cover
Contact Name
Muchtaridi
Contact Email
ijpsteditor@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijpsteditor@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology
ISSN : 23561971     EISSN : 2406856X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia (IJPST) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Sains dan Teknologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam Sains dan Teknologi Farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016)" : 10 Documents clear
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etilasetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Kursia, Sukriani; Lebang, Julianri Sari; Nursamsiar, Nursamsiar
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.187 KB)

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Ekstrak etil asetat daun sirih hijau mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun sirih hijau terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Sirih hijau diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dan diuji aktivitas penghambatannya terhadap  bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat ekstrak pada konsentrasi 3% dan 5%, yaitu 9,8 dan 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antibakteri dalam kategori sedang-kuat.Kata kunci  : Daun sirih hijau, Piper betle L difusi agar, Staphylococcus epidermidis, etil asetat
Optimasi Kondisi Pemisahan Glibenklamid Kombinasi Metformin dengan KCKT-SPE MIP Akrilamid Hasanah, Aliya Nur
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.564 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v3i2.8527

Abstract

Telah dilakukan dan divalidasi metode analisis glibenklamid dalam plasma menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi fase terbalik dengan pretreatment menggunakan SPE C-18 dan SPE-MIP monomer akrilamid. 1 mL metanol dan 1 mL akuabides digunakan sebagai conditioning agent, 1 mL metanol 5% dalam akuabides digunakan sebagai washing agent, dan 1 mL asetonitril digunakan sebagai eluting agent. Hasil ekstraksi dianalisis menggunakan kolom C18 (Shimadzu) 150 x 4,6 mm, ukuran partkel 5 µm, fase gerak 55:45  v/v asetonitril dan triflouro acid 0,1% dengan kecepatan alir 1 mL/menit, deteksi dilakukan pada 227 nm dengan standar internal gliklazid. Metode analisis divalidasi berdasarkan parameter linieritas, presisi, akurasi, selektivitas/spesifisitas, Limit of Detection (LOD), Limit of Quantification (LOQ) dan kesesuaian sistem. Dapat disimpulkan bahwa metode analisis yang digunakan memiliki validitas sesuai dengan yang dipersyaratkan dan SPE-MIP monomer akrilamid memberikan hasil ekstrasi yang lebih optimal dibandingkan dengan SPE C-18.
Formulasi Sampo Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis var. assamica) Suryati, Lia; Saptarini, Nyi Mekar
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.665 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v3i2.8680

Abstract

Sampo digunakan untuk menghilangkan partikel yang tidak diinginkan, seperti minyak dan ketombe. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai sampo adalah teh hijau (Camellia sinensis var. assamica). Penelitian ini bertujuan membuat sampo ekstrak daun teh hijau yang stabil dan aman. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi, penapisan fitokimia, formulasi sampo, uji stabilitas fisik meliputi organoleptik, pH, bobot jenis, viskositas, dan uji iritasi. Sampo diformulasikan dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% ekstrak daun teh hijau dengan dan tanpa PEG-400. Ekstraksi menghasilkan rendemen sebesar 35%. Penapisan fitokimia menunjukkan simplisia dan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Sampo ekstrak daun teh hijau berwarna coklat muda yang homogen dengan rentang pH 5,2-7,0, bobot jenis sebesar 0,93-1,10 g/mL, viskositas 1230-3910 cps, tetapi menyebabkan mata merah pada kelinci.
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Benalu Mangga (Dendrophthoe petandra) Terhadap Mencit Swiss Webster Nurfaat, Diantika Luhuri
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.262 KB)

Abstract

Benalu mangga (Dendrophthoe petandra L. Miq.) merupakan obat tradisional yang dapat berkembang menjadi obat herbal terstandar. Pembuktian secara ilmiah mengenai keamanannya penting untuk diketahui, salah satu caranya melalui uji toksisitas akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai toksisitas akut (LD50), tingkat keamanan ekstrak etanol herba benalu mangga, dan gejala klinis yang ditimbulkannya. Mencit dibagi dalam kelompok kontrol dan kelompok uji dengan lima variasi dosis (4, 8, 16, 32, 64 g/kg berat badan mencit) diberikan secara per oral. Hasil penelitian menggunakan metode analisis probit pada mencit jantan dan betina menunjukkan tingkat keamanan ekstrak etanol herba benalu mangga tidak toksik berdasarkan klasifikasi toksisitas Harmita dan Radji, yakni berada pada rentang dosis > 15 g/kg berat badan tikus. LD50 mencit jantan sebesar 34,28 g/kg berat badan atau setara dengan dosis 23,99 g/kg berat badan tikus, sedangkan pada mencit betina sebesar 22,41 g/kg berat badan atau setara dengan dosis 15,69 g/kg berat badan tikus. Hasil skrining farmakologi menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba benalu mangga menimbulkan pengaruh pada sistem saraf pusat yaitu menurunkan efek retablismen dan gelantung pada mencit jantan, serta memberikan efek katalepsi pada mencit betina.Kata kunci: Ekstrak etanol Dendrophthoe pentandra L. Miq., toksisitas akut, nilai LD50
Penentuan Kadar Minyak Atsiri Kulit Jeruk Sunkist (Citrus sinensis L. Osbeck) sebagai Alternatif Peluruh Sterofoam Alami Fitrianti, Annisa Eka; Dheafithraza, Yockie; Handayani, Nadhira; Afifah, Nadiya N; Mariyam, Siti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.522 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v3i2.8874

