cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,782 Documents
Rancang Bangun Perangkat Pencacah Akttivitas Mencit dalam Kandang Setelah Diberi Zat Psikoaktif Anggreini, Olivia Puspita; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.142-148.2021

Abstract

Telah dirancang sebuah perangkat pencacah gerak mencit (Mus musculus) yang berbasis Arduino Uno. Perangkat pencacah ini terdiri dari dioda laser sebagai sumber cahaya yang dihubungkan dengan baterai sebagai sumber tegangan dan sensor fotodioda sebagai transmitter. Pengolahan data pada perangkat ini menggunakan  mikrokontroller dan LCD sebagai penampil dari data yang dihasilkan. Sensor fotodioda digunakan untuk mencacah yang memanfaatkan tegangan keluaran. Perubahan tegangan keluaran terjadi akibat adanya variasi cahaya yang didapatkan oleh sensor fotodioda. Tahapan uji coba perangkat ini dimulai dari uji coba sensor fotodioda dan uji coba perangkat pencacah. Hasil pengujian menunjukkan perangkat sudah dapat bekerja dengan baik, dimana pengujian terbaik pada mencit dengan berat badan 28 g yang memiliki persen error 0% sebelum dipengaruhi zat psikoaktif dan mencit yang memiliki berat badan 26 g memiliki persen error 1,4% setelah dipengaruhi zat psikoaktif. Persen error terbesar pada mencit yang memiliki berat badan 27 g yaitu 2,30% sebelum dipengaruhi zat psikoaktif dan dan persen error 1,52% setelah dipengaruhi zat psikoaktif. Dengan demikian, zat psikoaktif yang digunakan memperkecil jumlah cacahan mencit pada kendang yang membuktikan bahwa aktivitas mencit menjadi menurun.An Arduino Uno based mouse (Mus musculus) counter has been designed. This counter device consists of a laser diode as a light source and a photodiode as a light detector placed in a closed hexagonal housing with each side 10 cm long, 3 cm wide and 3 cm high. The digital data from the photodiode is processed by the microcontroller and the count results are displayed on the LCD. The testing phase of this device starts from testing the photodiode sensor and testing the counter device. The test results showed that the device was working properly, where the best test was on mice with a body weight of 28 g which had a 0% percent error before being influenced by psychoactive substances and mice with a body weight of 26 g had a percentage error of 1.4% after being influenced by psychoactive substances. The largest percentage error was in mice who weigh 27 g, namely 2.30% before being influenced by psychoactive substances and and 1.52% percent error after being influenced by psychoactive substances. This proves that the activity of mice decreased after being given psychoactive substances.
Perancangan Alat Ukur Kelajuan Kendaraan Bermotor Berbasis Kamera CCD Agustri, Novia Dwi; Harmadi, Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.149-155.2021

