cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019" : 10 Documents clear
Kuat tekan menggunakan variasi penambahan kleled (limbah pengecoran logam) sebagai pengganti komposisi pasir dari Ceper Klaten sebagai agregat halus Gnemon Isvandianto Surya Rajasa
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6818

Abstract

Kemajuan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan dewasa ini sangatlah pesat, demikian juga dalam bidang konstruksi bangunan. Para ahli teknik berusaha mengembangkan cara pemanfaatan dari suatau bahan yang seefisien mungkin tetapi masih memenuhi persyaratan yang berlaku. Parameter utama dari mutu beton adalah kuat desak. Kuat desak sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor air semen, umur beton, jenis semen, jumlah semen, dan juga sifat dari agregat. Disamping parameter kuat desak, parameter yang lain dari mutu beton adalah modulus elastisitas beton karena semakin besar modulus elestisitas, kekuatan beton semakin besar. Pada penelitian laboratorium ini bahan penelitian berupa kleled (limbah pengecoan logam dari Ceper Klaten) yang akan dimanfaatkan sebagai pengganti komposisi agregat halus (pasir) dengan persentase tertentu dari berat agregat halus (pada campuran beton) yang bertujuan untuk mengetaui sejauh mana kekuatan perbandingan mutu beton dengan menggunakan perbandingan penggunaan jumlah persentase kleled yang digunakan campuran adukan beton dengan komposisi 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% sebagai pengganti komposisi pasir di dalam campuran. Adapun tujuan dari penelitian laboratorium ini untuk mengetahui sejauh mana nilai kuat tekan beton dengan penggantian komposisi agregat halus (pasir) dengan komposisi penggunaan kleled sebagai bahan pengganti. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Dari penelitian laboratorium ini didapatkan nilai kuat tekan pada setiap persentase kleled 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% berupa nilai kuat desak berturut-turut sebagai berikut 23.2838 MPa, 26.6808 MPa, 22.8592 MPa, 22.3638 MPa, 22.3638 MPa.
Ordinary kriging dalam penentuan lama penggalian tambang terbuka Ahmad Fauzi Pohan; Refky Adi Nata
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6598

Abstract

Perkiraan sisa cadangan di PT. Allied Indo Coal Jaya belum dapat dipastikan, karena perhitungan cadangan mengacu pada hasil pemboran eksplorasi yang cukup lama yaitu pada tahun 2008, sehingga perlu adanya evaluasi perhitungan cadangan ulang yang tersedia. Penelitian ini melakukan perhitungan produktivitas penambangan dengan mengukur cycle time alat excavator dan dump truck serta metode yang digunakan adalah metode ordinary kriging dengan menggunakan koordinat isopac batubara. Dari hasil pengamatan dan pengolahan data di lapangan, di ketahui bahwasanya batubara seam B1 di PT. Allied Indo Coal Jaya cenderung mengelompok pada ketebalan yang relatif tebal (skewness negatif) dengan error variance sebesar 0,0278, dan jumlah cadangan batubara sebesar 1.121.250 ton dan lama penggaliannya berdasarkan produksi aktualnya selama 3,2 tahun.
Penggunaan critical path method (CPM) untuk evaluasi waktu dan biaya pelaksanaan proyek Adde Currie Siregar; Iffiginia Iffiginia
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6816

Abstract

Terjadinya cost over run menjadi bahan evaluasi terhadap berjalannya proyek. Evaluasi pekerjaan dilakukan pada minggu ke-1 sampai minggu ke-22, sehingga terdapat sisa waktu kontrak yaitu 7 minggu dari keseluruhan 29 minggu kalender. Realisasi pelaksanaan pembangunan proyek gedung ruang bersalin dan instalasi bedah sentral RSUD Ambarawa Tahun 2017 sampai minggu 22 mengalami keterlambatan sebesar 1,481% dari jadwal yang direncanakan. Dari segi biaya realisasi penggunaan dana sampai minggu 22 sebesar  Rp. 9.380.000.000,- dari perencanaan yang hanya menghabiskan biaya Rp.8.927.610.729,- yang berarti pengeluaran lebih besar dari anggaran (cost over run). Selanjutnya dilakukan pengendalian pekerjaan yang belum terealisasikan dengan metode percepatan (crashing) untuk mencari waktu paling optimal dan meminimalkan resiko keterlambatan pekerjaan. Setelah dilakukan penjadwalan ulang dan menggunakan percepatan pekerjaan didapat waktu optimum menjadi 28 minggu dan efisiensi biaya sebesar Rp. 12.560.000,- dari total nilai kontrak sebesar Rp. 12.356.444.708,- yang didapat pada percepatan pekerjaan finishing, elektrikal dan instalasi air.
Penilaian risiko penyimpanan produk bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan pendekatan HIRA, FTA, dan 6S Asep Ridwan; Fatah Sulaiman; Dyah Lintang Trenggonowati; Jessica Dewi Marbun
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6449

Abstract

Kota Cilegon merupakan pusat industri petrokimia terbesar di Indonesia. Produk akhir yang diproduksi oleh industri petrokimia tersebut tentu banyak mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Dalam penyimpanan produk jenis B3 di setiap industri, peluang terjadinya potensi bahaya seperti kebakaran, ledakan, keracunan, iritasi, dan sebagainya, dapat membahayakan para pekerja di industri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian risiko dalam penyimpanan produk B3 dengan pendekatan HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment), FTA (Fault Tree Analysis) dan 6S (Sort, Set in Order, Shine, Standardize, Sustain, Safety). Studi kasus dilakukan pada industri kimia dan petrokimia yang memproduksi B3 di Kota Cilegon. Penelitian ini dilakukan dengan teknik penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi langsung di industri. Hasil penilaian risiko dengan pendekatn HIRA menunjukkan ada 5 industri dengan nilai risiko tinggi dengan sebaran: zona I terdapat 1 industri; zona II terdapat 3 industri; dan zona II terdapat 1 industri. Ada 4 industri dengan produk B3 berupa gas mendapat nilai risiko sebesar 60 dan 1 industri dengan produk B3 berupa Metanol mendapat nilai risiko sebesar 50. Berdasarkan FTA, faktor penyebab kegagalan gas dan Metanol berupa kebakaran dari ledakan tabungnya karena adanya korosi ekternal pada tabung, pekerja lalai, dan tabung terpapar panas yang tinggi. Strategi mitigasi risiko dengan 6S untuk penyimpanan produk B3 berupa gas Metano diantaranya: menjaga suhu dan kelembaban udara gudang penyimpanan gas dan Metanol; membersihkan tabung gas dan Metanol dan lantai gudang penyimpanan; pelatihan K3 bagi pekerja secara rutin dan intensif; dan sebagainya.
Kajian sistem transmisi CVT untuk sepeda motor Honda Spacy pada putaran rendah, menengah, tinggi serta beban menanjak Moh Azizi Hakim; Erik Heriana; Ii Iwanto
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6817

Abstract

Kendaraan yang mudah dioperasikan, tidak berisik dan hemat energi merupakan sebuah terobosan dalam dunia otomotif, penemuan teknologi yang dapat memudahkan pengguna kendaraan terus diciptakan salah satunya dengan penggunaan transmisi otomatis  jenis CVT. Cara kerja dari transmisi CVT ini adalah dengan memanfaatkan dua buah pulli, yaitu pulli primer (drive) dan puli sekunder (driven), prinsip kerja yang paling sederhana mengenai transmisi ini dapat dilihat pada sepeda, dimana perubahan kecepatannya berdasarkan perbedaan diameter gear primer (drive) dan gear sekunder (driven). Metodologi yang digunakan adalah dengan metoda kajian perhitungan sistem transmisi CVT pada sepeda motor “Honda Spacy”. Perhitungan diawali dengan mengkaji gaya yang bekerja pada kendaraan, kemudian perhitungan daya yang dibutuhkan untuk menggerakan system CVT dan pemilihan belt transmisi (belt). Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan didapat gaya hambat udara sebesar 90,7 N, sedangkan gaya dorong pada saat kecepatan 140 km/jam sebesar 182,73 N. Daya yang dibutuhkan untuk menggerakan kendaraan menggunakan transmisi CVT ini pada kecepatan 140 km/jam sebesar 7,1 kW, apabila dilakukan pada bidang miring dengan sudut 50 maka didapat 445,48 N. Semua perhitungan di atas dilakukan dengan perencanaan diameter puli primer 110,15 mm dan pulli sekunder 119,76 mm. Sedangkan panjang belt berdasarkan  perhitungan didapat 453,31 mm, maka panjang belt yang ada dipasaran adalah 457 mm.
Pengaruh pembangkit photovoltaic sebagai distributed energy resources terhadap profil tegangan dan rugi-rugi daya pada Penyulang Bantul 05 Yogyakarta Jimmy Trio Putra; Istiqomah Istiqomah; Riki Khomarudin; Agus Diantoro
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6811

