cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021)" : 10 Documents clear
Uji Daya Hasil Calon Varietas Hibrida Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) pada Musim Hujan Arumitha Wahyu Dwinanti; Damanhuri Damanhuri
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.5

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) ialah salah satu komoditas hortikultura dengan nilai ekonomi tinggi. Konsumen menghendaki benih tomat varietas unggul. Keunggulan tanaman dapat diketahui dengan melihat potensi hasil melalui uji daya hasil. Hasil suatu tanaman dipengaruhi oleh genetis dan lingkungan. Faktor lingkungan seperti iklim akan berpengaruh bagi tanaman. maka perlu dilakukan penelitian terkait uji daya hasil tanaman tomat pada musim hujan untuk mengetahui genotipe calon varietas hibrida yang memiliki potensi daya hasil tinggi ketika ditanam di musim hujan. Penelitian dilaksanakan di Lahan PT BISI International, Tbk. yang berlokasi di Dusun Ngepeh, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada bulan Desember 2019 sampai Maret 2020. Bahan penelitian berupa 4 calon varietas hibrida tomat (TMS-16489KR, TMS-16492KR, TMS-16496KR, dan TMS-16497KR) dan 2 varietas pembanding (Corona-402 dan Servo). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe TMS-16489KR memiliki produktivitas, panjang buah, bobot per buah dan tebal daging yang lebih baik daripada dua varietas pembanding. Varietas tersebut juga memiliki sifat agak tahan terhadap layu bakteri sehingga dapat diusulkan menjadi varietas unggul.
Efek Populasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil serta Umur Pencapaian Fase Perkembangan Tiga Varietas Jagung Manis (Zea mays var. Saccharata) di Dataran Menengah Tarisa Rinanti; Ninuk Herlina; Azis Rifianto
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.1

Abstract

Jagung manis (Zea mays var. Saccharata) adalah komoditas hortikultura yang populer di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, dan telah diusahakan dalam berbagai bentuk olahan (dikalengkan, dibekukan, dikeringkan, atau dibuat krim dan susu jagung manis). saat ini produksi jagung manis tidak sanggup memenuhi kebutuhan pasar yang selalu mengalami peningkatan. Hal tersebut bisa disebabkan oleh teknik budidaya yang tidak benar menyebabkan tanaman tidak tumbuh dengan baik pada fasenya. Produktivitas jagung manis dipengaruhi oleh lingkungan mikro seperti suhu udara, tanah, kelembaban dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh populasi dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil serta pencapaian fase tanaman jagung manis di dataran menengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2020 di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang (525 mdpl). Percobaan dilakukan dilapang menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan subplot yaitu varietas dan populasi tanaman sebagai mainplot. Varietas terdiri dari 3 taraf yaitu Glory, Jaguar, Prima. Faktor populasi tanaman terdiri 70.000, 80.000 dan 90.000 tan ha-1. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama pencapaian fase perkembangan tanaman jagung manis yang disebabkan oleh peningkatan populasi maka semakin tinggi nilai thermal unit. Pada varietas Glory, populasi yang menghasilkan produksi tinggi adalah 70.000 tan.ha-1 dan 80.000 tan.ha-1 dengan produksi masing-masing 21,34 dan 21,81 ton ha-1. pada varietas Jaguar dan Prima, populasi yang menghasilkan produksi tinggi adalah 70.000 tan.ha-1 dengan produksi 21,82 dan 22,32 ton ha-1.
Upaya Pencapaian Standar Snapdragon (Antirrhinum majus) Sebagai Tanaman Hias Pot Melalui Perlakuan Pinching dan Konsentrasi Paclobutrazol Dian Veronika Somalinggi; Sitawati Sitawati; Euis Elih Nurlaelih
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.6

