cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2017)" : 7 Documents clear
Pengaruh Penambahan Serpihan Kayu terhadap Kualitas Kompos Sampah Organik Sejenis dalam Komposter Rumah Tangga Yenni Ruslinda; Rizki Aziz; Lutfina Lutfina
Jurnal Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.13-22.2017

Abstract

One way to improve compost quality of typical organic waste is by addition of additive such as wood chips. This study aims to analyze the impact of the wood chips addition (ratio 1:10) on compost quality of typical organic waste (fruits, vegetables, yard waste, and food waste) in home composter, and to compare the compost quality with the standard of domestic compost according SNI 19-7030-2004. Analysis was conducted on composts raw material, compost maturity process in every 5 days measurement, and on compost product. Analysis of compost product of typical organic waste with addition of wood chips showed that parameters of temperature, moisture content, and pH of vegetables and yard waste has complied the standard whilst parameter of C/N ratio has not complied. The addition of wood chips caused the drop of compost temperature and moisture content, resulted in the decomposition process located in aerobic condition, resulted in production of compost in form of humus in greater volume. The addition of wood chips also caused the compost pH and C/N ratio increased.Keywords: compost quality, home composter, typical organic waste, wood chipsAbstrakSalah satu upaya untuk memperbaiki kualitas kompos sampah organik adalah dengan penambahan bahan aditif, seperti serpihan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serpihan kayu (perbandingan 1:10) terhadap kualitas kompos sampah organik sejenis (buahan, sayuran, halaman dan sisa makanan) dalam komposter rumah tangga dan membandingkan kualitas akhir kompos ini dengan kualitas kompos sampah domestik menurut SNI 19-7030-2004. Analisis dilakukan terhadap bahan dasar kompos, proses kematangan dengan pengukuran setiap lima hari sekali, dan kualitas akhir kompos. Dari analisis akhir kualitas kompos sampah organik sejenis dengan penambahan serpihan kayu, parameter yang telah memenuhi standar adalah temperatur, kelembapan, pH untuk sampah sayuran dan sampah halaman, sedangkan untuk parameter rasio C/N belum memenuhi standar. Penambahan serpihan kayu menyebabkan temperatur dan kelembaban kompos menurun, sehingga proses dekomposisi berada pada suasana aerobik, yang menghasilkan kompos dalam bentuk humus dengan volume yang lebih banyak. Penambahan serpihan kayu juga meningkatkan pH dan rasio C/N kompos. Kata kunci: komposter rumah tangga, kualitas kompos, sampah organik sejenis, serpihan kayu
Analisis Intrusi Air Laut dengan Pengukuran Total Dissolved Solids (TDS) Air Sumur Gali di Kecamatan Padang Utara Reri Afrianita; Tivany Edwin; Aroiya Alawiyah
Jurnal Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.62-72.2017

Abstract

This research aims to analyze the effect of seawater intrusion with measurement of TDS dug well water in Padang Utara Subdistrict. The measurements of TDS carried out in three villages in Padang Utara Subdistrict, namely the Village are Air Tawar Barat, Ulak Karang Selatan, and Ulak Karang Utara with twice sampling frequency: on November 2015 and February 2016. TDS concentration in November 2015 is in the range of 20 to 9000.8 mg / L, while the measurement of TDS concentration in February 2016 is in the range of 160.8 to 735.2 mg / L. Measurement of TDS in November 2015 showed that there were three wells that indicated to seawater intrusion, i.e. the ULS 8 (1101.6 mg / L), ULS 9 (9000.8 mg / L), and ULU 6 (1926.4 mg / L). Correlation between TDS concentration with coastline distance have a value r amounted to 0,118-.095. The results showed that there are some wells that indicated to seawater intrusion along the coast in Padang Utara Subdistrict.Keywords : distance, dug wells Padang Utara Subdistrict, , seawater intrusion, TDSAbstrak-Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intrusi air laut dengan pengukuran TDS pada air sumur gali di Kecamatan Padang Utara. Pengukuran TDS dilakukan di tiga kelurahan di Kecamatan Padang Utara yaitu Kelurahan Air Tawar Barat, Ulak Karang Selatan, dan Ulak Karang Utara dengan frekuensi pengambilan sampel sebanyak dua kali yaitu pada bulan November 2015 dan Februari 2016. Konsentrasi TDS pada November 2015 berada dalam rentang 20-9000,8 mg/L, sedangkan pengukuran konsentrasi TDS pada Februari 2016 berada dalam rentang 160,8-735,2 mg/L. Pengukuran TDS pada ovember 2015 menunjukkan bahwa terdapat tiga sumur yang yang terindikasi mengalami intrusi air laut, yaitu ULS 8 (1101,6 mg/L), ULS 9 (9000,8 mg/L), dan ULU 6 (1926,4 mg/L). Hubungan antara jarak sumur dari bibir pantai terhadap nilai TDS memiliki koefisien korelasi sebesar 0,118 0,095, hal ini menunjukkan tidak adanya pengaruh antara jarak dengan nilai TDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa sumur yang terindikasi mengalami intrusi air laut di sepanjang pesisir di Kecamatan Padang Utara.Kata kunci : intrusi air laut, jarak, Kecamatan Padang Utara, sumur gali, TDS
Analisis Mitigasi Banjir di Daerah Aliran Sungai Babura Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) Meidina Zulfa Hanie; Ahmad Perwira Mulia Tarigan; Hafizhul Khair
Jurnal Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.23-32.2017

Abstract

The regulation of Minister of Home Affairs Number 33 of 2006 about general directive of disaster mitigation is stating that one of important things to do in disaster mitigation is providing information and hazard map for all kind of disasters. This study mapped the inundation in Medan City from Babura River by integrating hydraulic model which simulated flood with Hydrologic Engineering Centre-River Analysis System (HEC-RAS) and then doing spatial analysist in Geographic Information System (GIS). Simulations were performed for events with return period of 10, 25, 50 and 100 years. The results indicated that the potential areas of inundation occurred in 13 Kelurahan of Medan City with 6 evacuation centers and 15 evacuation routes.Keywords: Babura, flood, GIS, HEC-RAS, mitigation.Abstrak-Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 33 Tahun 2006 tentang pedoman umum mitigasi bencana menyebutkan bahwa salah satu hal penting dalam mitigasi bencana yaitu tersedianya informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana. Penelitian ini memetakan daerah genangan banjir di Kota Medan akibat meluapnya Sungai Babura dengan mengintegrasikan model hidrolika yangmensimulasikan banjir menggunakan program Hydrologic Engineering Centre- River Analysis System (HEC-RAS) dan kemudian memetakannya dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Peta yang dibuat yaitu kondisi genangan banjir dengan debit rancangan 10, 25, 50, dan 100 tahun. Dari hasil analisis dapatdiketahui bahwa terdapat 13 kelurahan di Kota Medan yang berpotensi tergenang banjir. Dari peta genangan banjir juga dapat diperoleh 6 titik evakuasi yang memenuhi syarat dan jalur evakuasi menuju titik-titik tersebut terdiri dari 15 jalur alternatif.Kata kunci: Babura, banjir, mitigasi, HEC-RAS, SIG.
Uji Toksisitas Akut Logam Timbal (Pb), Krom (Cr) dan Kobalt (Co) terhadap Daphnia Magna Edwin, Tivany; Ihsan, Taufiq; Pratiwi, Windy
Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.33-40.2017

Abstract

This study aimed to analyze the LC50 value of metallic lead (Pb), chromium (Cr), and cobalt (Co) contained in the printing industry wastewater to Daphnia magna and analyze the relationship of these metals to the LC50 value. The measurement results konsnetrasi Pb and Cr do not exceed the quality standards established, but the metals Co exceeds quality standards. Toxicity of Pb, Cr, and Co were tested in static test using artificial solution of Pb, Cr, and Co in accordance with the concentration measured in the wastewater. Tests carried out consisted of two stages: a preliminary test and test base. Daphnia magna mortality data were analyzed using Probit method with the EPA program Probit Analysis Program Version 1.5. 24-hour LC50 value of Pb, Cr, and Co to Daphnia magna is 1.052% and the LC50 values of Pb, Cr, and Co are respectively 0.003 mg / l, 0.008 mg / l and 0.009 mg / l. All three metals have included the category of very toxic to Dahnia magna.Keywords: Pb, Cr, Co, Daphnia magna, LC50Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai LC50 logam timbal (Pb), Krom (Cr), dan Kobalt (Co) yang terdapat pada limbah cair industri percetakan terhadap Daphnia magna serta menganalisis hubungan logam tersebut terhadap nilai LC50. Hasil pengukuran konsnetrasi logam Pb dan Cr tidak melebihi baku mutu yang ditetapkan, namun logam Co melebihi baku mutu. Toksisitas logam Pb, Cr, dan Co diuji dalam static test menggunakan larutan artifisial logam Pb, Cr, dan Co sesuai dengan konsentrasi terukur pada limbah cair. Pengujian dilakukan terdiri dari 2 tahap yaitu uji pendahuluan dan uji dasar. Data kematian Daphnia magna dianalisis menggunakan Metode Probit dengan program EPA Probit Analysis Program Version 1.5. Nilai LC50 24 jam logam Pb, Cr, dan Co terhadap Daphnia magna adalah 1,052% dan nilai LC50 logam Pb, Cr, dan Co berturut-turut adalah 0,003 mg/l, 0,008 mg/l, dan 0,009 mg/l. Ketiga logam ini termasuk kategori sangat toksik terhadap Dahnia magna.Kata Kunci: Pb, Cr, Co, Daphnia magna, LC50
Analisis Sebaran Karbon Monoksida dari Sumber Transportasi dari Jalan Sisingamangaraja dengan Metode Finite Length Line Source Berbasis Sistem Informasi Geografis Deni Gusrianti; Ahmad Perwira Mulia Tarigan; Suryati
Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.41-51.2017

