cover
Contact Name
Ririn Irnawati
Contact Email
ririn.irnawati@untirta.ac.id
Phone
+6281325758659
Journal Mail Official
redaksijpkuntirta@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Jakarta KM 4 Pakupatan, Serang, Banten (Kampus Lama) Jalan Raya Palka KM 3 Pabuaran, Sindangsari, Serang, Banten (Kampus Baru)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Perikanan dan Kelautan
ISSN : 20893469     EISSN : 25409484     DOI : http://dx.doi.org/10.33512/jpk
JPK accommodate the result of research and review of fisheries and marine, with the focus and scope : 1. Management and Technology Aquaculture 2. Fisheries Resource Management 3. Fishery Products Processing 4. Fishing Technology and Management 5. Marine Technology and Science
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2021)" : 12 Documents clear
Analisis Perubahan Garis Pantai di Wilayah Perairan Pantai Kijing Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Riza Adriat; Risko Risko; Apriansyah Apriansyah; Muhardi Muhardi; Heni Susiati; Zan Zibar; Fitriani Fitriani
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v11i1.11357

Abstract

Pantai Kijing merupakan kawasan pantai terletak di Kabupaten Mempawah yang dimanfaatkan sebagai kawasan pembangunan dari berbagai sektor salah satunya adalah pembangunan pelabuhan internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan garis pantai di wilayah kawasan perairan pantai Kijing Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data pasang surut dari Badan Informasi Geospasial (BIG), data angin dari European Centre for Medium Range Forecast (ECMWF) dan data Citra Satelit Landsat- 7 ETM tahun 2010 dan Landsat-8 OLI tahun 2020. Analisis perubahan garis pantai menggunakan kombinasi antara metode Single Transect (ST) dan End Point Rate (EPR) yang terdapat di dalam perangkat lunak DSAS. Secara keseluruan hasil dari perubahan garis pantai yang terjadi dari tahun 2010 sampai tahun 2020 lebih dominan mengalami proses akresi jika dibandingkann dengan abrasi. Jarak pergeseran garis pantai ke arah darat (abrasi) berkisar 1,26 - 162,93 m dan jarak pergeseran garis pantai ke arah laut (akresi) berkisar 0,5 - 21,34 m sepanjang 8 km garis pantai. Hasil ini perubahan garis pantai yang terjadi diduga disebabkan karena pengaruh faktor hidro-oseanografi diantaranya adalah pasang surut, arus laut dan tinggi gelombang
Sebaran Spasial Intrusi Air Laut di Wilayah Pesisir Teluk Banten dan Alternatif Upaya Pengendaliannya R Rakhmad Bakti Santosa
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v11i1.10822

Abstract

Degradasi lingkungan wilayah pesisir terutama pada ekosistem mangrove terbukti menimbulkan berbagai permasalahan multisektor salah satunya berupa fenomena penyusupan air laut ke daratan atau intrusi air laut. Alih fungsi hutan manrove menjadi areal pertambakan merupakan salah satu pemicu utama terjadinya degradasi ekosistem mangrove termasuk yang terjadi di pesisir Teluk Banten. Di sisi lain, mangrove mempunyai fungsi sebagai pengendali intrusi air laut. Saat ini masyarakat Desa Tonjong, Pamengkang, Banten, dan Sawah Luhur harus membeli air tawar untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari hari karena kondisi air sumurnya terasa payau. Penelitian bertujuan untuk mengetahui sebaran spasial dan tingkat intrusi air laut serta alternatif upaya pengendalian berbasis ekosistem. Metode yang digunakan yaitu interpolasi parameter fisika dan kimia serta analisis rasio klorida-bikarbonat (Cl-/HCO3-+CO3-). Analisis dengan metode interpolasi mendapatkan hasil bahwa seluruh area penelitian telah terintrusi air laut berdasarkan parameter DHL dan klorida. Nilai DHL di 13 stasiun berada pada rentang nilai 1567 µmhos/cm hingga 9754 µmhos/cm, sedangkan nilai klorida menunjukkan rentang nilai 899,72 mg/L hingga 4838,50 mg/L. Analisis rasio klorida-bikarbonat mendapatkan nilai Revelle Index (RI) mulai dari 1,82 hingga 12,17 yang menandakan intrusi air laut terjadi mulai dari tingkat sedang hingga tinggi. Daerah terintrusi sedang mencakup area seluas 6,05 km2, terintrusi agak tinggi seluas 27,96 km2, danterintrusi tinggi seluas 3,05 km2. Distribusi spasial nilai DHL dan klorida yang cukup tinggi terkonsentrasi di dua lokasi yaitu Kelurahan Banten dan Sawah Luhur. Rehabilitasi ekosistem mangrove merupakan salah satu upaya yang tepat untuk mengendalikan intrusi air laut, termasuk pada areal pertambakan dengan pola silvofishery.

Page 2 of 2 | Total Record : 12