cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2018)" : 30 Documents clear
Pengaruh Variasi Massa Batang Pisang dan Cangkang Kelapa Sawit terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Papan Partikel Menggunakan Perekat Resin Epoksi Aminah Lestari; Mora Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.272 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.124-129.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi massa batang pisang, cangkang kelapa sawit dan resin epoksi terhadap sifat fisis dan sifat mekanis komposit papan partikel. Penelitian ini menggunakan metode penggilingan ball mill untuk mendapakan ukuran partikel yang lolos ayakan 100 mesh. Hasil ayakan dibagi menjadi lima komposisi dengan rasio batang pisang terhadap cangkang kelapa sawit sebesar 80:0, 60:20, 40:40, 20:60, dan 0:80. Sifat fisis yang telah diuji terdiri dari kerapatan, kadar air, dan daya serap air sedangkan sifat mekanis meliputi kuat lentur dan kuat tekan. Sifat mekanis diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil uji sifat fisis menunjukan bahwa kadar air dan daya serap air papan partikel memenuhi standar SNI 03-2105-2006, sedangkan kerapatan melewati batas atas yang diperbolehkan. Kuat tekan dan kuat tekan sejajar memenuhi standar SNI 03-2105-2006, sedangkan pada kuat lentur belum memenuhi. Variasi massa terbaik untuk pembuatan papan partikel adalah dengan menggunakan salah satu filler baik batang pisang ataupun cangkang kelapa sawit. Kata kunci: komposit, papan partikel, cangkang kelapa sawit, batang pisang, ball mill
Rancang Bangun Sistem Kontrol Kipas Angin dan Lampu Otomatis di Dalam Ruang Berbasis Arduino Uno R3 Menggunakan Multisensor Joni Parhan; Rahmat Rasyid
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.762 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.159-165.2018

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun sebuah sistem kontrol kipas angin dan lampu otomatis ruangan. Sistem bertujuan agar pemakaian kipas angin dan lampu menjadi efisien sehingga dapat menghemat penggunaan energi listrik dan juga menciptakan kenyamanan bagi pengguna ruangan. Sistem bekerja apabila ada orang di dalam ruangan. Sistem terdiri dari sensor PIR untuk mendeteksi manusia, sensor DHT11 yang berfungsi sebagai pendeteksi suhu dan kelembaban relatif, dan sensor LDR untuk mendeteksi intensitas cahaya di dalam ruangan. Mikrokontroler Arduino Uno R3 yang berfungsi sebagai pengolah data dari masukan sensor, mengatur kerja relay, dan LDC untuk menampilkan data sensor. Sistem kontrol kipas angin dan lampu otomatis menunjukan sensor PIR HCSR501 dapat mendeteksi objek manusia pada jarak maksimum 6 m tepat di depan sensor. Sensor DHT11 dapat mendeteksi perubahan temperatur di dalam ruangan dengan nilai error rata-rata 1,87 % dan kelembaban relatif dengan error 5,98 %. Sensor LDR dapat mendeteksi perubahan intensitas cahaya. Kata kunci: intensitas cahaya, kelembaban relatif, otomatis, sensor, temperatur
Analisis Hasil Pengukuran Tissue Maximum Ratio (TMR) terhadap Variasi Kedalaman Target dan Luas Lapangan Penyinaran Menggunakan Pesawat LINAC Tipe Clinac-CX Vinny Alvionita; Dian Milvita
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.341 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.97-101.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman target dan luas lapangan penyinaran terhadap penerimaan dosis radiasi pada fantom menggunakan pesawat terapi Linear Accelerator (LINAC) tipe Clinac CX. Penelitian dilakukan dengan variasi kedalaman (0-30) cm dengan interval 1 cm dan 18 variasi luas lapangan penyinaran dimulai dari (5x5) cm2 hingga (39x39) cm2 dengan interval 2 cm. Variasi kedalaman dan luas lapangan dilakukan untuk mendapatkan nilai Tissue Maximum Ratio (TMR). TMR merupakan rasio dosis radiasi di kedalaman tertentu terhadap dosis radiasi di kedalaman maksimum. Pada penelitian ini digunakan berkas energi foton sebesar 6 MV dan 10 MV, dengan teknik penyinaran Source Surface Distance (SSD). Penelitian ini dilakukan di dalam fantom air sebagai pengganti pasien menggunakan detektor ionisasi chamber. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa semakin besar kedalaman target maka semakin besar pula nilai TMR yang diterima fantom hingga mencapai kedalaman maksimum (zmaks). Setelah melewati kedalaman maksimum (zmaks) nilai TMR yang didapatkan cenderung menurun. Selanjutnya semakin bertambah luas lapangan penyinaran maka semakin bertambah nilai TMR yang didapatkan. Nilai zmaks yang didapatkan untuk berkas foton berenergi 6 MV berkisar (1,35 – 1,75) cm, dan untuk berkas foton berenergi 10 MV berkisar (2,25-2,55) cm. Nilai zmaks ini berada dalam batas yang ditetapkan oleh Internasional Atomic Energy Agency (IAEA) yaitu 1,5 cm untuk energi 6 MV dan 2,5 cm untuk energi 10 MV. Kata kunci: fantom air, LINAC, Source Surface Distance (SSD), Tissue Maximum Ratio (TMR).
