cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2024)" : 48 Documents clear
Evaluasi Kerentanan Seismik Wilayah Kota Mamuju Pasca Gempa Bumi 15 Agustus 2021 Menggunakan Data Microtremor Priadi, Ramadhan; Arsyad, Muhammad; Susanto, Agus
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.75-81.2024

Abstract

Pada tanggal 15 Januari 2021, pukul 02.28 WITA 2021 terjadi gempa bumi signifikan dengan magnitudo M 6,2 di wilayah pesisir barat pulau Sulawes. Gempa bumi tesebut disebabkan oleh aktivitas sesar lokal Mamuju dengan pola patahan naik (Thrust Fault). Gempa bumi majene-Mamuju memberikan dampak kerusakan yang besar pada konstruksi bangunana yang berada dipermukaan khususnya pada wilayah kota Mamuju yang menjadi ibukota wilayah Sulawesi Barat. Perlu adanya evaluasi untuk menganalisis dan memodelkan ancaman dampak gempa bumi di wilayah kota Mamuju. Salah satu motode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kerentanan seismik suatu wilayah dapat menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR). Data yang digunakan merupakan data sinyal microtremor dari hasil pengukuran lapangan sebanyak 39 titik menggunakan portable seismometer TDS-303 jenis short period. Terdapat empat parameter output yang dapat digunakan untuk menganalisis dan engevaluasi kerentanan seismik yaitu frekuensi dominan (f0), faktor amplifikasi (A0), indeks kerentanan seismik (Kg), dan periode dominan (T0). Dari hasil pengukuran di lapangan, maka output HVSR tersebut dapat dipetakan untuk mengiterpretasikan sebaran data secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan jika wilayah kota Mamuju memiliki nilai frekuensi dominan (f0) antara 0,608 Hz-0,97 Hz, faktor amplifikasi (A0) antara 1,01-7,69, indeks kerentanan seismik (Kg) antara 0,468-73,886, dan periode dominan (T0) antara 0,09 s-1,64 s. Dari hasil tersebut wilayah kota Mamuju yang berada dekat dengan pesisir pantai memiliki potensi kerentanan terhadap bahaya gempa bumi yang jauh lebih tinggi, jika dibandingkan dengan wilayah yang berada di sebelah selatan. Hal ini juga didukung oleh hasil perhitungan ketebalan sedimen yang berkisar antara 7,6 m-130,2 m dengan wilayah utara jauh lebih tebal dari wilayah sebelah selatan. Sehingga wiilayah pesisir kota Mamuju relatif lebih rentan terhadap potensi amplifikasi gelombang seismik dipermukaan.
Ekstrak Daun Matoa (Pometia pinnata) sebagai Inhibitor Korosi Baja Karbon SS-304 Fitria, Renny; Dahlan, Dahyunir; Syukri, Syukri
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.49-53.2024

Abstract

Research has been carried out on inhibitors from matoa leaf extract to inhibit the corrosion rate of SS-304 carbon steel. The Matao leaf extract used as an inhibitor was immersed in a 1 M H2SO4 corrosive medium. To determine the effect of inhibitor concentration and immersion temperature on steel corrosion, various inhibitor concentrations were varied, namely 0%, 1%, 2%, and 3% bt, and temperature variations, namely samples also in XRD and SEM characterization. 35°C and 40°C. The corrosion rate test was carried out using the weight loss method. The increase in the corrosion rate is in line with the increase in sample weight loss. The most efficient inhibitor of matoa leaf extract was obtained at a concentration of 3% with an immersion temperature of 35°C, namely 0.09 mmpy. The XRD results showed that the maximum peaks produced FeC and FeNi crystals, followed by FeO crystals. SEM characterization also showed that samples without inhibitors were more corroded, and samples using 3% inhibitor concentrations were slightly corroded.
Identifikasi Pola Redistribusi Tanah Yang Tidak dan Telah Mengalami Longsor Berdasarkan Nilai Suseptibilitas Magnetik di Daerah Batu Busuk Kota Padang Putri, Rosyie Sahara; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.22-28.2024