Abstract

Sterofoam banyak digunakan di segala bidang namun sifatnya yang sulit untuk diurai menjadikannya sebagai salah satu limbah abadi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kandungan limonene dari kulit jeruk sunkist (Citrus sinensis L. Osbeck) terbukti mampu meluruhkan sterofoam dengan hasil yang cukup banyak, namun belum ditetapkan kadar yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar minyak atsiri kulit jeruk sunkist terkecil yang masih efektif untuk meluruhkan sterofoam. Minyak atsiri diisolasi dengan metode distilasi dan dekantasi, kemudian dilakukan penentuan kadar. Hasil pengamatan menunjukkan setiap 300 gram kulit jeruk sunkist menghasilkan destilat rata-rata sebanyak 5 mL (1,67% (v/b)). Kadar minyak atsiri kulit jeruk sunkist yang efektif untuk meluruhkan sterofoam adalah 25% dengan perbandingan minyak atsiri kulit jeruk sunkist : etanol : air adalah 1 : 1 : 2. Massa sterofoam maksimum yang dapat diluruhkan oleh 1 mL minyak atsiri tersebut berbeda-beda tergantung pada jenis sterofoam yang digunakan. Sterofoam yang paling banyak diluruhkan oleh kulit jeruk sunkist 25% adalah sterofoam papan pengumuman yaitu sebanyak 200 mg/mL. Minyak atsiri kulit jeruk sunkist dapat digunakan sebagai peluruh sterofoam alami.
Optimasi Kondisi Pemisahan Glibenklamid Kombinasi Metformin dengan KCKT-SPE MIP Akrilamid Aliya Nur Hasanah
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.564 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v3i2.8527

Abstract

Telah dilakukan dan divalidasi metode analisis glibenklamid dalam plasma menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi fase terbalik dengan pretreatment menggunakan SPE C-18 dan SPE-MIP monomer akrilamid. 1 mL metanol dan 1 mL akuabides digunakan sebagai conditioning agent, 1 mL metanol 5% dalam akuabides digunakan sebagai washing agent, dan 1 mL asetonitril digunakan sebagai eluting agent. Hasil ekstraksi dianalisis menggunakan kolom C18 (Shimadzu) 150 x 4,6 mm, ukuran partkel 5 µm, fase gerak 55:45  v/v asetonitril dan triflouro acid 0,1% dengan kecepatan alir 1 mL/menit, deteksi dilakukan pada 227 nm dengan standar internal gliklazid. Metode analisis divalidasi berdasarkan parameter linieritas, presisi, akurasi, selektivitas/spesifisitas, Limit of Detection (LOD), Limit of Quantification (LOQ) dan kesesuaian sistem. Dapat disimpulkan bahwa metode analisis yang digunakan memiliki validitas sesuai dengan yang dipersyaratkan dan SPE-MIP monomer akrilamid memberikan hasil ekstrasi yang lebih optimal dibandingkan dengan SPE C-18.
Formulasi Sampo Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis var. assamica) Lia Suryati; Nyi Mekar Saptarini
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.665 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v3i2.8680

Abstract

Sampo digunakan untuk menghilangkan partikel yang tidak diinginkan, seperti minyak dan ketombe. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai sampo adalah teh hijau (Camellia sinensis var. assamica). Penelitian ini bertujuan membuat sampo ekstrak daun teh hijau yang stabil dan aman. Tahapan penelitian meliputi ekstraksi, penapisan fitokimia, formulasi sampo, uji stabilitas fisik meliputi organoleptik, pH, bobot jenis, viskositas, dan uji iritasi. Sampo diformulasikan dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% ekstrak daun teh hijau dengan dan tanpa PEG-400. Ekstraksi menghasilkan rendemen sebesar 35%. Penapisan fitokimia menunjukkan simplisia dan ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Sampo ekstrak daun teh hijau berwarna coklat muda yang homogen dengan rentang pH 5,2-7,0, bobot jenis sebesar 0,93-1,10 g/mL, viskositas 1230-3910 cps, tetapi menyebabkan mata merah pada kelinci.
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Benalu Mangga (Dendrophthoe petandra) Terhadap Mencit Swiss Webster Diantika Luhuri Nurfaat
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.262 KB)

