cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer
ISSN : 23014652     EISSN : 2503068X     DOI : -
Core Subject : Education,
SETRUM : Sistem Kendali Tenaga Elektronika Telekomunikasi Komputer merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) sejak 2012 menggunakan sistem Open Journal System (OJS).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012" : 8 Documents clear
Analisis Efektifitas Bandwidth Menggunakan Ipcop (Studi Kasus : Balai Besar Teknologi Energi) Viva Arifin
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.713 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i2.484

Abstract

Pada Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) kerap mengalami masalah koneksi.  Masalah koneksi dapat mengganggu jalannya aktifitas komunikasi. Untuk menanggulangi masalah tersebut, maka perlu adanya pengaturan bandwidth.  Salah satu pengaturan bandwidth yang dapat menurunkan beban bandwidth adalah menggunakan pemakaian dua jalur modem ADSL. Pada IPCop pembatasan bandwidth menggunakan Advanced Proxy yaitu dengan download throttling. Pada B2TE total bandwidth pada jaringan antarmuka GREEN adalah 2 Mbps, kemudian dibatasi setiap host/pengguna untuk mengunduh adalah 512 Kbps. Begitu juga pada jaringan antarmuka BLUE bandwidth yang disediakan adalah 512 Kbps, dan untuk setiap pengguna dibatasi untuk mengunduh adalah 512 Kbps. Traffic shaping digunakan untuk membatasi kecepatan lajur. Maksimal kecepatan dibatasi hanya sampai 1 Mbps, sedangkan untuk mengundah 512 Kbps. Hal ini untuk mencegah para pengguna mengunduh data secara berlebihan yang mengakibatkan pemborosan bandwidth.
Perbandingan Kinerja Deteksi Multiuser Linier Dan Deteksi Multiuser Dengan Jaringan Syaraf Tiruan Pada Sistem DS-CDMA Popy Maria; Hadria Hadria; Teguh Firmansyah
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.677 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i2.480

Abstract

Beberapa hal yang dapat menurunkan kapasitas dan kualitas sinyal informasi yang diterima pada sistem DS-CDMA (Direct Sequence Code Division Multiple Access) adalah interferensi, noise dan efek near-far. Pada umumnya efek near-far diatasi dengan menggunakan power control. Namun demikian power control tidak dapat mengatasi interferensi yang disebabkan oleh user lain pada kanal yang sama atau yang lebih dikenal dengan MAI (Multiple Access Interference). Pendekatan lain yang digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan deteksi multiuser (MUD). Pada tugas akhir ini akan dibandingkan kinerja dari MUD linier yang terdiri dari decorrelating dan MMSE dengan MUD yang menggunakan jaringan syaraf tiruan (JST) dan mengacu pada deteksi konvensional. Jaringan syaraf tiruan ini menggunakan algoritma propagasi balik. Deteksi multiuser ini diaplikasikan pada  output deteksi konvensional. Kinerja dari masing-masing detektor dilihat dari BER sebagai fungsi nilai SNR  atau jumlah user pada kanal AWGN dan Rayleigh fading. Hasil simulasi pada  kanal AWGN, menunjukkan bahwa MUD dengan JST mempunyai kinerja yang lebih baik. Untuk target BER 10-3 pada kanal  AWGN, MUD decorrelating mencapainya pada SNR 6.3 dB, MUD MMSE pada SNR 5.97 dB, dan MUD dengan JST pada SNR 5.89 dB sedangkan pada kanal Rayleigh, MUD decorrelating mencapainya pada SNR 11.74 dB, MUD MMSE pada SNR 10.91 dB, dan MUD dengan JST pada SNR 10.31 dB
Perancangan Concurrent Multiband Power Amplifier Kelas E Gunawan Wibisono
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.448 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i2.485

Abstract

Pada penelitian ini dirancang High efficiency Concurent Multiband RF Power Amplifier Class-E dengan teknologi CMOS 0.18um type N, yang beroperasi padafrekuensiGSM 900 MHz, GSM 1800 MHz, WIMAX 2300 Mhz, dan LTE 2600 Mhz, dengan menggunakan dua metode perancangan. Rancangan pertama menggunakan metode multiband Class-EPower Amplifier yang konvensional, dan perancangan kedua dengan menambahkan rangkaian Driver Stage untuk menghasilkan Insertion loss (S21) yang lebih besar. input matching dan output matching dirancang dengan menggunakan komponen lumped. Hasil dari perancangan ini diperoleh nilaiInsertion loss (S21) bernilai lebih besar dari 15 dB dan Return loss (S11) dibawah -15 dB, Tegangan supply 5 Volt, Power Added Efficiency >50%.
Cluster Server IPTV dengan Penjadwalan Algoritma Round Robin Didik Aribowo
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.892 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i2.481

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat, otomatis seiring juga dengan meningkatnya para pengguna yang terhubung pada jaringan internet. Berawal dari sebuah single server yang selalu mendapatkan request dari banyak user, perlahan tapi pasti akan terjadi overload dan crash sehingga berdampak pada request yang tidak dapat dilayani oleh single server. Desain arsitektur cluster dapat dibangun dengan menggunakan konsep network load balancing yang memungkinkan proses pengolahan data di share ke dalam beberapa komputer. Dalam penelitian ini menggunakan algoritma penjadwalan round robin sebagai solusi alternatif mengatasi permasalah overload data pada server yang dapat mempengaruhi kinerja sistem IPTV. Untuk  jumlah request yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5000, 15000, 25000, dan 50000 request. Dengan metode tersebut, maka performansi algoritma penjawalan dapat diamati dengan menekankan pada parameter sebagai berikut, yaitu throughput, respon time, reply connection, dan error connection sehingga didapatkan algoritma penjadwalan terbaik dalam rangka optimalisasi cluster server IPTV. Secara otomatis dalam proses load balancing mampu mengurangi beban kerja setiap server sehingga tidak ada server yang overload dan memungkinkan server  menggunakan bandwidth  yang tersedia secara lebih efektif serta menyediakan akses yang cepat ke web browser yang dihosting. Implementasi webserver cluster dengan skema load balancing dapat memberikan alvalaibilitas sistem yang tetap terjaga dan skalabilitas yang cukup untuk dapat tetap melayani setiap request dari pengguna
Rancang Bangun Simultan Dual Band LNA dengan LC Resonator untuk CPE m-BWA pada frekuensi 2,3 GHz dan 2,6 GHz Gunawan Wibisono Gunawan Wibisono
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.494 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i2.482

Abstract

Penelitian ini membahas rancang bangunrangkaian simultan dual bandlow noise amplifier (LNA)untuk customer premises equipment (CPE)mobile broadband wireless access(m-BWA) dengan menggunakan transistorHJFET 3210S01. Untuk dapat berfungsi secara dual band diusulkan dipergunakan LC Tank Resonator yang dirancang beresonansi pada frekuensi 2,3GHz dan 2,6 GHz. Rancangan dual band LNA diharapkan menghasilkan noise figure yang rendah, gain yang tinggi, stabil tanpa adanya osilasi, secara simultan.Hasil simulasimenunjukkan performansi yangbaik.Kinerja pada frekuensi 2,3 GHz diantaranya gain (S21) = 17.386 dB, Input Return Loss (S11) = -31.598 dB, Noise Figure = 0.913 dB, VSWR = 1.054, bandwidth = 100 MHz. Sementara itu, kinerja pada frekuensi 2,6 GHz diantaranya gain (S21) = 16.732 dB, Input Return Loss (S11) = -32.147 dB, Noise Figure = 0.951 dB, VSWR = 1.051, bandwidth = 95 MHz. Selain itu, penggunaan LC tank resonator telah terbukti menghasilkan dual band LNA secara simultan.
Klasifikasi Jenis dan Fase Parasit Malaria Plasmodium Falciparum dan Plasmodium Vivax Dalam Sel Darah Merah Menggunakan Support Vector Machine Endi Permata; Ketut Eddy Purnama; Mauridhi Hery Purnomo
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.554 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i2.475

Abstract

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang disebut plasmodium, yang dalam salah satu tahap perkembang biakannya akan memasuki dan menghancurkan sel-sel darah merah. Ada empat spesies yang menyebabkan malaria pada manusia yaitu: plasmodium falciparum, plasmodium.vivax, plasmodium ovale dan plasmodium malariae. Namun kasus malaria yang banyak ditemukan di Indonesia hanya spesies plasmodium falciparum dan plasmodium vivax. Masing-masing parasit memerlukan tindakan medis yang berbeda. Pemeriksaan dilaboratorium terkadang terpengaruh faktor subyektive petugas.Dari hasil percobaan tahap klasifikasi menggunakan metode support vector machine one against one didapatkan hasil akurasi falciparum thropozoit 95,55%, falciparum schizont 93,48% , falciparum gametocyte 91,11 %, vivax thropozoit 88,88%, vivax schizont 92,22% dan vivax gametocyte 85%. Pada tahap klasifikasi menggunakan metode support vector machine one against all didapatkan hasil akurasi falciparum thropozoit 95,55%, falciparum schizont 92,78% , falciparum gametocyte 91,67 %, vivax thropozoit 91,67%, vivax schizont 87,78% dan vivax gametocyte 84,44%. pada perhitungan akurasi multi kelas berdasarkan tiga kali pengujian didapatkan akurasi pengujian pertama svm one against one 76,67% dan svm one against all 65 %, pengujian kedua yaitu svm one against one 65% dan svm one against all 66,67% dan pengujian ketiga yaitu svm one against one 80% dan svm one against all 81,67%.
Desain Awal Instrumen untuk Sistem Pengukuran Kecepatan Denyut Nadi Rocky Alfanz Rocky Alfanz
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.419 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i2.483

Abstract

Kecepatan denyut nadi (Pulse Wave velocity/PWV) menggambarkan seberapa cepat denyut tekanan darah melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lain dalam tubuh manusia. Dari perhitungan kecepatan denyut nadi, dapat diketahui seberapa keras jantung telah  bekerja. Denyut nadi yang terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan dapat berarti gangguan pada jantung.   Sebuah diagram skematik desain alat pengukuran PWV yang terdiri dari sensor, penguat dan penyaring sinyal,  instrument khusus untuk akuisisi data , serrta sistem pengolah telah di rancang.  Pengukuran PWV di lakukan dengan menghitung jarak antara gelombang berjalan (∆D) di bagi dengan selisih perbedaan waktu yang di tempuh gelombang gerak pada jarak tersebut (∆T).
Perancangan HMI (Human Machine Interface) Untuk Pengendalian Kecepatan Motor DC Heri Haryanto; Sarif Hidayat
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.884 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i2.476

Abstract

HMI (Human Machine Interface) adalah sistem yang menghubungkan antara manusia dan mesin. Sistem HMI berupa Graphic user interface (GUI) pada suatu tampilan layar komputer yang akan dihadapi oleh operator mesin atau pengguna yang akan memonitoring dan mengendalikan kecepatan motor DC dengan metode PID secara real time. Penelitian dilakukan dengan merancang sebuah sistem HMI menggunakan software Labview 2009. Hasil pengujian sistem monitoring pengendalian motor DC pada fungsi tombol knop dan tombol on/off yang divisualisasikan sudah berperan sesuai dengan fungsinya dengan waktu sampling 70 ms. Kendali PID yang sesuai dengan karakteristik sistem yang telah dibuat adalah Kp =1 Ki =4 Kd =0.3 dengan time delay 0,49 detik, rise time sebesar 1,99 detik, settling time sebesar 2,24 detik, dan steady state error sebesar 1,76%

Page 1 of 1 | Total Record : 8