Abstract

Pinching dan paclobutrazol adalah upaya yang dilakukan untuk menghasilkan tanaman Snapdragon yang ideal sebagai tanaman hias pot khususnya dari segi kualitas yaitu tinggi tanaman dan jumlah bunga.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pinching dan konsentrasi paclobutrazol terhadap kualitas Snapdragon. Kualitas yang diharapkan adalah tinggi tanaman yang proporsional yaitu 1¾ dari tinggi pot berukuran 12 cm serta jumlah bunga yang lebih dari satu per tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse PT. Condido Agro, Kecamatan Tutur, Pasuruan, Jawa Timur pada Bulan Februari 2020 hingga Mei 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 4 kali ulangan, faktor pertama terdiri dari 2 taraf dan faktor kedua terdiri dari 4 taraf.  Data yang diperoleh dianalisa dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan pinching dan konsentrasi paclobutrazol sebesar 50 ppm hingga 150 ppm mampu menurunkan tinggi tanaman hingga 64,8%, serta meningkatkan jumlah bunga per tanaman hingga 74,06%, namun dapat menunda waktu pembungaan selama 10 hingga 22 hari.
Pengaruh Berbagai Dosis Pengapuran dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Senyawa Antosianin pada Tanaman Coleus (Coleus scutellarioides L.) Mohamad Rizki Pratama; Ellis Nihayati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.2

Abstract

Coleus merupakan jenis tanaman yang sering dibudidayakan menjadi tanaman obat maupun tanaman hias oleh kebanyakan masyarakat. Warna pada tanaman coleus disebabkan oleh pigmen yang terakumulasi didalamnya dan menyebabkan variasi warna, semakin tinggi dan pekat warna pada daun maka semakin tinggi kandungan antosianinya (Nguyen & Cin, 2009). Namun kandungan antosianin pada tanaman coleus menurut Ayu et al. (2018) berkisar 0,1664 - 0,8209 mg/g. Hal tersebut dikarenakan pada budidaya umum yang dilakukan petani memberikan dosis pupuk yang kurang sesuai dengan kebutuhan tanaman coleus. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi antar dosis pupuk kandang dan dosis kapur terhadap pertumbuhan dan kandungan antosianin tanaman coleus. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, penelitian dimulai bulan Februari-April 2020. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 12 perlakukan yang diulang sebanyak 3 kali. Analisis data menggunakan analysis of varian (ANOVA) dan pengujian dilakukan dengan menggunakan F tabel taraf 5%. Apabila terjadi pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil menunjukan perlakuan 20 ton ha-1 pupuk kandang memberikan respon pertumbuhan lebih tinggi pada variabel pengamatan jumlah ruas, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, berat segar, dan berat kering tanaman. Sementara secara umum penambahan kapur 2, 4, dan 6 ton ha-1 tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan, berat segar, dan berat kering tanaman. Penambahan dosis pupuk kandang 20 ton ha-1 dan kapur 6 ton ha-1 menghasilkan kualitas antosianin yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya, penggunaan kapur 1-6 ton-1 dan pupuk kandang 10-20 ton-1 menghasilkan antosianin dengan kisaran 0,377-0,618 mg/g.
Pengaruh Naungan dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Iler (Plectranthus scutellwarioides (L.) R.Br.) Windy Diyah Mawardy; Anna Satyana Karyawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.7

Abstract

Tanaman Iler merupakan salah satu tanaman obat yang terdapat di Indonesia. Iler memiliki berbagai macam khasiat karena mengandung senyawa antioksidan. Iler termasuk kedalam keluarga Lamiaceae, dimana dibagi menjadi dua yaitu sun lover dan toleran terhadap naungan. Sehingga untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dibutuhkan rekayasa naungan berupa paranet. Perbedaan kerapatan naungan dapat mempengaruhi pertumbuhan, serta pada intensitas tertentu dapat menimbulkan cekaman dan mempengaruhi mempengaruhi pembentukan metabolit sekunder. Pupuk urea mengandung unsur nitrogen yang penting bagi tanaman sebagai penyusun asam amino, protein dan komponen lainnya. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh naungan dan pupuk urea pada pertumbuhan dan hasil tanaman iler. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi pada bulan Februari – Mei 2020. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi. Petak utama adalah kerapatan naungan terdiri dari naungan 0% (N0), naungan 25% (N1), naungan 50% (N2). Anak petak adalah dosis pupuk urea yang terdiri dari 0 kg ha-1 (P0), 45 kg ha-1  (P1), 90 kg ha-1 (P2) dan 135 kg ha-1 (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat naungan maka akan menurunkan jumlah daun, luas daun, jumlah cabang dan waktu panen semakin lama, namun akan meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah ruas batang tanaman. Dosis pupuk urea yang semakin tinggi dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, jumlah ruas batang dan berat kering tanaman. Pemberian naungan 25% dan dosis pupuk urea 135 kg ha-1 mampu meningkatkan berat kering tanaman iler yang dapat digunakan sebagai simplisia tanaman obat dan memberikan respon warna daun yang lebih gelap sebagai indikator kandungan antosiani tanaman.
Pengaruh Dosis Rhizobium dan Pupuk Kandang Kambing pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Rahmat Nugraha; Titiek Islami
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.3

