cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Karakterisasi Keramik (Mg0,8Zn0,2)TiO3+4wt% Bi2O3 sebagai Material Dielectric Resonator Oscillator, Struktur, Mikrostruktur dan Densitasnya Nilawati, Elga; Ermawati, Frida Ulfah
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.239-247.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi aplikasi keramik (Mg0,8Zn0,2)TiO3+4wt% Bi2O3 (disingkat MZT02+4wt%Bi2O3) sebagai resonator pada rangkaian dielectric resonator oscillator (DRO) yang bekerja pada daerah frekuensi gelombang mikro, serta menguji struktur, mikrostruktur dan densitas bulk keramik. Fabrikasi keramik dilakukan dengan ball-milling antara serbuk kristalin MZT02 dengan 4wt% serbuk Bi2O3 pada kecepatan 500 rpm selama 5 jam. Serbuk hasil milling dikompaksi dengan hydraulic-hand press dan cylindrical die press untuk menghasilkan pelet. Semua pelet disinter pada suhu 1100°C selama 4, 6 dan 8 jam untuk menjadi keramik. Struktur keramik dengan waktu penahanan 4 dan 6 jam mengandung fasa MgTiO3=(97,87±8,24) %molar, sisanya fasa TiO2 rutil. Keramik dengan penahanan 8 jam mengandung fasa MgTiO3=(98,44±2,07) %molar, MgTi2O5=(1,49±0,30) %molar dan sisanya TiO2 rutil. Bertambahnya waktu tahan sinter relatif tidak menyebabkan perubahan ukuran parameter kisi, volume sel satuan sedikit berkurang dan densitas bulk juga berkurang dari 2,792, 2,776 menjadi 2,745 g/cm3. Mikrostruktur ketiga keramik berupa gumpalan butir dengan ukuran rata-rata 0,3-1,2 μm disertai pori-pori. Karakterisasi DRO merekam frekuensi resonansi pada posisi yang sama untuk ketiga keramik, yaitu 5,12 GHz memberi bukti bahwa keramik uji dapat diaplikasikan sebagai resonator DRO pada frekuensi gelombang mikro dan variasi waktu tahan sinter tidak merubah performa tersebut. This study aims to examine the potential application of (Mg0.8Zn0.2)TiO3+ 4wt% Bi2O3 (abbreviated: MZT02+4wt% Bi2O3) ceramics as a resonator in a dielectric resonator oscillator (DRO) circuit operating in microwave frequencies and to examine its structure, microstructure and bulk density. Ceramic fabrication was carried out by ball-milling between MZT02 crystalline powder and 4wt% Bi2O3 powder at 500 rpm for 5 h. The milled powder was compacted using a hydraulic-hand press and a cylindrical die press to produce pellets. All pellets were sintered at 1100°C for 4, 6 and 8 h to become ceramics. The ceramic structure with 4 and 6 h holding time contains MgTiO3 phase = (97.87 ± 8.24)% molar, the rest was TiO2 rutile phase. Ceramic with 8 h contained MgTiO3phase = (98.44 ± 2.07)% molar, MgTi2O5 = (1.49 ± 0.30) molar% and the remaining TiO2 rutile. Increasing the sinter holding time relatively did not change in the lattice parameter sizes, the unit cell volume was slightly reduced and the bulk density was also reduced from 2.792, 2.776 to 2.745 g/cm3. Microstructure of the three ceramics contain groups of grains with an average size of 0.3-1.2 μm along with pores. DRO characterization recorded the resonant frequency at the same position for the three ceramics, namely 5.12 GHz, providing evidence that the ceramics can be applied as a DRO resonator at microwave frequencies and the variation in sinter holding time did not change this performance
Identifikasi Pencemaran Logam Berat pada Sedimen Sungai Batang Arau Kota Padang Berdasarkan Nilai Suseptibilitas Magnetik Yanti, Ridha Putri; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.248-254.2021

