Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2009)"
:
11 Documents
clear
MODEL DINAMIK RANTAI MAKANAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI LAGUNA TASILAHA MODEL DINAMIK RANTAI MAKANAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI LAGUNA TASILAHA MODEL DINAMIK RANTAI MAKANAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI LAGUNA TASILAHA
Noer, Abd. Hamid
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.898 KB)
Penelitian ini dilaksanakan pada kawasan hutan mangrove di Tasilaha Desa Tolongano, Kabupaten Donggala, Pengamatan dilakukan pada 2 musim yakni Musim Timur dan Musim Barat. Hasil kajian sebaran data pada diagram pencar, diperoleh gambaran bahwa pola gugur serasah mulai bulan ke-0 (bulan Mei awal Musim Timur) hingga bulan ke-11 (bulan April akhir Musim Barat) adalah menurun, meningkat, selanjutnya menurun lagi. Pola ini, Hasil estimasi gugur serasah trendnya mengikuti fungsi polinomial kubik dengan persamaan: S^ = b0 + b1t + b2t2 + b3t3. Pemodelan dinamik untuk peluluhan serasah didasarkan pada estimasi peluluhan secara eksponensial merujuk kepada Macjey dan Smail (1996). Estimasi dilakukan dengan melibatkan seluruh jenis serasah yang diukur peluluhannya hingga diperoleh satu laju peluluhan bagi serasah tanpa melihat jenisnya. Pemodelan dinamik untuk peluluhan serasah didasarkan pada estimasi peluluhan secara eksponensial merujuk kepada Macjey dan Smail (1996). Estimasi dilakukan dengan melibatkan seluruh jenis serasah yang diukur peluluhannya hingga diperoleh satu laju peluluhan bagi serasah tanpa melihat jenisnya. Selanjutnya dalam pemodelan dinamik melaui Powersim, fungsi polinomial kubik serasah terhadap waktu akan menjadi rate yang bersifat menambah jumlah serasah untuk setiap pertambahan waktu (setiap bulannya). Berdasarkan dua submodel dinamik gugur serasah dan peluluhan serasah dapat dibangun model dinamik yang menggambarkan tambahan serasah setiap waktunya dan pengurangan serasah karena proses peluluhan dari waktu ke waktu. Submodel gugur serasah Hasil simulasi model di atas antara bulan Mei sampai dengan bulan April yang membentuk siklus setiap tahunnya Bobot kering serasah awal (Mei) menurut hasil estimasi adalah sebesar 24,83 g/m2 yang meluluh setiap bulannya dengan laju peluluhan 0,92/bulan. Pada bulan-bulan berikutnya, untuk setiap bulannya, jumlah serasah ditambah dengan jumlah serasah gugur dalam bulan tersebut yang juga meluluh dengan laju peluluhan yang sama. Tampak dari simulasi model dinamik di atas, berat kering serasah tersedia tertinggi pada bulan Februari, sedangkan terendah pada bulan Mei, yang berbanding lurus dengan tinggi-rendahnya peluluhan serasah.
PEMERIKSAAN MUTU DAN UKURAN BAJA TULANGAN DI PASARAN KOTA PALU
Sirampun, Andarias R.
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.865 KB)
Baja tulangan adalah merupakan bahan yang sangat penting dalam konstruksi, terutama pada konstruksi beton bertulang tidak dapat dihindari mengingat baja tulangan merupakan salah satu faktor penentu dalam kuat atau tidaknya konstruksi. Tinjauan mutu dan ukuran baja tulangan dipasaran Kota Palu sangat perlu, karena mengingat banyaknya baja tulangan yang dipasarkan dengan kualitas dan ukuran yang beraneka ragam, maka perlu adanya pemeriksaan sampel yang diambil secara acak dari distributor/toko yang ada di Kota palu sehingga dari hasil pengujian ini dapat diketahui sejauh mana, mutu dan ukuran baja tulangan tersebut apakah sudah memenuhi standar yang ada atau tidak dari tiap-tiap ukuran. Dari hasil pemeriksaan Laboratorium bahwa mutu dan ukuran baja tulangan yang ada dipasaran Kota Palu dari berbagai macam ukuran dan kualitas terdapat dua jenis ukuran yaitu ukuran fulldan ukuran tidak full (nama pasaran â€Banciâ€), dalam hal ini yang sempat diteliti (diuji) adalah : ukuran ø 12 mm, ø 10 mm, ø 8 mm berhubung karena ukuran baja tulangan tersebut yang paling sering digunakan dan terbatasnya waktu penelitian. Dari kesimpulan hasil pengujian baja tulangan di Laboratorium di dapatkan : -         Ukuran ø 12 Banci = ukuran ø 10 full -         Ukuran ø 10 Banci = ukuran ø 8 full -         Ukuran ø 8 Banci = ukuran ø 6 full Serta hasil pengujian ukuran panjang , berat, dan mekanik yakni tarik (tegangan, regangan, kontraksi), kekerasan dan lengkung.
ANALISIS KEBIJAKAN DAN KELAYAKAN MUTU TENAGA PENDIDIK DALAM RANGKA MENINGKATKAN MUTU PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR DI PROVINSI SULAWESI TENGAH
Mahpudz, Asep;
Kade, Amiruddin;
Haerudin, Harudin
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.604 KB)
Salah satu kebijakan pembangunan pendidikan di Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan. Studi analisis kebijakan yang akan dilakukan ini merupakan upaya untuk mengkaji beberapa aspek implementasi arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional di Provinsi Sulawesi Tengah, terutama dalam aspek kelayakan mutu tenaga pendidik dan penyelenggaraan pendidikan dasar. Lingkup wilayah kegiatan ini adalah 7 (tujuh Kabupaten/Kota) di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah yakni : Kabupaten Morowali, Poso, Tojo Unauna, Tolitoli, Donggala, Buol dan Kota Palu. Metode pelaksanaan studi ini dilakukan menerapkan pendekatan penelitian kualitatif secara deskriptif dalam perspektif emik alamiah, dengan menggunakan teknik survei, studi dokumentasi dan wawancara. Diperoleh informasi bahwa kompetensi pendidik di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya sudah baik, dengan indeks diatas 3 pada beberapa komponen aspek kompetensi. Namun demikian, terdapat beberapa aspek yang masih membutuhkan penguatan dan dukungan dari pemangku kepentingan untuk senantiasa meningkatkan kompetensi, terutama pada aspek-aspek tertentu. Hal ini membawa konsekuensi dibutuhkannya pengembangan program dan dukungan secara sinergis pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah maupun di Kabupaten dan Kota dalam rangka mendukung peningkatan mutu pembangunan pendidikan dasar secara berkesinambungan.
ANALISIS PERHITUNGAN GEMPA STUKTUR BANGUNAN BAWAH JEMBATAN
Malissa, Zet
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.082 KB)
Negara Indonesia sangat berpotensi atau beresiko terhadap bahaya gempa namun sampai saat ini belum memiliki suatu standar yang baku, keseragaman serta regulasi dalam mendesain bangunan – bangunan Teknik Sipil baik struktur utama ataupun struktur penopang. Dalam tulisan ini akan dianalisis perhitungan gempa pada bangunan bawah jembatan seperti yang diberikan oleh Bridge Management System mengenai peraturan perencanaan teknik jembatan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum Indonesia yang bekerjasama dengan Australia serta beberapa catatan – catatan yang diambil dari beberapa literatur yang mengulas tentang metode perhitungan gempa pada bangunan bawah seperti abutmen, oprit, pondasi, tekanan air pada pilar jembatan kemudian dikaji implementasinya dilapangan apakah dapat diterapkan dan efektif. Dari hasil review ditemui terdapat kesulitan – kesulitan serta kurangnya pemahaman dari pengguna sehingga dilakukan penyederhanaan dalam proses perhitungannya.
PENDAPATAN NELAYAN YANG MENGGUNAKAN PERAHU MOTOR DAN PERAHU TANPA MOTOR DI DESA PARANGGI, KECAMATAN AMPIBABO, KABUPATEN PARIGI-MOUTONG
Serdiati, Novalina
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.797 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung rata-rata pendapatan nelayan tradisional di Desa Paranggi Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong, dan membandingkan antara pendapatan nelayan yang menggunakan perahu motor dan perahu tanpa motor. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan di Desa Paranggi Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong, dan semua anggota populasi dijadikan sampel sehingga metode yang digunakan adalah sensus. Data penelitian ini diperoleh dengan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nelayan yang menggunakan perahu motor adalah Rp. 11.833.619 per tahun, sedangkan nelayan yang menggunakan perahu tanpa motor sebesar Rp. 12.943.063 per tahun. Kedua nilai tersebut tidak berbeda secara statitistik. Rata-rata pendapatan nelayan tradisional di Desa paranggi, Kecamatan Ampibabo adalah Rp. 12.139.672 per tahun, atau sebesar Rp.1.011.639 per bulan. Nilai ini masih lebih besar Rp. 251.639 dibanding upah minimum regional tenaga kerja di Sulawesi Tengah sebesar Rp. 860.000.
PENGARUH NARKOBA TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI SULAWESI TENGAH
Syafii, Ahmad
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.138 KB)
The youth in the modern era was exceedly beyond the normal situation. There were many chindren under teens has already exposured with narcotic and psychotropic. Narcotic and psychotropic is the substance if intake by body it will effect particularly to the central nerve so if there were abuse it will couse the physical disturbance, physic and social function. There for the government issued the regulation of drug abuse namely UU No.5 year 1997 about Psychotropic and UU No.22 year 1997 about Narcotic. In the Central Sulawesi, the drug abuse has been used widely in the community particularly to the youth that curious to know and just want to try as the modern life style. Narcotic and psychotropic is the critical and complicated issue that can not be completed only by one part. Because the narcotic and psychotropic was not only the individual problem but also involved old part both in the government, non alignment organization and local community. The prevention of drug abusement is the effort conducted towards some influential factor both directly and indirectly to change the belief, manner and the behavior of youth towards the use of narcotic and psychotropic.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP (SURVIVAL RATE) IKAN MAS (Cyprinus carpio) YANG DIPELIHARA DALAM WADAH TERKONTROL DENGAN PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA
Widiastuti, Irawati Mei
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.512 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan padat penebaran yang menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup (Survival rate) ikan mas tertinggi yang dipelihara dalam wadah terkontrol. Hewan uji yang digunakan adalah ikan mas Majalaya yang mempunyai berat berkisar antara 6,22 – 6,92 gram. Wadah yang digunakan berupa jaring persegi dengan ukuran luas permukaan 1 m2 dengan kedalaman 1 m. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Hasil yang diperoleh menunjukkan padat penebaran berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan relatif ikan mas yang dipelihara dalam wadah terkontrol. Padat penebaran ikan mas 5 ekor/m2 menunjukkan pertumbuhan relatif tertinggi (343,4) dibandingkan dengan padat penebaran 10 ekor/m2 (246,03) dan 15 ekor/m2 (218,1). Kelangsungan hidup ikan mas selama penelitian rata-rata 97%. Kualitas air (suhu, O2, CO2, pH, amoniak) masih dalam kondisi yang layak untuk menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas. Â
STUDI POTENSI KAWASAN LORE TENGAH UNTUK PENGEMBANGAN SAPI POTONG
Rusdin, Rusdin;
Ismail, Moh.;
Mustaring, Mustaring;
Purwaningsih, Sri;
Andriana, Atik;
Dewi, Sri Utami
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.138 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tentang potensi padang penggembalaan alam, khususnya tentang kapasitas tampung (caryng capacity), komposisi botanis hijauan dan komposisi nutrient hijauan padang penggembalaan alam serta uji kecocokan lahan untuk pengembangan jenis hijauan makanan ternak dilaksanakan di Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso Sulawesi Tengah di laksanakan pada tanggal 15 April 2009 sampai dengan 10 Oktober 2009. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Menggunakan metode Deskriptif dan Eksploratif. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purporsive sampling. Keberadaan padang penggembalaan alam di Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso seluas ±1800 Ha  hanya didominasi oleh satu jenis rumput yaitu rumput Themeda digantae, berpotensi menunjang kegiatan peternakan sapi potong dalam hal ini untuk mendukung peningkatan populasi dan produktivitas ternak sapi potong, walaupun hingga kini belum ada upaya perbaikan mutu padang penggembalaan untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitasnya. Untuk itu perlu adanya sentuhan untuk perbaikan agronomis dan manajemen pemanfaatannya. Selain itu perlu adanya introduksi tanaman baru (rumput gajah, rumput raja, rumput benggala dll) dan legume (lamtoro, gamal, turi dll) yang lebih produktif, dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan sasaran, persisten, dan tahan tekanan (intensitas) penggembalaan. Hasil dari analisa tanah memberikan gambaran tentang manfaat tanah untuk pertumbuhan tanaman hijauan makanan ternak sesuai sifat-sifat fisiknya, kandungan bahan organik, dan komposisi kimianya. Sehingga direkomendasikan untuk penggunaan pupuk dan atau penanaman leguminosa untuk membantu menyuburkan tanah terutama untuk meningkatkan unsur Nitrogen tanah.
SISTEM HIDROPONIK DENGAN NUTRISI DAN MEDIA TANAM BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA
Mas'ud, Hidayati
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.569 KB)
Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil selada (Lactuca sativa L) pada nutrisi dan media tanam berbeda secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Birobuli Kecamatan Palu Selatan dengan ketinggian tempat ± 84 m dpl, suhu rata-rata 34,14oC dan kelembaban rata-rata 55,4%, yang dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2008. Data percobaan dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah perlakuan nutrisi yang terdiri dari tiga taraf yaitu Nutrisi AB Mix, Nutrisi Nederland dan Nutrisi Buatan Sendiri. Faktor kedua adalah perlakuan media tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu Pasir, Pasir dan Arang Sekam (1 : 1) serta Pasir dan Arang Sekam (3 : 1). Nutrisi buatan sendiri dan media tanam pasir memberikan hasil terbaik bagi pertumbuhan dan hasil selada sehingga diperoleh berat segar tajuk tanaman selada 152,18 gram per pohon.
KAJIAN TEKNOLOGI PRODUKSI ASAP CAIR DARI SABUT KELAPA
Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.066 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model peralatan destilator-pirolisis dan waktu pembakaran sabut kelapa yang menghasilkan asap cair dengan rendemen tinggi, serta mendapatkan keterangan tentang kandungan kimia asap cair yang dihasilkan dari berbagai model peralatan destilator-pirolisis. Pencapaian tujuan dilakukan dengan menerapkan lima model peralatan destilator-pirolisis dan empat tingkatan waktu pembakaran, serta melakukan analisis kadar fenol secara spektrofotometri, kadar karbonil secara spektrofotometri, kadar asam asetat secara titrasi dan keasaman asap cair menggunakan pH meter. Hasil yang diperoleh menunjukkan model peralatan destilator-pirolisis dan waktu pembakaran berpengaruh terhadap rendemen asap cair yang dihasilkan. Penggunaan model E dan waktu pembakaran 2,5 jam menghasilkan asap cair dengan rendemen tertinggi, yakni 6,03 %. Model peralatan destilator-pirolisis tidak berpengaruh terhadap kadar fenol, karbonil, asam asetat dan keasaman asap cair yang dihasilkan. Asap cair sabut kelapa mengandung fenol 3,03 %, karbonil 10,26 % dan asam asetat 9,22 % , serta memiliki keasaman (pH) sebesar 3,16..