cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 Maret 2015" : 15 Documents clear
Penilaian Kualitas Pelayanan Kesehatan Pasien Berdasarkan KEPMENPAN No.25 Tahun 2004 (Studi Kasus Instalasi Gawat Darurat RSUD Kota Cilegon) Alex Harchy Saputra; Hadi Setiawan; Shanti Kirana Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.452 KB)

Abstract

Pada penelitian ini pengukuran mengenai tingkat kepuasan dan kepentingan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Kota Cilegon khususnya unit Instalasi Gawat Darurat menggunakan 14 unsur berdasarkan Kepmenpan No.25 Tahun 2004, dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas RSUD Kota Cilegon masih mempunyai beberapa kendala dalam kualitas pelayanannya diantaranya unsur prosedur pelayanan yang terlalu berbelit dan unsur kenyamanan yang dinilai kurang baik oleh responden karena kondisi saran dan prasarana pelayanan rumah sakit masih sangat minim. Tugas pokok RSUD Kota Cilegon yaitu melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengukur kinerja pelayanan dengan menggunakan 14 unsur Indeks Kepuasan Masyarakat untuk pelayanan kesehatan yang diberikan di RSUD Kota Cilegon khusunya di IGD (Instalasi Gawat Darurat), dan Memetakan 14 unsur tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan dengan menggunakan diagram kartesius. Penelitian ini menggunakan metode Indeks Kepuasan Masyarakat berdasarkan KEPMENPAN No.25 Tahun 2004. Hasil dari penelitian ini adalah Secara keseluruhan penilaian kinerja pelayanan dengan Indeks Kepuasan Masyarakat menunjukkan hal yang positif dan dapat dikategorikan mempunyai kinerja yang baik tetapi masih terdapat beberapa unsur yang harus ditingkatkan lagi kualitas pelayanannya yaitu unsur prosedur pelayanan dan unsur kenyamanan lingkungan, hasil penilaian terhadap responden mengenai pelayanan yang mereka terima sesuai dengan harapan mereka dengan menggunakan kuadran diagram kartesius yaitu diagram untuk mengetahui unsur apa saja yang harus dipertahankan, diperbaiki, dan atribut yang tidak begitu mempengaruhi kepuasan pasien, dalam diagram kartesius dibagi menjadi 4 kuadran yaitu kuadran A, kuadran ini penanganannya perlu diprioritaskan, kuadran B kuadran ini perlu dipertahankan kinerjanya dan perlu diprioritaskan penanganannya, kuadran C kuadran ini tidak terlalu diprioritaskan sedangkan kinerja sudah cukup, kuadran D kuadran ini dinilai berlebihan dalam pelaksanaannya dan tidak diprioritaskan kepentingannya.
Perancangan Model Pengukuran Kinerja Green Supply Chain Management Berdasarkan Green SCOR Dengan Pendekatan PDCA Pada Perusahaan Baja Hilir Mega Metta Ritajeng; Achmad Bahauddin; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1764.141 KB)

