cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Habitat
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 08535167     EISSN : 23382007     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 1 (2011)" : 7 Documents clear
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN DURIAN DI DESA WONOAGUNG, KECAMATAN KASEMBON, KABUPATEN MALANG Baladina, Nur; Anindita, Ratya; Putri, Ariani Rosidi
HABITAT Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.248 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain : (1) Untuk menganalisis saluran pemasaran durian di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. (2) Untuk menganalisis marjin pemasaran, distribusi marjin, dan share petani. (3) Untuk menganalisis efisiensi pemasaran dari sisi efisiensi harga dan efisiensi operasional. Hasil dari penelitian ini antara lain : (1) Terdapat delapan saluran pemasaran durian, yaitu: (I) Petani à Konsumen, (II) Petani à Pengecer lokal à Konsumen, (III) Petani à Penebas lokal à Konsumen, (IV) Petani à Tengkulak à Pengecer lokal à Konsumen, (V) Petani à Penebas lokal à Pengecer lokal à Konsumen, (VI) Petani à Penebas lokal à Tengkulak à Pengecer lokal à Konsumen, (VII) Petani à Penebas luar kota à Konsumen, dan (VIII) : Petani à Penebas lokalà Pengecer Luar Kota à Konsumen. (2) Tidak ada marjin dalam saluran pemasaran I karena pada saluran pemasaran ini, petani langsung memasarkan durian kepada konsumen, sehingga tidak ada lembaga pemasaran yang terlibat. Sedangkan total marjin pemasaran pada saluran pemasaran II sebesar Rp 2.261,50/buah; pada saluran pemasaran III sebesar Rp 4.257,50/buah; pada saluran pemasaran IV sebesar Rp 14.163,79/buah; pada saluran pemasaran V sebesar Rp 12.975,63,-/buah; pada saluran pemasaran VI sebesar Rp 17.975,-/buah; pada saluran pemasaran VII sebesar Rp 7.100,-/buah; sedangkan pada saluran pemasaran VIII sebesar Rp 18.039,50/buah. Share yang diperoleh petani pada saluran pemasaran II, III, IV, V, VI, VII, dan VIII adalah sebagai berikut: 86,03%; 64,32%; 44,78%; 37,17%; 29,92%; 61,83%; dan 29,85%. Dari hasil perhitungan analisis efisiensi harga, diketahui bahwa pemasaran durian di daerah penelitian sudah efisien, karena nilai selisih harga lebih besar daripada nilai rata-rata biaya transportasi dan biaya sortasi. Namun jika dilihat dari analisis efisiensi operasional, diketahui bahwa pada penebas lokal saluran pemasaran III, pengecer lokal saluran pemasaran IV, dan tengkulak saluran pemasaran VI belum efisien. Kata kunci: efisiensi, saluran pemasaran durian, marjin, share petani
DAMPAK KUALITAS LINGKUNGAN TERHADAP KEUNTUNGAN USAHATANI PADI SEMI ORGANIK DI KECAMATAN SAMBUNG MACAN, KABUPATEN SRAGEN, PROPINSI JAWA TENGAH Suhartini, Suhartini
HABITAT Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.221 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kualitas lingkungan (menurut penilaian petani) pada usahatani padi semi organik dan non organik serta dampaknya terhadap keuntungan usahatani padi di Kecamatan Sambung Macan Kabupaten Sragen Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan melakukan wawancara terhadap 98 petani padi semi organik dan non organik di Kecamatan Sambung Macan (Desa Gringging) yang bertopografi lahan datar pada 3 musim tanam tahun 2003/2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan pada usahatani padi semi organik lebih baik daripada usahatani padi non organik dan kualitas lingkungan berpengaruh nyata meningkatkan keuntungan usahatani padi di Kecamatan Sambung Macan Kabupaten Sragen.   Kata kunci : kualitas lingkungan, usahatani padi semi organik, keuntungan usahatani.
EFISIENSI PEMASARAN JERUK PAMELO DALAM WILAYAH MAGETAN (CITRUS GRANDIS L. OSBEK) Isaskar, Riyanti; Syafrial, Syafrial; W., Nugroho Tanda
HABITAT Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.975 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi saluran pemasaran jeruk pamelo yang terbentuk di daerah penelitian; (2) Menganalisis fungsi pemasaran yang dilakukan setiap saluran pemasaran di daerah penelitian;(3) Menganalisis marjin pemasaran dan efisiensi pemasaran jeruk pamelo dari segi efisiensi harga dan operasional. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis marjin pemasaran,analisis efisiensi harga dan analisis efisiensi operasional untuk mengetahui seberapa efisien pemasaran jeruk pamelo di daerah penelitian dari sudut lembaga pemasaran yang terlibat dari pemasaran jeruk pamelo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 saluran pemasaran di dalam wilayah Kab. Magetan. Menurut hasil analisis marjin pemasaran menunjukkan bahwa marjin pemasaran yang diterima petani jauh lebih kecil dari marjin yang diterima lembaga pemasaran. Menurut hasil analisis efisiensi harga menunjukkan bahwa lembaga pemasaran telah efisiensi dalam pemasaran jeruk pamelo. Sedangkan menurut hasil analisis efisiensi operasional lembaga pemasaran belum efisien dalam pemasaran jeruk pamelo. Kata Kunci : efisiensi pemasaran jeruk pamelo, efisiensi harga, efisiensi operasional
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PUPUK ORGANIK RESIDU BIOGAS DARI DIVERSIFIKASI USAHA TERNAK Dwiastuti, Rini; Hermanto, Hermanto; Setyawan, Noren
HABITAT Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.576 KB)

Abstract

Kotoran ternak yang tidak dimanfaatkan akan menimbulkan pencemaran di lingkungan sekitarnya. Dengan teknologi biogas maka limbah ternak yang selama ini dianggap mengganggu lingkungan dapat dijadikan alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi. Selain pemanfaatan energi, biogas juga mempunyai hasil residu yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik cair maupun padat.    Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Menganalisis arus uang tunai (cash flow) usaha pembuatan pupuk organik yang didapat dari perhitungan penerimaan, total biaya dan keuntungan, (2) Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan pupuk organik yang didapat dari perhitungan NPV, IRR, B/C Ratio, Payback Period dan (3) Menganalisis tingkat sensitifitas dengan melihat perubahan biaya dan harga produksi. Dari hasil analisis usaha pupuk organik tersebut didapatkan total biaya adalah sebesar Rp. 48.847.867,-.Untuk besarnya biaya penerimaan (benefit) yang diterima yaitu sebesar Rp. 56.250.000 untuk pupuk organik cair sedang kan pupuk organik padat sebesar Rp. 1.863.000. Keuntungan (net benefit) dari pupuk organik sebesar Rp. 47.366.133. Berdasarkan kriteria – kriteria kelayakan didapatkan hasil bahwa usaha ini layak dijalankan. Nilai dari NPV adalah sebesar Rp. 6.330.766,-, Nilai dari IRR sebesar 3,83% Sedangkan nilai Net B/C sebesar 1,17. Pay Back Period pada usaha pembuatan pupuk organik residu biogas  ini yaitu selama 6 bulan 3 minggu. Berdasarkan analisis sensitivitas, usaha ini tidak terpengaruh terhadap sensitivitas peningkatan dan penurunan variabel harga produksi maupun harga jual produksi. Kata kunci: Biogas, Pupuk Organik, Cash Flow, Analisis Kelayakan, Analisis Sensitivitas.
ANALISIS PEMETAAN DALAM RANGKA DETEKSI DINI KERAWANAN PANGAN TINGKAT DESA Hanani, Nuhfil; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sujarwo, Sujarwo; Asmara, Rosihan
Habitat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.508 KB)

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu sentral dalam pembangunan nasional. Hal ini mendasarkan pada pemikiran bahwa ketahanan pangan suatu wilayah,  yang berarti terpenuhinya kebutuhan pangan yang layak bagi masyarakat, merupakan hak asasi manusia. Kedua, ketahanan pangan memiliki dimensi pembangunan yang berspektrum luas. Analisis dan pemetaan dalam rangka deteksi dini kerawanan pangan tingkat desa merupakan terobosan baru untuk meningkatkan akurasi penanganan kerawanan pangan di daerah. Penelitian ini memiliki 2 (dua) tahap penting, yaitu: (1) seleksi indikator yang representatif untuk   mendeteksi tingkat kerawanan pangan desa, dan (2) menyusun model yang bisa digunakan untuk  melakukan simulasi kebijakan. Seleksi indikator kerawanan pangan tingkat desa dilakukan menggunaan analisis faktor dengan metode ekstraksi Principal Components Analysis (PCA). Analisis kerawanan pangan menggunakan References Based Analysis (RBA). Berikutnya dilakukan analisis model rawan pangan dengan menggunakan pendekatan ekonometrika untuk selanjutnya dilakukan simulasi kebijakan dalam meningkatkan ketahanan pangan. Berdasarkan  ketersediaan data dan analisis yang telah digunakan, maka telah  mampu disusun  indikator  dan cara penilaian  kerawanan desa  yang  dapat  digunakan untuk menilai tingkat kerawanan desa  serta faktor penyebabnya. Di samping itu telah disusun model  ekonometrika kerawanan desa,  yang konsisten dengan teori, mempunyai  daya prediksi yang  baik, dan dapat digunakan untuk simulasi kebijakan penurunan  kerawanan pangan Kata kunci: rawan pangan, analisis  faktor,  pemetaaan.
ANALISIS MARKETING MIX YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SUSU PASTEURISASI “DAU FRESH MILK” DI KUD DAU MALANG Nugroho, Bambang Ali; Dewanto, Prahargono
Habitat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.731 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di KUD DAU Malang, pada tanggal 22 Februari sampai 20 Maret 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atau mendeskriptifkan faktor-faktor marketing mix yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian produk susu pasteurisasi “Dau Fresh Milk” dan untuk mengetahui faktor marketing mix dominan yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian produk susu pasteurisasi “Dau Fresh Milk”. Responden penelitian adalah konsumen susu pasteurisasi KUD DAU yang diambil secara accidental sampling. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 50 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuisioner untuk mendapatkan data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 variabel penelitian yang diuji dengan Measures of Adequacy (MSA) terdapat variabel yang dikeluarkan yaitu X4 (Kualitas Produk) dan X16 (Pelayanan Pendukung), sehingga pengujian selanjutnya hanya mengikutkan 14 variabel. Hasil analisis dari 14 variabel tersebut diperoleh nilai determinant matriks korelasi sebesar 0,03, nilai Keiser-Meyer-Olkin (KMO) sebesar 0,65 dan nilai Bartlett test sebesar 0,000, sehingga variabel-variabel tersebut sudah bisa dianalisis lebih lanjut. Pengujian faktor menghasilkan 6 faktor yang terbentuk yaitu : 1) Indeks harga dengan nilai keragaman sebesar 24,42%. Indeks ini didukung variabel perbandingan harga, perubahan harga, dan public relation, 2) Indeks kemudahan dan selera dengan nilai keragaman sebesar 12,97%. Indeks ini didukung variabel ukuran, daya tarik iklan dan kenyamanan tempat, 3) Indeks intensitas promosi dengan nilai keragaman sebesar 10,29%. Indeks ini didukung variabel frekwensi iklan dan jumlah pengecer, 4) Indeks label dengan nilai keragaman sebesar 8,74%. Indeks ini didukung variabel label dan persepsi harga, 5) Indeks diversifikasi produk dengan nilai keragaman sebesar 7,67%. Indeks ini didukung variabel variasi produk dan sponsorship, 6) Indeks kemasan produk dengan nilai keragaman sebesar 7,20%. Indeks ini didukung variabel kemasan. Kesimpulan dari penelitian ini yang pertama yaitu ada 6 faktor marketing mix yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian susu pasteurisasi “Dau Fresh Milk” yaitu indeks harga, indeks kemudahan dan selera, indeks intensitas promosi, indeks label, indeks diversifikasi produk, dan indeks kemasan produk. Kedua, faktor dominan yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian susu pasteurisasi “Dau Fresh Milk” adalah kemasan produk yang memiliki factor loading terbesar yaitu 0,873. Kata Kunci: Marketing Mix, Kepuasaan Konsumen, Analisis Faktor
ANALISIS EFISIENSI TEKNIS DENGAN PENDEKATAN FRONTIER PADA USAHA PEMBUATAN CHIPS MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) Asmara, Rosihan; Hanani, Nuhfil; Irawati, Niken
HABITAT Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.307 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat produksi usaha pembuatan chips ubi kayu, menganalisis efisiensi teknis penggunaan faktor-faktor produksi pada usaha pembuatan chips ubi kayu, dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi teknis pada usaha pembuatan chips ubi kayu. Faktor – faktor yang berpengaruh terhadap produksi frontier dan tingkat efisiensi yang dicapai pada masing – masing unit usaha dapat diketahui dengan melakukan analisis terhadap fungsi produksi frontier dengan menggunakan Frontier software 4.1 . Sedangkan untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap tingkat efisiensi yang dicapai digunakan regresi berganda. Hasil penelitian antara lain adalah faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi frontier dalam usaha pembuatan chips MOCAF adalah jumlah ubi kayu yang merupakan bahan baku utama dari chips. Sedangkan  tenaga kerja dan volume bak perendaman dalam analisis ini tidak tampak pengaruhnya. Efisiensi teknis dari usaha pembuatan chips ini sudah cukup tinggi, 60% dari responden sudah berada pada tingkat efisiensi teknis lebih dari  0,92. Faktor yang berpengaruh nyata pada efisiensi teknis adalah tingkat pendidikan, kepemilikan dan lamanya usaha berdiri. Sedangkan umur tidak tampak pengaruhnya dalam analisis ini. Kata kunci: efisiensi, frontier, MOCAF

Page 1 of 1 | Total Record : 7