Abstract

Purpose of this study is to determine the distribution pattern of carbon monoxide (CO) from Singamangaraja street by using Finite Length Line Source (FLLS) method and map to the distribution with GIS aplication. Based on the results of observations of traffic volume on the Singamangaraja street is 7.591 units/hour (morning) and 7.433 units/hour (noon). The amount emission rate is 49.171.7 ?g/m.s in the morning and 46.943.1 ?g /m.s in the noon. According to calculations FLLS the highest CO concentration is at roadside (20.340 ?g/Nm3 in the morning and 18.340 ?g/Nm3 in the noon). Based on direct measurement of the concentration of a maximum of 18.323 ?g /Nm3 in the morning and 17.177 ?g /Nm3 at noon. Spatial analysis with Geographic Information System generate distribution impact area of the source was Harjosari 2 district. Comparison between modeling and field survey using wilmotts index method had d=0,69-0,84, R=0,93-0,96, dan NMSE=0,02-0,04. Statistic validation had 16,5%-17% accuracy and still in range of Gaussian criteria (10%- 20%).Keyword: CO, finite length line source, SIG, transportationAbstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran karbon monoksida (CO)dari Jalan Sisingamangarajadengan metode Finite Length Line Source (FLLS) dan memetakan sebaran dengan aplikasi SIG. Berdasarkan hasil pengamatan volume lalu lintas,total jumlah kendaraan adalah 7.591 unit/jam (pagi) dan 7.433 unit/jam (siang). Jumlah kendaraan tersebut menyumbangkan laju emisi sebesar 49.171,7 ?g/m.s pada pagi hari dan pada siang hari sebesar 46.943,1 ?g/m.s. Bedasarkan perhitungan dengan FLLS konsentrasi CO paling tinggi adalah pada tepi jalan (roadside) yaitu sebesar 20.340 ?g/Nm3 pada pagi hari dan 18.340 ?g/Nm3 pada siang hari. Analisa spasial dengan Sistem Informasi Geografis menghasilkan wilayah sebaran dampak dari sumber tersebut adalah Kelurahan Harjosari 2. Perbandingan hasil pemodelan dan hasil pengukuran di lapangan dengan wilmotts index menghasilkan nilai d=0,69-0,84, R=0,93-0,96, dan NMSE=0,02-0,04. Hasil validasi memiliki keakuratan 16,5%-17%.Kisaran ini masih dalam kriteria pemodelan Gaussian (10%- 20%).Keyword: CO, finite length line source, SIG, transportasi
Pengaruh Aerasi Bertingkat dengan Kombinasi Saringan Pasir, Karbon Aktif, dan Zeolit dalam Menyisihkan Parameter Fe dan Mn dari Air Tanah di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Abdul Hafidz Nainggolan; Ahmad Perwira Mulia Tarigan; Hafizhul Khair
Jurnal Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.1-12.2017