Abstract

The research has been carried out to identify patterns of soil redistribution based on magnetic susceptibility values in the Batu Busuk area, Lambung Bukit Village, Pauh District, Padang City. The sample was carried out at three locations, namely Location A (experienced landslides), Location B (not experienced landslides), and Location C (not experienced landslides), with a track length of 40 meters for each location, which has 5 points with variations in depth of 10, 20, 30, 40 and 50 cm. The magnetic susceptibility of the sample was measured using a Bartington Magnetic Susceptibility Meter with a low frequency of 0.465 kHz and a high frequency of 47 kHz. The results showed that most of the samples from Location A and Location C had χfd (%) value of less than 4.0%, while for Location B, it was the opposite. The sample Location B has a pattern where the value of χfd increases with increasing χlf value, not so for the samples for Locations A and C. The susceptibility values for the samples for Location B and Location C decrease with increasing sampling depth, while the sample for Location A fluctuates. The pattern of soil redistribution based on the distribution of sample magnetic susceptibility values for Location B and Location C is relatively more even. On the contrary, Location A. Location A and Location C have experienced erosion, where the erosion rate in Location A is higher than in Location C. In contrast, the soil conditions in Location B are relatively stable.
Efektivitas Perubahan Fase Material KCl/H2O sebagai Sistem Pendingin Ikan Laut Alief, Iqbal; Usna, Sri Rahayu Alfitri; Astuti, Astuti; Oktamuliani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.8-14.2024

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of phase change material (PCM) KCl/H2Oas a fish cooling system. KCl/H2Ois a eutectic PCM of hydrate salts with a melting temperature of -10.7 °Cand an enthalpy of 273 kJ/kg. The samples tested were Kuwe marine fish with a mass of 1 kg (4 heads). The variation in fish mass to KCl/H2Ois 1:0.5, 1:1, 1:2, and 1:3. The process of changing the temperature of the fish cooling system every time is measured using the DS18B20 temperature sensor. Based on the study's results, KCl/H2Ois effective in reducing fish temperature by -0.22 °C/minute.The use of 2 kg KCl/H2O is effective in maintaining fish temperature in the temperature range of0 to 5 °C for 20 hours, and the use of 3 kg KCl/H2Ois good in maintaining fish temperature in the lower temperature range of -5 to 0 °C for 16 hours. In terms of economy, the cost of handling the fish cooling process using KCl/H2Ois six times greater than conventional cooling, so this system is less recommended.
Prototipe Sistem Pengosongan Kantong Urin Secara Otomatis Menggunakan Sensor Ultrasonik Berbasis Internet of Things (IoT) Nori, Rahma; Firmawati, Nini
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.29-35.2024

Abstract

A prototype design of an automated system for urine bag emptying using an Internet of Things (IoT) based ultrasonic sensor has been developed. The system comprises an HC-SR04 Ultrasonic Sensor, an SG90 Micro Servo Motor, NodeMCU ESP8266, a Liquid Crystal Display (LCD), and Blynk integration. The servo motor is employed to open the valve for urine discharge and close it once the process is completed. The servo motor's movement is determined by the urine's detected height using the ultrasonic sensor, and it can be controlled through the Blynk platform. The reference heights for urine management are set at half the urine bag's capacity or 8 cm, triggering a 180º rotation of the servo motor, and at 0 cm, causing the servo motor to move to 0º. The measured urine height is displayed on the LCD and the Blynk IoT interface. The ultrasonic sensor's characterization results reveal an error percentage of 0.02%, a sensitivity value of 58.203 µs/cm, an offset value of 0.0123, and a coefficient of determination R2 of 0.9999. Based on the conducted measurements, analysis, and testing, it can be concluded that the system functions effectively.
Estimasi Faktor Transfer Radionuklida Alam Tanah ke Beras dan Dosis Internal Tahunan Pada Penduduk di Sekitar Geotermal Solok Selatan Nabilah, Afifah; Oktamuliani, Sri; Nirwani, Leli
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.96-102.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang nilai faktor transfer radionuklida alam 226Ra, 232Th, dan 40K dari tanah ke beras dan perkiraan dosis efektif tahunan yang diterima penduduk di daerah geotermal Solok Selatan. Tujuan penelitian ini untuk memperkirakan faktor transfer alami dari tanah dan beras dan dosis efektif tahunan penduduk di jalur geotermal Solok Selatan. Penelitian dilakukan pada tiga kecamatan, yaitu pada Kec. Sungai Pagu, Kec. Pauh Duo, dan Kec. Sangir di Kabupaten Solok Selatan dengan total enam sampel tanah dan enam sampel beras. Aktivitas spesifik radionuklida diukur menggunakan spektrometer gamma. Rata-rata konsentrasi radionuklida alam yang diperoleh pada sampel tanah yaitu 226Ra sebesar (17,09 ± 0,75) Bq/kg, 232Th sebesar (30,01 ± 0,99) Bq/kg, dan 40K sebesar (214,1 ± 0,87) Bq/kg. Konsentrasi radionuklida alam yang diperoleh dalam beras yaitu 226Ra dengan rata-rata (59,36 ± 0,33) Bq/kg, 232Th dengan rata-rata (0,10 ± 0,11) Bq/kg, dan 40K dengan rata-rata (37,75 ± 1,58) Bq/kg. Penelitian ini menunjukkan bahwa sampel tanah yang berada pada jalur geotermal memiliki konsentrasi tertinggi yaitu Nagari Koto Baru, Kec. Sungai Pagu. Nilai faktor transfer radionuklida pada beras tertinggi pada unsur 226Ra sebesar 5,59 terletak di daerah Koto Baru. Perkiraan dosis efektif perorangan tertinggi diperoleh yaitu 226Ra sebesar 2,97 mSv/tahun, 232Th sebesar 0,002 mSv/tahun, 40K sebesar 0,022 mSv/tahun. Nilai dosis efektif yang diperoleh tergolong aman untuk penduduk, karena lebih rendah dari batas dosis yang direkomendasikan oleh United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation, kecuali pada unsur 226Ra yang terdapat pada sampel daerah Koto Baru
Evaluasi Kelayakan dan Efektivitas lead apron sebagai Alat Pelindung Diri di Instalasi Radiologi Taufiq, Vara; Milvita, Dian; Sofyan, Hasnel; S., Amel Oktavia
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.110-116.2024

Abstract

Pemanfaatan radiasi sinar-X dalam instalasi radiologi memiliki dampak posistif dan negatif. Dampak negative paparan radiasi sinar-X dapat dikurangi dengan cara menggunakan lead apron. Penelitian bertujuan untuk mengetahui luas kerusakan sebagai penentu kelayakan lead apron dan mengevaluasi efektivitas lead apron dalam memberikan perlindungan yang memadai. Evaluasi kelayakan dan efektivitas dilakukan terhadap 5 lead apron milik Rumah Sakit Universitas Andalas. Metode evaluasi kelayakan dilakukan dengan membagi lead apron menjadi 4 kuadran, lalu dilakukan penyinaran menggunakan pesawat sinar-X konvensional dengan faktor eksposi 58,5 kV dan 8 mAs. Hasil penyinaran diolah menggunakan computed radiography (CR) untuk mengukur luas kerusakan pada lead apron. Efektivitas lead apron dievaluasi menggunakan dosimeter OSL yang ditempatkan di bagian atas dan dalam lead apron, kemudian dilakukan penyinaran dengan faktor eksposi 102 kV dan 2,5 mAs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan tidak melebihi batas toleransi yang disarankan Lambert dan McKeon, dimana lead apron dinyatakan layak apabila kerusakan <670 mm2 pada area kurang sensitif dan <15 mm2 pada area sensitif, sedangkan efektivitas lead apron berkisar antara (94,5-98,2) %. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa lead apron masih layak digunakan dan efektif dalam memberikan perlindungan terhadap radiasi sinar-X kepada pekerja radiasi, pasien maupun keluarga pasien.
Pemanfaatan Kulit Nenas dengan Variasi KCL, Gliserol dan Air Semen sebagai Elektrolit untuk Aplikasi Biobaterai Ramah Lingkungan Dalimunthe, Latipa Hannum; Fitrya, Neneng; Wirman, Shabri Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.117-124.2024

