Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.
Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.
Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH : Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.
PENERAPAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI DALAM PENYAMPAIAN PESAN DAKWAH Wahid, Lalu Abdurrachman
KOMUNIKE Vol 13 No 1 (2021): Komunikasi Profetik
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.617 KB) | DOI: 10.20414/jurkom.v13i1.3193

Abstract

The application of communication psychology in delivering da’wah messages in the Al-Qur’an education park is very important because by applying psychology when conveying information to others, it will make information easier to understand so that the communication process runs more effectively. The research method used in this research is qualitative with descriptive type field research. The results showed that TPA As-Syifa has applied the science of communication psychology in the delivery of his da’wah messages. Then the da’wah method applied at the As-Syifa TPA is the bi-lisan da’wah method, bil-qalam da’wah, and the bil-hal da’wah. Further findings regarding the application of communication psychology in the delivery of da’wah messages at TPA As-Syifa use the da’wah method with effective communication techniques and da’wah method with persuasive communication techniques.
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL UNTUK MENGATASI KASUS KORUPSI PERSEPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM LALU ABDURRACHMAN WAHID; ETTY SETIAWATI
TASÂMUH Vol. 19 No. 1 (2021): MODEL DAKWAH DAN MANAJEMEN
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.516 KB) | DOI: 10.20414/tasamuh.v19i1.3269

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang mencoba menelaah lebih dalam mengenai kecerdasan spiritual dan relevansinya untuk mengatasi kasus korupsi di Indonesia prespektif bimbingan dan konseling islam. Kasus korupsi di Indonesia sangat memperihatinkan dan marak terjadi, bahkan sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Indonesia. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku lembaga yang dibentuk oleh pemerintah yang menangani kasus korupsi di Indonesia, baru hanya pada tataran menghukum koruptor, sehingga efektivitas pemberantasan kasus korupsi di Indonesia masih rendah, karena hukuman yang diberikan tidak dapat membuat jera para koruptor. Berdasarkan fakta tersebut, peran kecerdasan spiritual (fitrah) yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai pengontrol terhadap perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial, agama, dan hukum. Dengan meningkatkan kecerdasan spiritual yang ada pada setiap manusia, diharapkan individu dapat lebih menyadari dan menghayati akan hakikat dan esistensinya sebagai hamba Allah untuk beribadah kepada-Nya sekaligus menjadi khlaifah Allah di muka bumi. Untuk mencegah terjadinya korupsi dimasa yang akan datang, perlu ditanamkan pendidikan anti korupsi dari level Pendidikan Anak Usia Dini sampai pada level Perguruan Tinggi. Dengan meningkatnya kecerdasan spiritual, diharapkan perilaku yang ditunjukkan sehari-hari oleh individu adalah perilaku akhlakul karimah sebagai bentuk manifestasi dari berkembangnya fitrah iman secara optimal dan meningkatnya kecerdasan spiritual serta menjadi peribadi yang mukmin muttaqin untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat.
Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Oleh Guru Bk di SMA Negeri 5 Mataram Lalu Abdurrachman Wahid; Noffi Yanti; Etty Setiawati
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2020): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/ittizaan.v3i2.12583

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Oleh Guru BK di SMA Negeri 5 Mataram. Penelitian ini diharapkan dapat mebantu guru BK dalam mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan layanan BK yang telah diberikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMA Negeri 5 Mataram berjumlah 1104 orang dan Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 234 siswa. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan distribusi frekuensi dan persentase dari enam indikator pelaksanaan layanan BK oleh guru BK di SMA Negeri 5 Mataram ditemukan bahawa pada indikator kedisiplinan dan penampilan guru BK dalam kategori baik sebanyak 61,97% . Indikator wawasan BK dalam kategori baik sebanyak 58,55%. Indikator bidang bimbingan dalam kategori baik sebanyak 67,09%. Indikator jenis layanan BK dalam kategori baik sebanyak 66,24%. Indikator kegiatan pendukung BK dalam kategori baik sebanyak 76,50%. Indikator kinerja dan keterampilan guru BK melaksanakan pelayanan BK di sekolah dalam kategori baik sebanyak 70,94%. Berdasarkan enam indikator yang diukur di atas, maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan persepsi siswa terhadap pelaksanaan layanan BK oleh guru BK di SMAN 5 Mataram menunjukkan dalam katagori baik yakni dengan sumbangan frekuensi 160 atau 68,38%
UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL UNTUK MENGATASI KASUS KORUPSI PERSEPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM WAHID, LALU ABDURRACHMAN; SETIAWATI, ETTY
TASAMUH Vol. 19 No. 1 (2021): MODEL DAKWAH DAN MANAJEMEN
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tasamuh.v19i1.3269