Abstract

Benalu mangga (Dendrophthoe petandra L. Miq.) merupakan obat tradisional yang dapat berkembang menjadi obat herbal terstandar. Pembuktian secara ilmiah mengenai keamanannya penting untuk diketahui, salah satu caranya melalui uji toksisitas akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai toksisitas akut (LD50), tingkat keamanan ekstrak etanol herba benalu mangga, dan gejala klinis yang ditimbulkannya. Mencit dibagi dalam kelompok kontrol dan kelompok uji dengan lima variasi dosis (4, 8, 16, 32, 64 g/kg berat badan mencit) diberikan secara per oral. Hasil penelitian menggunakan metode analisis probit pada mencit jantan dan betina menunjukkan tingkat keamanan ekstrak etanol herba benalu mangga tidak toksik berdasarkan klasifikasi toksisitas Harmita dan Radji, yakni berada pada rentang dosis > 15 g/kg berat badan tikus. LD50 mencit jantan sebesar 34,28 g/kg berat badan atau setara dengan dosis 23,99 g/kg berat badan tikus, sedangkan pada mencit betina sebesar 22,41 g/kg berat badan atau setara dengan dosis 15,69 g/kg berat badan tikus. Hasil skrining farmakologi menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba benalu mangga menimbulkan pengaruh pada sistem saraf pusat yaitu menurunkan efek retablismen dan gelantung pada mencit jantan, serta memberikan efek katalepsi pada mencit betina.Kata kunci: Ekstrak etanol Dendrophthoe pentandra L. Miq., toksisitas akut, nilai LD50
Penentuan Kadar Minyak Atsiri Kulit Jeruk Sunkist (Citrus sinensis L. Osbeck) sebagai Alternatif Peluruh Sterofoam Alami Annisa Eka Fitrianti; Yockie Dheafithraza; Nadhira Handayani; Nadiya N Afifah; Siti Mariyam
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.522 KB) | DOI: 10.24198/ijpst.v3i2.8874

Abstract

Sterofoam banyak digunakan di segala bidang namun sifatnya yang sulit untuk diurai menjadikannya sebagai salah satu limbah abadi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kandungan limonene dari kulit jeruk sunkist (Citrus sinensis L. Osbeck) terbukti mampu meluruhkan sterofoam dengan hasil yang cukup banyak, namun belum ditetapkan kadar yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar minyak atsiri kulit jeruk sunkist terkecil yang masih efektif untuk meluruhkan sterofoam. Minyak atsiri diisolasi dengan metode distilasi dan dekantasi, kemudian dilakukan penentuan kadar. Hasil pengamatan menunjukkan setiap 300 gram kulit jeruk sunkist menghasilkan destilat rata-rata sebanyak 5 mL (1,67% (v/b)). Kadar minyak atsiri kulit jeruk sunkist yang efektif untuk meluruhkan sterofoam adalah 25% dengan perbandingan minyak atsiri kulit jeruk sunkist : etanol : air adalah 1 : 1 : 2. Massa sterofoam maksimum yang dapat diluruhkan oleh 1 mL minyak atsiri tersebut berbeda-beda tergantung pada jenis sterofoam yang digunakan. Sterofoam yang paling banyak diluruhkan oleh kulit jeruk sunkist 25% adalah sterofoam papan pengumuman yaitu sebanyak 200 mg/mL. Minyak atsiri kulit jeruk sunkist dapat digunakan sebagai peluruh sterofoam alami.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etilasetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Sukriani Kursia; Julianri Sari Lebang; Nursamsiar Nursamsiar
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.512 KB)

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional. Ekstrak etil asetat daun sirih hijau mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun sirih hijau terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Sirih hijau diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dan diuji aktivitas penghambatannya terhadap  bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat ekstrak pada konsentrasi 3% dan 5%, yaitu 9,8 dan 15 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antibakteri dalam kategori sedang-kuat.Kata kunci  : Daun sirih hijau, Piper betle L difusi agar, Staphylococcus epidermidis, etil asetat

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025) 2025: Vol. 12 Suppl. 1 (2025) Vol 12, No 3 (2025) Vol 12, No 2 (2025) Vol 12, No 1 (2025) 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and Vol 11, No 3 (2024) Vol 11, No 2 (2024) Vol 11, No 1 (2024) 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference) 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference) Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Suppl. 5, No. 1 (2023) Vol 9, No. 3, 2022 Vol 9, No. 2, 2022 Vol 9, No 1 (2022) Suppl. 4, No. 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Suppl. 3, No. 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019 In Press) Vol 6, No 1 (2019) Suppl. 2, No. 3 (2019) Suppl. 2, No. 2 (2019) Suppl. 2, No. 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue