cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Verifikasi Dosis Radiasi Kanker Menggunakan TLD-100 pada Pasien Kanker Payudara dengan Penyinaran Open System Azizah, Merli; Milvita, Dian; Herlinda, Sri; Sandy, Kri Yudi Pati
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.147-152.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang verifikasi dosis radiasi kanker menggunakan Thermoluminesence Dosimeter-100 (TLD-100) pada pasien kanker payudara. Tujuan dilakukannya verifikasi adalah untuk mengetahui kesesuaian antara dosis radiasi yang diterima pasien dengan dosis radiasi yang direncanakan, sehingga tidak mengalami kekurangan atau kelebihan dosis radiasi. Verifikasi dilakukan pada lima orang pasien kanker payudara yang menjalani radioterapi dengan penyinaran open system. Pengukuran dosis radiasi menggunakan teknik Source to Surface Distance (SSD). Verifikasi diperoleh dengan menghitung deviasi ketepatan perhitungan dan pengukuran dosis radiasi. Langkah-langkah sebelum melakukan verifikasi dosis radiasi adalah mengkalibrasi TLD-100, mengukur dosis radiasi permukaan menggunakan TLD-100 dan melakukan verifikasi dosis radiasi. Hasil penelitian menunjukkan deviasi ketepatan dosis radiasi berkisar dari -0,12 sampai 13,17 %. Dengan demikian, dosis radiasi yang diterima oleh lima orang pasien kanker payudara sudah tepat karena masih berada dalam rentang ketidakpastian alat ukur.Kata kunci: dosis radiasi, open system, radioterapi, TLD-100, verifikasi
Evolusi Soliton pada Model Frenkel-Kontorova yang Tereduksi ke Persamaan Sine-Gordon Melalui Pendekatan Limit Kontinu Angga, Boy; Abdullah, Zulfi; Shafwan, Mahdhivan
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.153-158.2016

Abstract

Model Frenkel-Kontorova telah direduksi ke persamaan Sine-Gordon melalui pendekatan limit kontinu. Solusi persamaan Sine-Gordon diselesaikan menggunakan transformasi Baecklund dan didapatkan 3 soliton yaitu kink, antikink dan breather. Akan tetapi, transformasi Bäcklund tidak dapat memberikan gambaran bagaimana evolusi soliton yaitu dari keadaan soliton-like menuju ke keadaan steady. Metode yang digunakan untuk menerangkan evolusi soliton adalah aproksimasi dengan memanfaatkan teorema Noether (konsep energi konservatif). Hasil menunjukkan bahwa keadaan solitonlike selalu tidak stabilselama proses evolusi berlangsung.Kata Kunci: evolusi soliton, limit kontinu, model Frenkel-Kontorova, persamaan Sine-Gordon, soliton, soliton-like, teorema Noether.
Verifikasi Ketepatan Hasil Perencanaan Nilai Dosis Radiasi Terhadap Penerimaan Dosis Radiasi Pada Pasien Kanker Handayani, Mutya; Milvita, Dian; Herlinda, Sri; Sandy, Kri Yudi Pati
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.159-165.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang verifikasi ketepatan hasil perencanaan nilai dosis radiasi terhadap penerimaan dosis radiasi pada pasien kanker. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi ketepatan hasil perencanaan nilai dosis radiasi terhadap penerimaan dosis radiasi pada 5 orang pasien dengan jenis kanker yang berbeda. Verifikasi ketepatan dosis radiasi didapatkan dari perbedaan dosis yang direncanakan berdasarkan kondisi penyinaran dengan pengukuran dosis radiasi permukaan pasien kanker menggunakan TLD-100, kemudian dibandingkan dengan perencanaan nilai dosis menggunakan Treatment Planning System (TPS). Keluaran laju dosis pesawat terapi Co-60 dihitung menggunakanTechnical Report Series (TRS) IAEA No. 398 yang tercantum pada sertifikat kalibrasi. Hasil verifikasi yang didapatkan bahwa nilai dosis radiasi minimum yang diterima pasien mencapai -5,257 % yang diterima oleh pasien Ca. Laring dan dosis radiasi maksimum mencapai 11,885 % yang diterima oleh pasien Ca. Serviks. Verifikasi dosis radiasi yang diterima masih dalam batas toleransi yangdiperbolehkan yaitu ± 25%.Kata kunci: Co-60, verifikasi, TLD-100, Treatment Planning System (TPS), Technical Report Series (TRS) IAEA No.398.
Pengukuran Dosis Radiasi dan Estimasi Efek Biologis yang Diterima Pasien Radiografi Gigi Anak Menggunakan TLD-100 pada Titik Pengukuran Mata dan Timus Nurhayati, Nurhayati; Milvita, Dian; Yanti, Helfi; Kusumawati, Dyah Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.166-171.2016

