included tsunami generation at deep, intermediate, and shallow water regions. Numerical simulation showed that at deep and intermediate water region the dispersion effect reduce the generated tsunami profile by shifting the profile into more than one wave while the nonlinearity effect does not important for this case. At shallow water, both dispersion and nonlinearity did not take effect to generated tsunami profile. Durations of seabed movement are also simulated to investigate the effect of fast and slow event generation of tsunami. For fast event tsunami propagation, generated tsunami profiles are similar to the profiles of bottom motion. 
Pengaruh Perkuatan Anyaman Bambu Dengan Variasi Kedalaman Pondasi dan Jarak Antar Lapis Perkuatan Terhadap Daya Dukung Pondasi Menerus pada Tanah Pasir Poorly Graded Widodo Suyadi; Abdul Kadir Shaleh; Anjang Pradana Dirgantara
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.368 KB)

Abstract

Salah satu jenis tanah yang tergolong memiliki daya dukung ultimate yang rendah adalah tanah pasir poorly graded. Oleh sebab itu diperlukan suatu perkuatan dengan tujuan meningkatkan daya dukung tanah, pada penelitian ini digunakan anyaman bambu. Variasi kedalaman pondasi dan jarak antar lapis perkuatan digunakan untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah yang maksimum. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa dengan adanya variasi kedalaman pondasi dan jarak antar lapis perkuatan akan memberikan angka rasio daya dukung tanah yang bervariasi pula. 
Studi Alternatif Perencanaan Fasilitas Sisi Udara Bandar Udara Blimbingsari di Kabupaten Banyuwangi Achmad Wicaksono; Asril Kurniadi; Ika Rahmawati
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.599 KB)

Abstract

Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, meliputi pada sektor agraris, maritim, industri, perdagangan dan pariwisata. Untuk melanyani tingkat kebutuhan transportasi yang menuntut kecepatan mobabilitas masyarakat dimasa yang akan datang, maka untuk memfasilitaskan pergerakan manusia dan barang sebagai konsukuensi dari usaha peningkatan dan pengembangan sumber daya alam dan manusia dipilih transportasi udara. Untuk kebutuhan sarana transportasi udara pemerintah Kabupaten Banyuwangi membangun Bandar Udara Blimbingsari. Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Banyuwangi dengan bertambahnya jumlah penduduk Banyuwangi yang cukup pesat tentunya juga akan mempengaruhi pertumbuhan di bidang ekonomi sehingga mempengaruhi pertambahan jumlah penumpang. Tujuan studi ini adalah mengevaluasi fasilitas sisi udara yang meliputi runway, taxiway, apron dan perkerasan dalam rangka tahap pengembangan tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan jasa penerbangan di tahun yang akan datang.Dalam studi ini pesawat rencana adalah Boeing 737-500 untuk penerbangan domestik. Umur rencana ditentukan 20 tahun. Peramalan penumpang dilakukan dengan metode regresi linier. Dari hasil peramalan didapat :Penerbangan kedatangan tahun 2028 sejumlah 7 pesawat rata-rata per hari.Penerbangan keberangkatan tahun 2028 sejumlah 8 pesawat rata-rata per hari.Perhitungan perencanaan fasilitas sisi udara menggunakan metode FAA. Dari hasil analisis didapatkan bahwa :Panjang runway rencana adalah 3.000 m, lebih panjang dari runway eksisting (2.250 m). Kebutuhan lebar runway adalah 30 m, sama dengan lebar runway eksisting (30 m).Taxiway rencana dengan lebar 30 m, lebih panjang dari taxiway eksisting ( 23 m). Jumlah taxiway rencana sebanyak 2 buah, lebih banyak dari taxiway eksisting (1 buah).Apron eksisting seluas 180x80 m, sedangkan hasil perhitungan didapat 220x100m. Pintu apron (apron-gate) rencana didapat 4 pintu tipe Tahap I (30,6 cm) dan Tahap II (31,7cm), serta area transisi Tahap I (23,6 cm) dan Tahap II (23,9 cm ). Tebal perkerasan eksisting adalah 78 cm (area kritis), 57 cm (area nonkritis), dan 38 cm (area transisi). Hasil A untuk penerbangan.Tebal perkerasan yang didapat berdasarkan hasil perhitungan adalah pada area kritis Tahap I (37 cm) dan Tahap II (38,4 cm), area non kritis perhitungan yang didapat lebih kecil dari kondisi eksisting. 
Penerapan Matriks Untuk Monitoring Proyek dengan Konsep Nilai Hasil pada Pembangunan Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Mohammad Hamzah Hasyim; Saifoe El Unas; Nur Cahyono
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.299 KB)