Penentuan Karakteristik Fluida dan Estimasi Temperatur Reservoir Panas Bumi di Sekitar Gunung Talang Zulinira Dwi Utami; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.908 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.130-137.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian penentuan karakteristik fluida dan estimasi temperatur reservoir panas bumi di sekitar Gunung Talang sebagai salah satu tahap awal penentuan pengembangan sistem panas bumi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penelitian mengambil sampel 12 titik mata air panas sebanyak 100 ml di sekitar Gunung Talang. Penentuan karakteristik fluida panas bumi dilakukan menggunakan diagram segitiga Na-K-Mg dan Cl-Li-B. Diagram Na-K-Mg digunakan untuk menentukan keseimbangan fluida reservoir panas bumi. Diagram segitiga Cl-Li-B digunakan untuk menentukan asal-usul, pendidihan, dan pengenceran fluida reservoir panas bumi. Estimasi temperatur reservoir dilakukan dengan persamaan geotermometer. Pengukuran unsur Na, K, dan Mg dilakukan dengan alat Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Pengukuran unsur Li, B dan Ca dilakukan dengan alat Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES) dan pengukuran senyawa SiO2 dengan alat Visible Spectroscopy. Pengukuran unsur Cl dengan metode titrasi asam basa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua mata air panas bumi di sekitar Gunung Talang berada pada immature water yang menandakan fluida reservoir panas bumi telah mengalami pengenceran dengan unsur lain. Fluida reservoir berasal dari sistem hidrotermal baru yang dipengaruhi oleh magma Gunung Talang. Sistem panas bumi di sekitar Gunung Talang didominasi air dan mata air panas keluar pada zona outflow. Pendidihan fluida reservoir panas bumi berada di bawah permukaan bumi hingga kedalaman sekitar 150 meter. Estimasi temperatur reservoir panas bumi dengan geotermometer silika adalah 147,63 oC - 179,77 oC, yang termasuk dalam sistem panas bumi bertemperatur sedang.Kata kunci : diagram segitiga, Gunung Talang, reservoir panas bumi.
Analisis Neutronik Pada Gas Cooled Fast Reactor dengan Variasi Strategi Shuffling Bahan Bakar Arah Radial Muthia Annisa Putri; Dian Fitriyani; Feriska Handayani Irka
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.249 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.166-171.2018

Abstract

Analisis neutronik pada Gas Cooled Fast Reactor (GCFR) dengan variasi strategi shuffling bahan bakar telah dilakukan dengan pengaturan awal daya reaktor 550 MWTh dan umur 100 tahun menggunakan input bahan bakar uranium alam tanpa pengayaan. Bahan bakar pada pada teras reaktor dibagi atas 10 region, dengan label region 1 hingga region 10. Setiap region bahan bakar mengalami perbedaan lama proses burnup dan perbedaan densitas nuklida. Variasi strategi shuffling dilakukan dengan cara menyusun masing-masing region bahan bakar secara acak dari region 1 hingga 10. Pada penelitian ini dirancang 4 macam variasi strategi shuffling bahan bakar arah radial. Shuffling bahan bakar dilakukan sekali dalam 10 tahun bersamaan dengan periode refueling. Perhitungan dilakukan dengan metode komputasi menggunakan kode SRAC dengan input data nuklir dari JENDL-32 Library dengan model teras silinder 2D R-Z. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarakan nilai faktor multiplikasi efektif, variasi strategi shuffling memenuhi kriteria desain reaktor. Strategi shuffling dengan pengaturan region bahan bakar berdensitas fisil tertinggi yang didekatkan dengan region bahan bakar berdensitas fisil rendah menghasilkan densitas 239Pu yang tinggi. Kata kunci: analisis neutronik, GCFR, SRAC, strategi suffling
Analisis Keluaran Berkas Elektron Pesawat Terapi LINAC Tipe Varian CX 6264 di Rumah Sakit Universitas Andalas Vadila, Mona; Milvita, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.91-96.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis keluaran berkas elektron pesawat terapi linear acceleration (LINAC) pada fantom air. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pesawat terapi LINAC selama digunakan dengan mengacu pada nilai 1 cGy sama dengan 1 MU. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis muatan yang ditangkap oleh detektor ionisasi chamber dengan faktor koreksi suhu, tekanan, efek polaritas dan rekombinasi ion. Penelitian dilakukan dengan variasi energi 4 MeV, 6 MeV, 9 MeV, 12 MeV, 15 MeV dan 18 MeV dengan teknik penyinaran Source to Surface Distance (SSD) 100 cm. Ukuran luas lapangan penyinaran yang digunakan adalah (10 x 10) cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada berkas elektron energi 4 MeV, 6 MeV, 9 MeV, 12 MeV, 15 MeV dan 18 MeV didapatkan nilai keluaran per 1 MU sebesar 0,981 cGy, 1,005 cGy, 1,019 cGy, 1,013 cGy, 1,017 cGy dan 1,007 cGy dengan deviasi pengukuran 1,92 %, 0,54 %, 1,90 %, 1,30 %, 1,73 % dan 0,72 %., nilai ini masih berada dalam rentang toleransi pengukuran yaitu ± 3 %. Dengan demikian, keluaran berkas radiasi elektron pesawat terapi LINAC di Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) telah sesuai standar TRS 398 IAEA. Kata kunci: berkas elektron, berkas foton, fantom air, LINAC, RS Unand
Analisis Hasil Pengukuran Tissue Maximum Ratio (TMR) terhadap Variasi Kedalaman Target dan Luas Lapangan Penyinaran Menggunakan Pesawat LINAC Tipe Clinac-CX Alvionita, Vinny; Milvita, Dian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.97-101.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman target dan luas lapangan penyinaran terhadap penerimaan dosis radiasi pada fantom menggunakan pesawat terapi Linear Accelerator (LINAC) tipe Clinac CX. Penelitian dilakukan dengan variasi kedalaman (0-30) cm dengan interval 1 cm dan 18 variasi luas lapangan penyinaran dimulai dari (5x5) cm2 hingga (39x39) cm2 dengan interval 2 cm. Variasi kedalaman dan luas lapangan dilakukan untuk mendapatkan nilai Tissue Maximum Ratio (TMR). TMR merupakan rasio dosis radiasi di kedalaman tertentu terhadap dosis radiasi di kedalaman maksimum. Pada penelitian ini digunakan berkas energi foton sebesar 6 MV dan 10 MV, dengan teknik penyinaran Source Surface Distance (SSD). Penelitian ini dilakukan di dalam fantom air sebagai pengganti pasien menggunakan detektor ionisasi chamber. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa semakin besar kedalaman target maka semakin besar pula nilai TMR yang diterima fantom hingga mencapai kedalaman maksimum (zmaks). Setelah melewati kedalaman maksimum (zmaks) nilai TMR yang didapatkan cenderung menurun. Selanjutnya semakin bertambah luas lapangan penyinaran maka semakin bertambah nilai TMR yang didapatkan. Nilai zmaks yang didapatkan untuk berkas foton berenergi 6 MV berkisar (1,35 – 1,75) cm, dan untuk berkas foton berenergi 10 MV berkisar (2,25-2,55) cm. Nilai zmaks ini berada dalam batas yang ditetapkan oleh Internasional Atomic Energy Agency (IAEA) yaitu 1,5 cm untuk energi 6 MV dan 2,5 cm untuk energi 10 MV. Kata kunci: fantom air, LINAC, Source Surface Distance (SSD), Tissue Maximum Ratio (TMR).