Abstract

Penelitian tentang pengukuran dosis radiasi yang diterima pasien radiografi gigi anak pada titik pengukuran mata dan timus telah dilakukan pada salah satu rumah sakit di kota Padang menggunakan TLD-100. Penelitian ini bertujuan mengukur dosis radiasi yang diterima pasien anak dan estimasi efek biologis yang timbul akibat paparan radiasi. Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran dosis radiasi pada 15 orang pasien anak usia 1-15 tahun. Pengukuran dosis radiasi dilakukan saat penyinaran intraoral, dengan teknik yang sama dalam waktu yang berbeda. Hasil pengukuran menunjukkan dosis radiasi rata-rata yang diterima pasien usia 1-5 tahun sebesar 0,031 mGy, pasien usia 5-10 tahun sebesar 0,063 mGy dan pasien usia 10-15 tahun sebesar 0,078 mGy. Mata menerima dosis radiasi rata-rata sebesar 0,074 mGy dan timus menerima dosis radiasi rata-rata sebesar 0,034 mGy. Berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan dapat diperkirakan semua pasien akan menerima efek stokastik.Kata kunci: dosis radiasi, mata, radiografi gigi, TLD-100, timus,
Pengendalian Laju Korosi pada Baja API 5L Grade B N Menggunakan Ekstrak Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb) Murti, Eri Aidio; Handani, Sri; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.172-178.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengendalian laju korosi pada baja API 5L Grade B N menggunakan ekstrak daun gambir dengan konsentrasi 0; 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0%. Medium korosif yang digunakan adalah NaCl dan H2SO4 1 M. Empat sampel direndam dalam medium korosif tanpa inhibitor, 4 sampel direndam pada medium korosif dengan penambahan inhibitor dan 4 sampel direndam dalam larutan inhibitor selama 24 jam, kemudian direndam di dalam medium korosif. Lama perendaman bervariasi yaitu 1, 5, 10 dan 15 hari Metode yang digunakan adalah metode kehilangan berat untuk menentukan laju korosi dan nilai efisiensi. Laju korosi berkurang dengan kenaikan konsentrasi inhibitor. Nilai efisiensi tertinggi mencapai 94,65% pada medium korosif NaCl 1 M dan 89,79% pada medium korosif H2SO4 1 M dengan kenaikan konsentrasi inhibitor 2%. Hasil foto SEM permukaan baja memperlihatkan permukaan baja dengan penambahan ekstrak daun gambir mengalami korosi lebih sedikit.Kata kunci: baja API 5L Grade B N, efisiensi inhibisi, ekstrak daun gambir, inhibitor, laju korosi
Pemetaan Magnitude of Completeness (Mc) untuk Gempa Sumatera Simamora, Jenny Teresia; Namigo, Elistia Liza
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.179-186.2016

