cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2015)" : 10 Documents clear
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Ketersediaan Air Baku Di Malang Raya Alwafi Pujiraharjo; Arief Rachmansyah; Indradi Wijatmiko; M. Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.711 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia dimana merupakan sumber daya alam yang harus dijaga ketersediaannya. Perubahan dan penggunaan lahan serta perubahan cuaca dapat menimbulkan perubahan pada kondisi sumber air. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi ketersediaan air. Kondisi saat ini di Malang Raya, yang meliputi Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang, terdapat beberapa mata air dan sumur yang mengalami penurunan kuantitas. Apabila tidak dilakukan usaha perlindungan dan perbaikan mata air, maka dapat menimbulkan kondisi dimana tidak ada sumber air yang dapat diambil lagi. Untuk lebih memahami masalah kesediaan air di Malang Raya, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi kesediaan air di Malang Raya. Penelitian akan dilakukan dengan mengumpulkan data-data dan informasi yang dapat digunakan dalam analisis ketersediaan air. Data yang diperoleh dapat berupa data primer dan sekunder, seperti data curah hujan, suhu, topografi, kondisi geologi dan geohidrologi serta kondisi pelayanan air di Malang Raya. Data-data tersebut kemudian juga akan dianalisis melalui perhitungan banjir rencana untuk mengetahui resiko banjir serta melalui perhitungan debit andalan untuk mengetahui resiko kekeringan dengan melihat adanya pengaruh perubahan iklim yang ditandai oleh perubahan suhu. 
Pengaruh Campuran Kadar Bottom Ash Dan Lama Perendaman Air Laut Terhadap Kuat Tekan, Lendutan, Kapasitas Lentur, Kuat Geser Dan Pola Retak Balok Ristinah Syamsuddin; Taufik Hidayat; Ari Wibowo; Devi Nuralinah
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.828 KB)

Abstract

Bottom ash merupakan salah satu limbah PLTU karena jumlahnya yang sangat banyak dan tidak dapat dibuang di sembarang tempat, maka bottom ash seringkali direkayasa sebagai bahan campuran untuk membuat beberapa jenis bahan material dalam proyek pembangunan. Contohnya adalah batu bata dan genting. Kali ini kami mencoba untuk menggunakan bottom ash sebagai campuran semen dalam pembuatan beton. Karena seperti yang kita ketahui jumlah limbah ini akan terus bertambah seiring berjalannya PLTU. Maka dari itu tujuan penelitian kami adalah untuk memanfaatkan limbah bottom ash sebagai campuran semen untuk pembuatan beton dengan bentuk cube maupun tetrapod yang biasa digunakan sebagai pemecah ombak (breakwater) di sekitar pelabuhan. Berikutnya, metode penelitian yang akan diterapkan adalah dengan membuat beton normal (tanpa campuran) dan tiga kadar variasi beton dengan campuran 10% , 20% dan 25% bottom ash terhadap semen. Setelah mengalami pengikatan selama 1-2 hari beton yang kami buat akan di curing (direndam) dalam air laut dengan rentang waktu mulai 7, 14 hingga 28 hari. Setelah proses perendaman dalam berbagai kurun waktu tersebut kemudian keseluruhan beton akan di uji kuat tekan. Hasil dari berbagai variabel tersebut akan dibandingkan hingga akhirnya dapat dapat disimpulkan apakah limbah bottom ash dapat digunakan sebagai campuran semen dalam pembuatan cube maupun tetrapod. 
Analisis Kapasitas Dan Keandalan Bangunan, Studi Kasus: SMA 1 Madiun Sugeng P. Budio; Retno Anggraini; Achfas Zacoeb; Edhi Wahyuni
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.583 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan suatu gedung adalah keandalan bangunan. Berdasarkan UU RI No. 28 Tahun 2002 disebutkan bahwa setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung. Persyaratan teknis meliputi persyaratan tata bangunan dan persyaratan keandalan bangunan gedung, yaitu persyaratan kemampuan bangunan gedung untuk mendukung beban muatan, serta kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan bahaya petir. Oleh karena itu, setiap bangunan yang akan dirancang maupun yang sudah beroperasi, terutama bangunan yang mempunyai fungsi vital serta merupakan bangunan dengan kepentingan orang banyak memerlukan pengawasan yang ketat terhadap kualitas bangunannya dan memiliki jaminan laik fungsi. Studi kasus yang dipakai dalam penelitian ini adalah bangunan sekolah SMA Madiun I. Dalam penelitian ini akan dibahas studi kasus mengenai keandalan struktur bangunan serta aspek-aspek yang mempengaruhi keandalan suatu bangunan. 
Kajian Kerentanan Kawasan Berpotensi Banjir Bandang Dan Mitigasi Bencana Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji Kota Padang Utama, Lusi; Naumar, Afrizal
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.119 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui zonasi banjir di sepanjang Batang Kuranji serta mitigasi akibat banjir. Banjir di Batang Kuranji disebabkan kerusakan DAS, perubahan fungsi lahan, runtuhnya bendungan alami dan patahnya saluran air. Dengan menggunakan data curah hujan tahun 2003 sampai tahun 2012 (saat terjadinya banjir bandang) didapat tinggi curah hujan 147,812 mm, debit banjir 440.384 m³/detik. Dari analisa peta citra dan korelasi terhadap parameter penyebab banjir, wilayah ini mempunyai dua kelas kerentanan yaitu kerentanan sedang di daerah tengah dan hilir, kerentanan rendah di daerah tengah. Daerah yang berpotensi mengakibatkan terjadinya banjir adalah daerah hulu, karena mempunyai tingkat kelerengan yang tajam (45% – 55%) dan berbukit. Mitigasi adalah dengan membuat peraturan pengaturan tata ruang, monitoring peruntukan lahan, sosialisasi kawasan banjir, normalisasi sungai, pelestarian hutan, perbaikan lereng, pembangunan saluran air. 
Pengaruh Penambahan Fly Ash Terhadap Sifat Workability Dan Sifat Fisik - Mekanik Beton Non Pasir Dengan Agregat Alwa Asal Cilacap Trisnoyuwono, Diarto
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.913 KB)

Abstract

A massive concrete production impact on improving air pollution from cement plants. In addition, there are areas has limited aggregate resources that meet building requirement. Building materials technology bring solution for such problems, for example fly ash which can improve the performance of concrete, artificial lightweight aggregate (ALWA) from shale combustion and no-fines concrete. The study aims to determine effect of the fly ash in the mixes of no-fines concrete with ALWA aggregate to the degree of workability and physical - mechanical properties. This research was conducted by the addition of the variable portion of fly ash by 10-20% in comparison mixture of cement - aggregate 1: 4; 1: 6; 1: 8, and the measured value of the slump (workability values) and compressive strength. The results indicate the addition of fly ash were able to increases the value of the slump of up to 7 cm and reach 19.71 MPa of compressive strength. 
Manajemen Lalu Lintas Pada Kawasan Pasar Tanjung Kabupaten Jember Wiwit Adisatria; Ludfi Djakfar; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.116 KB)

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan masalah utama yang dihadapi oleh kota-kota besar di dunia, terutama di negara-negara berkembang termasuk negara kita Indonesia. Dalam kasus kali ini penulis mengambil sampel Kota Jember yang telah mengalami kemajuan sangat pesat. Sekarang ini Kota Jember menjadi pusat tumpuan ekonomi Jawa Timur bagaian timur. Keberadaan pasar di tengah kota seperti Pasar Tanjung mempermudah akses menuju tempat tersebut. Pengembangan pasar yang semakin besar mempunyai dampak kemacetan pada kawasan sekitarnya. Pasar Tanjung merupakan pasar terbesar yang ada di daerah Kota Jember. Jalan Trunojoyo dan Jalan Samanhudi merupakan ruas jalan raya yang berdekatan dengan pasar tersebut sehingga kedua jalan tersebut memiliki mobilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen lalu lintas yang sesuai pada masa yang akan datang di wilayah sekitar Pasar Tanjung Kabupaten Jember. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penilaian dan analisis dengan menggunakan data primer yaitu quisoner yang diisi oleh beberapa responden, sedangkan untuk data sekunder didapatkan melalui metode studi pustaka yaitu suatu teknik pengumpulan data dengan cara menelaah berbagai buku dan artikel, jurnal serta laporan yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk meletakkan landasan teoritis untuk memecahkan permasalahan yang terjadi pada lokasi penelitian. Jumlah Surveyor dalam penelitian ini melibatkan 25 orang surveyor selama 12 jam. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa tundaan rata-rata paling tinggi adalah 1035,27 detik per smp sehingga dapat dilihat pada KM 14 tahun 2006 bahwa tundaan rata-rata sebesar tersebut masuk ke dalam kelas F yaitu berkisar antara > 60 detik per kendaraan. Akan tetapi dengan adanya perubahan waktu sinyal sesuai dengan perhitungan teori, tundaan ratarata pada simpang berubah. Dari nilai tundaan rata-rata sebesar 1035,27 menjadi 24,158 detik per smp sehingga dilihat pada KM 14 tahun 2006 bahwa kelas simpang menjadi C antara 15,1- 25 detik per smp. Dari hasil prediksi dan peramalan 5 tahunan diketahui simpang tersebut merupakan simpang yang tidak layak untuk digunakan lagi karena tundaan rata-rata tinggi yaitu 1906,403 detik per smp. Perbaikan akibat masalah yang terjadi di daerah simpang Pasar Tanjung pada kondisi eksisting lebih mengarah kepada perbaikan yang mendukung strategi agresif seperti perbaikan lampu dan pembatasan moda kendaraan. Sedangkan untuk kondisi 5 tahun ke depan diperlukan perbaikan yang mendukung strategi defensif seperti pengaturan ulang tata guna lahan dan pembuatan fly over. 
Kajian Pergerakan Kendaraan Belok Kiri Langsung Pada Simpang Bersinyal (Studi Kasus Di Kota Pasuruan) Khusnul Khotimah; Harnen Sulistio; Hendi Bowoputro
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.562 KB)

Abstract

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tertulis bahwa pada simpang yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas. Hal tersebut tidak selalu memberikan kontribusi positif bagi operasi lalu lintas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan dari belok kiri saat lampu merah, mengetahui karakteristik kecelakaan lalu lintas khususnya orang menyeberang jalan di simpang bersinyal terkait belok kiri langsung dan batasan kondisi pengaturan simpang bersinyal yang dapat diterapkan larangan belok kiri langsung pada simpang di Kota Pasuruan. Penelitian ini dilaksanakan pada simpang bersinyal di Kota Pasuruan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji coba kondisi LTOR dan NLTOR dengan model Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 dan karakteristik kecelakaan orang menyeberang dengan Probabilitas Poisson. Hasil penelitian menunjukkan pada kondisi geometrik 4 lajur 2 arah (4/2) baik memiliki median maupun tidak memiliki median dapat dilaksanakan LTOR. Sedangkan pada kondisi geometrik tipe pendekat 2 lajur 2 arah (2/2) memiliki median maupun tidak memiliki median dapat dilakukan NLTOR. Seiring dengan pertambahan volume dengan kondisi geometrik yang tetap, kinerja persimpangan pada kondisi NLTOR lebih baik daripada kondisi LTOR, selain itu dengan adanya perubahan desain berupa penambahan lebar masuk, pengaturan boleh belok kiri langsung dapat diterapkan (kinerja persimpangan dengan LTOR sama dengan kinerja persimpangan dengan NLTOR). Kondisi batas penerapan LTOR rata-rata pada simpang di Kota Pasuruan adalah sebagai berikut : Kondisi I (untuk persentase volume belok kiri 0-40%) penerapan LTOR; Kondisi II (persentase volume belok kiri 40%-50%) pengaturan LTOR diperbolehkan dengan syarat dilakukan upaya manajemen persimpangan; Kondisi III (persentase volume belok kiri 50%-100%) penerapan NLTOR. Dari karakteristik kecelakaan didapatkan bahwa simpang Apotek berpeluang 0,5 sedangkan untuk simpang Bulu berpeluang 0,7. Kondisi ini menjadi pertimbangan simpang Apotek dan simpang Bulu untuk direkomendasikan dengan manajemen simpang dilarang belok kiri langsung (NLTOR). 
Kajian Kinerja Keselamatan Bus Antar Kota Dalam Provinsi Di Jawa Timur Yogi Arisandi; Harnen Sulistio; Achmad Wicaksono
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.02 KB)

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh banyak negara di Dunia, khususnya pada Negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah kecelakaan terbesar adalah Jawa Timur. Salah satu kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan adalah bus AKDP, dimana kecelakaan yang melibatkan bus AKDP cenderung meningkat setiap tahun. Kecelakaan yang melibatkan bus AKDP tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor kendaraan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja fasilitas keselamatan, prioritas penanganan keselamatan, dan membuat model peluang kecelakaan bus AKDP di Jawa Timur. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Importance Performance Analysis (IPA), Quality Function Deployment (QFD), dan Regresi Logistik. Berdasarkan hasil analisis IPA yang telah dilakukan, terdapat fasilitas keselamatan yang dianggap penting oleh pengemudi namun kinerjanya mengecewakan. Fasilitas keselamatan tersebut adalah rem kaki, rem tangan, speedometer, jendela darurat, dan pintu darurat. Berdasarkan hasil analisis QFD yang telah dilakukan, terdapat prioritas penanganan keselamatan bus AKDP. Prioritas penanganan tersebut adalah mewajibkan setiap bus dilengkapi fasilitas pintu/ jendela darurat sesuai ketentuan yang berlaku, menghilangkan fasilitas-fasilitas lainnya yang menghalangi akses keluar pintu darurat, menghilangkan fasilitas-fasilitas tambahan yang menghalangi akses keluar jendela darurat, memperbaiki kebocoran pipa penyalur angin rem, mengganti karet chamber yang bocor, memperbaiki tabung angin yang bocor, memperbaiki kawat penarik rem tangan yang putus, memperbaiki tuas penarik yang patah baik pada sistem mekanik atau full air, dan memperbaiki kabel penghubung speedometer dengan roda/ transmisi yang putus. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik yang telah dilakukan, telah dibuat model peluang terjadinya kecelakaan bus AKDP. Model tersebut menyatakan bahwa semakin tidak baik kinerja rem kaki, maka peluang terjadinya kecelakaan bus AKDP semakin besar. Hal tersebut dapat disebabkan karena apabila kinerja rem kaki tidak baik, maka kendaraan bus tidak dapat mengerem secara maksimal, sehingga kendaraan bus dapat mengalami kecelakaan. 
Perencanaan Implementasi Lajur Sepeda Di Kota Tegal Rusmandani, Pipit; Arifin, M. Zainul
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.906 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditimbulkan dari sektor transportasi diantaranya yaitu kecelakaan, kemacetan dan polusi. Bertambahnya kendaraan bermotor yang tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan infrastruktur jalan mengakibatkan kemacetan lalu lintas dan tidak jarang juga menimbulkan masalah kecelakaan karena bercampurnya kendaraan dengan karakteristik yang berbeda pada satu ruang jalan yang sama (Mix Traffic) dan tidak dapat dipungkiri polusi udara juga semakin meningkat. Penerapan program Environmental Sustainable Transport (EST) atau transportasi berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yaitu pengembangan transportasi massal, pengembangan teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan, mengakomodasi Non-Motorized-Transport (NMT), pengaturan tata ruang untuk mengakomodasi pengurangan pergerakan, pengurangan pergerakan kendaraan bermotor, program tersebut merupakan langkah awal guna menangani permasalahan yang ada. Mengakomodasi Non-Motorized-Transport (NMT) yaitu dengan menyediakan fasilitas bersepeda diantaranya lajur sepeda, proporsi pengguna sepeda pada ruas jalan di Kota Tegal sekitar 4%-7% dibandingkan pengguna jalan yang lain. Oleh karena itu tujuan kajian ini yaitu mengetahui karakteristik pesepeda berdasarkan kondisi sosial ekonomi, karakteristik pergerakan, kepemilikan sepeda dan perilaku pesepeda, mengetahui hubungan antara persepsi pesepeda terhadap penyediaan lajur sepeda dengan kondisi sosial ekonomi, karakteristik pergerakan dan kepemilikan sepeda, membuat rekomendasi untuk kebijakan penyediaan fasilitas lajur khusus sepeda. Metode yang digunakan dalam kajian ini yaitu Structural Equation Modeling (SEM) PLS dan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Karakteristik pesepeda di Kota Tegal yaitu usia 20-28 tahun sebanyak 38%, jenis kelamin laki-laki 72%, berpendidikan SLTA 34%, bekerja sebagai karyawan swasta 47%, pendapatan perbualan < Rp.1.000.000 sebesar 56%, memiliki sepeda sendiri 76%, jumlah sepeda yang dimiliki 1 buah 76%, jarak tempuh bersepeda 2,5 km- 5 km 40%, waktu yang dibutuhkan 20-30 menit 44%, rutinitas bersepeda 6 kali dalam satu minggu 36%, pesepeda tidak membawa barang 72%, bersepeda sendirian 64%, persepsi pesepeda mau menggunakan lajur sepeda jika tersedia 86%, persepsi pengendara sepeda mau menggunakan lajur sepeda jika mampu membeli kendaraan bermotor yaitu 67%. Hubungan antara persepsi pesepeda terhadap penyediaan lajur sepeda dengan kondisi sosial ekonomi (KSE), karakteristik pergerakan (KP) dan kepemilikan sepeda (KS) dapat dijelaskan pada model Persepsi penyediaan lajur sepeda berikut PPLS= 0,460KSE + 0,163 KS + 0,386 KP; (R² =0,618). Bobot Kriteria Pemilihan lokasi penyediaan lajur sepeda di Kota Tegal yaitu kriteria kebijakan spasial sebesar 42,79%, kebijakan transportasi sebesar 27,51%, kebijakan lingkungan sebesar 17,47 %, aspek teknis sebesar 12,22%. Alternatif I yaitu lajur sepeda permanen pada Jalan Sultan Agung, Jalan AR Hakim, Jalan Diponegoro, Jalan A Yani, Jalan Veteran dan Jalan Pemuda. Alternatif lajur sepeda tipe II yaitu lajur sepeda tidak permanen pada ruas Jalan Kartini, Jalan Panggung Timur, Jalan Kol Sudiarto, Jalan Semeru, Jalan Sumbodro dan Jalan Werkudoro. Potensi persepsi penyediaan lajur sepeda di Kota Tegal yaitu sebesar 66,13%. 
Evaluasi Kinerja Waktu Tempuh Kereta Api Segmen Bojonegoro - Kandangan Ari Wibowo; Achmad Wicaksono; Ludfi Djakfar
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.111 KB)

