cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 4 (2016)" : 28 Documents clear
Analisis Kecepatan Seismik Dengan Metode Tomografi Residual Moveout Imelda Murdiman; Elistia Liza Namigo
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.279 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.384-389.2016

Abstract

Telah dilakukan analisis kecepatan menggunakan metode tomografi pada data seismik 3D  Lapangan Y lepas pantai Texas dengan software Opendtect. Model kecepatan baru dibuat dengan mengoreksi kurva residual moveout (RMO) pada gather CIG (common image point) dengan menggunakan model kecepatan awal yang diperoleh secara konvensional sebagai masukan. Iterasi dilakukan sampai diperoleh kurva RMO yang datar. Selanjutnya model kecepatan baru yang dihasilkan melalui metode tomografi digunakan sebagai acuan nilai kecepatan untuk proses stacking dan migrasi. Penampang seismik hasil migrasi dengan nilai kecepatan baru menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Struktur geologi yang berupa patahan dan pola-pola reflektor di kedalaman terlihat lebih jelas dibandingkan  dengan penampang seismik awal. Kata Kunci :tomografi, analisiskecepatan seismik, koreksi residual moveout
Rancang Bangun Sistem Monitoring Kelembaban Tanah Menggunakan Wireless Sensor Berbasis Arduino Uno Putri Asriya; Meqorry Yusfi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.178 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.327-333.2016

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun sistem monitoring kelembaban tanah menggunakan wireless sensor berbasis Arduino Uno. Rancangan perangkat keras sistem ini terdiri dari satu unit transmitter yang dilengkapi oleh sensor soil moisture SEN0114 V2 dan satu unit receiver. Semua unit dikendalikan dengan menggunakan Arduino Uno. Data kelembaban tanah dikirim oleh unit transmitter  ke unit receiver menggunakan transceiver nRF24L01+ yang memanfaatkan gelombang radio sebagai media pengiriman. Hasil deteksi nilai kelembaban tanah pada sensor ditampilkan oleh LCD 2x16 karakter. Hasil pengujian sensor kelembaban tanah meperlihatkan bahwa hubungan antara tegangan keluaran sensor dengan kelembaban tanah pada moisture meter adalah linear dengan nilai regresi sebesar 0,9758. Berdasarkan pengujian transceiver, jarak terjauh pengiriman data yang dapat diterima oleh receiver di luar ruangan tanpa ada penghalang adalah 200,1 m. Pada pengujian variasi sudut pengiriman, data dapat diterima oleh unit receiver pada sudut ³ 26,56⁰. Apabila sudut lebih kecil dari 26,56⁰ data masih dapat diterima dengan adanya delay hingga sudut 11,31⁰.Kata kunci: sensor soil moisture, kelembaban tanah, wireless, gelombang radio, nRF24L01+ 
Sintesis Nanokomposit Karbon-TiO2 Sebagai Anoda Baterai Lithium Aflahannisa Aflahannisa; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.062 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.357-363.2016

Abstract

Sintesis material anoda baterai lithium telah dilakukan dengan bahan baku dari karbon aktif dan titanium dioksida (TiO2). Pembuatan karbon aktif dilakukan dengan mengaktivasi tempurung kemiri menggunakan larutan H3PO4 2,5% sebagai aktivator dengan temperatur aktivasi 700 oC. Selanjutnya dibuat material anoda dengan menggunakan metode solid state reaction dengan variasi massa karbon aktif-TiO2 yaitu 5% : 95%, 10% : 90%, 15% : 85% dan 20% : 80%. Material anoda dibuat dalam bentuk pellet dan dikarakterisasi menggunakan SEM, XRD, LCR Meter dan Cyclic Voltammetry. Hasil SEM menunjukkan bahwa material anoda yang terbuat dari karbon aktif dan TiO2 tercampur hampir merata. Hasil XRD menunjukkan bahwa titanium dikosida (TiO2) memiliki struktur kristal yang sama yaitu Tetragonal dan karbon pada variasi massa karbon-TiO2 (20% : 80% dan 15% : 85%) memiliki struktur kristal Hexagonal sedangkan variasi massa karbon-TiO2 (10% : 90% dan 5% : 95%) memiliki struktur kristal Rhombohedral. Konduktivitas listrik tertinggi didapatkan pada variasi massa karbon-TiO2 (10%:90%) yaitu 1,11x10-7 S/cm dan kapasitansi tertinggi didapatkan variasi massa karbon-TiO2 (20%:80%).Kata kunci: baterai lithium, karbon aktif, TiO2, konduktivitas, kapasitansi
Pengaruh Suhu Aktivasi Terhadap Morfologi dan Jumlah Pori Karbon Aktif Tempurung Kemiri sebagai Elektroda Zudit Efendi; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.727 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.297-302.2016

