cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
MEDIA LITBANG SULTENG
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
KAJIAN PERSEPSI HARAPAN SEKTOR INFORMAL TERHADAP KEBIJAKAN PEMBERDAYAANUSAHA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TOJO UNAUNA Muzakir, Muzakir
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.275 KB)

Abstract

Pemberdayaan sektor informal merupakan bagian dari pemberdayaan perekonomian rakyat guna pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Untuk memperbaiki pola pemberdayaan sektor Informal di Kabupaten Tojo Unauna, maka dipandang perlu untuk melihat persepsi harapan para pelaku sektor informal terhadap kebijakan pembedayaanusaha pemerintah daerah kabupaten Tojo Unauna dilihat dari berbagai aspek. Dalam pelaksanaan penelitian ini tipe penelitian yang digunakan bentuk penelitian deskriptif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah dipusatkan pada pelaku usaha sektor informal di Kabupaten Tojo Unauna. Data primer dihimpun melalui observasi dan wawancara langsung dengan responden pemilikusaha  (responden) dalam katagori sektor informal dengan jumlah sampel 50 responden. Sementara data sekunder dihimpun dari instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah Analysis frekwensi & crostabulasi atas persepsi harapan para pelaku sektor informal terhadap kebijakan pembedayaanusaha Hasil menelitian menemukan bahwa pola pemberdayaan dengan pemberian pelatihan dalam meningkatkan pendapatan, bantuan modal usaha, cara-cara pengelolaan usaha dan pendampingan usaha sangat diharapkan dari pemerintah. Faktor-faktor meningkatkan pendapatan, bantuan modal usaha, cara-cara pengelolaan usaha dan pendampingan usaha secara simultan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penerimaan PAD dari sisi retribusi daerah. Hal ini berarti bahwa pemberdayaan sektor informal, khususnya pedagang sektor informal berperan positif dalam meningkatkan perolehan/peneriman pendapatan pemerintah untuk membiayai pembangunan kota.  
ANALISIS PENGARUH KONVERSI HUTAN TERHADAP LARIAN PERMUKAAN DAN DEBIT SUNGAI BULILI, KABUPATEN SIGI Lipu, Sance
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.53 KB)

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan lahan untuk bidang pertanian dan perkebunan semakin mendesak seiring bertambahnya penduduk suatu wilayah dan juga akibat migrasi dari wilayah lain. Konsekuensinya adalah perambahan dan konversi hutan yang tidak dapat dielakkan, termasuk di daerah studi. Konversi hutan berakibat langsung dan tidak langsung pada perilaku hidrologis suatu kawasan atau Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti menurunnya kemampuan air hujan terinfiltrasi ke dalam tanah akibat pemadatan tanah secara sistemik yang secara simultan meningkatkan larian permukaan (surface runoff) dan meningkatkan risiko banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendapatkan besaran dan rasio limpasan langsung dan debit aliran sungai saat banjir dan saat air normal dengan membandingkan sub-DAS yang masih tertutup hutan asli dengan sub-DAS yang sudah beralih fungsi menjadi lahan terbuka dan pertanian/perkebunan. Dari hasil analisis dan simulasi data dapat disimpulkan bahwa konversi hutan berakibat pada meningkatnya volume larian permukaan dan debit aliran di Sungai Bulili sebesar 219.8 mm; dengan membandingkan total limpasan pada tahun 2002 dan 2004 pada bendung 2 (sub-DAS terkonversi) dan bendung 3 (sub-DAS hutan asli), walaupun curah hujan tercatat lebih kecil pada tahun 2002 dibandingkan dengan tahun 2004. Disamping itu, analisis terhadap beberapa kejadian banjir di daerah studi menunjukkan pola hidrograf dengan kenaikan debit yang tajam dan besar (koefisien kepencengan rerata 6.0) dengan waktu tiba banjir menjadi lebih pendek di sub-DAS terkonversi dengan waktu tiba banjir berkisar 25 – 30 menit pada bendung 1 dan berkisar 40 – 55 menit pada bendung 2. Rasio debit antara bendung 2 dan bendung 1 pada tahun 2002 adalah 2.33 meningkat menjadi 4.57 pada tahun 2004 dengan rasio banjir maksimum tercatat tahun 2002 sebesar 1.41 dam meningkat tahun 2004 sebesar 3.13.
MIGRASI WANITA DAN KETAHANAN EKONOMI KELUARGA Vadlun YL, Fadlia
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.397 KB)

Abstract

Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui migrasi wanita dan ketahanan ekonomi keluarga dan faktor-faktor apa yang mendorong wanita bermigrasi untuk ketahanan ekonomi keluarga. Obyek daripada penelitian ini adalah wanita yang bermigrasi keluar negeri (TKW). Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan yaitu Palu Barat dan Palu Utara. Alasan yang dilakukan di dua Kecamatan ini rata-rata ada Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang sudah berumah tangga sementara suaminya bekerja serabutan. Ada yang lajang, dan ada yang sudah bercerai (janda). Penelitian ini dilakukan secara survey, Pengambilan Populasi seluruh wanita yang melakukan TKW, sampel diambil secara purposive. Teknik pengambilan data dengan wawancara pendahuluan, wawancara mendalam, observasi dan quisioner. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan etik dan emik. Hasil daripada penelitian adalah wanita bermigrasi mempunyai persepsi sebagai berikut : (1) memberikan harapan untuk mendapatkan pekerjaan dengan upah yang tinggi, (2) negara tujuan adalah negara (Arab), sehingga tidak susah memperoleh uang. (3) merupakan jalan yang terbaik untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. (4) selain mendapat upah juga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman. (5) ladang bagi tenaga kerja untuk mendapat penghasilan yang dapat mendukung ekonomi keluarga. Faktor pendorong adalah karena (1) kebutuhan yang sangat mendesak, (2) ingin memperbaiki rumah atau membangun rumah, (2) untuk kebutuhan pendidikan anak-anak, (4) ingin memberangkatkan orang tua naik haji, (3) karena alasan suami tidak punya pekerjaan, tidak memberi nafkah, suami kawin lagi, anak-anak tidak tahand engan ibu tiri. Faktor penarik bermigrasi di negara Arab : (1) Negara tujuan kaya, mudah memberikan gaji yang tinggi, (2) banyak lapangan kerja yang tersedia, (3) memberikan kesempatan naik haji (Umroh), (4) negara Islam. Kesimpulan : Dampak wanita bermigran adanya perubahan sosial di pedesaan, adanya tambahan kepemilikan usaha tani, adanya pengembangan usaha. Saran-saran : Perlu perlindungan migran agar terhindar dari kekerasan, serta adanya jaminan keamanan saat kembali ketahan air, (2) untuk pihak terkait para migran diberikan pembekalan yang maksimal supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN PLANKTON DI PERAIRAN LAGUNA DESA TOLONGANO KECAMATAN BANAWA SELATAN Madinawati, Madinawati
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.939 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman plankton yang ada di Perairan Laguna, Desa Tolongano, Kecamatan Banawa Selatan.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2009.  Pengambilan sampel plankton bertempat di Perairan Laguna, Desa Tolongano, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala. Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Metode penelitian yang digunakan adalah purpossive sampling method (penempatan titik sampel dengan sengaja).  Stasiun pengambilan sampel terdiri atas 5 stasiun, dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada pukul 07.00, 12.00, dan   17.00 WITA. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa  kelimpahan  fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae berkisar antara 8.925 – 16.135 ind/l dan kelimpahan zooplankton dari kelas Crustacea berkisar antara 35 – 70 ind/l, indeks keanekaragaman fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae berkisar antara 2,010 – 2,504  dan indeks keanekaragaman zooplankton dari kelas Crustacea berkisar antara 0 – 0,6931, indeks  dominansi  dari kelas  Bacillariophyceae  berkisar  antara 1,1995 – 1,2326 menunjukkan ada jenis plankton yang mendominasi, yaitu Nitzchia sp.
KARAKTERISASI MORFOLOGI VARIETAS JAGUNG KETAN DI KECAMATAN AMPANA TETE KABUPATEN TOJO UNA-UNA Maemunah, Maemunah; Yusran, Yusran
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.293 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk menginventarisasi dan mengkarakterisasi kultivar  “Jagung Ketan” serta mengidentifikasi keragaman karakter dari hasil pengelompokkan (cluster)  kultivar Jagung Ketan yang terdapat di Desa Pusungi, Uebone, dan Kajulangko Kecamatan Ampana Tete Kabupaten Tojo Una-una dilaksanakan bulan Januari-Maret 2010. Penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi dimana lokasi penelitian ditentukan berdasarkan informasi yang diperoleh Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tojo Una-una. Pengamatan dilakukan berdasarkan karakter morfologi tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, lebar daun, umur bebunga, lebar daun, panjang tongkol, lilit tongkol tanpa biji, lilit tongkol dengan biji, panjang tangkai tongkol, jumlah biji per tongkol, jumlah baris biji per tongkol, jumlah biji per baris, panjang baris biji per tongkol, bobot biji per tongkol, bobot biji dan tongkol, bobot tongkol, bobot 100 biji, dan warna biji.  Analisis dilanjutkan dengan menggunakan analisis cluster program software SYSTAT 8.0. Hasil penelitian menunjukkan karakter morfologi yang diamati  berdasarkan analisis cluster yang digambarkan dengan dendrogram kecamatan terlihat antar desa menghasilkan tiga kelompok kultivar yang memiliki hubungan kekerabatan, masing-masing diwakili oleh sampel UB01 dari desa Uebone, KJ02 dan KJ04 dari desa Kajulangko yang merupakan kultivar terpilih di Kecamatan Ampana Tete.
JERAPAN P PADA ANDISOL YANG BERKEMBANG DARI TUFF VULKAN BEBERAPA GUNUNG API DI JAWA TENGAH DENGAN PEMBERIAN ASAM HUMAT DAN ASAM SILIKAT Sukmawati, St.
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.947 KB)

Abstract

Andisol merupakan tanah yang memiliki kemampuan menyerap fosfat  yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan tanah ini kaya akan bahan mineral amorf  khususnya alofan yang sangat reaktif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan asam humat dan asam slikat dalam menekan jerapan P pada mineral amorf (alofan) yang berasal dari 4 Gunung Api di Jawa Tengah. Sampel tanah diambil dari horison B/C dari Andisol Gunung Slamet, Dieng, Merbabu dan Lawu, dengan mempertimbangkan faktor umur bahan induk (tua dan muda) dan posisi lereng (atas, tengah dan bawah). Komponen mineral amorf yang digunakan merupakan fraksi lempung yang diperoleh dengan metode pemipetan (Hukum Stok). Percobaan jerapan P dilakukan dengan menggunakan  seri larutan Na(H2PO4) dengan kadar 0, 10, 20, 30, 40 dan 50 mM. Sistem larutan diatur pada pH 4 dan pH 6. Kadar asam humat dan asam silikat yang digunakan masing-masing 100 mg/L. Persamaan isoterm jerapan Langmuir dan Freundlich digunakan untuk mendeskripsikan pola jerapan P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jerapan P sangat tinggi yaitu >98%, meningkat dengan meningkatnya kadar pemberian P dengan pola jerapan yang dapat digambarkan secara baik dengan persamaan isoterm Freundlich.  Pemberian asam humat dan asam silikat terbukti dapat menurunkan jerapan P dimana terlihat bahwa pemberian asam silikat lebih kuat dalam menurunkan jerapan P dibandingkan asam humat, baik pada pH 4 maupun pH 6.
RESPON KAMBING KACANG JANTAN TERHADAP WAKTU PEMBERIAN PAKAN Rudiah, Rudiah
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.064 KB)

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon kambing kacang jantan terhadap waktu pemberian pakan, telah dilaksanakan di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Propinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung dari tanggal 19 Mei 2005 sampai dengan tanggal 11 Agustus 2005.   Penelitian ini menggunakan 15 ekor kambing kacang jantan dengan kisaran umur 10-12 bulan dengan bobot badan antara 9 sampai dengan  18 kg.   Ternak tersebut ditempatkan dalam kandang individual berlantai papan berbentuk panggung yang disekat sebanyak 15 petak, dengan ukuran setiap petak adalah 75 x 75 cm dan tinggi 75 cm.   Masing-masing kandang dilengkapi dengan bak makan terbuat dari papan dan sebuah baskom untuk tempat  air minum.   Penelitian ini menggunakan 15 ekor kambing kacang jantan dengan kisaran umur 10 – 12 bulan dengan bobot badan antara 9 sampai dengan 18 kg.   Ternak tersebut ditempatkan dalam kandang individual berlantai papan berbentuk panggung yang disekat sebanyak 15 petak, dengan ukuran setiap petak adalah 75 x 75 cm dan tinggi 75 cm.   Masing-masing kandang dilengkapi dengan bak makan terbuat dari papan dan sebuah baskom untuk tempat air minum.   Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 kelompok sebagai ulangan.   Adapun perlakuan yang dicobakan terdiri atas lima level waktu pemberian pakan, yaitu WM1 = Pemberian pakan pada jam 08.00 Wita, WM2 = Pemberian pakan pada jam 09.30 Wita, WM3 = Pemberian pakan pada jam 11.00 Wita, WM4 = Pemberian pakan  pada  jam  12.30  Wita   dan   WP5 = Pemberian pakan pada jam 14.00 Wita. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan dan efisiensi penggunaan pakan, tetapi tidak berpengaruh nyata  (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering ransum, TDN, protein, Ca, P, serat kasar   ternak kambing jantan.
ASPEK FISIOLOGI RUMPUT GAJAH TERHADAP INTERVAL DAN TINGGI PEMANGKASAN SERTA PEMBERIAN AIR YANG BERBEDA Adrianton, Adrianton
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.672 KB)

Abstract

The research was aimed at identifying  physiology aspects of elephant grass to the cutting interval and height and different water giving. The research was carried out at experimental garden BPTP Gowa, Pa Bentengan Village Bajeng Sub-district Gowa Regency, South Sulawesi Province, carried out from May until September 2007. The research method was arranged based on split-plot-design in group random design consisting of three repetitions. The treatment arrangement was as follow: main plot S was with and without watering. Sub-plot was the cutting height (T) consisting of three levels, I,e. 10 cm cutting height from the ground surface, 20 cm cutting height from the ground surface, and 30 cm cutting height from the ground surface. The sub plots were the cutting interval consisting of three levels, i.e a-4-week cutting interval, a-6-week cutting interval, and an-8-week cutting interval. The research result showed than an-8-week cutting interval and 20 cm cutting height gave the highest mean at: photosynthesis speed, internal CO2 level, number of saplings, wet and dry weight of plants and small stomata conduct. Water giving gave the highest mean at: photosynthesis speed, internal CO2, number  of saplings, wet and dry weight of plants, while without water giving gave the highest mean at stomata conduct and transpiration speed.
MENUJU KEBIJAKAN PENGELOLAAN TELUK PALU YANG HARMONIS Ansar, Ansar
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.006 KB)

Abstract

Tulisan ini mencoba menggagas kebijakan pengelolaan teluk palu yang harmonis, di tengah tingginya potensi sumber daya alam di teluk Palu tentu saja banyak pihak kepentingan yang akan mengambil keuntungan di dalamnya. Nelayan tradisional yang secara turun temurun mengadu dan menyandarkan kehidupannya di teluk Palu, pengusaha, dan pemerintah adalah tiga aktor penting dalam pemanfaatan dan pengelolaan teluk Palu. Namun pada kenyataannya terjadi GAB antara harapan dalam pengelolaan dan kenyataan sesungguhnya di teluk Palu. Kerusakan ekologi dan daya dukung teluk palu akibat eksploitasi yang berlebihan, sampah dan limbah yang tidak terkontrol, berbanding lurus dengan merosotnya daya dukung dan penghasilan nelayan tradisional teluk Palu. Dalam pembangunan yang harmonis tentunya tidaklah mempertentangkan 3 aktor utama dalam pemanfaatan teluk Palu, tetapi bagaimana mensinergikan ke tiga aktor tersebut kedalam kue pembangunan yang merata demi terwujutnya cita-cita pengelolaan teluk Palu yang harmonis.
KAJIAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii SKALA RUMAH TANGGA Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.401 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan paket teknologi pengolahan karaginan yang dapat diterapkan di daerah pedesaan melalui penggunaan air sebagai pengekstrak karaginan dan penggunaan pupuk KCl (kalium klorida) sebagai pemisah karaginan dalam ekstrak.  Pencapaian tujuan telah dilakukan penelitian melalui menerapkan perlakuan pengaruh konsentrasi kalium klorida, pengaruh rasio air/rumput laut dan pengaruh waktu reaksi terhadap mutu (khusus penggunaan kalium klorida) dan rendemen karaginan.  Hasil yang diperoleh memberikan keterangan rendemen karaginan dipengaruhi oleh konsentrasi kalium klorida dengan rendemen tertinggi ( 30,18 %) terdapat pada penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,4 molar, dan rendemen terendah (21,73  %) terdapat pada penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,1 molar. Rendemen karaginan pada penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,4 molar tidak berbeda dengan penggunaan konsentrasi kalium klorida 0,3 molar. Mutu karaginan ( kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, kadar sulfat, viskositas dan kekuatan gel)  yang dihasilkan memenuhi standar FAO dan tidak dipengaruhi oleh konsentrasi kalium klorida. Rendemen karaginan dipengaruhi oleh rasio air/rumput laut dengan rendemen tertinggi (33,01 %) terdapat pada penggunaan rasio air/rumput laut 55 : 1, dan rendemen terendah (27,98 %) ditemukan pada penggunaan rasio air/rumput laut 35 : 1 atas dasar v/b. Rendemen karaginan pada rasio air/rumput laut 55 : 1 tidak berbeda dengan rasio 50 : 1 dan rasio 45 : 1 atas dasar v/b. Rendemen karaginan dipengaruhi oleh waktu ekstraksi dengan rendemen tertinggi (33,53 %) ditemukan pada penggunaan waktu ekstraksi 3 jam, dan rendemen terendah 26,17 %) terdapat pada penggunaan waktu ekstraksi 1 jam. Rendemen karaginan pada waktu ekstraksi 3 jam tidak berbeda dengan waktu reaksi 2 dan 2,5 jam.