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian pustaka yang mencoba menelaah lebih dalam mengenai kecerdasan spiritual dan relevansinya untuk mengatasi kasus korupsi di Indonesia prespektif bimbingan dan konseling islam. Kasus korupsi di Indonesia sangat memperihatinkan dan marak terjadi, bahkan sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Indonesia. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku lembaga yang dibentuk oleh pemerintah yang menangani kasus korupsi di Indonesia, baru hanya pada tataran menghukum koruptor, sehingga efektivitas pemberantasan kasus korupsi di Indonesia masih rendah, karena hukuman yang diberikan tidak dapat membuat jera para koruptor. Berdasarkan fakta tersebut, peran kecerdasan spiritual (fitrah) yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai pengontrol terhadap perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial, agama, dan hukum. Dengan meningkatkan kecerdasan spiritual yang ada pada setiap manusia, diharapkan individu dapat lebih menyadari dan menghayati akan hakikat dan esistensinya sebagai hamba Allah untuk beribadah kepada-Nya sekaligus menjadi khlaifah Allah di muka bumi. Untuk mencegah terjadinya korupsi dimasa yang akan datang, perlu ditanamkan pendidikan anti korupsi dari level Pendidikan Anak Usia Dini sampai pada level Perguruan Tinggi. Dengan meningkatnya kecerdasan spiritual, diharapkan perilaku yang ditunjukkan sehari-hari oleh individu adalah perilaku akhlakul karimah sebagai bentuk manifestasi dari berkembangnya fitrah iman secara optimal dan meningkatnya kecerdasan spiritual serta menjadi peribadi yang mukmin muttaqin untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat.
RELIGIOUS GUIDANCE AND COUNSELING STRATEGIES IN BUILDING THE INDEPENDENCE OF PRAYER SERVICES FOR CHILDREN WITH DISABILITIES AT SLB NEGERI 1 MATARAM Wahid, Lalu Abdurrachman; Wijayanti, Kartika; Suharti
TASAMUH Vol. 20 No. 2 (2022): DAKWAH DAN MEDIA KOMUNIKASI
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tasamuh.v20i2.6553

Abstract

This study aims to determine the strategy or method used to build the independence of prayer for children with disabilities and the inhibiting factors and supporting factors for the implementation of religious guidance and counseling to build the independence of prayer for children with disabilities. The type of research used is descriptive-qualitative, with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The primary data sources in this study were observations and interviews with principals, classroom teachers, and parents of students. Furthermore, secondary data sources in this study were obtained through documentation in the form of photos of student activities and books or literature related to religious guidance strategies and children with disabilities in schools. Data analysis in this study includes data reduction, data display, and verification of data findings, as well as drawing research conclusions. Furthermore, checking the validity of the data through source triangulation and technique triangulation The results showed that the strategy of religious guidance and counseling in building the independence of prayer for children with disabilities that was applied by teachers in schools did not have a special strategy and that in its implementation it followed the abilities of students and was carried out flexibly. In religious guidance and counseling for children with disabilities, the classroom teacher uses the lecture method, the demonstration method, and individual learning methods. Then, the inhibiting factors in building the independence of prayer for children with disabilities are the lack of teachers and the disturbances that students have. While the supporting factors are adequate facilities and infrastructure and support from parents and guardians of students, no less important is the enthusiasm of children to learn.
Guidance and Counseling Perspective Da'wah: Implications of Madrasah Guidance and Counseling Services To Prevent Child Marriage In Central Lombok District Wahid, Lalu Abdurrachman
TASAMUH Vol. 21 No. 2 (2023): DA'WAH AND COMMUNITY EMPOWERMENT ACCELERATION OPPORTUNITIES AND CHALLENGES
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/tasamuh.v21i2.8374

Abstract

This research aims to describe the general picture of the implementation of BK services in Madrasas, analyze what factors inhibit the implementation of BK services, and describe what efforts have been made to overcome obstacles to the implementation of BK services in Madrasas to prevent child marriage in Central Lombok Regency. This research approach is qualitative with descriptive research type. The location of this research is MAN 1 Central Lombok and MTsN 1 Central Lombok. The primary data source for this research is through observation and interviews with students, guidance and counseling teachers, and madrasah leaders as well as secondary data sources through documentation. Furthermore, data analysis techniques in this research were carried out by reducing data, presenting data, verifying data and drawing conclusions. The results of this research describe the general picture of guidance and counseling services in madrasas to prevent child marriage, namely through basic services, individual specialization and planning services, responsive services, and system support. Internal factors inhibiting the implementation of guidance and counseling services in madrasas include the competency of guidance counselors which is still lacking and needs to be upgraded further, the inadequate work experience of guidance counselors , the state of health and age, the motivation and work discipline of guidance counselors, and the planning and implementation of counseling services which are less than optimal. Furthermore, external factors that hinder include inadequate facilities and infrastructure, lack of coordination between madrasah leaders and local governments and related institutions, the lack of guidance and counseling teachers, the economic disadvantage of guidance and counseling teachers, and the lack of awareness and participation of students and parents. Lastly, guidance and counseling teachers and madrasah leaders have made efforts to overcome obstacles in implementing the guidance and counseling service program in madrasas to prevent child marriage. To reduce the number of cases of child marriage, there needs to be cooperation from all school personnel and external parties such as parents and related institutions to jointly prevent the practice of child marriage involving students.
PENERAPAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI DALAM PENYAMPAIAN PESAN DAKWAH Wahid, Lalu Abdurrachman
KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 13 No. 1 (2021): Komunikasi Profetik
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jurkom.v13i1.3193

Abstract

The application of communication psychology in delivering da’wah messages in the Al-Qur’an education park is very important because by applying psychology when conveying information to others, it will make information easier to understand so that the communication process runs more effectively. The research method used in this research is qualitative with descriptive type field research. The results showed that TPA As-Syifa has applied the science of communication psychology in the delivery of his da’wah messages. Then the da’wah method applied at the As-Syifa TPA is the bi-lisan da’wah method, bil-qalam da’wah, and the bil-hal da’wah. Further findings regarding the application of communication psychology in the delivery of da’wah messages at TPA As-Syifa use the da’wah method with effective communication techniques and da’wah method with persuasive communication techniques.