Abstract

Telah dibuat elektroda dari karbon aktif tempurung kemiri (Aleurites molucanna) dengan H3PO4 2,5 % sebagai aktivator dengan suhu aktivasi 600 oC, 700 oC, dan 800 oC. Jumlah mesopori karbon aktif yang dihasilkan berturut-turut adalah 208, 2381, dan 942 pori. Luas permukaan pori karbon aktif adalah 444426,57 , 12910253,53, dan 3466400,00 nm2. Nilai konduktivitas listrik elektroda yang diperoleh adalah 0,02, 0,03, dan 0,04 µS. Untuk nilai kapasitansi adalah 9,44, 15,13, dan 8,76µF. Sehingga elektroda terbaik dihasilkan pada suhu aktivasi 700 oC.Kata kunci:  Cappacitive deionization, elektroda, H3PO4, Karbon aktif, mesopori, tempurung kemiri
Pengaruh Konsentrasi NaOH pada Sintesis Nanosilika dari Sinter Silika Mata Air Panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Metode Kopresipitasi Hendro Susilo; Ardian Putra; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.936 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.334-338.2016

Abstract

Nanopartikel silika telah disintesis dari sinter silika yang bersumber dari mata air panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat menggunakan metode kopresipitasi. Sintesis dilakukan dengan cara merendam sinter silika dengan HCl 10 M selama 12 jam dan direaksikan dengan NaOH 8 M, 9 M dan 10 M. Larutan disaring dan dititrasi dengan HCl 10 M hingga pH mencapai 1, kemudian dicuci dan dikeringkan dengan oven selama 5 jam dengan suhu 100 oC. Dari hasil karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) didapatkan bahwa sampel yang direaksikan dengan NaOH 8 M dan 9 M, menghasilkan fasa kristal dengan ukuran kristal berturut-turut 224 nm dan 138 nm, sedangkan sampel dengan konsentrasi NaOH 10 M memiliki fasa amorf. Berdasarkan hasil karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM) didapatkan ukuran partikel rata-rata berturut-turut 506 nm, 245 nm, dan 202 nm.Kata kunci : nanopartikel, sinter silika, kristal, XRD, SEM
Pemodelan Tinggi dan Waktu Tempuh Gelombang Tsunami Berdasarkan Data Historis Gempa Bumi Bengkulu 4 Juni 2000 di Pesisir Pantai Bengkulu Rahmad Aperus; Dwi Pujiastuti; Rachmad Billyanto
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.245 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.364-370.2016

Abstract

Telah dilakukan pemodelan tinggi dan waktu tempuh gelombang tsunami di pesisir pantai Bengkulu dengan menggunakan software L-2008 dan Travel Time Tsunami (TTT). Dalam penelitian ini digunakan data historis gempa bumi Bengkulu 4 Juni 2000 dengan skenario magnitudo 8 Mw, 8,5 Mw dan 9 Mw. Daerah dampak tsunami yang diamati adalah Muko-Muko, Ketaun, Kota Bengkulu, Mana dan Kaur. Dari hasil pemodelan diperoleh bahwa daerah yang paling cepat dihantam tsunami adalah daerah Mana dengan waktu 20 menit 7 detik. Nilai run up tsunami tertinggi juga berada di daerah Mana. Nilai run up yang diperoleh dari hasil pemodelan menggunakan skenario magnitude 8 Mw adalah 2,01 m, skenario magnitudo 8,5 Mw adalah 4,05 m dan skenario magnitudo 9 Mw adalah 9,31 m.Kata kunci: tsunami, pemodelan, software L-2008, software TTT, run up
Distribusi Spasial dan Temporal Petir di Sumatera Barat Elfira Saufina; Marzuki Marzuki
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.162 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.303-312.2016