Abstract

Telah dilakukan perancangan kamera alat ukur kendaraan bermotor berbasis CCD. Masukan berupa video streaming pada ruas jalan satu arah. Metode yang digunakan analisis citra background subtraction dan image thresholding. Analisis citra pada Raspberry Pi menggunakan bahasa pemrograman Python dan library OpenCV . Kendaraan bermotor yang terdeteksi dari perubahan nilai piksel sebuah bingkai dengan referensi bingkai dalam mode latar belakang dan ambang batas gambar . Kelajuan didapat dari wilayah jarakdibagi waktu. Waktu didapatkan Dari Jangka Waktu Bingkai dibagi frame rate kamera. Nilai kelajuan yang dicari pada PC. Pengujian kelajuan kendaraan bermotor dilakukan dengan uji coba alat ukur dan alat pembanding speedometer. Hasil penguji menunjukkan bahwa perancangan alat ukur kelajuan kendaraan bermotor berbasis kamera CCD telah mampu mengukur kelajuan kendaraan dengan kesalahan rata-rata pada mobil 4,175% dan sepeda motor 3,76%.The design of a CCD camera-based motor vehicle speed meter has been designed. Input in the form of video streaming on a one-way street. The method used is image background subtraction and image thresholding. Image analysis is processed on the Raspberry Pi using the Python programming language and the OpenCV library. Vehicle movement is detected by changing the pixel value of a frame with a reference frame. The speed is obtained from the region distance divided by time. Time is obtained from the number of frames divided by the camera frame rate. The speed values obtained are displayed on the PC. Testing the speed of a motorized vehicle is done by testing a measuring instrument and a speedometer comparison tool. The test results show that the design of a CCD camera-based motor vehicle speed measuring instrument has been able to measure vehicle speed with an average error of 4.175% for cars and 3.76% for motorbikes.
Ekstrak Kulit Batang Bakau sebagai Inhibitor Korosi Baja Komersil Aini, Tantri Marelita; Dahlan, Dahyunir
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.156-162.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak kulit batang bakau sebagai inhibitor korosi baja komersil.  Dalam penelitian ini dibentuk lapisan pada permukaan baja menggunakan metode elektrodeposisi.  Lapisan dibuat dari pelarutan Nikel (II) sulfat 1M, asam borat 0,24 M dan aquades dengan tambahan ekstrak kulit batang bakau pada konsentrasi 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; 2% dan 2,5% volume.  Baja terkorosi dalam larutan NaOH 1 M selama 4,5 jam. Karakterisasi menggunakan mikroskop optik untuk semua sampel dan karakterisasi X-Ray Diffractometer (XRD) untuk sampel terbaik yaitu sampel yang telah dielektrodeposisi dengan konsentrasi inhibitor 2% sebelum dan sesudah korosi.  Laju korosi diukur menggunakan metode kehilangan berat, dimana kehilangan berat baja berbanding lurus dengan laju korosi.  Penambahan konsentrasi ekstrak kulit batang bakau dapat mengurangi kehilangan berat pada baja dan meningkatkan efisiensi inhibisi.  Efisiensi inhibisi paling besar yaitu 83% dengan penambahan 2% dan 2,5% inhibitor.  Karakterisasi menggunakan mikroskop optik menunjukkan baja dengan konsentrasi 2% adalah yang paling optimum karena tidak tergerus, tidak terbentuk endapan korosi dan permukaannya masih dalam keadaan halus setelah direndam dalam media korosif.Research on the effect of mangrove stem bark extract as an inhibitor of commercial steel corrosion has been conducted. This research produces a coating on the steel surface using the electrodeposition method. The coating was made from dissolving 1M nickel (II) sulfate, 0.24 M boric acid and distilled water with the addition of mangrove bark extract at a concentration of 0%; 0.5%; 1%; 1.5%; 2% and 2.5% by volume. Steel was electrodeposed for 3 minutes with a voltage of 3V. The steel corroded in 1 M NaOH solution for 4.5 hours. Characterization using an optical microscope for all samples and characterization of the X-Ray Diffractometer (XRD) for the best sample, namely samples that have been electrodeposed with 2% inhibitor concentration before and after corrosion. The corrosion rate was measured using the weight loss method, where the weight loss of steel is directly proportional to the corrosion rate. Increasing the concentration of mangrove bark extract can reduce weight loss in steel and increase inhibition efficiency. The greatest inhibition efficiency was 83% with the addition of 2% inhibitor. Characterization using an optical microscope shows that steel with a concentration of 2% is the most optimum because it is not eroded, no corrosion deposits are formed and the surface is still in a smooth state after immersing in corrosive media.
Sifat Listrik Material Ferroelektrik Barium Titanat (BaTiO3) dengan Doping Cerium (Ce) Wijaya, Vivi; Elvaswer, Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.111-116.2021

Abstract

Pembuatan material ferroelektrik Barium Titanat (BaTiO3) didoping cerium (Ce) telah dilakukan. Pemberian variasi komposisi doping dilakukan untuk mengetahui nilai konstanta dielektrik, rugi-rugi dielektrik, tingkat kekeristalan serta ukuran kristal tiap sampel. Sampel dibuat menggunakan metode solid state reaction dengan persentase doping Ce 0%, 1%, 2%, 3%, 4% dan 5% mol yang dikompaksi dalam bentuk pelet. Satelah sampel disintering pada suhu 700°C selama 4 jam, dilakukan karakterisasi menggunakan RLC meter dengan variasi frekuensi 100 Hz, 120 Hz dan 1 KHz dan karakterisasi XRD. Diperoleh hasil bahwa pengaruh doping menaikkan nilai konstanta dielektrik pada komposisi doping 1% mol pada frekuensi 100 Hz dengan nilai konstanta dielektrik sebesar 4220. Pada komposisi  doping 1% ini juga ditemukan nilai faktor desipasi tertinggi yaitu sebesar 4,45. Pada uji XRD ditemukan  komposisi doping 1% memiliki nilai tingkat kekristalan yang lebih besar dari komposisi doping 3% yaitu sebesar 89% Dielectric is a material that is widely developed in technology, especially in applications as capacitors. A study entitledthe effect of the doping composition of cerium (Ce) on barium titanate (BaTiO3) for the dielectric constant and the cyrstal structure ofBa1-xCexTiO3has been conducted. This study aims to determine the effect og giving the doping composition Ce (x=1%, 2%, 3%, 4%, 5%) on BaTiO3, knowing the dissipation factor and the dielectric constant ofBa1-xCexTiO3.The solid state reaction method wasused in this study by reacted the solids in form of powders at a high temperature 750°C for 4 hours. The RLC meter is used to measure the capacitance and then it is processed and the highest dielectic constant and highest dissipation factor are obtained at the 1% doping composition of 55389,387 with a dissipation factor 2,74. The crystal structure was analyzed using xrd, and the highesst intensity results were in composition at 1% doping and 152,84. The hightest crytallinity formed was 89,11 but the largest crystal size was obtained in composition 3% doping is 36,7549 nm
Sistem Telemetri Pemantauan Kekeruhan, Keasaman dan Temperatur Air Danau Maninjau Sumatera Barat Rahmazia, Rahmazia; Wildian, Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.70-75.2021

Abstract

Telah dilakukan rancang bangun sistem telemetri yang bertujuan untuk melihat kekeruhan, keasaman dan temperatur udara. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan mengukur nilai kekeruhan, keasaman dan temperatur udara yang terdeteksi oleh setiap sensor. Sensor kekeruhanSEN0189 digunakan untuk mengukur kekeruhan, sensor pH E201-C digunakan untuk mengukur pH atau keasaman dan sensor DS18B20 digunakan untuk mengukur temperatur udara. Data kekeruhan, keasaman dan temperatur udara yang terdeteksi oleh sensor akan diteruskan ke mikrokontroler. Data yang diterima oleh mikrokontroler permintaan dan di kirim oleh modul pemancar SIM900A melalui SMS dan juga kode pada LCD. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu sebuah alat yang dapat diterima secara relatif kekeruhan , keasaman dan temperatur udara dengan proporsi kesalahan rata-rata pada sensor turbiditasSEN0189 sebesar 12,96% sedangkan sensor pH E201-C dengan kesalahan kesalahan relatif rata-rata sebesar 2,97% dan proporsi kelasahan relatif rata-rata sensor DS18B20 0,80%. Nilai yang didapatkan dari setiap sensor yang bergantung pada LCD dan SMS dengan tulisan “NORMAL” jika nilai kekeruhan atau NTU <= 5, nilai pH> = 6 dan pH = 9, dan juga nilai temperatur> 28 ℃. Jika nilai kekeruhan, keasaman dan suhu yang ditemukan tidak pada rentang nilai yang ditentukan maka tampilan pada LCD dan SMS yaitu “ALERT”. A telemetry system design has been carried out, aiming to monitor the water's turbidity, acidity, and temperature. The method used in this study is to measure the value of turbidity, acidity, and water temperature detected by each sensor. The sensor used is the turbidity sensor SEN0189 which is used to measure turbidity, the pH sensor E201-C is used to measure pH or acidity, and the DS18B20 sensor is used to measure water temperature.Data on turbidity, acidity and water temperature detected by the sensor are forwarded to the microcontrollerThe microcontroller's data is processed and sent by the SIM900A transmitter module via SMS and displayed on the LCD. The results obtained in this study are a tool that can monitor turbidity, acidity, and water temperature with an average error percentage of 12.96%, 2.97%, and 0.80%. The value obtained from each sensor is displayed on the LCD and SMS with the words "NORMAL" if the turbidity value or NTU ≤ 5 NTU, the pH value ≥ 6, and the temperature value> 28 ℃. If the value of turbidity, acidity, and temperature is not within the specified value range, the LCD and SMS display will be "ALERT."
Anomali Total Electron Content (TEC) di Ionosfer Sebagai Prekursor Gempa Bumi di Sumatra Syafda, Rohadatul Aisy; Pujiastuti, Dwi; Afrizal, Afrizal
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.96-103.2021

Abstract

Anomali Total Electron Content melalui data sinyal radio frekuensi-ganda GPS dapat menunjukkan adanya perubahan aktivitas ionik di ionosfer yang dapat disebabkan oleh badai geomagnetik maupun peristiwa seismo-ionospheric coupling. Pantai barat Sumatera merupakan lokasi yang rawan akan bencana gempa bumi akibat batas dari zona subduksi. Penelitian beberapa gempa dalam kurun beberapa dekade terakhir di barat Sumatra menggunakan data SuGAr dan IGS telah dilakukan untuk mengetahui adanya prekursor gempa bumi melalui analisis anomali TEC. Terdapat lima gempa yang dianalisis  dengan skala 5 hingga 9 SR dengan menggunakan teknik korelasi dan analisis spasial. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh empat gempa yang menunjukkan anomali TEC yaitu gempa dengan magnitudo 6 hingga 9 SR dimana terdapat satu hari atau dua hari anomali TEC yang dianggap sebagai prekursor gempa bumi.Total Electron Content anomalies from dual-frequency GPS radio signals can shown the change of ionic activity on ionosphere that caused by geomagnetic storm or seismo-ionospheric coupling. The East coast of Sumatera is a very vulnerable location of earthquakes because it adjust with subduction zone. Research on some earthquake in last decade on the east part of Sumatera has been identified use SuGAr and IGS data to determine the earthquake precursors from TEC anomaly analysis. Five earthquakes were analyzed on a scale of 5 to 9 SR using correlation techniques and spatial analysis. From the analysis results that have been carried out, it was found that four earthquakes showed TEC anomalies, namely earthquakes with a magnitude of 6 to 9 SR where there were one day or two days of TEC anomalies which were considered as earthquake precursors.
Rancang Bangun Sistem Kipas Otomatis Menggunakan Sensor PIR dan Sensor Suhu LM35 Pohan, Nailul Rahmah; Rasyid, Rahmat
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.104-110.2021

Abstract

Telah dirancang sistem kipas otomatis menggunakan sensor PIR dan sensor suhu LM35 berbasis Arduino Uno. Sistem perangkat keras ini dirancang dari beberapa unit yang terdiri dari sensor PIR, sensor suhu LM35, program yang ditanamkan ke dalam mikrokontroler  Arduino UNO dan relay sebagai saklar otomatisnya. Semua unit yang digunakan tersebut digabungkan menjadi sebuah rangkaian dan akan menghasilkan output yang diinginkan. Hasil yang diperoleh dalam pengujian sensor PIR memperlihatkan bahwa sensor PIR dapat mendeteksi ketika ada pergerakan manusia sampai radius 8 meter dengan sudut 20o. yang menjadi kesimpulan tentang hasil otomatisasi terhadap kipas tersebut secara eksplisit Pengujian pada sensor suhu LM35 memperlihatkan bahwa suhu yang diperoleh dari sistem sensor ini dibandingkan dengan suhu yang diperoleh dari  alat sensor temperatur standar Lutron HT-3006HA menghasilkan korelasi linier R2= 0,9923 dalam keadaan suhu normal. An automatic fan system has been designed using a PIR sensor and an Arduino Uno based LM35 temperature sensor. This control system consists of a PIR sensor, an LM35 temperature sensor, a program embedded in the Arduino Uno microcontroller and a relay as an automatic swit. All units used are combined into a circuit and will produce an automatic fan will turn on when human movement is detected in the room and the speed of the fan depends on the specified temperature. The test results show that the PIR sensor can detect when there is human movement up to a radius of 8 meters with an angle of 20º. Testing on the LM35 temperature sensor under normal conditions shows that the sensor system compared to the Lutron-3006HA standard temperature sensor's temperature has a linear correlation R2 = 0.9923.
Pengaruh Waktu Rendaman NaOH Terhadap Kristalinitas dan Densitas Nanoserat Selulosa Buah Pinang Dwisa, Mega; Mahyudin, Alimin
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.117-122.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh waktu rendaman NaOH terhadap kristalinitas dan densitas nanoserat selulosa buah pinang. Serat pinang diberi perlakuan NaOH 5% kemudian direndam dengan variasi waktu 4, 6, dan 10 jam. Tahap penelitian ini adalah perendaman serat, ektraksi selulosa, pemutihan serat, hidrolisis asam sulfat dan proses sonikasi. Sifat fisik yang diuji adalah densitas. Karakterisasi XRD (X-Ray Diffraction) digunakan untuk menentukan indeks kristalinitas dan ukuran kristal. Dari hasil isolasi selulosa didapatkan nilai indeks kristalinitas dengan waktu perendaman 4, 6, dan 10 jam yaitu 55,36%, 56,99%, dan 59,64% untuk ukuran kristal 27,54 nm, 27,56 nm, dan 47,25 nm. Nilai densitas terendah dari serat pinang yang telah diberikan perlakuan kimia yaitu 0,22 g/cm3. Semakin lama waktu perendaman, maka nilai indeks kristalinitas semakin naik dan nilai densitas menurun.Research has been conducted regarding NaOH immersion time on crystallinity and density of betel nut cellulose nanofibers. Areca fiber was treated with 5% NaOH then the fiber was soaked in time variations for 4, 6, and 10 hours. This research’s stage were fiber immersion, cellulose extraction, fiber bleaching, sulfuric acid hydrolysis and sonication process. XRD (X-Ray Diffraction) characterization was used to determine the crystallinity index and crystal size. Isolation of cellulose results were obtained crystallinity index values with immersion times of 4, 6, and 10 hours, namely 56.36%, 55.99%, and 59.64% for crystal sizes of 27.54 nm, 27.56 nm, and 47.25 nm.  The lowest density value of areca fiber that has been given chemical treatment is 0.22 g /cm3. The longer the immersion time, the higher the crystallinity index value and the decreased density value.
Estimasi Dosis Radiasi Lensa Mata Menggunakan TLD-100 pada Pasien Brain Scanning CT-Scan Merek Siemens Somatom Perspective Fanis, Anindy Dwitika; Milvita, Dian; Nuraeni, Nunung
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.1.83-89.2021

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi dosis radiasi yang diterima lensa mata menggunakan TLD-100 pada 20 pasien brain scanning CT-Scan di Instalasi Radiologi RSUP Dr. M. Djamil Kota Padang. Pengukuran dilakukan dengan memasang dosimeter termoluminesensi-100 (TLD-100) pada holder TLD mata ke kepala pasien dengan posisi dekat lensa mata. Data yang telah tersimpan pada TLD-100 kemudian dibaca menggunakan TLD reader. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil pengukuran dosis radiasi yang diterima lensa mata pasien berada di antara 27,90 mGy hingga 47,55 mGy. Dari hasil pengukuran dapat diketahui bahwa tidak ada nilai dosis radiasi yang melebihi Nilai Batas Dosis (NBD) kerusakan lensa mata yang ditetapkan oleh Perka BAPETEN Nomor 4 Tahun 2013, karakterisasi perangkap radiasi yang digunakan memiliki pola kurva pancar yang sama untuk pasien 1-20. Berdasarkan perhitungan statistik, arus tabung memiliki pengaruh terhadap dosis radiasi lensa mata sedangkan waktu penyinaran dan umur pasien tidak memiliki pengaruh terhadap dosis radiasi lensa mata. The reasearch estimated dose of radiation received the lens of the eye used TLD-100 on 20 brain scanning CT-Scan patients in Radiology Installation of RSUP Dr. M. Djamil Padang. Measurement was done using Thermoluminescence Dosemeter-100 (TLD-100) which in TLD eye holder at eye lens of brain scanning patiens. The data that has been stored in TLD-100 then read use TLD reader. Data was processed using Microsoft Excel and dan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Research result of radiation dose are eye lens accept radiation dose range 27,90 mGy till 47,55 mGy. From the measurement result, there is no radiation dose that exceed the threshold value for eye lens damage set by Perka BAPETEN No. 4 at 2013, the radiation trap characterizations used have same pattern for patien 1-20. Based on statistic, the current tube have effect to the radiation dose while time of expose and age of patient have not effect to the radiation dose of eye lens brain scanning patient.
Verifikasi Dosis Radiasi Teknik Penyinaran 3D-CRT pada Pasien Kanker Payudara Menggunakan Film EBT3 di Rumah Sakit UNAND Wessha, Andrea; Milvita, Dian; Ilyas, Muhammad
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.2.184-190.2021

Abstract

Verifikasi dosis radiasi teknik penyinaran Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy  (3D-CRT) pada pasien kanker payudara telah dilakukan menggunakan film EBT3. Verifikasi dosis radiasi dilakukan di Rumah Sakit Universitas Andalas selama Agustus sampai September 2020. Pengukuran dosis radiasi menggunakan film EBT3 dilakukan untuk memverifikasi dosis radiasi terukur dengan Treatment Planning System (TPS) berdasarkan protokol International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Report Series (TRS) 398. Nilai dosis radiasi terukur diamati pada setiap lapangan penyinaran yaitu chest-wall dan supraclave. Verifikasi dosis radiasi dari penyinaran dosis radiasi yang terukur menggunakan film EBT3 mendapatkan nilai dosis radiasi yang lebih tinggi dari dosis radiasi TPS. Nilai dari pengukuran dosis radiasi menunjukkan dosis radiasi terukur pada lapangan penyinaran chest-wall cenderung tinggi jika dibandingkan dengan dosis radiasi terukur pada lapangan penyinaran supraclave. Hasil pengukuran dosis radiasi yang tinggi pada lapangan penyinaran chest-wall disebabkan adanya penggunaan bolus. Berdasarkan hasil pengukuran dosis radiasi tersebut verifikasi dosis radiasi berdasarkan TRS 398 tidak terpenuhi. Diskrepansi dosis radiasi terukur pada setiap pengukuran melebihi standar toleransi TRS 398 yaitu (0-5)% Dose verification of Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) for breast cancer patient has been conducted using film EBT3. The dose radiation had been verificated in Andalas University Hospital from August to September in 2020. Dose radiation measurement using film EBT3 has been verified the dose radiation of Treatment Planning System (TPS) based on International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Report Series (TRS) 398. The measurable of dose radiation has been observed for chest-wall and supraclave. It was shown that the value of measurable dose radiation is higher than dose radiation in the TPS. The value of dose radiation measurement between chest-wall and supraclave showed different pattern. Measurable dose radiation on Chest-wall is tend to higher value than on supraclave. This pattern is may be due to that radiation treatment on chest-wall was using bolus. Furthermore, the dose radiation discrepancy using film EBT3 exceed the standard limitation base on TRS 398. Thus, the dose verification using film EBT3 is not properly enough for breast cancer patient.