Abstract

Permasalahan besarnya jumlah beban dan letak pembangkit yang jauh dari dari sistem distribusi menimbulkan jatuh tegangan dan rugi-rugi daya semakin meningkat. Selain itu, Distributed Energy Resources (DER) yang terintegrasi pada, penyulang distribusi menjadikan tantangan yang baru terhadap sistem distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya dampak pemasangan pembangkit Photovoltaic (PV) sebagai DER terhadap penyulang Bantul, Yogyakarta. Peneliti menggunakan simulasi dengan mode aliran daya dari perangkat lunak Open Distribution System Simulator (OpenDSS) dalam menganalisis perbandingan profil tegangan dan besarnya rugi-rugi daya sebelum dan setelah pemasangan PV. Penelitian dibagi dalam dua skenario penambahan Distributed Generation (DG) yaitu skenario 1 dengan menggunakan single DG terpasang pada bus 33 sedangkan skenario 2 dengan multi-DG terpasang pada bus 19 dan 33. Hasil penelitian awal tanpa pemasangan DG menunjukkan bahwa pada bus terendah memiliki nilai profil tegangan sebesar 0.86 p.u. dengan total rugi-rugi daya sebesar 439.9 kW. Sedangkan integrasi DG terbukti dapat meningkatkan profil tegangan dan meminimalisir total rugi daya. Skenario 1 dapat memperbaiki profil tegangan terendah penyulang dari 0.86 p.u menjadi 0.92 p.u. dan total rugi-rugi daya yang awalnya sebesar 439.9 kW  menjadi sebesar 125.2 kW. Skenario 2 menjadi skenario terbaik dengan perbaikan profil tegangan pada bus terendah dari 0.86 p.u menjadi sebesar 0.9695 p.u dan rugi-rugi daya total awalnya sebesar 439.9 kW menjadi sebesar 62.6 kW.
Beton dengan campuran air es dan fly ash serta retarder Maulana Teguh Paripurna
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6973

Abstract

Penelitian beton dengan campuran air es dan fly ash drngan retarder belum banyak dilakukan dengan harapan dapat menunda setting time. Penelitian dilaksanakan untuk Beton campuran  denan  variasi suhu 5oC, 10oC, 15oC, 20oC dan 27oC {suhu normal}, sedangkan  beton terhadap kuat lentur dan kuat tekan dievaluasi pada campuran dengan pemanfaatan air es, fly ash dan retarder. Kondisi setting time terjadi pada suhu terendah adalah memiliki waktu yang lebih lama. Kekuatan beton pada kuat lentur dari hasil penelitian  didapat trend bahwa beton yang menggunakan pemanfaatan air es, fly ash dan retarder  mempunya hasili kuat lentur yang lebih baik dibandingkan dengan campuran lainnya, jika suhu air rendah maka kuat lentur cenderung naik. Sedangkan untuk kuat tekan beton, dari hasil penelitian yang  dilakukan memiliki trend bahwa kuat tekan beton yang menggunakan pemanfaatan air es, fly ash dan retarder cenderung mempunyai kuat tekan yang lebih baik dibandingkan dengan campuran lainnya, semakin tinggi suhu air maka kuat tekan naik.
Pemanfaatan abu sisa pembakaran daun bambu untuk stabilisasi tanah dan pengaruhnya terhadap nilai kuat tekan bebas (Studi kasus: Jl. Munjul–Malingping, Desa Pasir Tenjo, Kecamatan Sindang Resmi, Kabupaten Pandeglang) Enden Mina; Rama Indera Kusuma; Rochmadi Eko Susilo
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6814

Abstract

Kondisi jalan di ruas jalan Munjul Malingping Desa Pasir Tenjo Kabupaten Pandeglang Banten, mengalami kerusakan seperti pecah pecah dan bergelombang karena lalu lintas kendaraan yang melaluinya. Kerusakan pada konstruksi jalan dapat disebabkan oleh kekuatan tanah dasarnya yang tidak memadai atau buruk. Salah satu parameter tanah yang mengindikasikan kekuatan tanah adalah nilai kuat tekan bebas tanah yang diperoleh dari hasil uji di laboratorium. Kekuatan tanah dapat ditingkatkan melalui beberapa metode diantaranya dengan menambahkan zat tambahan pada tanah yang disebut stabilisasi secara kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tanah setelah dilakukan stabilisasi menggunakan bahan tambah abu sisa pembakaran daun bambu. Kekuatan tanah dilihat dari hasil uji kuat tekan bebas (unconfined compression test) sebelum dan setelah dicampur bahan tambah dimana sebelum perlakuan uji kuat tekan dilakukan penyelidikan jenis dan klasifikasi tanah. Sampel tanah diambil dari ruas Jalan Munjul–Malingping. Variasi penambahan abu daun bambu diambil dengan persentase 0%, 2%, 6% dan 10% abu daun bambu dengan variasi waktu pemeraman selama 0 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Setiap sampel diuji laboratorium untuk meperoleh propertis dan kekuatan tanahnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahawa tanah asli sebelum penambahan zat tambah masuk ke dalam kategori tanah lempung organik dengan nilai plastisitas tinggi yaitu 20.11%. Nilai kekuatan tanah berdasarkan hail uji tekan unconfined (qu) diperoleh nilai tertinggi pada penambahan abu daun bambu dengan kadar 2% dengan pemeraman 28 hari, yaitu 4.01 kg/cm2. Nilai kuat tekan bebas tanah setelah stabilisasi memiliki kategori kekuatan untuk tanah lempung kaku (stiff clay) yang termasuk baik untuk subbase jalan.
Analisa pengaruh pola gerak elektroda dan kuat arus terhadap kekuatan tarik, kekerasan, dan struktur mikro baja SS400 Iman Saefuloh; Ipik Setiawan; Hesti Istiqlaliyah; Wijoyo Wijoyo; Ahmad Bahrul Ulum
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6972

Abstract

Fokus pada penelitian ini adalah menganalisa pengaruh pola gerakan elektroda dan kuat arus terhadap sifat mekanik dari baja SS400. Proses pengelasan SMAW dilakukan pada baja karbon rendah SS400 dengan variasi berbagai pola gerakan elektroda dan kuat arus pengelasan. Analisa-analisa  dilakukan pada sifat mekanik baja, berupa uji kekerasan, uji tarik dan strukturmikro untuk mengetahui pengaruh variasi berbagai pola gerakan elektroda dan kuat arus pengelasan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil pengujian Tarik pada pengelasan pola zig zag 90 A memiliki nilai tertiggi yaitu 487.5 N/mm2. Pengaruh pola gerak las dan kuat arus terhadap nilai kekerasan baja SS400 memiliki nilai tertiggi yaitu 209.3333 HVN, hal itu menunjukkan bahwa pola gerakan elektroda memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil pengelasan.
Analisis prestasi mesin mobil diesel turbocharger yang diuji dengan dynamometer Yusvardi Yusuf; Ni Ketut Caturwati; Imron Rosyadi; Haryadi Haryadi; Syarif Abdullah
Jurnal Teknika Vol 15, No 2 (2019): Edisi November 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v15i2.6815

Abstract

Gas buang kendaraan adalah salah satu penyebab polusi udara di dunia khususnya kota-kota besar yang disebabkan oleh pembakaran yang tidak sempurna. Untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna pada mesin diesel dibutuhkan kompresi udara pada tekanan dan temperatur tinggi dan jumlah bahan bakar yang sesuai dimana kondisi udara tersebut harus mampu membakar bahan bakar pada saat diinjeksikan ke ruang bakar. Untuk itu diperlukan turbocharger  untuk menghasilkan pembakaran yang lebih baik sehingga gas buang yang dihasilkan lebih ramah lingkungan. Turbocharger selain digunakan untuk menghasilkan pembakaran yang lebih baik juga membantu meningkatkan daya mesin menjadi lebih besar dengan kapasitas silinder yang sama. Dari pengujian didapatkan kenaikan torsi maksimum sebesar 18,31 N.m pada 2000 rpm dan tanpa turbocharger torsi maksimumnya sebesar sebesar 16,52 N.m pada 1800 rpm. Untuk maksimum daya dengan turbocharger dicapai 3800 rpm yaitu 57,24 kW dan tanpa turbocharger pada 3800 rpm yaitu 52,15 kW. Untuk konsumsi bahan bakar spesifik pada torsi maksimum dengan turbocharger sebesar 154,8 gr/ps.h dan tanpa turbocharger yaitu 172,3 gr/psh. Dengan turbocharger tekanan efektif rata-rata maksimum dicapai pada 2000 rpm yaitu 9,20 kg/cm2 dan tanpa turbocharger pada 1800 rpm sebesar 8,30 kg/cm2. Untuk batas asap pada mesin yang menggunakan turbocharger hasil pengukuran batas asap maksimum 2,07g/m3 sedangkan pada mesin tanpa turbocharger hasilnya adalah 4,53g/m3.

Page 1 of 1 | Total Record : 10