Abstract

Biobaterai adalah baterai yang terbuat dari bahan alam yang ramah lingkungan. Biobaterai mampu menghasilkan energi listrik dengan menggunakan elektrolit kulit nenas dan elektroda Cu-Zn. Desain sel biobaterai yang dibuat menggunakan sel galvanik pada sel tertutup dengan variasi sel 3, 6, 9, 12, 16 yang disusun secara seri. Elektrolit biobaterai yang digunakan adalah elektrolit ampas kulit nenas murni, ampas murni dengan penambahan KCL, Ampas murni dengan penambahan Air semen, serta ampas murni dengan penambahan Gliserol. Pengukuran sifat listrik dari ampas nenas dengan menggunakan lampu DC 6 watt dengan melihat tingkat lama lampu menyala permenit.Tegangan maksimum diperoleh pada variasi penambahan KCL sebanyak 16 sel sebesar 9 V dan arus sebesar 0.9 mA, daya listrik yang diukur sebesar 8.01 mW dengan lama lampu menyala selama 480 m. Penambahan jenis campuran akan mempengaruhi nilai yang dihasilkan. Semakin asam elektrolit maka nilai tegangan dan arus semakin tinggi, semakin basa elektrolit maka nilai arus semakin kecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah sel yang digunakan maka nilai tegangan dan arus semakin tinggi, semakin sedikit jumlah sel yang digunakan maka nilai tegangan dan arus semakin kecil.
Uji Signifikansi Stasiun GPS Kontinu dan Periodik dalam Identifikasi Pergerakan Koseismik Anggara, Ongky; Alif, Satrio Muhammad; Pratama, Andhika Wahyu; Hutabarat, Wendi Melvin
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.89-95.2024

Abstract

Pengukuran pergerakan bumi dengan menggunakan sistem GPS telah menjadi bagian penting dalam pemahaman deformasi kerak bumi yang berkaitan dengan aktivitas seismik. Dalam penelitian ini dilakukan uji   signifikansi dari stasiun GPS yang beroperasi secara kontinu dan periodik dalam mengidentifikasi pergerakan koseismik gempa Pesisir Barat pada 10 Maret 2020 (M5,8)   dan gempa Bengkulu pada 19 Agustus 2020 (M6,8). Pengolahan data GPS menggunakan perangkat lunak GAMIT/GLOBK yang bertujuan   untuk mendapatkan koordinat dan nilai pergeseran koseismik. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata titik tidak menunjukan pergeseran secara signifikan baik dari data GPS kontinu maupun data GPS periodik. Terdapat satu titik pengamatan yang menunjukkan   pergeseran secara signifikan yaitu stasiun pengamatan PRKB yang menunjukkan   pergeseran sebesar ~2-3 mm. Uji signifikansi dipengaruhi oleh nilai pergeseran koseismik dan standar deviasinya yang dipengaruhi mekanisme gempa. Uji signifikansi dari pengamatan stasiun GPS menunjukkan   tidak terdapat perbedaan baik dari data GPS secara kontinu maupun GPS secara periodik pada uji signifikansi karena   gempa yang diamati relatif kecil sehingga menghasilkan pergeseran koseismik yang relatif kecil.
Sintesis Dan Karakterisasi Karbon Aktif Doping TiO2 Untuk Menurunkan Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Jelantah Rahman, Cen; Muldarisnur, Mulda
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.42-48.2024

Abstract

Research has been conducted on reducing the levels of free fatty acids in used cooking oil using activated carbon derived from teak sawdust doped with TiO2. The used cooking oil employed in this study underwent five frying cycles. The activated carbon was derived from teak sawdust and activated using a 10% ZnCl2 solution. The activated carbon was tested for moisture and ash content. The activated carbon was doped with TiO2 in various mass ratios, specifically 3:100, 6:100, 9:100, and 12:100, using solid-state synthesis at a temperature of 500 °C. The doped carbon was subjected to XRD analysis. The purified used cooking oil was tested for free fatty acid levels and clarity using UV-vis spectroscopy. The moisture content of the activated carbon was found to be 3.60%, while the ash content was 1.95%. XRD analysis revealed that the crystal size of the activated carbon was 38.9 nm, which decreased to 27.2 nm after TiO2 doping. Free fatty acid levels decreased from 1.18% to 0.29% in the free fatty acid content test. In the UV-vis measurement, the absorbance value for used cooking oil was higher at 4.5734, while purified oil had an absorbance value of 4.1985. The research results indicated that the best mass ratio of activated carbon to TiO2 was 9:100. The use of TiO2 doped activated carbon as an adsorbent effectively reduced the levels of free fatty acids in used cooking oil.