cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2017)" : 28 Documents clear
Karakterisasi Sifat Magnetik Dan Sifat Listrik Endapan Sinter di Beberapa Sumber Mata Air Panas Sumatera Barat (Studi Kasus: Mata Air Panas Alam Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan, Sumani Kabupaten Solok dan Bonjol Kabupaten Pasaman Sumatera Barat) Afdal Fajri Salim; Arif Budiman; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.956 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.119-125.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sifat magnetik dan sifat listrik endapan sinter mata air panas dari mata air panas Sapan Malulung Kabupaten Solok Selatan, Sumani Kabupaten Solok dan Bonjol Kabupaten Pasaman.  Pengukuran resistivitas listrik dilakukan dengan metode dual probe electrode dan suseptibilitas magnetik dengan menggunakan metode anisotropy of magnetic susceptibility (AMS).  Nilai suseptibilitas magnetik yang didapatkan dari seluruh endapan sampel adalah 6 x 10-8 m3/kg – 15 x 10-8 m3/kg.  Diperkirakan mineral magnetik yang berkontribusi di dalam nilai suseptibilitas magnetik adalah hematit. Rendahnya nilai suseptibilitas magnetik di dalam endapan sinter dikarenakan oleh jumlah mineral magnetik (hematit) yang terkandung di dalam endapan sinter. Nilai resistivitas listrik tidak jenuh air didapatkan pada kisaran 35,632 Ωm dan 2509,569 Ωm.  Besarnya rentang nilai resistivitas listrik yang didapatkan karena ketiadaan mineral konduktif di dalam endapan sinter. Nilai resistivitas listrik jenuh air didapatkan pada kisaran 6,829 Ωm sampai 49,333 Ωm.  Tingginya nilai resistivitas listrik ini dikarenakan terdapatnya material-material pengotor yang tidak berasal dari reservoir panas bumi. Nilai suseptibilitas magnetik endapan sampel pada ketiga lokasi meningkat terhadap penurunan temperatur permukaan atau bila menjauhi mata air panas, sedangkan resistivitas listrik memiliki bentuk perubahan yang acak terhadap penurunan temperatur.Kata kunci: endapan sinter mata air panas, resistivitas listrik, suseptibilitas magnetik, panas bumi
Sintesis Dan Karakterisasi Pigmen Hematit (α-Fe2O3) Dari Bijih Besi Di Jorong Kepalo Bukik Kabupaten Solok Selatan Menggunakan Metode Presipitasi Harmen Zanur; Ardian Putra; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.874 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.149-155.2017

