cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2013)" : 10 Documents clear
Energi Fraktur Beton Dengan Keruntuhan Kuasi-Regas Berdasarkan Model Retak Fiktif Fungsi Bi-Linier Agnes H. Patty; Sugiarti Sugiarti
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.349 KB)

Abstract

Pengujian fraktur dilakukan terhadap balok beton polos dengan kuat tekan rencana 30 MPa, merujuk pada RILEM Technical Committee 50-FMC di bawah displacement control dengan menggunakan close-loop testing machine. Response pasca puncak yang bersifat non-linier dimodelkan menurut kurva bi-linier yang direkomendasikan oleh CEB-FIP Model Code 1990 (MC 90). Dengan mengaplikasikan prinsip J-integral pada kurva ‘Load-CMOD’, bukaan retak kritis wc ditentukan. Energi fraktur yang dihasilkan secara empiris berdasarkan rekomendasi MC 90, dimana kuat tekan adalah variabelnya, bernilai sekitar 50% dari nilai yang dianalisis dengan menggunakan fungsi bi-linier, sebuah nilai yang memenuhi konsep J-integral untuk linear_elastic fracture mechanics (LEFM). Verifikasi dilakukan terhadap hasil pengujian fraktur dengan pemodelan Round-Robin Test. Hasil akhir adalah, energy fraktur secara empiris berdasarkan kuat tekan adalah 184 N/m,berdasarkan fungsi bi-linier 188 N/m, dan 194 N/m untuk Round-Robin Test.   
Analisis Perbandingan Risiko Kontrak Lumpsum Dan Kontrak Unit Price (Studi Kasus Kontraktor di Kota Samarinda Kalimantan Timur) Heru Bawono; Alwafi Pujirahardjo
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.404 KB)

Abstract

Dalam setiap usaha akan selalu muncul secara berdampingan 2 (dua) hal yang kontradiktif yaitu peluang memperoleh keuntungan dan risiko menderita kerugian, termasuk dalam usaha jasa konstruksi. Risiko menderita kerugian ini dapatdiantisipasi dengan menganalisis jenis kontrak jasa konstruksi yang digunakan,yaitu dengan membandingkan risiko biaya, waktu dan mutu konstruksi kontrak Lumpsum dengankontrak Unit Price dari perspektif kontraktor selaku penyedia jasa. Metode yang digunakan adalah Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Prosesanalisis dimulai dengan mendefinisikan masalah, dan membuat struktur hierarki.Hirarki ini terdiri dari 3 (tiga) level yaitu tujuan (level I), kriteria (level II), danalternatif (level III).Berdasarkan hirarki tersebut kemudian disusun kuesioner.Penyebaran kuesioner dilakukan pada 31 responden yang terdiri dari kontraktor diKota Samarinda. Data yang diperoleh kemudian ditabulasikan, dilanjutkan denganmembuat matrik berpasangan, melakukan perbandingan berpasangan, mengukurbobot prioritas untuk level II dan level III. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh perbandingan risiko dapat mengefisienkan biaya pada kontrak unit price lebih tinggi dibandingkan dengan kontrak lumpsum dengan perbandingan 81,36% : 18,64%. Risiko efisiensi waktu kontrak unit price lebih efisien waktu daripada lumpsum dengan perbandingan 60,79% : 39,21. Sedangakan kualitas yang dihasilkan antar kedua jenis kontrak memiliki bobot prioritas yang hampir sama 56,33% : 43,67%.Jadi, kontraktor yang menggunakan kontrak unit price lebih efisien terhadap biaya, waktu dan mutu daripada kontraktor dengan kontrak lumpsum. 
Studi Dampak Rencana Reklamasi Di Teluk Lamong Propinsi Jawa Timur Terhadap Pola Arus Pasang Surut Dan Angkutan Sedimen Alwafi Pujiraharjo; Arief Rachmansyah; Pudyono Pudyono; Agus Suharyanto; Yatnanta Padma Devia; Dwi Ratna Nur F.
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.115 KB)

Abstract

Rencana pengembangan Teluk Lamong yaitu peningkatan kapasitas bongkar muat dan terminal peti kemas, pengembangan water front city, dan terminal multi purpose dikhawatirkan akan berdampak negative terhadap pola arus dan sedimentasi di Teluk Lamong, kondisi lingkungan, dan kondisi social masyarakat di sekitar Teluk Lamong. Dampak dari sedimentasi ini dikhawatirkan akan menyebabkan pendangkalan alur pelayaran sungai di Selat Madura. Selain itu juga dikhawatirkan akan mengganggu habitat satwa di Pulau Galang yang merupakan wilayah konservasi. Penelitian ini hanya mengkaji dampak dari rencana reklamasi terhadap perubahan pola arus pasang surut dan sedimentasi di Teluk Lamong. Studi dilakukan dengan menggunakan bantuan simulasi model numerik untuk memprediksi perubahan pola arus dan perubahan pola angkutan dan endapan sedimen di Teluk Lamong dengan adanya reklamasi. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data batimetri dan topografi Teluk Lamong, data karakteristik sedimen, data detail rencana reklamasi, data debit sungai dan data pasang surut. Data topografi, batimetri dan detail rencana reklamasi digunakan sebagai input geometri Teluk Lamong. Sedangkan data pasang surut, karakteristik sedimen, dan debit sungai digunakan sebagai kondisi batas dalam simulasi pola arus dan sedimen. Analisis hasil simulasi dilakukan terhadap 5 skenario model yang dipilih. Dari hasil simulasi diketahui pola arus pasang surut dan pola penyebaran sedimen di Teluk Lamong. Berdasarkan hasil simulasi ini juga diperoleh prediksi ketebalan endapan sedimen di Teluk Lamong berikut dampaknya terhadap alur pelayaran Selat Madura. Hasil simulasi menunjukkan bahwa perlu perbaikan bentuk, posisi dan luas area reklamasi terhadap rencana reklamasi yang sudah ada. Perbaikan bentuk area reklamasi disarankan mengikuti Model 5. 
Penentuan Kedalaman Dan Pola Gerusan Akibat Aliran Superkritik Di Hilir Pintu Air Menggunakan End Sill Dan Buffle Block Dengan Simulasi Model Integrasi Numerik Pudyono, Pudyono; Sunik, Sunik
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.076 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman dan pola gerusan hasil simulasi dengan integrasi numerik pada loncatan hidraulik yang melalui pintu sorong (sluice gate) dengan menggunakan 3 jenis model yaitu model apron kosong di hilir pintu, model apron- end sill dan model apron-buffle block (Q = 155, 233, 311, 389, 467 l/det, dengan variasi bukaan pintu a1 = 6, 9, 12 cm; a2 = 6 cm dan a1 = 6, 9, 12 cm; a2 = 12 cm.). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen berupa simulasi integrasi numerik dengan menggunakan program. Analisis menggunakan apron dan end sill serta buffle block hanya dilakukan pada saluran 1 yaitu saluran mendatar dengan pintu sorong. Ada tiga macam variasi model (M1-M3) yaitu apron kosong; apron dan end sill; apron dan buffle block, lima macam variasi debit (Q1-Q5) dan satu macarn kondisi bukaan pintu hilir (K1) yaitu kondisi loncat air di hilir pintu. Macam-macam model yang dipakai adalah M1 = model dengan apron kosong, M2 = model dengan apron dan end sill, M3= model dengan apron dan baffle block. Kondisi loncat air yang digunakan adalah K1 - kondisi loncat air di hilir pintu hulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman gerusan (faktor keamanan pengali untuk ke dua jenis model = 1,5) menggunakan apron-end sill berada dalam range 26 mm – 82 mm (gerusan berkurang sekitar 10%-15% dengan adanya pemasangan end sill) sedangkan kedalaman gerusan menggunakan apron-buffle block berada dalam range 21 mm – 64 mm (gerusan berkurang sekitar 20% - 30% dengan adanya pemasangan buffle block). Pola gerusan pada saat debit pengaliran semakin meningkat bentuknya beragam, bisa terletak dalam satu segmen (satu lokasi) bisa pula terletak berjauhan (tersebar). Ini dapat terjadi karena adanya pengaruh kecepatan aliran, karakteristik aliran (superkritis, kritis dan sub kritis) serta kedalaman aliran (y1,y2,yp,y3). 
Mendeteksi Retakan Dalam Pada Tubuh Lereng Tanah Residu Menggunakan Electrical Resistivity Tomography Eko Andi Suryo
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.149 KB)

Abstract

Retakan pada tanah merupakan salah satu faktor yang berpengaruh signifikan dalam stabilitas tanah yang bisa memicu terjadinya kelongsoran akibat hujan deras. Adanya retakan di permukaan lereng tanah akan berpotensi menurunkan kekuatan geser dan meningkatkan koefisen permeabilitas tanah. Efek retakan permukaan tanah terhadap stabilitas lereng telah banyak diteliti, namun pengaruh ‘retakan dalam’ pada stabilitas tanah masih belum diketahui. Terbatasnya informasi ini kemungkinan besar disebabkan belum tersedianya metode yang efektif untuk mendeteksi ‘retakan dalam’. Tulisan ini membahas alternatif metode untuk mendeteksi ‘retakan dalam’ di lereng tanah residu di Indonesia menggunakan metode electrical resistivity tomography (ERT). Penyilidikan Lapang melalui Bore-hole Drilling dilakukan di beberapa titik lokasi di lereng dimana pengujian ERT telah dilakukan. Selanjutnya hasil dari penyelidikan tanah di laboratorium digunakan untuk memverifikasi hasil uji ERT tersebut. Studi ini menunjukkan potensi penggunaan ERT untuk mendeteksi ‘retakan dalam’ pada lereng tanah residual. 
Numerical Simulation Of Bridges With Inclined Deck Under Strong Ground Motion Nurul Rochmah; Tzu-Ying Lee
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.616 KB)

Abstract

Pounding between decks was observed on most of the bridges which suffered severe damage even unseating. Although the pounding effect of seismically-excited bridges has been studied by many researchers, only few researchers investigated the bridges with inclined decks on this effect. However, the decks of bridges should be of slopes due to various terrain, route alignment and elevation. Occasionally the slope is up to 10%. Therefore, this research is aimed to study the pounding effect of bridges with inclined decks under strong ground motions. The Vector Form Intrinsic Finite Element (VFIFE) is superior in managing the engineering problems with material nonlinearity, discontinuity, large deformation, large displacement and arbitrary rigid body motions of deformable bodies. In this study, the Vector Form Intrinsic Finite Element (VFIFE) is thus selected to be the analysis method. Two types of bridges, a six-span simply-supported bridge and a continuous bridge are analyzed. Both of bridges are with high damping rubber bearings. This study used different number of element to simulate the decks and the deck slopes are from 0% to 10%. The ground motion scales are from 100% to 300%. From the numerical analysis result, the deck deformations and forces without pounding effect are larger than the cases with pounding effect. And more element number is better to simulate the decks. The deck slope does not influence the number of unseating decks and damage bearings. The dynamic behavior of continuous elevated bridge is better than simply-supported elevated bridge under strong ground motion. 
Penggunaan Batuan Skoria Dari Gunung Kelud Blitar Sebagai Agregat Kasar Pada Beton Ringan Struktural Hendro Suseno
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.06 KB)

Abstract

Beton Ringan Struktural adalah beton ringan yang digunakan untuk elemen-elemen struktural bangunan seperti misalnya balok, pelat lantai dan atap maupun dinding gedung tinggi, salah satu cara untuk memperolehnya adalah dengan mengganti agregat kasar normal dengan agregat ringan baik yang diperoleh secara alami atau vulkanik seperti Batu Apung dan Batuan Skoria maupun secara buatan melalui proses termo-kimia seperti pengembangan tanah liat, serpihan batu, terak pabrik baja dan abu terbang. Agregat ringan buatan ini sangat mahal karena proses pembuatannya memerlukan energi yang besar dan rumit, untuk itu agregat ringan alami, salah satunya Batuan Skoria dari Gunung Kelud Blitar merupakan pilihan yang perlu dikaji karena keberadaanya melimpah, murah, belum diberdayakan secara maksimal dan nantinya akan diperoleh beton ringan yang lebih ramah lingkungan.Dari hasil penelitian sebelumnya diperoleh kuat tekan hancur yang memenuhi persyaratan walaupun dengan proporsi campuran coba-coba berdasarkan perbandingan berat agregat halus-kasar dan agregat-semen, namun berat isinya masih cukup besar dan masih tidak memenuhi persyaratan yang ada sehingga perlu diperbaiki lagi. Tujuan dari penelitian ini adalahmemanfaatkan Batuan Skoria dari Gunung Kelud sebagai agregat kasar pada beton ringan struktural berdasarkan kriteria karakteristik fisik dan mekanik yang telah disyaratkan.Pada penelitian ini proporsi campuran beton ringan juga diambil secara coba-coba berdasarkan perbandingan agregat halus-agregat kasar yang diperhalus antara 1.25 dan 1.35, sedangkan perbandingan agregat-semen diambil 3.25, 3.5 dan 3.75 dengannilai slump tetap dipertahankan dibawah 100 mm.Benda uji silinder dibuat sesuai perlakuan dan perulangan yang ditentukan, perawatan sesuai standar beton ringan dan pengujian dilakukan pada umur 28 hari untuk mendapatkan data yang berhubungan dengan Berat Isi, Kuat Tekan Hancur dan Modulus Elastisitas Chord. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Batuan Skoria dari Gunung Kelud merupakan agregat kasar ringan vulkanik yang dapat digunakan untuk Beton Ringan Struktural dengan pemilihan jenis agregat halus tertentu. Hanya kuat tekan hancur masih relatif rendah sehingga perlu peningkatan misalnya dengan perancangan proporsi campuran yang lebih teliti atau penggunaan bahan tambahan campuran pereduksi air. 
Investigation On Experimental Surface Chloride Concentration In Concrete Nuralinah, Devi
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.976 KB)