Abstract

Groundwater if allowed to form a yellow precipitate indicates that contains high levels of Fe and Mn are high, so we need a method that is good in quality and economical way to improve the quality of groundwater. Experimental research that aims to determine the effect of aeration is terraced with a combination of sand, activated carbon and zeolite filter. Examination of the samples is done continuous sampling every 1 hour within 5 hours of the treatment 1 (aeration 2 levels followed by a sand, activated carbon, and zeolite filter), the treatment 2 (aeration 2 levels with a combination of zeolite followed by a sand, activated carbon, and zeolite filter), and the treatment 3 (sand, activated carbon, and zeolite filter). The best decreased levels of Fe is to use the treatment 1 with an efficiency decrease of 47,22 %. Whereas decreased levels of Mn best is on each treatment with the efficiency of a decrease of 100 %. Statistical analysis showed that there are differences in the levels of Fe in the tool 1, tool 2 and the tool 3 p (0.028 < 0.05). There is no difference in the levels of Mn on treatment 1, treatment 2, and treatment 3 p (0146 > 0.05).Keywords : Groundwater, Fe, Mn, Multilevel aeration, Sand activated carbon zeolite filterAbstrakAir tanah yang jika dibiarkan membentuk endapan kuning menunjukkan bahwa masih mengandung kadar Fe dan Mn yang tinggi, sehingga diperlukan suatu metode yang baik dalam kualitas dan ekonomis untuk meningkatkan kualitas air tanah. Penelitian yang bersifat eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerasi bertingkat dengan kombinasi saringan pasir, karbon aktif dan zeolit. Pemeriksaan sampel dilakukan secara continuous sampling setiap 1 jam sekali dalam 5 jam pada alat 1 (aerasi 2 tingkat dilanjutkan dengan saringan pasir, karbon aktif, dan zeolit), alat 2 (aerasi 2 tingkat dengan kombinasi zeolit dilanjutkan dengan saringan pasir, karbon aktif, dan zeolit), dan alat 3 (saringan pasir, karbon aktif, dan zeolit). Penurunan kadar Fe yang tertinggi ialah menggunakan alat 1 dengan efisiensi penurunan sebesar 47,22 %. Sedangkan penurunan kadar Mn yang terdapat pada setiap alat dengan efisiensi penurunan sebesar 100 %. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan konsentrasi Fe pada alat 1, alat 2 dan alat 3 p (0.028 < 0.05). Tidak ada perbedaan konsentrasi Mn pada alat 1, alat 2 dan alat 3 p (0.146 > 0.05). Kata Kunci: Aerasi Bertingkat, Air Tanah, Fe, Mn, Saringan Pasir Karbon Aktif Zeolit
Pengaruh Komposisi Bahan Baku Kompos (Sampah Organik Pasar, Ampas Tahu, dan Rumen Sapi) terhadap Kualitas dan Kuantitas Kompos Yommi Dewilda; Firsti Listya Darfyolanda
Jurnal Dampak Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.1.52-61.2017

Abstract

This research combines market waste (SP), Soybeanwaste and the cow's rumen (RS) as raw material for composting. Composter consists of eight variations, variations 1 (60% SP; 40% AT; 0% RS), variation of 2 (60% SP; 20% AT; 20% RS), variation 3 (50% SP; 30% AT; 20 % RS), variations in 4 (40% SP; 40% AT; 20% RS), variations in 5 (70% SP; 10% AT; 20% S), variations in 6 (60% SP; 30% AT; 10% RS ), variations in 7 (50% SP; 40% AT; 10% RS), variations of 8 (60% SP; 20% AT; 20% RS; EM4). This study aimed to analyze the effect of variations composition of the compost raw materials in order to obtain a variation of the most optimum for composting. The methods used are composting semiaerob. The observation of the maturity of the compost to the parameters of temperature, pH and color meets the standards of SNI 19-7030-2004 with composting 16-33 days old. The results of the analysis of all variations of the water content of the compost quality, C-organic, nitrogen, C / N ratio, phosfor, and potassium, has met the standard of SNI 19-7030-2004. Of the total raw material compost as much as 3 liters, obtained quantity of solid compost and liquid compost from 0.45 to 0.87 liters of 0.45 to 1.2 liters. Based on the scoring result of the maturity, quality, and quantity of compost, obtained the best variation is a variation 5.Keywords : Soybean waste,kompos quality and quantity, cow's rumen, market wasteAbstrak-Penelitian ini mengkombinasikan sampah pasar (SP), ampas tahu (AT) dan rumen sapi (RS) sebagai bahan baku pengomposan. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh variasi komposisi bahan baku kompos sehingga diperoleh variasi yang optimum untuk proses pengomposan. Komposter terdiri dari 8 variasi yaitu variasi 1(60% SP; 40% AT; 0% RS), variasi 2 (60% SP; 20% AT; 20% RS), variasi 3 (50% SP; 30% AT; 20% RS), variasi 4 (40% SP; 40% AT; 20% RS), variasi 5 (70% SP; 10% AT; 20% S), variasi 6 (60% SP; 30% AT; 10% RS), variasi 7(50% SP; 40% AT; 10% RS), variasi 8 (60% SP; 20% AT; 20% RS; EM4). Metoda yang digunakan adalah pengomposan semiaerob. Hasil pengamatan terhadap kematangan kompos untuk parameter temperatur, pH, warna telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004 dengan lama pengomposan 16-33 hari. Hasil analisis semua variasi kualitas kompos yaitu kadar air, C-organik, nitrogen, rasio C/N, phosfor, dan kalium, telah memenuhi standar SNI 19-7030-2004. Dari total bahan baku kompos sebanyak 3 liter, didapatkan kuantitas hasil kompos padat 0,45-0,87 liter dan kompos cair 0,45-1,2 liter. Berdasarkan hasil skoring terhadap kematangan, kualitas, dan kuantitas kompos, didapatkan variasi terbaik adalah variasi 5 (70% SP; 10% AT; 20% RS).Kata Kunci : Ampas tahu, kualitas kompos, kuantitas kompos, rumen sapi, sampah pasar

Page 1 of 1 | Total Record : 7