Abstract

Telah dilakukan estimasi nilai Mc, nilai-b dan nilai-a menggunakan data gempa bumi dari katalog USGS (United States Geological Survey) dari Januari 1970 sampai Maret 2015 dengan batas 90°BB - 106°BB dan 6°LU - 6°LS dengan skala magnitudo Mw≥4 SR sampai 9 SR pada kedalaman maksimum 300 km yang meliputi wilayah Sumatera dan Samudera Hindia. Dalam penelitian ini digunakan Software ZMAP under MATLAB. Estimasi Mc dilakukan secara spasial dan temporal dengan menggunakan dua metoda yaitu metoda MAXC dan EMR. Variasi nilai Mc secara spasial kemudian dipetakan dengan bin size 250 secara spasial dan secara temporal persepuluh tahun untuk melihat evolusi nilai Mc selama empat dekade terakhir. Dari analisis diatas, diperoleh Mc sekitar 4,2 SR sampai 5,6 SR (nilai Mc rata-rata adalah 4,6 SR), Nilai-b berkisar 0,6 sampai 1,1 dan variasi nilai-a berkisar 5 sampai 7,5. Berdasarkan pemetaan nilai Mc, Sumatera bagian utara dan daerah lepas pantai barat Sumatera memiliki nilai Mc yang rendah yaitu (4.6-4,9) SR. Ini menandakan bahwa data gempa untuk daerah-daerah tersebut cukup lengkap di banding daerah lain. Berdasarkan pemetaan nilai-b dan nilai-a, wilayah yang memiliki tingkat kegempaan yang relatif tinggi dan memiliki potensi gempa-gempa besar adalah wilayah Aceh, Simeulue, Nias, Mentawai dan sekitar Bengkulu. Variasi Mc secara temporal relatif menurun selama empat dekade terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perekaman data gempa relatif baik.Kata Kunci: pemetaan Mc, nilai-b, nilai-a, MAXC, EMR.
Karakterisasi Suseptibilitas Magnet Barium Ferit yang Disintesis dari Pasir Besi dan Barium Karbonat Menggunakan Metode Metalurgi Serbuk Hayati, Rahmatil; Budiman, Arif; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.187-192.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi suseptibiltas magnet barium ferit yang disintesis dari pasir besi dan barium karbonat menggunakan metode metalurgi serbuk. Pasir besi diperoleh dari Sungai Sukam, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Magnet barium ferit dibuat dengan mencampurkan Fe2O3 hasil oksidasi magnetit pasir besi dan BaCO3. Kemudian campuran tersebut dikalsinasi pada suhu 1000 oC, lalu dikompaksi dan kemudian disintering pada temperatur 1000 oC. Karakterisasi magnet barium ferit dilakukan dengan mengukur suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington MS2 Magnetic susceptibility meter. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai suseptibilitas yang diperoleh dari enam variasi persentase massa yaitu 5, 10, 15, 20, 25 dan 30% berturut-turut adalah 262,6×10-8, 438,0×10-8, 516,1×10-8, 549,9×10-8, 422,8×10-8dan 429,9×10-8 m3/kg. Dengan nilai suseptibilitas tertinggi pada persentase massa 20% sebesar 549,9×10-8 m3/kg. Tingginya nilai suseptibilitas dikarenakan ion Fe3+ yang seimbang pada komposisi barium ferit. Nilai suseptibilitas magnetik barium ferit naik dengan kenaikan persentase massa BaCO3 5 hingga 20%, dan menurun untuk persentase massa BaCO3 besar dari 20%.Kata kunci: barium ferit, barium karbonat, pasir besi, suseptibilitas
Pembuatan Material Sensor Kelembaban Relatif Berbasis Selulosa Ubi Gajah dan Polianilin (PANi) Mandela, Rully; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.2.193-198.2016

Abstract

Telah dilakukan pembuatan material sensor kelembaban relatif (RH) berbasis selulosa ubi gajah dan polianilin (PANi). Pembuatan PANi-selulosa menggunakan metode grafting dengan variasi selulosa 1-5 g selulosa pada 10 mL PANi. Inisiator CuSO4 (1 M) digunakan untuk membentuk radikal bebas, sehingga molekul selulosa bisa masuk pada tulang punggung PANi. PANi-selulosa hasil sintesis dikarakterisasi mengunakan FTIR dan Spektrofotometer UV-VIS. Pengukuran resistansi dari film tebal PANi-selulosa dilakukan untuk setiap variasi penambahan selulosa berdasarkan perubahan kelembaban relatif. Hasil karakterisasi FTIR dan Spektrofotometer UV-VIS menunjukkan bahwa terjadinya pergeseran spektra IR dan serapan optik PANi oleh pencangkokan selulosa yang mengindikasikan keberhasilan pencangkokan PANi-selulosa. Penambahan massa selulosa dapat menurunkan nilai resistansi film PANi-selulosa. Secara keseluruhan, film PANi-selulosa memiliki pola resistansi yang berkesesuain dengan tingkat kelembaban relatif, semakin tinggi nilai kelembaban relatif semakin rendah resistansi PANi-selulosa. Dari grafik kelembaban relatif terhadap resistansi, sampel terbaik sebagai material sensor RH adalah sampel dengan 10 mL PANi pada 3 g selulosa dengan koefisien korelasi sebesar 0,9640. Pencangkokan selulosa pada PANi meningkatkan sifat hidroskopis, matrik-matrik hidrofilik dan meningkatkan jumlah molekul uap air yang terperangakap di dalam PANi. Kata kunci: Film tebal PANi-selulosa, grafting PANi-selulosa, kelembaban relatif, sintesis selulosa
Pengaruh Polietilen Glikol (PEG) Terhadap Ukuran Partikel Magnetit (Fe3O4) yang Disintesis dengan Menggunakan Metode Kopresipitasi Nursa, Irfan; Puryanti, Dwi; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.3.209-213.2016

Abstract

Sintesis nanopartikel Fe3O4 menggunakan templet PEG dengan metode kopresipitasi telah dilakukan.  Perbandingan serbuk besi dengan templet PEG adalah 1:1.  Jenis PEG yang digunakan adalah PEG-1000, PEG-2000, PEG-4000, dan PEG-6000.   Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh berat molekul PEG terhadap ukuran kristal, ukuran partikel, dan morfologi permukaan nanopartikel Fe3O4.  Ukuran kristal diperoleh dengan menggunakan metode difraksi sinar-X (XRD) dan ukuran partikel serta morfologi permukaan nanopartikel  Fe3O4 diperoleh dengan menggunakan alat Scanning Electron Microscopy (SEM).  Dari analisis hasil difraksi sinar-X didapatkan ukuran kristal nanopartikel Fe3O4 berturut-turut adalah 19,32 nm, 19,37 nm, 21,35 nm dan 18,29 nm. Berdasarkan hasil SEM terlihat bahwa nanopartikel Fe3O4  berbentuk spherical (bulat) dengan ukuran partikel berturut-turut 85 nm, 67,75 nm, 86,5 nm, dan 60,75 nm. Kata kunci: Fe3O4, nanopartikel, PEG, kopresipitasi 
Struktur Vertikal Distribusi Butiran Hujan di Kototabang Berdasarkan Pengamatan Micro Rain Radar (MRR) Rahayu, Indah; Marzuki, Marzuki; Hashiguchi, Hiroyuki; Shimomai, Toyoshi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.4.287-296.2016

Abstract

Distribusi ukuran butiran hujan atau raindrop size distribution (RDSD) arah vertikal dari ketinggian 0,15 km hingga 4,65 km di Kototabang, Sumatera Barat, telah diteliti melalui pengamatan Micro Rain Radar (MRR) selama Januari-Desember 2012. Intensitas curah hujan (rainfall rate) dari Optical Rain Gauge (ORG) dan RDSD dari Parsivel digunakan untuk menguji kinerja MRR. Pengujian memperlihatkan bahwa MRR berfungsi dengan baik dimana intensitas curah hujan dari ORG berkorelasi dengan baik dengan MRR (r = 0,98) dan RDSD dari MRR secara umum juga memperlihatkan pola dan nilai yang sama dengan yang didapatkan Parsivel.  Selanjutnya, RDSD dari MRR dimodelkan dengan distribusi gamma dan parameternya didapatkan menggunakan metode momen.  Terlihat bahwa pertumbuhan RDSD di Kototabang dari ketinggian 4,65 km hingga 0,15 km sangat kuat yang kemungkinan disebabkan oleh proses tumbukan-penggabungan.  Hal ini ditandai dengan peningkatan konsentrasi butiran berukuran besar dengan penurunan ketinggian.  Peningkatan konsentrasi butiran hujan berukuran besar terhadap penurunan ketinggian berpengaruh kepada parameter-parameter hujan seperti radar reflectivity (Z) dan rainfall rate (R) yang menyebabkan peningkatan koefisien A (Z= ARb) terhadap penurunan ketinggian.  Dengan demikian, penggunaan persamaan Z-R yang konstan untuk setiap ketinggian bagi radar meteorologi di kawasan tropis khususnya Sumatera Barat tidak  tepat.Kata kunci: raindrop size distribution, MRR, Kototabang, distribusi gamma.