Abstract

Penelitian ini berhasil mensintesis pigmen hematit (α-Fe2O3) dari bijih besi Jorong Kepalo Bukik, Kabupaten Solok Selatan. Uji kandungan material pada sampel dilakukan dengan metode XRF (X-Ray Fluorescence). Uji XRF  yang dilakukan pada sampel mentah, didapatkan  kandungan Fe 73,554 % dan  62,901 % Fe2O3. Sintesis menggunakan metode presipitasi dilakukan dengan 100 g bijih besi dicampur dengan 371 ml HCl dipanaskan pada temperatur 145 oC, kemudian direndam dengan NH4OH dan dibersihkan dengan aquades.  Campuran kemudian dikeringkan pada temperatur 150 oC dan dilakukan kalsinasi pada temperatur 500, 600, 700, dan 800 oC hingga membentuk serbuk hematit. Serbuk hematit dikarakterisasi dengan XRD (X-Ray Diffractometer) dan colorimeter. Berdasarkan hasil XRD, hematit (α-Fe2O3) yang diperoleh dengan temperatur kalsinasi 500 oC dan 800 oC  mempunyai struktur dan ukuran kristal yang sama yaitu rhombohedral dan 64,8 nm. Hasil uji warna menunjukkan  bahwa hematit dengan temperatur kalsinasi 500 oC mempunyai nilai  L*a*b adalah 24,87; 4,31; 3,39, temperatur kalsinasi 600 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,02; 4,24; 3,04, temperatur kalsinasi 700 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,17; 4,56; 3,02, temperatur kalsinasi 800 oC mempunyai nilai L*a*b adalah 25,31; 3,4; 2,17.Kata kunci: bijih besi, pigmen, α-Fe2O3, presipitasi
Pengaruh Sumber Kation NaOH dan KOH Terhadap Jenis Zeolit Sintetis dari Abu Dasar Batubara dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Teguh Nugraha Pratama; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.482 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.126-131.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara dengan metode peleburan alkali hidrotermal menggunakan variasi sumber kation berupa NaOH dan KOH. Perbandingan mol kation dengan massa abu dasar yang digunakan adalah 0,36 mol:12 g. Variasi perbandingan mol NaOH dan KOH yang digunakan adalah 100%:0% (Na100-K0), 75%:25% (Na75-K25), 50%:50% (Na50-K50), 25%:75% (Na25:K75) dan 0%:100% (Na0-K100). Peleburan alkali dilakukan pada temperatur 550 oC selama 2 jam dan proses hidrotermal dilakukan pada temperatur 180 oC selama 6 jam. Sampel yang dihasilkan berbentuk serbuk diuji menggunakan XRD. Grafik XRD dianalisis dengan software Match! 3 untuk menentukan jenis zeolit yang terbentuk. Proses sintesis pada temperatur hidrotermal 180 oC menghasilkan zeolit dengan pori berukuran relatif kecil dengan diameter sekitar 5 Ȧ sampai 7 Ȧ. Produk utama yang dihasilkan dari Na100-K0 berupa Sodalit dan Zeolit ZK-14, dari Na75-K25 berupa Hidrosodalit dan Kalsilit, dari Na50:K50 berupa Kalsilit, sedangkan dari Na25-K75 dan Na0-K100 berupa Megakalsilit. Sampel dengan nilai kristalinitas terbesar adalah Na100-K0 dengan nilai kristalinitas mencapai 100%. Secara umum dapat disimpulkan lewat proses sintesis bahwa kation K akan menghambat pertumbuhan kristal zeolit dengan kation Na karena sifat kation K yang dominan terhadap kation Na.Kata kunci: abu dasar, hidrotermal, peleburan alkali,zeolit
Pengaruh Temperatur dan Waktu Putar Terhadap Sifat Optik Lapisan Tipis ZnO yang Dibuat dengan Metode Sol-Gel Spin Coating Fitriani Fitriani; Sri Handani
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.304 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.156-161.2017

Abstract

Penelitian tentang pengaruh temperatur dan waktu putar terhadap sifat optik lapisan tipis ZnO yang dibuat dengan metode sol-gel spin coating telah dilakukan.  Penelitian dilakukan dengan variasi suhu 400oC, 500oC dan 600oC dengan waktu putar 4 menit dan 6 menit pada kecepatan 2000 rpm.  Uji UV-Vis dan XRD  digunakan untuk mempelajari sifat optik dan struktur.  Nilai minimum  bandgap sebesar 5,5 eV diperoleh pada lapisan tipis yang dideposisi dengan waktu putar 6 menit dan suhu annealing 600oC Karakterisasi UV-Vis menunjukkan absorbsi paling besar 0,944 diperoleh pada lapisan tipis  yang terdeposisi dengan waktu putar 4 menit dan suhu annealing 400oC, Hasil XRD yang  menunjukkan penambahan suhu menyebabkan menurunnya ukuran kristal. Kata kunci : sol gel spin coating dan bandgap.
Sintesis Aluminium Matrix Composites (AMC) Berpenguat Sinter Silika dengan Metode Powder Metallurgy Zeflianto Rhomar; Ardian Putra; Astuti Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.945 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.101-106.2017

Abstract

Aluminium Matrix Composites (AMC) telah disintesis dari aluminium serbuk sebagai matriks dan sinter silika (berbentuk serbuk) sebagai pengisi yang berasal dari mata air panas Sentral, Solok Selatan, Sumatera Barat dengan menggunakan metode powder metallurgy. Sintesis dilakukan dengan cara mencampur aluminium dengan sinter silika, dilakukan  4 variasi massa, yaitu 80 g : 5 g ; 80 g 10 g ; 80 g : 15 g dan 80 g : 20 g dengan menggunakan media pelarut, yaitu metil alkohol. Campuran diaduk selama 210 menit dengan menggunakan hot plate magnetic stirrer, kemudian endapan yang tersisa dikeringkan dengan oven selama 60 menit  dengan temperatur 100oC. Endapan yang telah dikeringkan kemudian digerus sebanyak 0,5 g untuk masing-masing sampel dikompaksi sehingga berbentuk pelet. Pelet disintering dengan furnace selama 180 menit dengan temperatur 600oC. Pelet yang telah disintering diukur massa kering, diameter, tinggi dan massa basahnya setelah dicelupkan ke dalam air selama 12 menit kemudian dapat dihitung nilai densitas dan porositas setelah sintering dan porositasnya. Dari hasil perhitungan, densitas komposit setelah sintering cenderung memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan densitas komposit sebelum sintering. Berdasarkan perhitungan dan pengujian didapatkan persentase porositas dan kuat tekan, yaitu 40,72% dan 0,078 MPa untuk sampel 1, 39,12% dan 0,098 MPa untuk sampel 2, 39,51% dan 0,088 MPa untuk sampel 3 dan 44,45% dan 0,069 MPa untuk sampel 4. Berdasarkan hubungan kuat tekan dan porositas didapatkan hubungan σ = 0,8721e-5,757P  dimana 0,8721 MPa menyatakan kuat tekan komposit tanpa pori.        Kata kunci: AMC, densitas, pelet, porositas, powder metallurgy, sintering
Analisis Radiofarmaka Tc99m MDP pada Pasien Kanker Payudara di Daerah Tulang Lutut dan Panggul Ira Fenta; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.805 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.132-138.2017