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogea L.) merupakan tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Ada banyak produk turunan yang dihasilkan diantaranya tepung, pasta, kue, selai, mentega, susu, permen, aneka minuman, bumbu, sambal, oncom, pakan ternak dan lain-lain. Namun, sampai saat ini produktivitas kacang tanah masih tergolong rendah. Hal tersebut dikarenakan kacang tanah dibudidayakan di lahan yang kurang subur sehingga tidak mendapat unsur hara dalam jumlah yang cukup. Inokulum rhizobium (legin) dan pupuk kandang kambing adalah bahan organik yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari interaksi antara rhizobium dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatimulyo, Fakultas pertanian, Universitas Brawijaya pada bulan Febuari-Mei 2020. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan diuji menggunakan F table pada taraf 5%. Apabila ditemukan pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan legin 15 g kg-1 benih memberikan respon pertumbuhan lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Pemberian legin 15 g kg-1 benih dan pupuk kandang kambing 10 ton ha-1 memberikan hasil panen paling baik dengan hasil 3,6 ton ha-1. Secara umum, pemberian legin dan pupuk kandang kambing tidak memberikan pengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan dan hasil kacang tanah.
Pengaruh Ketebalan Mulsa Jerami Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bit (Beta vulgaris L.) di Dataran Menengah Ayurei Nuralfya; Ninuk Herlina
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.8

Abstract

Bit adalah bahan pangan yang dapat mencegah kanker karena mengandung antioksidan dan zat aktif biologi, termasuk betasianin. Bit umumnya ditanam di dataran tinggi pada ketinggian 1.000 mdpl. Rendahnya produksi bit disebabkan karena terbatasnya areal dataran tinggi untuk penanaman bit. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan penanaman bit di dataran menengah. Diperlukan modifikasi lingkungan untuk memberikan lingkungan tumbuh optimum agar mendekati potensi bit di dataran tinggi. Modifikasi lingkungan yang dilakukan adalah pengaplikasian mulsa jerami dengan berbagai ketebalan. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari – April 2020 di Lahan Percobaan Jatimulyo, Kota Malang. Alat yang digunakan adalah cangkul, cetok, penggaris, meteran, gunting, alphaboard, Leaf Area Meter (LAM), timbangan analitik, termometer, soil moisture tester, oven, gembor, kamera, dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah benih bit Ayumi 04, mulsa jerami, air, pupuk Nitrogen (Urea 46% N), pupuk Kalium (KCl 60% K2O), dan pupuk Phospor (SP-36 36% P2O5). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu P0 (tanpa mulsa + tidak disiang), P1 (tanpa mulsa + penyiangan), P2 (mulsa ketebalan 1 cm), P3 (mulsa ketebalan 2 cm), P4 (mulsa ketebalan 3 cm), P5 (mulsa ketebalan 4 cm), dan P6 (mulsa ketebalan 5 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tanpa mulsa + penyiangan dan mulsa jerami ketebalan 3 cm, 4 cm, dan 5 cm dapat meningkatkan bobot segar umbi sebesar 23,7%, 12,5%, 15,0%, dan 28,7%. Bobot umbi tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa mulsa + penyiangan dan mulsa jerami ketebalan 5 cm sebesar 9,9 t ha-1 dan 10,3 t ha-1.
Uji Day Hasil Labu (Cucurbita moschata Duch.) Tipe Crookneck di Dataran Menengah Rizaldi Nawawi, Muhamad Fahmi; Damanhuri, Damanhuri
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.4

Abstract

Tanaman labu (Cucurbita moschata Duch.) merupakan tanaman yang buahnya bergizi tinggi. Hal ini menyebabkan labu banyak diminati oleh  masyarakat Indonesia. Salah satu upaya adalah dengan menggunakan benih varietas unggul yang berdaya hasil tinggi. Meskipun tanaman labu cukup mudah untuk dibudidayakan, namun tetap harus diketahui secara pasti penampilan dan daya hasilnya agar dapat dievaluasi untuk pelepasan varietas unggul di pasaran. Penelitian dilaksanakan di lahan milik PT. BISI International, Tbk. di Jalan Raya Ngijo Karangploso, Dusun Kedawung, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Malang, Jawa Timur pada bulan Januari 2020 sampai April 2020. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 15 genotipe labu tipe crookneck (G01, G02, G03, G04, G05, G06, G07,  G08, G09, G10, G11, G12, G13, G14, G15) diulang sebanyak 3 kali. Secara keseluruhan, perbedaan genotipe pada tanaman labu tipe crookneck memberikan perbedaan penampilan karakter yang sangat nyata. Genotipe yang memiliki potensi untuk dilepas sebagai varietas hibrida baru adalah genotipe G08 G02, G07, G09, dan G12. Genotipe-genotipe ini dinilai berpotensi karena dari seluruh variabel yang diamati, menunjukkan keunggulan pada beberapa variabel dibandingkan dengan genotipe lainnya. Keunggulan tersebut diantaranya terdapat pada variabel diameter buah, rasa manis buah, ketegaran buah, bobot buah rata-rata, bobot buah per plot, dan potensi hasil.
Respon Perbedaan Lama Penyinaran Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan 3 Jenis Krisan Pot (Chrysanthemum sp.) Khoulin Sakila; Sitawati Sitawati; Medha Baskara
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.9

Abstract

Krisan merupakan shortdayplant sehingga membutuhkan penyinaran tambahan untuk tumbuh optimal. Tanaman krisan membutuhkan penyinaran yang berbeda tergantung teknik budidaya, jenis krisan, dan kecepatan tumbuh. Penyinaran dalam  jumlah yang tepat yang disesuaikan kecepatan tmbuhnya diharapkan dapat memberikan hasil yang baik dengan efisiensi penggunaan cahaya lampu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh lama penyinaran terhadap pertumbuhan dan pembungaan bunga krisan. Penelitian dilaksanakan di Desa Cangkruk Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, pada Bulan Januari 2020 - April 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot), Lama penyinaran sebagai Petak Utama dan Jenis krisan sebagai Anak Petak dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penyinaran selama 3 minggu setelah tanam mengakibatkan tinggi tanaman yang sama jika dibandingkan dengan penyinaran selama 4 minggu setelah tanam pada jenis krisan merah dan putih. Selain itu penyinaran selama 3 minggu setelah tanaman mengakibatkan waktu muncul bunga dan panen yang cepat pada jenis krisan jenis merah, putih, dan ungu serta memenuhi standar. 
Tahap Awal Seleksi Galur Murni Ercis (Pisum sativum L.) Populasi Lokal Boyolali dan Temanggung Berdasarkan Karakteristik Fisik Biji Fildza Abidah; Darmawan Saptadi; Budi Waluyo
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2020.006.1.10

Abstract

Pea (Pisum sativum L.) is a nutritious and high-value vegetable. Plant cultivation and the selection of superior cultivars are two ways to increase pea production. One technique of plant breeding for improved varieties is to get some genotipes from local populations. The genetic potential of the pure line selection based on the physical features of the seeds is indicated agronomic and morphological variability. The purpose of this study is to investigate agronomic characteristics and heritability of pea lines developed based on physical seed selection in local population. This research used randomized block desig) consist 22 lines based on seed characteristics selection, which are 12 local lines from Boyolali and 10 local lines from Temanggung as a treatment and repeated three times. Research has been carried out on January 2019 to April 2019 and located at Abdulrachman Saleh Air Force Base Agricultural Experimental Green House, Malang. Agronomics characters that have medium variability are flowering day, length from stem to first pod, length of leaf, length between first and second pods, length of tendrils, length of stem, number of branches, number of bracts, number of seeds per plant,  weight of dry pods, weight of dry seeds per pod, length of dry seeds, width of dry seeds, and weight of dry seeds per plant. The high heritability are found inflowering day, day to harvesting dry pods, and length of nodes.

Page 1 of 1 | Total Record : 10