Analisis Konduktivitas Termal Endapan Sinter di Kabupaten Solok dan Solok Selatan Ilham, Rahmat; Putra, Ardian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.102-109.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konduktivitas termal endapan sinter yang terdapat di sekitar mata air panas Garara dan Cupak, Kabupaten Solok, dan Sapan Maluluang, Kabupaten Solok Selatan. Perbedaan utama dari kedua endapan sinter di masing-masing lokasi adalah daerah Sapan Maluluang memiliki kandungan sinter silika murni, sedangkan daerah Garara dan Cupak memiliki kandungan sinter silika dan karbonat dengan persentase yang berbeda. Penelitian ini dimulai dengan perancangan alat konduktivitas termal. Pengujian konduktivitas termal endapan sinter menggunakan metode Transient Divided Bar (TDB), dan diuji pada suhu rata-rata yaitu 25,7oC. Titik pengambilan sampel terdiri dari dua titik di mata air panas Garara, tiga titik di mata air panas Cupak serta satu titik di mata air panas Sapan Maluluang. Nilai konduktivitas termal rata-rata sumber air panas di Garara dan Cupak adalah 21,75 W/mºC, sedangkan nilai rata-rata konduktivitas termal sumber air panas di Sapan Maluluang adalah 26,49 W/mºC. Tingginya kandungan silika akan menghasilkan nilai konduktivitas termal yang lebih tinggi. Kata Kunci: konduktivitas termal, mata air panas, mineral karbonat, mineral silika, transient divided bar
Analisis Suseptibilitas Magnetik Tanah Lapisan Atas sebagai Indikator Bencana Longsor di Bukit Sula Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto Naldi, Febri; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.110-116.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis suseptibilitas magnetik tanah lapisan atas sebagai indikator bencana longsor di Bukit Sula Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto. Sampel tanah diambil dari dua lokasi di Bukit Sula, yaitu lokasi bervegetasi (lokasi A) dan lokasi tanpa vegetasi (lokasi B). Pengambilan sampel dilakukan secara vertikal ke bawah masing-masing sepanjang 100 m dengan jarak spasi 5 m, sehingga diperoleh 21 titik pengambilan sampel pada masing-masing lokasi tersebut. Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington Magnetic Suseptibility Meter yang diukur pada dua frekuensi, yaitu low frequency 0,465 kHz (χLF) dan high frequency 4,65kHz (χHF). Pada lokasi A nilai χLF rata-rata yang diperoleh yaitu 804,05×10-8 m3kg-1, sedangkan nilai χHF rata-rata yaitu 804,25×10-8 m3kg-1. Pada lokasi B nilai χLF rata-rata yang diperoleh yaitu 9,85×10-8 m3kg-1, sedangkan nilai χHF rata-rata yaitu 9,64×10-8 m3kg-1. Hasil pengujian XRF menunjukkan bahwa mineral magnetik yang terdapat pada sampel di kedua lokasi yaitu hematit (Fe2O3). Berdasarkan perbandingan nilai suseptibilitas dan konsentrasi mineral hematit dan kuarsa antara sampel lokasi A dan lokasi B, dapat dikatakan bahwa lokasi B telah mengalami erosi. Berdasarkan keberadaan bulir superparamagnetik, sampel lokasi B memiliki butiran lebih halus dibandingkan sampel lokasi A. Hal ini disebabkan karena lokasi B merupakan daerah tanpa vegetasi, sehingga menyebabkan air hujan langsung masuk ke dalam tanah dan dapat menurunkan tingkat kelekatan butiran tanah. Oleh karena itu, lokasi B lebih besar kemungkinan terjadinya bencana longsor dibandingkan dengan lokasi A. Kata kunci: bulir superparamagnetik, suseptibilitas magnetik, longsor, Kecamatan Talawi
Analisis Pengaruh Komposisi Partikel Ampas Tebu dan Partikel Tempurung Kelapa terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Papan Partikel Perekat Resin Epoksi Nasution, Widi Mulia; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.7.2.117-123.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi partikel ampas tebu dan tempurung kelapa terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Dalam penelitian ini digunakan perbandingan komposisi bahan pengisi dengan jumlah perekat yang tetap. Variasi komposisi bahan yang digunakan partikel ampas tebu dan tempurung kelapa adalah 70:0%, 50:20%, 35:35%, 20:50%, 0:70%. Kadar perekat resin epoksi yang digunakan adalah 30%. Ukuran partikel yang digunakan adalah lolos ayakan 100 mesh. Parameter yang diukur adalah densitas, kadar air, daya serap air, Modulus of Elasticity (MOE) dan Modulus of Rupture (MOR). Hasil uji sifat fisis diperoleh nilai densitas terendah 0,94 g/cm3 pada komposisi 70%:0% dan densitas tertinggi 1,06 g/cm3 pada komposisi 0%:70%. Nilai kadar air papan terendah 0,91% pada komposisi 0%:70% dan nilai kadar air tertinggi 3,74% pada komposisi 70%:0%. Nilai daya serap air terendah 17,11% pada komposisi 50%:20% sedangkan nilai daya serap air tertinggi 31,77% pada komposisi 35%:35%. Hasil uji sifat mekanis diperoleh nilai MOE terendah didapat sebesar 833,17 kg/cm2 pada komposisi 70%:0% dan nilai MOE tertinggi sebesar 1960,75 kg/cm2 pada komposisi 35%:35%. Nilai MOR terendah 487,88 kg/cm2 pada komposisi 70%:0% sedangkan MOR tertinggi 1101,44 kg/cm2 pada komposisi 35%:35%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisis dan mekanis papan partikel yang didapatkan pada pengujian telah memenuhi standar mutu SNI 03-2105-2006 kecuali untuk pengujian densitas dan MOE. Berdasarkan persentase densitas papan partikel maka papan partikel yang dihasilkan termasuk jenis papan partikel berekerapatan tinggi. Kata kunci: ampas tebu, tempurung kelapa, komposit, MOE, MOR, papan partikel.

Page 2 of 3 | Total Record : 30