Abstract

Telah dilakukan analisis radiofarmaka Tc99m MDP pada 25 orang pasien kanker payudara yang melakukan bone scan di daerah tulang lutut dan panggul menggunakan kamera gamma. Data diolah menggunakan teknik ROI dan Statistika 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk tulang yang tidak terdapat metastasis: akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 0,301 mCi, pada lutut kiri 0,297 mCi, pada panggul anterior 2,118 mCi, dan pada panggul posterior 1,914 mCi; bioditribusi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 11,130 MBq, pada lutut kiri 10,974 MBq, pada panggul anterior 78,365 MBq, dan pada panggul posterior 70,815 MBq; presentase uptake radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 2,005 %, pada lutut kiri 1,977 %, pada panggul anterior 14,120 %, dan pada panggul posterior 12,759 %. Untuk tulang yang terdapat metastasis akumulasi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 0,283 mCi, pada lutut kiri 0,303 mCi, pada panggul anterior 1,666 mCi, dan pada panggul posterior 1,665 mCi; bioditribusi radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 11,472 MBq, pada lutut kiri 11,210 MBq, pada panggul anterior 61,639 MBq, dan pada panggul posterior 83,746 MBq; presentase uptake radiofarmaka Tc99m MDP rata-rata pada lutut kanan sebesar 1,887 %, pada lutut kiri 2,020 %, pada panggul anterior 11,106 %, dan pada panggul posterior 11,102 %. Nilai akumulasi, biodistribusi, dan presentase uptake tertinggi terdapat pada panggul anterior. Secara umum nilai-nilai ketiga parameter lebih tinggi pada pasien yang didiagnosis suspect atau menderita metastasis daripada yang tidak terdapat metastasis.Kata kunci :akumulasi, biodistribusi, kanker payudara,radiofarmaka Tc99m MDP,uptake.
Rancang Bangun Sistem Peringatan Dini Tanah Longsor Berbasis Mikrokontroler ATmega328 Menggunakan Metode Penginderaan Berat Elvira Mardhatillah; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.201 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.162-168.2017

Abstract

Suatu sistem peringatan dini tanah longsor berbasis mikrokontroler ATmega328 telah dirancang-bangun untuk mendeteksi dan menginformasikan pergeseran tanah permukaan. Metode yang digunakan adalah metode penginderaan berat dengan sistem sensor yang terdiri dari sebuah pegas (dengan panjang 10 cm, diameter 2 cm, dan konstanta pegas 245 N/m) dimana sebuah LED (Light Emiting Diode) dilekatkan kepada salah satu ujung pegas dan sebuah fotodioda pada ujung lainnya. Sistem sensor dipasang di dasar lereng. Ketika terjadi pergeseran tanah dalam arah bidang gelinciran, ujung atas pegas akan tertekan oleh gaya berat bidang tanah yang bergeser sehingga jarak antara LED dan fotodioda makin pendek. Sinyal ini kemudian dikondisikan sehingga dapat diproses oleh mikrokontroler. Sistem ini mampu mengaktifkan indikator LED untuk status siaga 1 (pergeseran tanah sebesar 1,03 cm), siaga 2 (2,14 cm), siaga 3 (3,24 cm), dan bahaya (4,33 cm; bunyi buzzer) dengan persentase error 1,46% dalam menghitung pergeseran tanah.Kata kunci : fotodioda, mikrokontroler ATmega328, pegas, sistem peringatan dini, tanah longsor 
Pembuatan Material Sensor Kelembaban Relatif Berbasis Film Polianilin-Selulosa Ampas Tebu Anggi Anggi; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.885 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.107-112.2017

