cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Habitat
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 08535167     EISSN : 23382007     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 1 (2014)" : 7 Documents clear
Kajian Faktor Penentu Sosio-Kultural dan Kinerja Sistem Irigasi (Studi Kasus Audit Irigasi Daerah Irigasi (DI) Molek Kepanjen Kab.Malang) Asri, Azan; Kusuma, Zaenal; Suprayogo, Didik
Habitat Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan perubahan iklim global merupakan isu kebijakan strategis yang menimbulkan dampak negatif pada lingkungan seperti terjadinya kelangkaan air irigasi yang implikasinya berupa terjadinya penurunan produktivitas pasokan pangan dan penurunan tingkat efisiensi air irigasi.  Hal ini menjadi lebih komplek karena terjadi perubahan  pola  dinamika  sosio-kultural  yang secara langsung maupun tidak langsung menentukan karakteristik  dan  arah  layanan  irigasi yang  diharapkan. Penilaian (audit) kinerja fisik dan distribusi belum dirasa cukup untuk menilai kinerja irigasi secara keseluruhan sehingga perlu diketahui  hubungan dinamika sosio-kultural dengan kinerja irigasi.  Tujuan penelitian  : (1) Mengidentifikasi faktor yang menentukan efektifitas dan efisiensi sistem irigasi; (2) Mengevaluasi kinerja irigasi metode LPR/FPR dan metode  FAO/Sosio-kultural  sesuai SNI bidang pengairan. Pendekatan riset non eksperimen dan ekplanatif dengan metode survey,  analisis dilakukan pada aspek fisik dan distribusi serta sosio-kultural irigasi seperti kondisi fisik, keseragaman air, kecukupan air, dan efisensi air irigasi serta persepsi HIPPA/GHIPPA terhadap faktor kinerja  melalui skala likert. Lokasi dilaksanakan pada DI Molek-Kepanjen Malang dengan luasan 3.971 ha. Standar analisis data, standar kepmenPU. Sedangkan persepsi terhadap faktor kinerja irigasi menggunakan skala linkert, Hasil dari penelitian terdapat hubungan antara faktor-faktor penentu efektivitas dan efisiensi serta sosio-kultural irigasi dengan Kinerja Irigasi. Faktor penentu internal (sosio-kultural)  yang paling signifikan menentukan kinerja pengelolaan irigasi adalah indikator Partisipasi menyangkut peningkatan peran dan partisipasi GHIPPA/HIPPA terhadap pengelolaan irigasi. Pendekatan analisis kebutuhan air irigasi metode  RAP-FAO memiliki nilai indek kinerja irigasi yang lebih efektif dan efisien dibanding pendekatan LPR/FPR (eksisting). Kata kunci:  Audit sosio-kultural  irigasi,   HIPPA/GHIPPA, skala likert.
PENGARUH PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN PANGAN DAN KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA (Studi Kasus di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri) Annisahaq, Amelia; Hanani, Nuhfil; Syafrial, Syafrial
Habitat Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian bertujuan untuk : (1) menganalisis sejauh mana program KRPL mempengaruhi tingkat pendapatan rumah tangga di Kelurahan Rejomulyo, (2) menganalisis seberapa besar perubahan pola konsumsi pangan rumah tangga kawasan KRPL berdasarkan Pola Pangan Harapan (PPH), (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi diversifikasi pangan (skor PPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji beda pendapatan usahatani pekarangan peserta KRPL berbeda nyata dengan pendapatan usahatani di pekarangan non peserta KRPL. Untuk skor PPH rata-rata peserta KRPL baru mencapai 80,53 dan non anggota KRPL sebesar 62,32. Skor ini masih berada di bawah skor PPH ideal, yaitu 100. Dari ke 8 kelompok bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat peserta KRPL, umbi-umbian berhasil memenuhi skor ideal PPH, dan kelompok padi-padian dan buah dan sayuran hampir mendekati skor ideal PPH. Sedangkan pada kelompok non Peserta KRPL, hanya kelompok padi-padian yang berhasil memenuhi skor ideal PPH. Terdapat tiga parameter yang berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu variabel Dummy Peserta/Non Peserta KRPL (D1), Jumlah Anggota Keluarga (X2), dan Luas Pekarangan (X3), Sedangkan variabel Usia Kepala Keluarga (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu Skor PPH. Kata Kunci : Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Kemandirian pangan,   Kesejahteraan rumah tangga, diversifikasi pangan
PENGARUH GREEN MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PROGRAM COMMUNITY DEVELOPMENT (Kasus Produk Beras Organik “Lumpang Berlian” Agroindustri Sumber Makmur Desa Sumberngepoh, Lawang, Malang) Utami, Vita Kurnia; Setiawan, Budi; Anindita, Ratya
HABITAT Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroindustri Sumber Makmur merupakan sebuah industri yang menciptakan produk hijau yakni beras organik dan sereal beras organik “Lumpang Berlian”. Agroindustri tersebut merupakan salah satu upaya pemanfaatan sumberdaya potensial daerah khususnya di desa Sumberngepoh. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis 1) Pengaruh Green Marketing terhadap Keputusan Pembelian baik secara parsial maupun secara simultan, 2) Pengaruh Green Product, Green Promotion dan Keputusan Pembelian terhadap program Community Development, 3) Pengaruh Green Marketing secara tidak langsung melalui Keputusan Pembelian terhadap program Community Development. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Variabel Green Marketing berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian yaitu sebesar 81.9% dan sub variabel yang tertinggi adalah Green Product, 2) Variabel Product, Promotion dan Keputusan Pembelian berpengaruh secara signifikan terhadap Community Developmentyaitu sebesar 37.0%. 3) Semua hubungan yang terjadi antara variabel Green Marketing secara tidak langsung melalui Keputusan Pembelian terhadap variabel Community Development memiliki hubungan yang signifikan.   Kata Kunci: Agroindustri Beras Organik, Green Marketing, Keputusan Pembelian, Program Community Development
KAJIAN MODEL PEMBERDAYAAN PETANI PADI MELALUI PENGGUNAAN TIGA MEDIA KOMUNIKASI DI KABUPATEN BIMA (Kasus Di Desa Nggembe Kecamatan Bolo) Awaluddin, Awaluddin; Sukesi, Keppi; Sugiyanto, Sugiyanto
Habitat Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik media penyuluhan yang digunakan pada program FEATI, (2) mendeskripsikan proses pemberdayaan petani pada program FEATI, dan (3) mendeskripsikan factor-faktor yang mempengaruhi proses adopsi petani pada program FEATI. Metode penelitian yang digunakan adalah survey eksplanatory deskriptif korelasional. Lokasi penelitian di Desa Nggembe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Informan kunci terdiri dari petani anggota kelompok tani program FEATI sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan faktor internal dan eksternal petani terhadap tiga media komunikasi, diketahui bahwa factor interna petani (luasan lahan) yang dimiliki petani erat hubungannya dengan media cetak sebesar 0.173 persen, sementara factor eksternal petani (intensitas dan materi penyuluhan) erat bubungannya dengan media cetak sebesar 0.268 persen, faktor internal petani (tingkat kekosmopolitan) erat hubungannya dengan media gelar teknologi PTT sebesar 0.318 persen sedangkan faktor eksternal petani (peran swasta) sebesar 0.371 persen keeratannya dengan media gelar teknologi PTT, faktor internal petani (pengalaman usaha tani) sebesar 0.224 persen, sedangkan factor eksternal (medote penyuluhan) sebesar 0.0306 mempunyai keratan hubungan yang tinggi dengan media penyuluh. Penilaian petani terhadap media cetak pada program FEATI dilihat dari format penyajian dan penggunaan bahasa tergolong kurang, sedangkan untuk kesesuaian isi materi media cetak tergolong kategori baik, penilaian petani terhadap media gelar teknologi PTT dilihat dari tingkat keuntungan relatif, kesesuaian penggunaan media, kemudahan diuji coba, tingkat kerumitan dan kemudahan diamati tergolong baik. Penilaian petani terhadap media penyuluh dilihat dari tingkat penguasaan materi, kepercayaan diri, keaktifan dan konsistensi penyuluh secara keseluruhan tergolong baik. Proses pemberdayaan petani pada program FEATI secara keseluruhan tergolong dalam kategori baik, dilihat dari kemandirian intelektual, kemandirian manajemen dan kemandirian material. Kata kunci: media komunikasi, pemberdayaan, FEATI
DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENGEMBANGAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES Suharyani, Anita; Setiawan, Budi; Mustadjab, Mochammad Muslich
