cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 1 (2017)" : 12 Documents clear
CORPUS LINGUISTICS: METHOD, THEORY, AND PRACTICE Dana Waskita
Jurnal Sosioteknologi Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2017.16.1.12

Abstract

Buku ini merupakan versi pertama yang memaparkan bagaimana linguistik korpus berkembang dan digunakan sebagai metodologi, teori utama, dan penggunaan korpus dalam bidang linguistik dan lintas disiplin. Buku ini terdiri dari 9 Bab, yang diawali dengan Bab I, What is Corpus Linguistics? Penulis mendefinisikan linguistik korpus sebagai sebuah bidang yang memfokuskan pada prosedur, atau metode mempelajari atau meneliti bahasa. McEnery dan Hardie juga menyinggung mengenai pendekatan yang digunakan dalam linguistik korpus yang juga dikemukakan oleh Tognini-Bonelli (2001) yang menyatakan adanya dua pendekatan linguistik korpus, yaitu: berbasis korpus (corpus-based) dan yang dikendalikan korpus (corpus-driven). Keduanya memiliki perbedaan dalam melihat korpus sebagai bukti yang mendukung teori. Yang pertama menggunakan pendekatan yang bersifat deduktif. Sementara itu corpus-driven approach menganggap korpus sebagai bukti yang harus menjadi acuan teori, sehingga bersifat induktif.
MEMANGGUNGKAN PRAMOEDYA: KEKUATAN NASKAH, AKTING, DAN TEKNOLOGI DALAM PEMENTASAN “BUNGA PENUTUP ABAD" Lina Meilinawati Rahayu; Aquarini Priyatna
Jurnal Sosioteknologi Vol. 16 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2017.16.1.2

Abstract

Dengan menggunakan pemikiran Elam, paper ini menunjukkan bahwa komunikasi teatrikal, yakni bagaimana panggung ditata, berkontribusi terhadap keberhasilan suatu pementasan. Dalam menganalisi teater, Elam menekankan eksistensi komunikasi dalam setiap pertunjukkan melalui perubahan panggung yang semula merupakan ruang yang kosong menjadi ruang yang diisi oleh “sesuatu yang tampak” dan “yang terdengar”. Bunga Penutup Abad adalah transformasi gabungan dua dari empat karya tetralogy Pramoedya Ananta Toer, yakni: Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Ditampilkan di dua kota, Jakarta (Agustus 2016) dan di Bandung (Maret 2017), pementasan ini mengundang minat banyak penonton. Dengan menggunakan pendekatan yang diajukan Elam mengenail semiotika teater dan drama, kami berpendapat bahwa apa yang tampak dan terdengar adalah apa yang “dibuat menjadi tampak dan terdengar”, yakni melalui naskah, akting dan teknologi yang mentransformasi ruang kosong menjadi ruang yang bermakna. Komunikasi teatrikal ini memungkinkan penonton untuk terlibat dalam pementasan. Dalam konteks Bunga Penutup Abad, ketiga faktor menjadi penentu keberhasilan pementasan. Lebih jauh lagi, keseluruhan proses dapat dianggap sebagai bentuk teknology yang mentransformasi naskah menjadi pementasan.

Page 2 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2017 2017