cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAZKIYAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2013)" : 11 Documents clear
Konsep Kecerdasan Emosi Daniel Goleman Dan Relevansinya Terhadap Kesehatan Mental Manusia Istiani, Raudatun
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang begitu pesat, bukan hanya dibidang teknologi, informasi, kedokteran, pertanian, akan tetapi juga di bidang psikologi dan konseling seperti konsep tentang kecerdasan manusia dan kesehatan mental manusia. Kesehatan emosi sangat berpengaruh bagi kesehatan mental, seorang yang belum memiliki kecerdasan emosi biasanya akan mudah mengalami gangguan kejiwaan, dan mudah larut dalam kesedihan jika mengalami kegagalan. Apabila muncul perilaku-perilaku negatif yangdisebabkan oleh kurangnya kecerdasan emosi akan merugikan bagi orang lain yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu, kecerdasan emosi sangat diperlukan bagi setiap orang,karena dengan kecerdasan emosi orang akan memiliki rasa introspeksi yang tinggi,sehingga manusia tidak akan mudah marah, egois, tidak mudah putus asa, dan selalu memiliki rasa lapang dada dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Dalam kesehatan mental kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri disebut sabar. Sifat ini pula yang menjadikan manusia sehat mentalnya.
Bimbingan dan Konseling Keluarga; Analisis Pembinaan Keluarga Persfektif Al Qur’an Surah Lukman Ayat 16-17 Wathan, Akramul
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseling keluarga sebagai bentuk formal suatu kelompok terapeutikberkembang relatif baru. Keluarga mempunyai arti penting dalam kehidupanmanusia dalam kehidupan masyarakat. Terbentuknya keluarga bukan sematamatamempunyai kepentingan yang sama, tetapi dari itu adalah berdasarkansukarela dan cinta kasih yang asasi dia antara dua manusia (suami-isteri).Berdasarkan rasa cinta kasih inilah kemudian lahir anak sebagai wadah antaraindividu dan kelompok yang menjadi tempat pertama dan utama sosialisasi anak.Ibu, ayah, saudara dan keluarga yang lain adalah orang yang pertama bagi anakuntuk mengadakan kontak dan tempat pembelajaran sebagaiman hidup oranglain.
Selebritisme dan Inferiority Complex Syndrome Mastur, Mastur
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human is anorganism that always tends to have a pleasure. He calls it as the Id mechanism (a biological aspect of human being) which always demands an actualization of its satiation. Indonesian society on sociology perspective is as a society which was colonized by capitalism countries, even up to present it is still under the grip of capitalism countries (well known as neo-imprialism). This phenomenon grows and increases the hedonistic culture and consumptive culture toward Indonesian society. Celebritisme phenomenon (pop culture/Hollywood culture) toward Indonesian society, its teenagers, becomes a proven of individual and social reality (two assumptions mentioned previously). Mass media, then, has a great role in influencing personal counsciousness and it directs Indonesian society to be have what mass media exposes or present. Mass media contextually, has adominant and great role in growing and developing celebritism mentality of Indonesian society.
Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.
Penghayatan Nilai-Nilai Islam (Kredo) dan Self Concept Remaja pada Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta) Aulia, Fitri
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent is phase transitions between stages of children with the adult stage. Adolescent is a unique individual learning and prone to learning disorders experienced since the phase transition. Self-concept is a discussion that influence birth of learning disorders. Then the formation of a positive self concept being seriously considered for the part of the private childbirth emotionally mature, intellectually, and socially. Appreciation of the values of Islam are termed Creed values human cherished beliefs, which led him in thought and action, because every human being is required to make smart decisions in the form of planning, implementation, assessment, and riskassessment and acceptance of any decision responsible. Formulation of the problem in this study, (1) How does self concept on adolescent self?, (2) How is appreciation of the values of Islam (creed) teens teens self concept formed?. The research method used was qualitative. The conclusion is, adolecent have a building that is very prone to self concept, considering the number of changesexperienced, both in terms of boilogis (ripening hormone-hormone in his body), emotional and cognitive (as the effect of changes in her hormone). The low self-concept creed on the subject, very easily influenced by factors outside themselves, such as school, family, and social environment, which resulted in high and low self concept owned, and influence the decision making process in itself.
Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.
Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.
Konsep Kecerdasan Emosi Daniel Goleman Dan Relevansinya Terhadap Kesehatan Mental Manusia Istiani, Raudatun
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang begitu pesat, bukan hanya dibidang teknologi, informasi, kedokteran, pertanian, akan tetapi juga di bidang psikologi dan konseling seperti konsep tentang kecerdasan manusia dan kesehatan mental manusia. Kesehatan emosi sangat berpengaruh bagi kesehatan mental, seorang yang belum memiliki kecerdasan emosi biasanya akan mudah mengalami gangguan kejiwaan, dan mudah larut dalam kesedihan jika mengalami kegagalan. Apabila muncul perilaku-perilaku negatif yangdisebabkan oleh kurangnya kecerdasan emosi akan merugikan bagi orang lain yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu, kecerdasan emosi sangat diperlukan bagi setiap orang,karena dengan kecerdasan emosi orang akan memiliki rasa introspeksi yang tinggi,sehingga manusia tidak akan mudah marah, egois, tidak mudah putus asa, dan selalu memiliki rasa lapang dada dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Dalam kesehatan mental kemampuan mengendalikan emosi dan menahan diri disebut sabar. Sifat ini pula yang menjadikan manusia sehat mentalnya.
Bimbingan dan Konseling Keluarga; Analisis Pembinaan Keluarga Persfektif Al Qur’an Surah Lukman Ayat 16-17 Wathan, Akramul
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseling keluarga sebagai bentuk formal suatu kelompok terapeutikberkembang relatif baru. Keluarga mempunyai arti penting dalam kehidupanmanusia dalam kehidupan masyarakat. Terbentuknya keluarga bukan sematamatamempunyai kepentingan yang sama, tetapi dari itu adalah berdasarkansukarela dan cinta kasih yang asasi dia antara dua manusia (suami-isteri).Berdasarkan rasa cinta kasih inilah kemudian lahir anak sebagai wadah antaraindividu dan kelompok yang menjadi tempat pertama dan utama sosialisasi anak.Ibu, ayah, saudara dan keluarga yang lain adalah orang yang pertama bagi anakuntuk mengadakan kontak dan tempat pembelajaran sebagaiman hidup oranglain.
Selebritisme dan Inferiority Complex Syndrome Mastur, Mastur
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human is anorganism that always tends to have a pleasure. He calls it as the Id mechanism (a biological aspect of human being) which always demands an actualization of its satiation. Indonesian society on sociology perspective is as a society which was colonized by capitalism countries, even up to present it is still under the grip of capitalism countries (well known as neo-imprialism). This phenomenon grows and increases the hedonistic culture and consumptive culture toward Indonesian society. Celebritisme phenomenon (pop culture/Hollywood culture) toward Indonesian society, its teenagers, becomes a proven of individual and social reality (two assumptions mentioned previously). Mass media, then, has a great role in influencing personal counsciousness and it directs Indonesian society to be have what mass media exposes or present. Mass media contextually, has adominant and great role in growing and developing celebritism mentality of Indonesian society.

Page 1 of 2 | Total Record : 11