Habitat Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas yang diperdagangkan secara internasional. Perdagangan bebas menuntut komoditas ini harus memiliki keunggulan komparatif agar dapat bersaing. Akan tetapi, masih terdapat kebijakan pemerintah yang kurang mendukung pengembangan komoditas bawang merah seperti pengurangan kuota pupuk bersubsidi di daerah penelitian dan penghapusan tarif bawang merah impor. Kabupaten Brebes merupakan sentra penghasil bawang merah terbesar di Indonesia. Namun, pengembangan komoditas ini masih belum optimal karena kebijakan yang kurang mendukung padahal produktivitas bawang merah nasional cenderung meningkat dari tahun 2009-2012 (BPS, 2013). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana dampak kebijakan pemerintah terhadap pengembangan usahatani bawang merah. Metode analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian adalah dengan menggunakan Domestic Resources Cost (DRC), Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak kebijakan pemerintah berdampak negatif terhadap pengembangan komoditas bawang merah di daerah penelitian karena menurunkan pendapatan petani. Kata kunci: Bawang Merah, Kebijakan Pemerintah, Policy Analysis Matrix
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) KOMODITAS PISANG MAS KIRANA (Kasus Pada Asosiasi Petani Pisang Mas Sridonoretno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang) Amir, Nur Ocvanny; Syafrial, Syafrial; Koestiono, Djoko
HABITAT Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang mas Kirana merupakan produk yang banyak dibudidayakan di Desa Srimulyo, Desa Sukodono, Desa Baturetno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Untuk mengembangkan produksinya, ketiga desa tersebut membentuk asosiasi petani pisang mas “Sridonoretno”. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis 1) Kondisi rantai pasokan pisang mas Kirana, 2) Tingkat performansi pemasok (KUB dan CV Sukadana), 3) Hubungan kemitraan rantai pasokan pisang mas Kirana antara KUB dengan CV Sukadana dan antara CV Sukadana dengan UD Aneka Buah Segar, 4) Prioritas masing-masing level dalam pengukuran kinerja rantai pasokan pisang mas Kirana di daerah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kondisi rantai pasokan pisang mas Kirana yang menyangkut aliran barang, aliran uang, dan aliran informasi termasuk dalam kategori baik, 2) Performansi KUB terbaik adalah KUB Tani Maju dan KUB Sekar Rindu (100 persen) dan performansi KUB terendah adalah KUB Tugu Sari (20 persen), selanjutnya performansi CV Sukadana memiliki nilai 90.5 persen, 3) Rata-rata semua pihak merasa percaya, memiliki komitmen sangat baik, sering melakukan komunikasi, merasa puas, dan sangat tergantung terhadap kinerja mitranya, 4) Perumusan prioritas masing-masing tingkatan dalam pengukuran kinerja rantai pasokan pisang mas Kirana menunjukkan bahwa yang menjadi prioritas pertama disetiap tingkatan adalah proses pengadaan (0,384), atribut reliabilitas (0,322), dan indikator pemenuhan pesanan sempurna (0,399). Kata Kunci: Pisang mas Kirana, rantai pasokan, performansi, hubungan kemitraan, prioritas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI TEKNIS USAHATANI KENTANG ( Solanum Tuberosum L ) DENGAN PENDEKATAN STOCHASTIC PRODUCTION FRONTIER (Studi Kasus Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu) Rizkiyah, Noor; Syafrial, Syafrial; Hanani, Nuhfil
Habitat Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang adalah tanaman hortikultura jenis sayuran  yang mengandung gizi  dan sumber pangan, karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Kentang dibudidayakan di dataran tinggi  sekitar 1300 – 1700 mdpl. Desa Sumber Brantas di Kecamatan Bumiaji penduduknya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan salah satu hasil produksi pertaniannya adalah kentang dengan produksi kentang mencapai 7332 ton dan produktivitas 17,93 ton/ha. Tanaman kentang yang ditanam di Desa Sumber Brantas adalah varietas granola jika dibudidayakan dengan baik maka produktivitas tanaman kentang varietas granola bisa mencapai  26,5 ton/ha. Adanya kesenjangan produktivitas antara kondisi aktual dan potensial ini diduga disebabkan  penggunaan input produksi yang tidak sesuai dengan dosis anjuran dan standar sistem budidaya kentang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah stochastic production frontier  dengan pendekatan Maximum Likelihood Estimation (MLE).Pengambilan sampel secara simple random sampling didapatkan 72 petani responden. Hasil analisis stochastic production frontier menunjukkan rata-rata efisiensi teknis di daerah penelitian sebesar 0,73. Artinya petani masih memilki peluang 27 persen  untuk meningkatkan produksinya jika dilakukan secara efisien. Kata kunci : Stochastic Production,Efisiensi Teknis,Produktivitas

Page 1 of 1 | Total Record : 7