Abstract

Distribusi spasial dan temporal petir di Sumatera Barat telah diteliti dengan menggunakan data satelit Tropical Rainfall Measuring Mission-Lightning Imaging Sensor (TRMM-LIS) selama 16 tahun pengamatan (1998-2013). Hubungan antara petir dan curah hujan diteliti dengan memanfaatkan data TRMM 3B43. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petir di Sumatera Barat banyak terjadi di darat dengan densitas tertinggi terjadi pada bulan Desember, Januari dan Februari (DJF). Petir di darat banyak terjadi pada sore hari mulai jam 17.00 LST hingga tengah malam dan kabupaten Dharmasraya merupakan daerah yang memiliki densitas kilatan petir tertinggi terutama selama periode DJF. Siklus diurnal petir konsisten dengan siklus migrasi awan dari laut ke daratan Sumatera yang ditemukan oleh peneliti sebelumnya. Hubungan curah hujan dan petir di Sumatera Barat bervariasi antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya. Berdasarkan nilai regresi linier antara petir dan curah hujan terlihat bahwa daerah yang memiliki korelasi yang cukup kuat antara densitas petir dan curah hujannya adalah Kabupaten Solok,  Solok Selatan, Padang Pariaman, dan 50 Kota sedangkan daerah yang memiliki korelasi yang rendah adalah Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, dan Agam. Dengan demikian, di beberapa kabupaten petir dapat menjadi indikator untuk penentu curah hujan tetapi tidak untuk beberapa kabupaten yang lain.Kata kunci: distribusi petir, Sumatera Barat, TRMM
Estimasi Penyebaran Kanker Paru pada Bagian Tulang Belakang (Vertebra) dengan Menganalisis Nilai Uptake Tc99m MDP Chintia Rahmi Andriani; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.295 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.339-344.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian estimasi penyebaran kanker paru pada bagian tulang belakang (vertebra) dengan menganalisis nilai uptake Tc99m MDP. Data diperoleh dari 18 orang penderita kanker paru yang melakukan pemeriksaan bone scan. Pemeriksaan bone scan menggunakan bahan radiofarmaka Tc99m MDP yang diinjeksikan ke dalam  tubuh. Pemeriksaan dilakukan di bawah kamera gamma secara spot static selama 30 menit pada posisi anterior dan posterior. Hasil citra pemeriksaan bone scan diolah dengan teknik ROI dengan fokus pada tulang belakang dan bagian sekitarnya. Hasil menunjukkan nilai uptake Tc99m MDP pada bagian tulang belakang dan sekitarnya untuk setiap pasien kanker paru berbeda. Pasien dengan nilai uptake Tc99m MDP yang berada di atas 345609 count untuk posisi anterior dan 389457 count untuk posisi posterior mengalami metastasis, kecuali adanya kasus tertentu pada pasien. Nilai % uptake Tc99m MDP tulang servikal, tulang torakal dan tulang lumbal secara rerata berbeda, baik pada posisi anterior maupun posisi posterior.Kata kunci : tulang belakang, kanker paru, uptakeTc99m MDP
Pengembangan Alat Ukur Total Dissolved Solid (TDS) Berbasis Mikrokontroler Dengan Beberapa Variasi Bentuk Sensor Konduktivitas Harum Cahyani; Harmadi Harmadi; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.435 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.371-377.2016

Abstract

Pengembangan alat ukur total dissolved solid (TDS) berbasis mikrokontroler dengan beberapa variasi bentuk sensor konduktivitas telah dilakukan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bentuk elektroda sensor konduktivitas dalam pengukuran TDS. Bentuk elektroda yang digunakan yaitu silinder pejal, silinder berongga, dan plat tipis. Nilai error hasil pengukuran nilai TDS dengan menggunakan elektroda silinder pejal, silinder berongga dan plat tipis berturut-turut dibandingkan dengan alat acuan TDS meter EZ-1 adalah 6,65%, 8,69% dan 3,83%. Berdasarkan hasil uji dan analisis data diperoleh hasil pengukuran TDS dengan menggunakan elektroda berbentuk plat tipis lebih akurat dibandingkan dengan kedua bentuk elektroda lainnya. Perubahan temperatur (dari 25°C hingga 84°C) pada air minum kemasan yang digunakan sebagai sampel menyebabkan nilai TDS berfluktuasi antara 18 ppm hingga 24 ppm.Kata kunci : total dissolved solid (TDS), sensor konduktivitas, mikrokontroler.
Karakterisasi Feed Zone dan Potensi Produksi Sumur Panas Bumi ML-XX Muara Laboh, Solok Selatan Devi Marisa; Ardian Putra; Robi Irsamukhti; Rudy Martikno; Jantiur Situmorang; Alfianto Perdana Putra; Muhammad Tamrin Humaedi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1489.971 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.313-321.2016

Abstract

Penelitian mengenai uji komplesi guna untuk mengetahui karakterisasi sumur dan reservoir panas bumi, antara lain lokasi feed zones  dan kontribusinya, injectivity index (II), profil tekanan dan temperatur, jenis fluida, serta potensi produksi sumur telah dilakukan di sumur panas bumi ML-XX Muara Laboh, Solok Selatan.  Uji komplesi dilakukan melalui beberapa tahap, dimulai dari PTS injection, multi-rate injectivity test, PT heating-up survey hingga pemodelan sumur.  Data dari hasil uji komplesi akan digunakan untuk menghitung estimasi potensi produksi dari sumur tersebut dengan melakukan pemodelan sumur.  Hasil dari uji komplesi pada sumur ML-XX menunjukkan adanya 4 lokasi feed zone dengan feed zone utama terletak pada kedalaman 1536 m, lokasi lain terletak pada kedalaman 1617 m, 1797 m, dan >1878 m. Feed zone mayor memiliki laju alir massa sebesar 49 kg/s, kontribusi aliran 60% dan injectivity index (II) sebesar 9 kg/s.bara.  Untuk estimasi potensi produksi, didapatkan sebesar 8,2 MWe pada tekanan kepala sumur (WHP) 9,2 bara dengan tekanan separasi sebesar 7 bara menggunakan metode Hagedorn-Brown.  Sumur ML-XX merupakan sumur satu fasa dengan sistem dominasi air.Kata kunci: uji komplesi, feed zones, injectivity index, pemodelan sumur

Page 1 of 3 | Total Record : 28