Abstract

Telah dilakukan identifikasi pencemaran logam berat pada sedimen Sungai Batang Arau Kota Padang berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik. Pengambilan sampel dilakukan mulai dari hulu hingga hilir pada 20 titik dengan kedalaman 10 cm. Hasil pengukuran menunjukkan nilai suseptibilitas magnetik  berkisar antara 116,6×10-8 kg-1m3 sampai 914,0×10-8 kg-1m3. Pola χFD (%) pada scattergram menunjukkan bahwa hampir seluruh sampel memiliki nilai χFD (%) < 5%. Hal ini menunjukkan ukuran bulir di lokasi penelitian yaitu bulir non-SP campuran halus dan kasar yang banyak dihasilkan dari proses-proses pencemaran. Berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik  dan pola χFD (%) pada scattergram daerah penelitian telah mengalami pencemaran dari kategori tercemar rendah hingga tercemar sangat tinggi. Sedimen yang terletak di zona perumahan padat penduduk di kawasan tengah sungai cenderung memiliki nilai suseptibilitas yang lebih tinggi daripada di zona perumahan non-padat penduduk di kawasan hulu. Dapat dikatakan sumber dari pencemaran ini adalah sumber antropogenik.  Identification of heavy metal pollution in the sediments of the Batang Arau River, Padang City based on the magnetic susceptibility value has been carried out. Sampling was collected from upstream to downstream at 20 points with 10 cm depth. The results shows that magnetic susceptibility values range from 116.6× 10-8 kg-1m3 to 914.0 × 10-8 kg-1m3. The pattern of χFD (%) in the scattergram shows that almost all samples have a value of χFD (%) <5%. This shows the grain size in the research location, namely the fine and coarse mixture of non-SP grains which are mostly produced from pollution processes. Based on the magnetic susceptibility value and the χFD(%) pattern  in the scattergram, the research area has experienced pollution from low to very high polluted categories. Sediments located in densely populated residential zones in the midstream area  to have a higher susceptibility value than in non-densely populated residential zones in the upstream area. It can be said that the source of this pollution is an anthropogenic source.
Rancang Bangun Sensor Serat Optik dengan Cladding Zinc Oxide untuk Mendeteksi Kelembaban Udara Hidayati, Miskhatul; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.255-261.2021

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun sensor serat optik dengan cladding zinc oxide untuk mendeteksi kelembaban udara. Sistem sensor serat optik dilakukan dengan metode pengupasan cladding yang diganti dengan Zinc Oxide (ZnO) dengan variasi pengupasan 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm, dan 5 cm. Sistem sensor terdiri dari dioda laser  sebagai sumber cahaya, serat optik cladding ZnO sebagai pengindra kelembaban, dan sensor OPT101 sebagai fotodetektor, mikrokontroler sebagai pengolah sinyal serta nilai kelembaban udara ditampilkan melalui PC (personal computer). Kelembaban diukur berdasarkan perubahan tegangan keluaran, semakin tinggi kelembaban udara maka semakin tinggi tegangan keluaran sensor. Hasil karakterisasi sensor menunjukkan serat optik dengan panjang pengupasan 2 cm adalah yang paling optimum dalam mengindra kelembaban. Nilai sensitifitas sensor yang dirancang adalah 0,0313 V/%RH dengan koefisien determinasi R2 = 0,9684. Sensor serat optik dengan cladding ZnO mampu mendeteksi kelembaban udara dalam rentang 88% RH s/d 99% RH dengan persentase rata-rata error pada alat ukur yang dirancang adalah 0,75% dibandingkan dengan alat ukur higrometer. A fiber optic sensor design with zinc oxide cladding has been designed to detect air humidity. The fiber optic sensor system was carried out by using the cladding stripping method which was replaced with Zinc Oxide (ZnO) with a stripping variation of 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm, and 5 cm. The sensor system consists of a laser diode as a light source, a fiber optic cladding ZnO as a moisture sensor, and an OPT101 sensor as a photodetector, a microcontroller as a signal processor and air humidity values and displayed via a PC (personal computer). Humidity is measured based on changes in the output voltage, the higher the humidity of the air, the higher the sensor output voltage. The results of sensor characterization showed that the optical fiber with a stripping length of 2 cm was the most optimum for sensing moisture. The designed sensor sensitivity value is 0.0313 V/%RH with a coefficient of determination R2 = 0.9684. The fiber optic sensor with ZnO cladding is able to detect air humidity in the range of 88% to 99% with an average error percentage of the designed measuring instrument is 0.75% compared to a hygrometer measuring instrument
Identifikasi Air Tanah di Daerah Pesisir Pantai Kolbano Boimau, Yanti; Lestari, Anastasia Kadek Dety
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.262-266.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi air tanah di wilayah pesisir Kolbano yang bertujuan untuk mengetahui dan menentukan kedalaman air tanah di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik dengan konfigurasi Schlumberger. Data yang diperoleh di lokasi penelitian diolah menggunakan software Res2dinv untuk mendapatkan nilai resistivitas batuan di lapangan. Hasil inversi menunjukkan nilai resistivitas batuan terukur pada 3 lintasan yaitu 17,1-27,626 Ωm. Berdasarkan nilai resistivitas yang diperoleh, diasumsikan terdapat 3 jenis lapisan batuan di lapangan, yaitu lempung dengan resistivitas (10-100) Ωm dan aluvium dengan resistivitas (101–800 Ωm) dan batugamping (101–27.626 Ωm). Potensi batuan sebagai batuan akuifer adalah alluvium. Air tanah yang tersimpan di batuan aluvium terletak pada kedalaman (12-20 m). Research on groundwater identification in the coastal area of Kolbano has been carried out, which aims to determine and determine the depth of groundwater at the research location. The method used is the geoelectric method with a Schlumberger configuration. The data obtained at the research location were processed using res2dinv software to obtain the rock resistivity value in the field. The inversion results show the measured rock resistivity value on 3 measurement line, namely 17.1-27.626 Ωm Based on the resistivity value obtained, it is assumed that there are 3 types of rock layers in the field, consisting of clay with resistivity (10-100 Ωm) and alluvium with resistivity (101-800 Ωm) and limestone (101-27.626Ωm). Rocks Potential as aquifer rocks is alluvium. Groundwater stored in alluvium rocks lies at a depth (12-20 m).
Sintesis Lapisan Antikorosi Menggunakan Tanin Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia Catappa L) sebagai Inhibitor dengan Metode Elektrodeposisi dan Pencelupan Loveanda, Disgie Ulfika; Dahlan, Dahyunir
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.3.288-295.2021

Abstract

A research has been carried out on the effect of the Terminalia Catappa L extract  as an inhibitor on the corrosion rate of commercial steel St-37. This study aims to form a layer on the steel surface. The coating using electrodeposition and immersion methods. The layers were made of 1 M CuSO4 solution, 0.24 M boric acid (H3BO3) and distilled water with the addition of Ketapang leaf extract at concentrations of 0%, 1%, 2%, 3%, 5%, 7%, 9% by volume in the electrodeposition method and 0%, 1%, 2%, 3%, 4% in the dyeing method. The characterization was carried out using an optical microscope and XRD characterization, while the corrosion rate and inhibition efficiency were obtained using the weight loss method. The optimum corrosion rate and efficiency of the inhibitor occurred at a variation of the inhibitor concentration of 3%. In the electrodeposition method the corrosion rate was 3.3 x 10-3 g/cm2.hour with 71% inhibition efficiency and in the immersion method the corrosion rate was 4.4 x 10-3 g/cm2.hour with 34% inhibition efficiency. The surface morphology of the steel coating using the electrodeposition and immersion methods obtained smooth and even results. 
Pengaruh Perbedaan Biochar terhadap Kemampuan Menjaga Retensi pada Tanah Agviolita, Putri; Yushardi, Yushardi; Anggraeni, Firdha Kusuma Ayu
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.267-273.2021

Abstract

Kemampuan retensi tanah dapat ditingkatkan dengan membenahi stuktur tanah melalui penambahan biochar pada tanah. Hubungan pemberian biochar dengan meningkatnya retensi tanah dapat dilihat dari peningkatan penyerapan air dan pH. Ukuran pori-pori pada biochar dapat menambah ukuran pori-pori tanah yang dapat memaksimalkan penyerapan air, sehingga semakin besar pori-pori biochar maka semakin tinggi tingkat retensi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ukuran permukaan pori-pori dan pH pada bahan baku biochar terhadap kemampuan menjaga retensi tanah sehingga dapat membantu mengembalikan kemampuan retensi tanah agar tanah tetap subur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen untuk mengukur penyerapan air dengan memberi air melalui alat infus ke pot berlubang yang sudah berisi campuran biochar dan tanah, lalu mengukur pH dengan menggunkana pH for soil. Untuk mengetahui bahan baku biochar yang tepat dengan permasalahan pada tanah, maka penelitian ini menggunakan 3 biochar dengan bahan baku yang berbeda yaitu tongkol jagung, batang pepaya , tempurung kelapa. Hasil dari penelitian ini adalah campuran tanah dengan biochar tempurung kelapa yang paling banyak menyerap air, dan campuran tanah dengan biochar tongkol jagung yang memiliki pH tertinggi. Soil retention ability can be improved by improving soil structure through the addition of biochar to the soil. The relationship between biochar and increased soil retention can be seen from the increase in water absorption and pH. The size of the pores in biochar can increase the size of the soil pores which can maximize water absorption, so that the larger the biochar pores, the higher the soil retention rate. This study aims to determine the effect of differences in pore surface size and pH on biochar raw materials on the ability to maintain soil retention so that it can help restore soil retention ability so that the soil remains fertile. The method used in this research is an experimental method to measure water absorption by giving water through an infusion device into a perforated pot that already contains a mixture of biochar and soil, then measuring the pH using pH for soil. To find out the right biochar raw material with problems in the soil, this study used 3 biochar with different raw materials, namely corn cobs, papaya stalks, and coconut shells. The results of this study were the soil mixture with coconut shell biochar which absorbed the most water and the soil mixture with corncob biochar which had the highest pH.
Rancang Bangun Alat pendeteksi Tingkat Tekanan Bunyi Terhadap Respon Membran Timpani Berbasis Serat Optik Ikhwani, Miftah; Harmadi, Harmadi; Irfandy, Dolly
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.3.274-280.2021

Abstract

It has been designed a sound pressure level detection for response of tympanic membrane based on optical fiber with extrinsic method. The fiber optic sensor is used to measure the sound pressure level by utilizing the output voltage change. The sound level pressure values obtained are displayed on OLED display. Testing tools with sound level meter comparison tool to test sound pressure level in poly ENT patients. The test results show that at sound pressure level measurement with frequency 200 Hz to 300 Hz, the average accuracy is 93.42% for right ear, at the same time for left ear the average accuracy is 94.58%. The test of compliance measurement the average accuracy is 77.97% for the right ear, at the same time for the left ear the average accuracy is 70.74%. The testing of the appliance to patient in Andalas University hospital poly ENT were detect the values of sound pressure level 60 dB to 65 dB. 
Karakterisasi Koefisien Absorbsi Bunyi dan Impedansi Akustik Dari Sekam Padi Defrizal, Muhammad; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.3.351-356.2021

Abstract

Penelitian ini menentukan koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik dari panel sekam padi menggunakan metode tabung impedansi.  Sampel panel akustik divariasikan densitasnya dari 0,4 g/cm3; 0,5 g/cm3; 0,6 g/cm3 dan 0,7 g/cm3.  Pengukuran dilakukan pada frekuensi 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz dan 8000 Hz.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai koefisien absorbsi bunyi paling tinggi adalah 0,99 pada frekuensi 4000 Hz untuk densitas 0,4 g/cm3.  Secara teori nilai ini terlalu tinggi, hal ini disebabkan oleh anomali dimana terdapat celah dipinggiran sampel dengan tabung. Nilai tertinggi yang sesuai adalah 0,86 dengan densitas 0,5 g/cm3 pada frekuensi 2000 Hz.  Nilai impedansi akustik tertinggi 1,84 dyne.s/cm5 pada frekuensi 4000 Hz dengan densitas 0,5 g/cm3. This study determined the sound absorption coefficient and acoustic impedance of the rice husk panels using the impedance tube method. The density of acoustic panel samples varied from 0,4 g/cm3; 0,5 g/cm3; 0,6 g/cm3 and 0,7 g/cm3. Measurements were made at a frequency of 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz and 8000 Hz. The results showed that the highest sound absorption coefficient was 0,99 at a frequency of 4000 Hz for a density of 0,4 g/cm3.  In theory this value is too high, this is due to anomaly where there is a gap between the sample and the tube. The highest suitable value is 0,86 with a density of 0,5 g/cm3 at a frequency of 2000 Hz. The highest acoustic impedance value is 1,84 dyne.s/cm5 at a frequency of 4000 Hz with a density of 0,5 g/cm3    Penelitian ini menentukan koefisien absorbsi bunyi dan impedansi akustik dari panel sekam padi menggunakan metode tabung impedansi.  Sampel panel akustik divariasikan densitasnya dari 0,4 g/cm3; 0,5 g/cm3; 0,6 g/cm3 dan 0,7 g/cm3.  Pengukuran dilakukan pada frekuensi 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz, 4000 Hz dan 8000 Hz.  Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai koefisien absorbsi bunyi paling tinggi adalah 0,99 pada frekuensi 4000 Hz untuk densitas 0,4 g/cm3.  Secara teori nilai ini terlalu tinggi, hal ini disebabkan oleh anomali dimana terdapat celah dipinggiran sampel dengan tabung. Nilai tertinggi yang sesuai adalah 0,86 dengan densitas 0,5 g/cm3 pada frekuensi 2000 Hz.  Nilai impedansi akustik tertinggi 1,84 dyne.s/cm5 pada frekuensi 4000 Hz dengan densitas 0,5 g/cm3.
Rancang Bangun Alat Ukur Glukosa Untuk Darah Manusia Menggunakan Sensor Elektrokimia Berbasis Glassy Carbon Electrode (GCE) dengan Metode Voltametri Putri, Widya Janatul; Yulkifli, Yulkifli; Alizar, Alizar; Isa, Ilyas Muhammad
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.3.324-329.2021

Abstract

Sensor elektrokimia merupakan salah satu jenis sensor yang digunakan pada perancangan alat ukur glukosa untuk menentukan kadar glukosa pada darah manusia. Sensor elektrokimia dibuat dengan menggunakan sintesis kimia anorganik sehingga menghasilkan material sensor yang dapat merubah peristiwa kimia menjadi besaran listrik. Pada penelitian ini dilakukan analisis hasil uji respon beberapa jenis sensor modifikasi terhadap glukosa dalam darah dengan metode voltametri. Elektroda yang digunakan adalag Glassy Carbon Electrode (GCE) Data uji respon meliputi limit deteksi, linier range dan sensitivitas. Sensor glukosa memiliki karakter minimun dimana kualitas sensor akan semakin baik jika sensitivitas tinggi, limit deteksi rendah dan linier range yang lebar. Senyawa kimia yang digunakan meliputi Cu, Ni, dan Pt yang telah melalui proses sintesis untuk menjadi material sensor.
Analisis SBA (Simple Bouguer Anomaly) Sebelum Gempa Padang Panjang 6 Maret 2007 Sebagai Prekursor Gempa Bumi Rahmi, Fhatihatul; Pujiastuti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.3.310-316.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis SBA (Simple Bouguer Anomaly) sebelum gempa Padang Panjang 6 Maret 2007 yang bertujuan untuk melihat adanya korelasi antara perubahan anomali gravitasi dengan kejadian gempa bumi.  Data gravitasi yang digunakan adalah data dari satelit GRACE (Gravity Recovery And Climate Experiment). Metode yang digunakan adalah metode time-lapse microgravity.  Hasil kontur anomali selisih SBA menunjukkan adanya polarisasi anomali gravitasi yang terjadi di sekitar episenter gempa pada 35 hari sebelum gempa.  Terdapat zona anomali tinggi di bagian tenggara dan zona anomali rendah di bagian barat daerah penelitian.  Berdasarkan hasil sayatan melintang pada kontur harian SBA, diperoleh nilai harian SBA dan grafik harian SBA yang menunjukkan penurunan secara perlahan dari 35 hari hingga 20 hari sebelum gempa.  Penurunan maksimum terjadi pada tanggal 12 Februari 2007.  Lalu diikuti kenaikan secara terus menerus dari 20 hari hingga 15 hari sebelum gempa.  Berdasarkan grafik selisih harian SBA, pada 35 hari sebelum gempa muncul anomali medan gravitasi tanggal 28 Januari 2007 dengan perubahan anomali gravitasi maksimum dari tanggal 22 – 23 Februari 2007 sebesar 0,490763281 µgal pada titik episenter gempa magnitudo 6,4 dan sebesar 0,49639576 µgal pada titik episenter gempa magnitudo 6,3. Sehingga anomali yang muncul tersebut dapat dijadikan pertanda awal (prekursor) gempa bumi. Kata kunci : anomali bouguer, gempa bumi, GRACE, gravitasi, polarisasi