Abstract

Telah dilakukan pembuatan material sensor kelembaban relatif berbasis film polianilin-selulosa ampas tebu. Sintesis selulosa ampas tebu dilakukan menggunakan metode hidrolisis dengan penambahan NaOH 17,5% dan HCl 0,1 M. Pembuatan PANi-selulosa menggunakan 10 ml anilin dengan variasi selulosa  0,50 g, 1,00 g dan 1,50 g. PANi-selulosa yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan FTIR. Film PANi-selulosa dibuat dengan metode dip coating selama 10 menit. Pengukuran resistansi film PANi-selulosa terhadap perubahan kelembaban relatif menggunakan ohmmeter dilakukan dalam chamber. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan penambahan selulosa menghasilkan ikatan amina, alkana, alkena yang lebih banyak. Sintesis selulosa menghasilkan selulosa sebanyak 12,71 g dari 50,00 g ampas tebu. Material sensor kelembaban relatif yang dibuat dari bahan PANi-selulosa ampas tebu dapat bekerja pada kelembaban relatif 32,65 – 93,10 %. Pengukuran resistansi menunjukkan penambahan selulosa dan peningkatan kelembaban relatif akan memperkecil nilai resistansi. Linearitas sensor yang tertinggi didapatkan pada sampel dengan penambahan selulosa 1,00 g dengan R2 = 0,932. Uji durabilitas selama 18 hari menunjukkan nilai resistansi naik terutama pada kelembaban relatif di atas 75,51 %. Durabilitas tertinggi diperoleh pada sampel dengan penambahan selulosa 0,50 g.Kata kunci : polianilin, selulosa ampas tebu , sensor kelembaban
Pengaruh Persentase Volume Serat Sabut Pinang (Areca Catechu L.) Terhadap Sifat Mekanik dan Fisik Papan Gipsum-Beton Yosi Sylvia; Alimin Mahyudin; Sri handani
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.686 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.188-193.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh persentase serat sabut pinang (areca catechu L.) terhadap sifat mekanik dan fisik papan gipsum-beton. Sifat mekanik dan fisik yang diuji meliputi kuat lentur, kuat tekan, densitas dan daya serap air. Kuat tekan dan kuat lentur diukur menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil pengujian menunjukan bahwa nilai kuat lentur paling tinggi terdapat pada persentase serat sabut pinang 1,5% yaitu sebesar 1.944 kg/cm2. Nilai kuat tekan paling tinggi terdapat pada papan dengan persentase serat sabut pinang 1% yaitu sebesar 76,36 kg/cm2. Nilai densitas terendah terdapat pada persentase serat sabut pinang 1% yaitu sebesar 1,41 g/cm3. Nilai daya serap air tertinggi juga terdapat pada persentase serat sabut pinang 1% yaitu sebesar 28,42% dan nilai daya serap air terendah sebesar 23,51% terdapat pada persentase serat sabut pinang 0%. Kata kunci: Papan gipsum-beton, serat sabut pinang, sifat mekanik dan fisik.
Pengaruh Konsentrasi KOH terhadap Jenis Zeolit Sintetis dari Abu Dasar Batubara dengan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Hamidah Hamidah; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.309 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.139-143.2017

Abstract

Telah dilakukan sintesis zeolit dari abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal dengan KOH sebagai aktivator. Konsentrasi KOH yang digunakan adalah 0,1 mol, 0,3 mol dan 0,5 mol. Peleburan alkali dilakukan pada temperatur 550 oC selama 1 jam dan proses hidrotermal dilakukan pada temperatur 100 oC selama 6 jam dengan variasi media kristalisasi aquades dan air laut. Sampel hasil sintesis dicuci dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Zeolit yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan XRD. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa zeolit yang terbentuk menggunakan media kristalisasi aquades adalah potassium aluminum silicate (megakalsilit), leucit, muskovit dan masih banyak kandungan  kuarsa. Sampel yang disintesis menggunakan media kristalisasi air laut mengandung megakalsilit, leucit, muskovit dan sodalit.Kata kunci: Potassium aluminum silicate, megakalsilit, konsentrasi.

Page 1 of 3 | Total Record : 28