cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Arbitrer
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23391162     EISSN : 25501011     DOI : -
Core Subject : Education,
ARBITRER Jurnal Masyarakat Linguistik Indonesia, merupakan jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinil tentang pengetahuan dan informasi penelitian atau aplikasi penelitian dan pengembangan terkini dalam bidang ilmu bahasa (linguistik). Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan ajang berbagi informasi keilmuan terkait dan pengembangannya di bidang humaniora khususnya linguistic, yang diterbitkan oleh program studi Linguistik Unand. Pemuatan artikel di jurnal ini dialamatkan ke alamat editor. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang diterbitkan telah melalui proses seleksi oleh editior dan reviewer. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan Oktober). Artikel yang lolos seleksi akan dipungut biaya guna keberlanjutan jurnal, sedangkan pengiriman naskah tidak dipungut biaya. Diharapkan ARBITRER Jurnal Masyarakat Linguistik Indonesia cabang Universitas Andalas dengan tampilan baru ini akan terbit berkelanjutan dan terakreditasi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2016)" : 8 Documents clear
FIGURATIVE LANGUAGE FOUND IN VICTOR HUGO'S LES MISERABLE NOVEL: A SEMANTICS APPROACH Hotma Hutasoit
JURNAL ARBITRER Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.3.1.36-45.2016

Abstract

Penelitian ini membahas terjadinya bahasa kiasan dalam karya Victor Hugo yang berjudul Les Miserable melalui pendekatan semantik. Tujuan skripsi ini adalah (1) untuk memahami bahasa kiasan perbandingan dan pertentangan yang di temukan dalam novel 'Les Miserables' karya Victor Hugo,(2) untuk memahami bahasa kiasan hubungan yang di temukan dalam novel 'Les Miserables' karya Victor Hugo, (3) untuk memahami bahasa kiasan perulangan yang di temukan dalam novel 'Les Miserables' karya Victor Hugo. Peneliti didukung oleh teori Leech (1981) dalam semantik terutama untuk makna konotasi dan Dancygier dan Sweetser (2014), Keraf (1994) dan Cruse (2006) untuk bahasa kiasan. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan penelitian pustaka sebagai teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data. Peneliti mengambil 55 sampel dari bahasa kiasan dari novel. Bahasa kiasan perbandingan dan pertentangan yaitu 3 personifikasi, 6 metafora, 6 simile, 6 hiperbola, 2 litotes, and 5 paradox. Bahasa kiasan hubungan yaitu 1 metonimi, 6 sinekdot, 4 alusi, dan 1elipsis. Bahasa kiasan perulangan yaitu 2 pleonasme, 2 klimaks, 1 anti-klimaks, 6 retorika, dan 4 repetisi.Temuan dari penelitian ini adalah dari 55 sampel dari bahasa kiasan yang ditemukan dalam novel, peneliti menemukan yang paling banyak 28 bahasa kiasan yang terjadi pada majas perbandingan dan pertentangan, diikuti denagn 15 bahasa kiasan yang terjadi pada majas perulangan, dan yang paling sedikit 12 bahasa kiasan yang terjadi pada majas hubungan dari setiap kategori.
VARIASI LEKSIKAL BAHASA MINANGKABAU DI KABUPATEN PESISIR SELATAN Meksi Rahma Nesti
JURNAL ARBITRER Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.3.1.46-61.2016

Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menambah hasil penelitian dalam bidang dialektologi dan menginventarisasikan bahasa Minangkabau. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di daerah perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan. 2) Memetakan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di daerah perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan. 3) Menghitung persentase variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat 271 peta variasi leksikal dalam bahasa Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan, dari 530 daftar pertanyaan yang diajukan. Selanjutnya, berdasarkan peta segitiga antartitik pengamatan didapat delapan hubungan antartitik pengamatan. Dari hasil penghitungan dialektometri, disimpulkan bahwa terdapat 3 bagian wilayah yang termasuk kategori beda subdialek, yaitu TP 1 (Kecamatan Koto XI Tarusan) dan TP 3 (Kecamatan Lengayang) tergolong tidak ada perbedaan, tetapi termasuk kategori beda subdialek dengan TP 2, TP 4, dan TP 5. Untuk TP 2 (Kecamatan IV Nagari Bayang Utara) termasuk kategori beda subdialek dengan TP 1, TP 3, TP 4, dan TP 5. Selanjutnya, TP 4 (Kecamatan Basa IV Balai Tapan) dan TP 5 (Kecamatan Silaut) termasuk kategori beda wicara, tetapi termasuk kategori beda subdialek dengan TP 1, TP 2, dan TP3. Tingkat variasi kebahasaan antartitik pengamatan yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan termasuk kategori beda subdialek, beda wicara, dan tidak ada perbedaan.
FONOLOGI BAHASA KOREA Ria Febrina; Sri Wahyuni; Sonezza Ladyanna
JURNAL ARBITRER Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.3.1.62-70.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fonologi bahasa Korea. Bahasa Korea memiliki fonem /i/, /i:/, /e/, /e:/, /u/, /u:/, /ŭ/, /o/, /o:/, /ŏ/, /a/, /a:/, /b/, /p/, /d/, /t/, /j/, /c/, /g/, /k/, /m/, /n/, /ŋ/, /s/, /x/, /h/, /č/, /l/, /r/, /y/, /w/; /ṫ/, dan /ṗ/; diftong [Ia], [Iŏ], dan [Iu]; serta serta struktur suku kata V, VK, KV, KVK, KVV, KKV, dan KVKK. Fonem bahasa Korea berupa fonem vokal /i/, /e/, /u/, /o/, dan /a/ berdistribusi secara lengkap. Namun, fonem /e/ hanya berdistribusi di tengah dan akhir kata saja. Diftong [Ia] dan [Iu] berdistribusi di tengah kata, sementara fonem [Iŏ] terdapat di tengah dan akhir kata. 
THE IMPLICATION AND APPLICATION OF SIMALUNGUN LANGUAGE MAINTENANCE ON LEARNING ENGLISH Febri Asmita Saragih
JURNAL ARBITRER Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.3.1.21-26.2016

Abstract

Penulisan tesis ini bertujuan untuk  mengetahui pemeliharaan bahasa Simalungun dalam belajar bahasa Inggris. Dalam penulisan ini, untuk memecahkan masalah, digunakan beberapa teori, yaitu Lado (1964:23), Saragih (2012:5), Oriyama (2010:95), Kelly (2000:47), Jones (1958:15), Roach (2002), Kelly (2000:47), Unesco (2003:15), dan Holmes (2001: 21). Sumber data dikumpulkan dari sumber-sumber pertama berupa penelitian kepustakaan. Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan kata ganti personal dari buku Simalungun dan buku bahasa Inggris, seperti kamus dan ensiklopedi. Sumber kedua adalah penutur Simalungun asli. Penulis mewawancarai penutur yang menjadi subjek penelitian yang terdiri atas beragam usia, jenis kelamin, latar belakang. Penulis mendengar bunyi 'd' diucapkan 't' dalam kata dan terjadi penghilangan bunyi u, r, dan a. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemeliharaan bahasa pada pelafalan bahasa Simalungun terjadi pada pelafalan konsonan 'd' yang dilafalkan 't' yang memiliki implikasi dan aplikasi dalam bahasa Inggris. Setelah menganalisis data, penulis berupaya memberikan jawaban yang berhubungan dengan masalah. Penulis berharap dapat membantu pembaca untuk mengetahui implikasi dan aplikasi pemeliharaan bahasa Simalungun dalam belajar bahasa Inggris dan juga dapat membuat bunyi dari bahasa Simalungun sebagai kemudahan dalam belajar bahasa Inggris untuk memngembangkan pelafalan dari vokal dan konsonan.
PENANDA GENDER, JUMLAH DAN ARTIKEL PENDAMPING NOMINA BAHASA PRANCIS Ria Yuliati
JURNAL ARBITRER Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.3.1.71-77.2016

Abstract

Nomina merupakan salah satu jenis kata yang biasanya dapat berfungsi sebagai subyek atau obyek dari klausa, sering berpadanan dengan orang, benda atau hal lain yang dibendakan dalam alam di luar bahasa. Sebagai salah satu bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, bahasa Prancis mempunyai kaidah nomina yang khas. Makalah ini akan membahas mengenai bagaimana sistem nomina bahasa Prancis secara umum, bagaimana bentuk penanda gender (maskula-femina) dalam nomina bahasa Prancis, bagaimana bentuk penanda jumlah (tunggal-jamak) dalam nomina bahasa Prancis, dan bagaimana penggunaan artikel pendamping nomina bahasa Prancis. Makalah ini ditujukan untuk mengungkapkan bentuk nomina bahasa Prancis secara umum, bentuk penanda gender (maskula-femina) nomina bahasa Prancis, bentuk penanda jumlah (tunggal-jamak) nomina bahasa Prancis, serta penggunaan artikel pendamping nomina bahasa Prancis. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu para pembaca untuk lebih mengenal karakteristik bahasa Indo-Eropa secara umum. Dengan adanya makalah ini, para pembaca juga diharapan dapat memahami mengenai bentuk nomina bahasa Prancis secara umum, bentuk penanda gender (maskula-femina) nomina bahasa Prancis, bentuk penanda jumlah (tunggal-jamak) nomina bahasa Prancis, serta penggunaan artikel pendamping nomina bahasa Prancis. Selain itu, dengan adanya makalah ini juga diharapkan dapat membantu para pembelajar agar lebih mudah dalam mempelajari bahasa Prancis. Dari pengamatan yang telah dilakukan, terdapat beberapa penanda gender (maskula-femina) serta penanda jumlah (tunggal-jamak) pada nomina bahasa Prancis. Dalam bahasa Prancis juga terdapat beberapa artikel pendamping nomina, yaitu artikel indefini, artikel defini dan artikel partitif.
NEGASI DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS Dian Noviani Syafar
JURNAL ARBITRER Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.3.1.1-11.2016

Abstract

This study is entitled Negation in Indonesia and English. Traditionally, people differentiate positive and negative sentences by identifying "not" in Bahasa and "tidak" as negation markers in English. These negation markers can be presented with words, phrases and clauses that form negation sentences in Bahasa Indonesia and English.  This paper tries to describe and compare the other negation markers in these both languages. The data are written and unwritten from that taken from daily conversation.
STUDENT'S ABILITY IN USING LEXICAL COLLOCATIONS IN DESCRIPTIVE WRITING AT THE ENGLISH DEPARTMENT OF PADANG STATE POLYTECHNIC Yalmiadi Yalmiadi
JURNAL ARBITRER Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.3.1.78-87.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis kolokasi leksikal yang digunakan oleh mahasiswa dalam tulisan deskriptif, dan yang banyak salah dalam penggunaannya serta menjelaskan penyebab kesalahan tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester genap tahun akademik 2011/2012 sebanyak 22 mahasiswa yang dipilih menggunakan random sampling technic. Data diperoleh dari tulisan deskriptif mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh jenis kolokasi leksikal yang ada seperti; Verb [creation and or activation] + Noun (L1), Verb [eradictionand or nullification] + Noun (L2), Adjective + Noun (L3), Noun + Verb (L4), N1 + of + N2 (L5), Adverb + Adjective (L6), and Verb + Adverb (L7) dapat ditemukan dalam tulisan mahasiswa tersebut. Jenis kolokasi yang banyak salah adalah (L3), (L1), dan (L4), sedangkan (L5), (L7), dan (L2) lebih sedikit, selanjutnya (L6) paling sedikit ditemukan. Penyebab terjadinya kesalahan tersebut adalah: intervensi bahasa kedua, perbendaharaan kata, terjemahan per kata, terjemahan langsung, tidak memperhatikan aturan, serta kurangnya pengetahuan siswa tentang kolokasi itu sendiri.
HUBUNGAN FUNGSIONAL ANTARUNSUR DALAM FRASE BAHASA INDONESIA Efri Yades; Leni Syafyahya
JURNAL ARBITRER Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.3.1.12-20.2016

Abstract

This article aims to explain the phrase Indonesian. In this case will be described functional relationship between elements in the phrase and  meaning that occur as a result of relationship. To achieve the objectives of this study, collected from spoken and written language. On the data is collected, analyzed by a unified and distributional. After data analysis has been done, in the presence of a functional relationship bet ween elements found in the phrase. Functional relationships between elements in the phrase endocentric is the core and modifiers, while the phrase exocentric is the relator and the axis. Meaning generated as a result of functional  relationship between elements in endocentric phrases such as: property, amount, type, state, and processes. However, the meaning of which is generated in the phrase exocentric among others: the direction, places, destination, origin, and sustainability.

Page 1 of 1 | Total Record : 8