Abstract

Proyek kostruksi adalah sesuatu yang tidak menentu, banyak faktor yang mempengaruhinya di luar perkiraan. Monitoring mutlak diperlukan dalam rangka mencapai target keuntungan tanpa mengurangi kualitas yang telah disepakati dalam kontrak. Konsep nilai hasil adalah salah satu cara untuk mengetahui perkembangan proyek dengan membentuk tiga indikator, yaitu BCWS, BCWP, dan ACWP. Metode matriks merupakan salah satu cara perencanaan dan kontrol proyek yang estimasinya ditujukan pada biaya, waktu, dan evaluasi proyek. Metode matriks dan konsep nilai hasil merupakan penelitian yang terpisah sehingga diperlukan penelitian tentang penerapan matriks untuk monitoring proyek dengan konsep nilai hasil. Penelitian ini diarahkan untuk mengetahui cara menyusun BCWS dan BCWP dengan persamaan matriks sehingga dapat digunakan sebagai input untuk monitoring proyek dengan konsep nilai hasil. Objek studi penelitian adalah Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.Untuk menyusun BCWS dan BCWP harus dibentuk tiga matriks dasar yaitu matriks kuantitas pekerjaan terhadap elemen bangunan (Qwxm), matriks harga satuan pekerjaan terhadap komponen biaya (Uwxa), dan matriks progress rasio pekerjaan terhadap waktu (Rwxt). Dengan operasi matriks, dari ketiga matriks dasar tersebut dapat diintegrasikan antara waktu dan biaya sehingga diperoleh matriks biaya pekerjaan terhadap waktu (Cwxt). BCWS diperoleh dengan mengalikan CT wxt dengan matriks satuan pekerjaan (Iwx1). BCWP diperoleh dengan merubah matriks progress rasio pekerjaan terhadap waktu (Rwxt) sesuai prestasi fisik yang diperoleh dari laporan mingguan. Sedangkan ACWP diperoleh dari laporan keuangan proyek. Dari ketiganya dapat dihitung varians biaya, varians jadwal, indeks kinerja biaya, dan indeks kinerja jadwal serta perkiraan biaya total proyek.Dengan konsep nilai hasil, diketahui perkembangan proyek pembangunan Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Pada tiga minggu pertama pelaksanaan proyek, prestasi fisik yang diperoleh cukup baik (indeks kinerja jadwal/SPI lebih dari satu) namun biaya yang dikeluarkan melebihi anggarannya. Prestasi mulai memburuk pada minggu ke-4 dan selanjutnya, namun biaya aktual yang dikeluarkan relatif dibawah anggaran. Kondisi ini berubah pada minggu terakhir pelaksanaan proyek (minggu ke-17), karena ternyata pihak kontraktor mampu menyelesaikan proyek tepat waktu (nilai SPI = 1) dengan nilai indeks kinerja biaya (CPI) sebesar 1,46% yang berarti kontraktor pelaksana mendapatkan keuntungan 4,6% dari nilai akhir BCWS atau sebesar Rp 206.390.993,65. 
Studi Karakteristik dan Model Pemilihan Moda Angkutan Mahasiswa Menuju Kampus (Sepeda Motor atau Angkutan Umum) di Kota Malang Djakfar, Ludfi; Indriastuti, Amelia Kusuma; Nasution, Akhmad Sya’ban
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.107 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia modern. Dalam pemenuhan kebutuhan  akan pendidikan khususnya pendidikan formal, terjadilah pergerakan untuk mencapai sekolah ataupun  kampus yang ada. Pergerakan sendiri membutuhkan moda angkutan sebagai sarana untuk bergerak.  Pemilihan moda angkutan bervariasi berdasarkan tingkat kepuasan yang ditawarkan tiap moda angkutan.  Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pengguna, karakteristik pergerakan, dan karakteristik  fasilitas moda angkutan mahasiswa menuju kampus, serta membuat model pemilihan moda angkutan  mahasiswa menuju kampus antara sepeda motor dan angkutan umum.Lokasi penelitian yaitu universitas dan perguruan tinggi di wilayah Kecamatan Lowokwaru Kota  Malang. Universitas dan perguruan tinggi tersebut adalah :Universitas Brawijaya, Universitas Negeri  Malang, Institut Teknologi Nasional, Universitas Islam Malang, Politeknik Negeri Malang, Universitas  Gajayana Malang dan Universitas Islam Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode  wawancara dalam bentuk kuisioner yang disebarkan pada mahasiswa. Analisis data yang digunakan  adalah statistik deskriptif dan model binary logistik karena hanya ada dua pilihan alternatif moda dalam  studi ini yaitu angkutan umum dan sepeda motor. 

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2010 2010


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue