cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
Perancangan Sistem Kontrol Temperatur dan Kelembaban Tanah pada Rumah Kaca Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno Ayu Afifah Al-Farzaq; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.61 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.113-118.2017

Abstract

Telah dilakukan perancangan sistem kontrol temperatur dan kelembaban tanah pada rumah kaca berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Sensor yang dipakai dalam penelitian ini yaitu sensor LM35 dan Soil Moisture YL-69 sebagai pendeteksi temperatur dan kelembaban tanah. Temperatur dan kelembaban yang terdeteksi ditampilkan pada LCD 2x16 karakter. Sistem kontrol menggunakan kontrol on/off untuk menghidup-matikan relai yang terhubung pada lampu pijar  sebagai sumber panas, kipas sebagai pendingin dan pompa air untuk mengalirkan air pada penyiraman. Nilai temperatur yang diinginkan diatur dengan push button dan ditampilkan pada LCD. Uji akhir alat memperlihatkan bahwa alat ini mampu mengontrol temperatur dan kelembaban tanah di dalam rumah kaca. Rentang temperatur dan kelembaban tanah yang diuji berturut-turut adalah antara 27oC-31oC dan 10%-50%.Kata kunci: Rumah kaca, kontrol on/off, LM35, Soil Moisture YL-69, Arduino Uno
Karakterisasi I-V Semikonduktor CuO Didoping TiO2 sebagai Sensor Gas Hidrogen Sinta Maiyeni; Elvaswer Elvaswer
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.79 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.263-269.2017

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi sensor gas hidrogen berupa pelet dengan bahan utama CuO yang didoping dengan TiO2. Pelet sensor gas hidrogen dibuat dengan variasi doping TiO2 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% terhadap bahan utama CuO. Sensor gas hidrogen dibuat dengan metode reaksi keadaan padat. Sensor gas hidrogen diuji pada temperatur ruang dengan melihat karakteristik I-V, sensitivitas, konduktivitas, waktu respon, dan kristalinitas. Karakteristik I-V menunjukkan bahwa sampel dengan doping TiO2 sebanyak 6% mol memiliki sensitivitas tertinggi yaitu 2,80 pada tegangan operasional 9 Volt. Nilai konduktivitas tertinggi dimiliki sampel CuO doping 6% mol TiO2 yaitu 19,65 x 10-5/Ωm pada lingkungan hidrogen. Waktu respon, konduktivitas dan ukuran kristal dari sampel yang memiliki sensitivitas tertinggi akan diukur. Waktu respon sampel CuO didoping 6% mol TiO2 adalah 42 s pada tegangan 9 Volt. Hasil XRD menunjukkan ukuran kristal CuO didoping 6% mol TiO2 yaitu 143,40 nm lebih besar dibandingkan dengan bahan CuO tanpa doping yaitu 128,21. Sensor gas hidrogen telah mampu membedakan kondisi di lingkungan hidrogen dengan kondisi di lingkungan udara, dengan sensitivitas yang tinggi dan waktu respon yang singkat. Sensor yang paling optimal digunakan adalahCuO didoping 6% mol TiO2. Kata kunci : sensor gas hidrogen, CuO, TiO2, sensitivitas, konduktivitas, waktu respon
Pengaruh Waktu Sonikasi terhadap Konduktivitas Listrik Zeolit Berbahan Abu Dasar Batubara Menggunakan Metode Peleburan Alkali Hidrotermal Nita Kurnia Sari; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.761 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.4.322-326.2016

Abstract

Pembuatan zeolit sintetis berbahan abu dasar batubara menggunakan metode peleburan alkali hidrotermal telah dilakukan dengan pemberian sonikasi. Sebelum disintesis, kandungan abu dasar batubara diuji dengan XRF. Hasil XRF menunjukkan bahwa abu dasar yang digunakan memiliki kandungan SiO2 sebanyak 57,236% dan Al2O3 sebanyak 33,172%. Abu dasar dan NaOH dilebur dengan perbandingan 1:1,2 g. Sampel yang telah dilebur, dilarutkan dengan larutan NaAlO2, kemudian diberikan pengaruh sonikasi sebelum proses kristalisasi zeolit (hidrotermal). Variasi waktu sonikasi diberikan pada 4 sampel adalah 0,5; 1; 1,5 dan 2 jam serta 1 sampel tanpa sonikasi sebagai perbandingan. Sampel hasil sintesis dicuci dengan aquades hingga mencapai pH 9-10. Karakterisasi sampel yang dilakukan meliputi karakterisasi morfologi permukaan menggunakan SEM dan pengukuran konduktivitas listrik menggunakan LCR-meter. Hasil karakterisasi SEM menunjukkan sampel dengan pemberian ultrasonik memiliki morfologi permukaan yang lebih seragam daripada sampel tanpa pemberian sonikasi. Nilai konduktivitas listrik yang dihasilkan berkisar dari 0,05206 x 10-6 - 2,1188 x 10-6 S/cm dan berada pada rentang bahan semikonduktor. Zeolit dengan pemberian sonikasi selama 1,5 jam mempunyai konduktivitas listrik tertinggi dibandingkan dengan sampel lain. Kata Kunci : sonikasi, sodalit, philipsite, gobbinsite, konduktivitas listrik zeolit
Analisis Kontras Optis Lapisan Lilin Lebah pada Buah Tomat dengan Metode Laser Speckle Imaging Khairini Fitri; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.818 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.1.53-60.2017

Abstract

Analisis kontras optis lapisan lilin lebah pada buah tomat dengan metoda Laser Speckle Imaging (LSI) telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati perubahan pola spekel akibat pengaruh variasi konsentrasi lilin lebah. Pola spekel dianalisis menggunakan software ImageJ dan Matlab, sehingga diperoleh karakteristik histogram distribusi intensitas serta ukuran bulir spekel. Penyinaran dilakukan pada sampel sebelum dan setelah dilapisi lilin lebah dengan variasi konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8%, 10% dan 12%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara konsentrasi lapisan lilin lebah dengan nilai kontras dan ukuran bulir spekel. Semakin tinggi konsentrasi lapisan lilin lebah, maka nilaikontras dan ukuran bulir spekel akan semakin menurun.Kata kunci: pola spekel, kontras spekel, ukuran bulir spekel
Perbandingan Karakteristik Distribusi Butiran Hujan yang Berasal dari Awan Laut dan Awan Darat di Kototabang Nur Fadillah; Marzuki Marzuki; Wendi Harjupa; Toyoshi Shimomai; Hiroyuki Hashiguchi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.273 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.273-282.2016

Abstract

Karakteristik distribusi ukuran butiran hujan atau raindrop size distribution (RDSD) dari hujan yang berasal dari awan laut dan awan darat di Kototabang, Sumatera Barat, telah dibandingkan. Asal hujan diamati menggunakan X-band Doppler radar (XDR) selama proyek Coupling Processes in the Equatorial Atmosphere (CPEA)-I (10 April 2004 - 9 Mei 2004). Data RDSD berasal dari pengamatan two-dimensional video disdrometer (2DVD). RDSD dimodelkan dengan distribusi gamma dan parameternya didapatkan menggunakan metode momen. Dari penelitian ini terlihat bahwa intensitas curah hujan yang tinggi lebih banyak pada hujan dari awan darat dibandingkan dengan yang dari awan laut. Selain itu, butiran hujan yang berukuran besar pada awan darat lebih banyak daripada awan laut. Banyaknya butiran hujan dengan ukuran yang besar ini berdampak kepada nilai radar reflectivity (Z) pada awan darat yang lebih besar dibandingkan dengan awan laut untuk intensitas curah hujan yang sama. Hal ini mengakibatkan persamaan Z-R antara awan darat dan awan laut berbeda dimana nilai koefisien A dari persamaan Z-R untuk awan darat lebih besar daripada awan laut. Dengan demikian, perbedaan karaktersitik RDSD antara awan darat dan laut sebaiknya dipertimbangkan dalam pengembangan radar meteorologi di kawasan tropis. Penggunaan Z-R tunggal (Z = 200R1,6) untuk mengkoversi data radar cuaca di Sumatera terutama Sumatera Barat tidak akan akurat terutama untuk hujan dari awan laut.Kata kunci: distribusi butiran hujan (RDSD), awan darat, awan laut, Kototabang
Rancang Bangun Alat Transmisi Data Temperatur Gunung Api Menggunakan Transceiver nRF24L01+ Muhammad Shadri; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.934 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.195-201.2017

Abstract

Penelitian ini merancang bangun alat transmisi temperatur gunung api menggunakan sistem telemetri nirkabel sensor berbasis Arduino Uno R3. Perangkat keras sistem ini terdiri dari satu unit transmitter yang dilengkapi oleh sensor LM35 dan satu unit receiver yang terhubung dengan pemograman LabView pada PC. Semua unit dikendalikan dengan menggunakan Arduino Uno R3. Data temperatur dikirim oleh unit transmitter ke unit receiver menggunakan transceiver nRF24L01+ yang memanfaatkan gelombang radio sebagai media pengiriman. Hasil pengujian sensor LM35 meperlihatkan bahwa hubungan antara tegangan keluaran sensor dengan temperatur adalah linear dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,9987. Pengujian transceiver nRF24L01+ pada kondisi tanpap enghalang atau line of sight (LOS) diperoleh jarak maksimum sebesar 1,1 km. Pengujian transceiver nRF24L01+ pada kondisi dengan penghalang atau non line of sight (NLOS) pada posisi datar diperoleh jarak maksimum 258 m. Pada posisi tak datar transceiver nRF24L01+ bekerja maksimum pada sudut kemiringan sebesar 7,30° yaitu dengan jarak transmisi 329,67 m. Pada sudut kemiringan lebih besar dari 7,30° maka jarak transmisi akan berkurang.Kata kunci: gunungapi, gelombang radio, LM35, telemetrinirkabel, transceiver nRF24L01+
Uji Kesesuaian Pesawat CT – Scan 64 Slice Merek Philips di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas Padang Menggunakan Detektor Unfors Raysafe X2 Khairunnisak Khairunnisak; Dian Milvita; Kri Yudi Pati Sandy
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.955 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.355-361.2017

Abstract

Telah dilakukan uji kesesuaian pesawat CT-Scan 64 slice merek Philips menggunakan detektor unfors raysafe X2 di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas.  Jenis pengujian yang dilakukan diantaranya, uji akurasi tegangan, uji liniearitas keluaran radiasi, uji indeks dosis CT (CTDI), uji posisi meja pemeriksaan dan uji kesesuaian laser penanda. Hasil yang didapatkan yaitu akurasi tegangan memiliki rata-rata % error sebesar 0,86%; liniearitas keluaran radiasi memiliki CL (Coefisient of Linearity) sebesar 0,010; indeks dosis CT (CTDI) dengan rata-rata CTDI100 sebesar 15,0536; Δz posisi meja pemeriksaan sebesar 0; uji laser penanda Δlaser  ≤ tebal slice minimum yaitu 0,5 mm. Pesawat        CT–Scan 64 slice merek Philips dalam kondisi andal menurut Paraturan BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011.Kata kunci : pesawat CT-Scan, uji kesesuaian, unfors raysafe x2
Sistem Kontrol Temperatur Air pada Proses Pemanasan dan Pendinginan dengan Pompa sebagai Pengoptimal Heru Sagito Palka; Meqorry Yusfi
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.124 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.3.222-227.2016

Abstract

Perancangan sistem kontrol temperatur air pada proses pemanasan dan pendinginan menggunakan dua buah elemen Peltier dengan pompa sebagai pengoptimaltelah dilakukan.Keypad 3x4 digunakan untuk memberikan input nilai temperatur yang diinginkan lalu ditampilkan oleh LCD 2x16. Sensor LM35 digunakan sebagai pendeteksi perubahan nilai temperatur air. Mikrokontroler ATmega8535 akan memproses dan membandingkan nilai temperatur acuan dan nilai temperatur awal yang dideteksi oleh sensor. Apabila nilai temperatur acuan lebih besar dari nilai temperatur awal, maka sistem pemanas aktif. Apabila nilai temperatur acuan lebih kecil dari nilai temperatur awal,maka sistem pendingin aktif. Sistem kontrol on-off aktif untuk mengontrol temperatur sampai nilai yang sesuai. Sisi panas dan sisi dingin elemen Peltier dimanfaatkan sebagai pemanas dan pendingin. Proses pemindahan kalor terjadi secara konduksi melalui waterblock dan secara konveksi melalui pompa. Sistem kontrol dapat mempertahankan temperatur air yang diinginkan dengan kesalahan sebesar0,5 oC. Kemampuan elemen Peltier menurun seiring bertambahnya massa air dan meningkat dengan bertambahnya jumlah elemen Peltier yang digunakan. Pada tegangan 12 V/3 A, satu elemen Peltier dapat menurunkan temperatur air bermassa 50 g hingga 19,3oC.Kata kunci : elemen Peltier, kontrol on-off, LM35
Estimasi Porositas Batuan Reservoir Lapangan F3 Laut Utara Belanda Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Pada Atribut Seismik Afdal Rahman; Elistia Liza Namigo
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.641 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.2.144-148.2017

Abstract

Telah dilakukan estimasi porositas batuan reservoir dengan mengkombinasikan metode analisis multi-atribut dan jaringan syaraf tiruan (JST) pada data blok F3 sektor laut utara Belanda. Estimasi porositas dilakukan dengan memvariasikan jumlah data masukan pada pelatihan JST untuk menghasilkan porositas sesuai dengan data target menggunakan software OpendTect. Data masukan yang digunakan berupa atribut seismik sedangkan data target berupa data sumur. Atribut seismik yang digunakan terdiri atas atribut Amplitude Average, Math Difference Stack dan Porosity Cube. Data sumur yang digunakan sebagai data target adalah data sumur pada lokasi F02-1, F03-2 dan F03-4. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pelatihan JST dengan menggunakan tiga atribut seismik mampu mengestimasi porositas reservoir dengan rentang porositas yang besar dibanding dengan menggunakan satu atau dua atribut. Nilai rentang porositas dengan tiga atribut adalah 4,67 % sementara dengan satu dan dua atribut berturut-turut adalah 1,18 % - 3,79 % dan 4,25 % - 4,63 %. Semakin besar rentang porositas maka peta sebaran warna porositas yang dihasilkan tampak lebih jelas dan detail. Dengan demikian, kombinasi metode analisis multi-atribut dengan jaringan syaraf tiruan mampu menghasilkan estimasi porositas yang cukup akurat.Kata kunci: analisis multi-atribut, jaringan syaraf tiruan, porositas, software Opendtect.
Perancangan Fotobioreaktor Mikroalga Chlorella vulgaris untuk Mengoptimalkan Kosentrasi Oksigen (O2) Nadya Okta Biolita; Harmadi Harmadi
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.849 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.296-305.2017

Abstract

Telah dilakukan perancangan fotobioreaktor mikroalga Chlorella vulgaris untuk mengoptimalkan konsentrasi Oksigen (O2) menggunakan sumber cahaya dari lampu halogen dan LED biru. Pada perancangan ini digunakan cahaya matahari sebagai pembanding dari sumber cahaya buatan dan cahaya dengan intensitas 0 lux untuk kontrol perlakuan pada ruangan gelap. Sistem dilengkapi dengan alat kontrol temperatur menggunakan dua sensor LM35. Fotobioreaktor memiliki dua tabung, masing-masing tabung berisi 1250 ml mikroalga Chlorella vulgaris. Tabung pertama disuplai gas CO2 dengan kecepatan alir 0,5 L/min dan tabung kedua tidak disuplai gas CO2. Intensitas sumber cahaya lampu halogen divariasikan pada 1000, 3000 dan 5000 lux. Intensitas LED biru yang digunakan adalah 1065 lux. Pengontrolan temperatur berhasil mempertahankan temperatur fotobioreaktor pada rentang 25 – 35 °C. Konsentrasi maksimum gas O2 yang dihasilkan yaitu 21,7 % pada fotobioreaktor yang menggunakan lampu halogen 1000 lux dengan suplai gas CO2 dengan lama penyinaran 7 jam. Hasil ini sesuai dengan fotobioreaktor menggunakan sumber cahaya matahari dengan suplai gas CO2 pada jam 15.00 WIB. Kata kunci: fotobioreaktor, lampu halogen, LED biru, LM35, mikroalga Chlorella vulgaris.

Page 26 of 179 | Total Record : 1790