Abstract

Dunia manufaktur menghadapi tantangan yang berubah-ubah dan semakin berat dari masa-ke masa seiring dengan pasar yang semakin mengglobal sehingga berkembangnya teknologi informasi dan tuntutan pelanggan yang semakin tinggi. Persaingan saat ini bukan lagi persaingan antar perusahaan akan tetapi perrsaingan antar jaringan rantai pasok (supply chain network). Supply chain adalah bagian yang memegang peranan penting di setiap perusahaan yang ingin memenangkan persaingan. Oleh karena itu harus ada penilaian terhadap kinerja supply chain management yang secara terus menerus sehingga terjadi perbaikan terus menerus pada aliran supply chain di perusahaan terutama industri baja hilir. Hal ini mendorong banyak perusahaan berusaha mengintegrasikan aspek ramah lingkungan (green) ke dalam supply chain dengan istilah Green SCM. Dengan mengidentifikasi indikator kinerja Green SCM, semua proses yang ada di perusahaan dapat diintegrasikan secara menyeluruh ke dalam sistem kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indikator kinerja Green SCM di PT. XYZ, menentukan indikator kinerja Green SCM yang kritis, memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan kinerja Green SCM di PT. XYZ dan merancangan model pengukuran kinerja Green SCM di Perusahaan Industri Baja hilir. Metode penelitian ini menggunakan frame work PDCA dengan metode Green SCOR untuk menentukan indikator kinerja Green SCM, metode Analytic Network Process (ANP) untuk mengukur nilai bobot dari tiap indikator, metode OMAX untuk mengukur kriteria kinerja tiap indikator, metode diagram sebab-akibat untuk mengevalusi kinerja dan metode 5W+1H untuk merancang usulan kinerja Green SCM di Perusahaan Industri Baja hilir. Hasil indikator kinerja pada perusahaan industri baja hilir terdapat level 1 dengan 5 kriteria dan Level 2 dengan 24 sub kriteria. Hasil penyebaran 7 kuesioner yang telah disebar dan diolah dengan Metode ANP menggunakan piranti lunak Super Decision. Hasil pengolahan ANP memiliki sub kriteria bobot dengan ranking tertinggi OFC1 (persen kecepatan pembelian dari awal hingga pesanan datang) sebesar 0.08421 point. Kemudian diolah dengan metode OMAX dengan hasil kriteria terendah nilai EN6 (tingginya konsumsi air) & EN8 (tingginya emisi terhadap air). EN6 ini terutama disebabkan oleh faktor mesin yang mengalami kebocoran dan pada EN8 oleh faktor metode pada sistem proses IPAL. Usulan perbaikannya dengan maintenance mesin dan mengatur ulang sistem IPAL di Perusahaan Industri Baja hilir. Perancangan model Pengukuran kinerja GSCM dengan tahapan PDCA (Plan, Do, Check, Act) di perusahaan baja hilir dengan contoh penerapan di PT.XYZ.
Pengaruh Human Capital terhadap Corporate Performance (Studi Kasus: Departemen Statistik BANK INDONESIA) Arfan Tri Putra; Putiri B. Katili; Shanti Kirana Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.648 KB)

Abstract

Sebagai sebuah perusahaan atau corporate, perbankan tidak seperti pabrik atau perusahaan lainnya yang memiliki banyak asset, sementara perbankan yang bergerak di bidang jasa hanya memiliki beberapa asset dan salah satunya adalah sumber daya manusia, sumber daya manusia dalam perbankan memiliki peranan yang sangat penting apalagi pada Bank Sentral seperti BI asset sumber daya manusia bisa menjadi sebuah asset yang memegang peranan penting, demi menjalankan tugas sebagai Bank Indonesia dan mempengaruhi sukses atau tidaknya visi dan misi dari Bank Indonesia, oleh karena itu sumber daya manusia menjadi sebuah asset yang tak ternilai, salah satu unsur penting dalam pembicaraan sumber daya manusia sekarang adalah tentang intellectual capital. Intellectual capital ada dua hal, salah satunya adalah human capital. Human capital adalah pegawai yang berkompetensi, bernilai, sikap positif, motivasi tinggi, dan jujur. Maka dari itu dibutuhkan analisa mengenai pengaruh antara human capital ini terhadap corporate performance. Adapun penelitian ini menggunakan software metode SEM. Hasil yang didapat semua menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan selain dari pengaruh antara workgroup effectiveness terhadap corporate performance yang menghasilkan variance negative. Setelah dilakukan modifikasi syntax, maka didapatkan kesimpulan bahwa workgroup effectiveness memiliki pengaruh yang paling kuat jika dibandingkan dengan variabel lainnya dengan nilai muatan faktor standar sebesar 0,21 dan individual capability sebagai variabel dengan pengaruh yang paling lemah terhadap corporate performance ditunjukkan dengan nilai muatan faktor standar sebesar 0,10.
Pengaruh Dimensi Kualitas Layanan Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Intervening Dengan Metode Structural Equation Modelling (SEM) Fesa Rakafathia; Putiri B. Katili; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.627 KB)

Abstract

Pola hubungan yang terjadi antara kualitas layanan dan kepuasan adalah positif, dimana kenaikan kualitas layanan akan mampu mempengaruhi kenaikan kepuasan pelanggan menurut (Supranto, 1997) dalam Elbany (2009). Para peneliti berpendapat bahwa kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan menghasilkan loyalitas pelanggan menurut (Chang et al., 2009) dalam Siddiqi (2011). PT. X merupakan perusahaan pelayanan jasa yang menjual kebutuhan sembako, aneka roti dan kue, bahan-bahan kue, serta aneka plastik atau perlengkapan/peralatan kue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan di PT.X dan mengetahui pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan di PT.X. Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang berbelanja di PT.X dengan jumlah sampel 115. Untuk mengetahui kepuasan pelanggan PT.X digunakan pendekatan dimensi SERVQUAL (Reliability, Responsiveness, Assurance, Tangible dan Emphaty) dan menghasilkan loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode SEM (Structural Equation Modelling )yang diolah menggunakan perangkat lunak komputer LISREL 8.70. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa reliability terhadap kepuasan pelanggan memberikan pengaruh sebesar 0.07. Responsiveness terhadap kepuasan pelanggan memberikan pengaruh sebesar 0.95. Assurance tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan sebesar -0.01. Tangible tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan sebesar -0.21. Emphaty terhadap kepuasan pelanggan memberikan pengaruh sebesar 0.28. Dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan memberikan pengaruh sebesar 0.38.
Identifikasi Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dan Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja Berdasarkan OHSAS 18001 (Studi Kasus di PT. Vopak Terminal Merak) Siska Sastika Dewi; Yayan Harry Yadi; Wahyu Susihono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.189 KB)

Abstract

PT. Vopak Terminal Merak (PT. VTM) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penimbunan sementara dan pembongkaran bahan kimia cair langsung dari kapal tanker dan disimpan di tanki penimbunan sementara, yang kemudian akan dikirimkan kepemiliknya. Berdasarkan data kecelakaan dari divisi safety health and environment PT. Vopak Terminal Merak, terdapat 36 kejadian yang berhubungan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Kurangnya komitmen karyawan terhadap penggunaan alat pelindung diri dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Penggunaan APD merupakan salah satu cara untuk menghindari bahaya kerja yang akan mempengaruhi produktivitas kerja operator. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya dan juga mengetahui kategori resiko yang berhubungan keselamatan dan kesehatan kerja operator dan lingkungan, menganalisa penyebab terjadinya kecelakaan kerja, dan mengetahui pencegahan kecelakaan kerja yang mungkin terjadi pada PT. VTM. Penelitian ini menggunakan pendekatan HIRARC (Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control) untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisa tingkat resiko yang terjadi, dan juga mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan kerja dengan Fault Tree Analysis (FTA). Hasil dari penelitian adalah diketahui potensi bahaya yang teridentifikasi adalah operator jatuh kelaut, operator kehujanan, operator terkena bahan kimia, operator terpeleset, tali yang digunakan melenting, terjadi tumpahan atau ceceran bahan kimia cair, kesalahan posisi dalam mengangkat benda berat, operator terkilir, operator terkena angin laut, operator tertimpa peralatan, operator menghirup serat asbes, dan terjadinya emisi gas buang kendaraan. Adapun penyebab terjadinya kejadian di PT. VTM adalah adanya badai dan gelombang laut, kurang diperhatikannya SOP pada saat bekerja dan tidak adanya waktu pemeriksaan sebelum dilakukannya proses, dan adanya miss comunication pada saat bekerja.
Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Kinerja Pelayanan Penyediaan Listrik Oleh PT. XYZ Feri Budiman; Hadi Setiawan; Shanti Kirana Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.11 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa penyediaan listrik di kawasan industri Cilegon. Pengukuran kualitas pelayanan perlu dilakukan demi tercapainya kepuasan pelanggan terhadap kinerja jasa penyedia listrik yang dilakukan oleh PT XYZ. Beberapa permasalahan yang terjadi pada perusahaan dari hasil wawancara kepada pelanggan yaitu adanya keluhan pelanggan pada jasa layanan listrik dan karena pelanggan industri merupakan pelanggan terbesar, maka peneliti melakukan penelitian mengenai evaluasi kinerja jasa agar mengetahui tanggapan, keinginan dan harapan pelanggan terhadap pelayanan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai CSI (Customer Satisfaction Index) yaitu dengan menghitung nilai rata-rata persepsi dan dibandingkan dengan nilai rata- rata ekspektasi per dimensi, menentukan variabel yang harus menjadi prioritas perbaikan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan listrik di PT. XYZ dengan metode IPA (Importance Performance Analysis). Penelitian ini menggunakan pendekatan metode CSI (Customer Satisfaction Index) adalah indeks kepuasan pengguna yang diperlukan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen secara menyeluruh dengan memperhatikan tingkat kepentingan dari pelayanan. IPA (Importance Performance Analysis) kemudahan untuk diterapkan dan tampilan hasil analisa yang memudahkan usulan perbaikan kinerja. IPA mempunyai fungsi utama untuk menampilkan informasi berkaitan dengan faktor-faktor pelayanan yang menurut konsumen sangat mempengaruhi kepuasan dan loyalitas mereka, dan faktor-faktor pelayanan yang menurut konsumen perlu ditingkatkan karena kondisi saat ini belum memuaskan.. Hasil penelitian diperoleh bahwa bahwa tingkat kepuasan pelanggan pada pelayanan listrik secara keseluruhan adalah sebesar 73.09 %, bahwa responden sudah puas dan kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Index) perdimensi ialah pada dimensi keandalan (Reliability) dengan persentase 73.11%, dimensi jaminan (Assurance) dengan persentase 72.99%, dimensi penampilan fisik (Tangible) dengan persentase 72.89%, dimensi empati (Emphaty) dengan persentase 72.96%, dimensi daya tanggap (Responsiveness) dengan persentase 73.78%. Sedangkan variabel yang menjadi prioritas perbaikan pada penelitian kali ini dengan evaluasi dari hasil metode IPA (Importance Performance Analysis) terhadap kinerja jasa pengguna listrik berdasarkan persepsi pelanggan secara umum harus dilakukan perbaikan berdasarkan jumlah atribut yang berada pada kuadran I sebanyak 6 atribut dan kuadran III sebanyak 12 atribut yang harus dilakukan perbaikan.
Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang Produk Drum Oli Menggunakan Metode Dedicated Storage Di PT XYZ Tb. Muhamad Arif Aliudin; Muhammad Adha Ilhami; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2133.582 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan bergerak dalam distributor pelumas Permasalahan yang dihadapi oleh PT. XYZ adalah perusahaan tidak memiliki pengaturan mengenai tata letak produk. Saat ini untuk mengatur posisi penyimpanan dan penyusunan produk-produk tersebut, akibatnya pola penyimpanan dan penyusunan dilakukan secara acak bergantung pada posisi gudang yang kosong. Akibatnya jarak dan waktu angkut menjadi lebih lama (ada proses mencari). Metode dedicated storage ini merupakan metode tata letak penyimpanan produk berdasarkan banyaknya aktivitas keluar masuk produk di gudang dengan jarak tempuh terpendek terhadap I/O point (throughput). Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan luas area penyimpanan,menghitung total jarak material handling pada kondisi saat ini (existing), menghitung total jarak material handling pada kondisi usulan (penerapan dedicated dengan mengusulkan posisi produk drum oli secara berdiri dalam penempatan blok) menghitung penurunan total jarak material handling yang terjadi jika metode dedicated storage diterapkan. Oleh karena itu untuk dapat menjawab tujuan dari penelitian tersebut perlu dilakukan penerapan metode dedicated storage. Dengan adanya rancangan penyusunan penerapan dedicated storage ini diharapkan produk yang akan disimpan dapat menempati lokasi yang tetap untuk memudahkan operator dalam penyimpanan dan pengambilan produk, sehingga aliran produk menjadi lancar dan pemakaian area penyimpanan (space requirement) menjadi lebih optimal. Hasil tujuan yang diperoleh untuk luas area penyimpanan yang dibutuhkan sebesar 175,5m2, total jarak pergerakan material handling pada kondisi awal (existing) sebesar 877,3 m, memerlukan waktu sebesar 2371,08 s, total jarak jarak pergerakan material handling pada kondisi usulan sebesar 766,6 m, memerlukan waktu sebesar 2071,89 s, dan selisih jarak pergerakan material handling untuk gudang awal (existing) dengan gudang usulan 110,7 m, dengan persentase penurunan jarak 12,54%, sedangkan untuk selisih waktu pergerakan material handling untuk gudang awal (existing) dengan gudang usulan 299,19 s, dengan persentase penurunan waktu 12,62%.
Pengaruh Kualitas Poduk, Harga dan Minat Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Merk Blackberry Dengan Metode Structural Equation Modeling (Studi kasus di Global Teleshop) Prihatini Prihatini; Shanti Kirana Anggraeni; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.218 KB)

Abstract

Perkembangan dunia usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam pesaing di segala bidang, termasuk pesaing bisnis yang semakin ketat yang akhirnya mengakibatkan perubahan perilaku konsumen di dalam mengambil keputusan untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk. Mengingat perkembangan teknologi yang semakin dinamis, manusia dituntut dengan cepat dan tepat untuk bertindak agar tidak kalah dalam bersaing. Melihat kondisi tersebut menyebabkan pebisnis semakin dituntut untuk mempunyai strategi yang tepat dalam memenuhi target volume penjualan. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui dan mengkaji pengaruh kualitas produk, minat dan harga seperti apa yang dipertimbangkan konsumen dan memutuskan membeli Handphone BlackBerry. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui model pengaruh kualitas produk, harga dan minat terhadap keputusan pembelian, dan mengetahui pengaruh hubungan yang paling dominan. Objek penelitian dilakukan pada mahasiswa fakultas teknik UNTIRTA pengguna smartphone blackberry. Data yang digunakan berasal dari data kuesioner mahasiswa fakultas teknik UNTIRTA sejumlah 100 responden, yang kemudian data direkap dengan perangkat lunak SPSS 16.0 dan Lisrel 8.30 untuk mengolah data dengan metode Structural Equation Modeling (SEM). Sehingga berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa variabel Harga mempengaruhi secara langsung terhadap Minat dan Keputusan Pembelian sebesar 0.72 dan 0.02. Kualitas Produk mempengaruhi secara langsung terhadap Minat dan Keputusan Pembelian 0.20 dan -0.11.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Karyawan Dengan Metode Structural Equation Modeling (SEM) Nanik Nurhayati; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.589 KB)

Abstract

PT X Cilegon adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan pelabuhan, pelayanan yang diberikan PT X meliputi penyediaan jasa penundaan kapal, bongkar muat barang baik yang curah kering, cairan maupun break bulk, transshipment, alat berat, pergudangan, pengepakan, konsolidasi dan distribusi barang, jasa logistik, serta pelayanan jasa kawasan industri. Para pimpinan PT X Cilegon memiliki ciri-ciri gaya kepemimpinan transformasional yaitu tidak otoriter, mudah diajak komunikasi membahas masalah-masalah dalam pekerjaan. Permasalahan yang dihadapi PT X Cilegon akhir – akhir ini adalah kinerja karyawan menurun, ini dilihat dari target penyelesaian pekerjaan yang tidak tepat waktu. Jam masuk kerja para karyawan PT X adalah pukul 08.00 dan jam pulang kerjanya adalah pukul 17.00, namun karyawan yang hadir melebihi pukul 08.15 (batas toleransi) cukup tinggi. Dan menurut Ostroff (1996) dalam darwito (2008) menyatakan bahwa tinggi rendahnya kepuasan, dan kinerja tergantung baik tidaknya gaya dan sikap para atasan, jika gaya kepemimpinan atasan baik dalam melaksanakan tugas maka, karyawan akan memiliki kepuasan, dan kinerja yang baik pula, demikian juga sebaliknya. Sedangkan di PT X Cilegon masih terdapat masalah yaitu kinerja yang rendah padahal sikap atasan mereka baik, tidak otoriter dengan tidak membuat bawahan bekerja di bawah tekanan, dan mudah komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformaional terhadap kepuasan kerja karyawan serta untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT X Cilegon. Metode Structural Equation Modeling (SEM) merupakan salah satu metode yang bertujuan menguji dan menganalisis hubungan kausal antara variabel independen dan dependen, sekaligus memeriksa validitas dan reliabilitas instrumen penelitian secara keseluruhan. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan hasil yaitu Gaya kepemimpinan transformsional berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja sebesar 1, gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh negative terhadap kinerja karyawan sebesar -0,74 dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan sebesar 0,87.
Evaluasi dan Perbandingan Kebijakan Persediaan Probabilistik Menggunakan Model P di PT. X Dwi Desta Riyani; Evi Febianti; Muhammad Adha Ilhami
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.015 KB)

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dengan produk berupa kabel fiber optic digunakan untuk keperluan telekomunikasi. Dalam proses produksinya, perusahaan menerapkan sistem Job Order. Diterapkannya sistem produksi tersebut menyebabkan rencana produksi agak sulit untuk diprediksi karena permintaan yang tidak tetap (berfluktuasi) dan tidak pasti (probabilistik) yang akan menyebabkan timbulnya variansi yang merupakan sumber penyimpangan dari rencana yang telah dibuat. Saat ini, perusahaan menerapkan sistem persediaan periodic review di mana pembelian bahan baku fiber natural SMF biasanya dilakukan setiap 3 minggu sekali di mana jumlah pemesanannya tidak tetap yaitu berkisar antara 20.000–50.000 kilometer dalam satu kali pemesanan dengan leadtime tetap yaitu 2 minggu. Kebijakan seperti ini perlu mendapatkan evaluasi secara berkala dan terus–menerus mengingat pola permintaan yang selalu berubah. Karakteristik kebijakan persediaan model P yaitu pemesanan dilakukan menurut suatu selang interval waktu yang tetap dan ukuran lot pemesanan antara satu pemesanan dengan pemesanan lain berubah–ubah. Kriteria kinerja yang menjadi fungsi tujuan dari model P yaitu meminimasi ekspetasi ongkos total inventori. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan evaluasi menggunakan model P dengan back order untuk mendapatkan kebijakan yang optimal seperti waktu pemesanan, besar persediaan maksimum dan besarnya safety stock yang dapat menghasilkan ongkos total persediaan yang minimal. Dari hasil perhitungan model P didapatkan kebijakan yang optimal pada iterasi ke-12 yaitu waktu pemesanan dilakukan setiap 51 hari, persediaan maksimum perusahaan sebesar 175.237 kilometer per tahun dan safety stock sebesar 108.588 kilometer per tahun dengan nilai ongkos total persediaan sebesar $ 3.736.712 per tahun. Hasil kebijakan tersebut kemudian disimulasikan untuk nantinya dibandingkan antara usulan berdasarkan kebijakan hasil perhitungan model P dengan kebijakan kondisi awal perusahaan. Simulasi dilakukan untuk mengetahui ongkos total persediaan baik untuk kebijakan kondisi awal maupun usulan dan dilakukan sebanyak 10 replikasi. Berdasarkan perbandingan hasil simulasi, diperoleh bahwa ketentuan persediaan usulan yang dihitung dengan menggunakan model P merupakan ketentuan persediaan yang lebih baik, karena ongkos total persediaan yang dihasilkan lebih kecil daripada ongkos total persediaan awal.

Page 1 of 2 | Total Record : 15