Abstract

Kereta api merupakan moda yang memiliki karakteristik dan keunggulan khusus. Beberapa keunggulan dari kereta api adalah kemampuannya dalam mengangkut baik penumpang maupun barang secara massal, hemat energi, hemat dalam penggunaan ruang, memiliki faktor keamanan yang tinggi, tingkat pencemaran yang rendah, serta lebih efisien untuk angkutan jarak jauh. Namun sampai saat ini masih terjadi masalah utama dalam hal kinerja yang tercermin dalam waktu keterlambatan, dan indikator utamanya adalah kecepatan dan waktu tempuh. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melakukan optimasi waktu tempuh dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mungkin menjadi penyebab keterlambatan dari segi sarana dan prasarana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi profil kecepatan dengan menggunakan program atau software yang dikembangkan berdasarkan persamaan pergerakan dinamik Newton dan diaplikasikan di wilayah Daop 8 Surabaya koridor Bojonegoro - Kandangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tempuh kereta Kelas Executif Argo lebih cepat 2,11 menit, untuk kelas Executive Satwa lebih cepat 12 menit, untuk kelas Bisnis lebih cepat 14 menit, untuk kelas Ekonomi lebih cepat 11 menit. Sedangkan pertambahan stamformasi kereta 1 sampai dengan 5 kereta secara umum menambah 0,008 – 2,076 menit . 

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 19 No. 3 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 3 Vol. 19 No. 2 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 2 Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 Vol. 18 No. 3 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 3 Vol. 18 No. 2 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 Vol. 18 No. 1 (2024): Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 1 Vol. 17 No. 3 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 3 Vol. 17 No. 2 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 2 Vol. 17 No. 1 (2023): Rekayasa Sipil Vol. 17 No. 1 Vol. 16 No. 3 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.3 Vol. 16 No. 2 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.2 Vol. 16 No. 1 (2022): Rekayasa Sipil Vol.16. No.1 Vol 15, No 3 (2021) Vol. 15 No. 2 (2021) Vol 15, No 1 (2021) Vol 14, No 3 (2020) Vol 14, No 2 (2020) Vol 14, No 1 (2020) Vol 13, No 3 (2019) Vol 13, No 2 (2019) Vol 13, No 1 (2019) Vol 12, No 2 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 12, No 1 (2018) Vol 11, No 3 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 2 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 11, No 1 (2017) Vol 10, No 3 (2016) Vol 10, No 2 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 10, No 1 (2016) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 3 (2015) Vol 9, No 2 (2015) Vol 9, No 1 (2015) Vol. 8 No. 3 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 3 (2010) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 3, No 3 (2009) Vol 3, No 2 (2009) Vol 3, No 1 (2009) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 1 (2007) More Issue