Abstract

Surface chloride of concrete as boundary condition is investigated based on the exposure test results obtained by the wind tunnel. Specimens are continuously exposed to controlled airborne salt in the wind tunnel. Several types of boundary condition model are examined based on the obtained experimental results. The dependency of surface chloride on airborne salt and water cement ratio is investigated. Laboratory test on chloride ingress into concrete subjected to airborne salt is carried out by means of the original wind tunnel. The result shows that surface chloride is dependent of intensity of airborne salt. The dependency of surface chloride content on water cement ratio is not clear. Mean surface chloride determined from short-term exposure test underestimates long-term chloride ingress into concrete. 
Drift Capacity Of Lightly Reinforced Soft Storey Structures Wibowo, Ari
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.066 KB)

Abstract

Lightly reinforced concrete columns and soft storey configurations are prevalent in many old buildings in regions of lower seismicity. This type of structure is believed to have a very low lateral load and drift capacity from a conventional design perspective. Furthermore, the application of design standards in low and moderate seismic regions such as Australia, results in most of the lightly reinforced structures being deemed unsafe in an earthquake. Therefore, an earthquake damage reconnaissance, experimental field test, and laboratory study of non ductile columns has been undertaken to examine the drift capacity and failure mechanism of such columns. Firstly, a field reconnaissance was conducted in China after the Wenchuan Earthquake in 2008, particularly in regions with similar design intensity MMI VI to VIII experienced in Australia. A comparison between the Wenchuan Earthquake and the characteristics of design earthquakes in Australia was made to provide insight for the development of future design standards and for the assessment of existing buildings in Australia. A unique experimental field testing of a precast soft storey building in Carlton Melbourne was then undertaken. Four tests were conducted to measure the drift capacity and loaddeflection behaviour of such buildings. The experimental results together with a comparison with theoretical predictions showed that the precast columns with weak connection had significant displacement capacity controlled by the column rocking irrespective of strength degradation. Lastly, a laboratory research project has been undertaken to investigate the collapse behaviour of insitu lightly reinforced concrete columns. The effect of variation of axial load ratio and longitudinal reinforcement ratio on flexural, yield penetration, and shear displacement as components of the drift capacity were observed. Interesting outcomes showed that lightly reinforced concrete columns were able to sustain lateral drift considerably greater than the code recommendations, whilst the present shear capacity predictions tended to overestimate the nominal shear strength of the column. 
The Effect Of Fibrous Concrete Batches At The Age Of 730-Days Through Analytical And Experimental Tests Indradi Widjatmiko; Ari Wibowo; Devi Nuralinah; D. Mulyaningrum
Rekayasa Sipil Vol 7, No 2 (2013)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.786 KB)

Abstract

This research is a continuous study to investigate the effect of fibrous concrete batches at the age of 730-days and hence makes a comparison with experimental results conducted by Bryceson (2003). Modelling the finite element is carried out in linear static solver and non-linear static solver to verify the experimental results of column specimens recorded by Bryceson (2003). Polypropylene fibres were used in this study with the high strength concrete of recorded compressive strength of 72 MPa (Bryceson, 2003). Two fibre contents (0.1 %, and 0.3 %) with different fibre location were proposed by Bryceson (2003) for the column specimens. For each batch of fibre content, three columns were cast by Bryceson (2003). One consisted of fibrous concrete for the entire section, while the second column consisted of fibrous concrete at the cover and the region through the steel reinforcement only and the third column consisted of fibrous concrete at the cover only. A control references column was cast with non-fibrous concrete at the entire cross-section for comparison purpose (Bryceson, 2003). Therefore, in this study, similar modelling of columns was done in finite element analysis to conduct the analytical results. All column models were tested in finite element analyses in both linear static solver and non-linear static solver under concentric axial compression. Linear static solver used the ultimate load which was recorded by Bryceson (2003) to determine the displacement, while the non-linear static solver used ultimate load with increment (0%, 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%). The analytical results are then graphed and compared with the experimental results which were conducted by Bryceson (2003). This study found that the analytical results obtained from non-linear static solver provides a better comparison for the experimental results conducted by Bryceson (2003) as compared to analytical results obtained from linear static solver. This study found that the column of 0.1% fibre content at the cover produced the least displacement of 11.19 mm in non-linear static solver compared to others. In conclusion, 0.1 % fibre content exhibited a better performance in terms of lower displacement. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue