cover
Contact Name
Padjrin
Contact Email
dhapadjrin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
tadibiainrefah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Ta´dib
ISSN : 14106973     EISSN : 24432512     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ta'dib adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang. Ta'dib mengkaji dan mempublikasikan artikel konseptual, hasil penelitian, dan tinjauan buku dalam bidang pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib" : 8 Documents clear
Pantang Larang in The Sepinggan Village Muslim Community from The Perspective of Character Education Syamsul Kurniawan
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.771

Abstract

The focus of this research is on pantang larang (taboos or superstitions in Malay culture) which serves as local wisdom of the Muslim community in Sepinggan village. It is examined from the perspective of character education. As previous research  indicates that the Muslim community in this area has a lot of local wisdom which includes values or a set of unwritten rules about behavior and  interaction between  individuals in daily life. Among them is pantang larang which contains values or moral message, especially in the context of relationship with God, with oneself and with other creatures of God, that should be manifested in thoughts, attitudes, feelings, words and deeds so as to correspond to norms, manners, and adat (customs). In other words, the Sepinggan Village Muslim community uses pantang larang as a medium as a basis for character building.Fokus penelitian ini adalah pantang larang (tabu atau takhayul dalam budaya Melayu) yang berfungsi sebagai kearifan lokal dari komunitas Muslim di desa Sepinggan. Hal ini diteliti dari perspektif pendidikan karakter. Seperti penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa komunitas Muslim di daerah ini memiliki banyak kearifan lokal yang mencakup nilai-nilai atau seperangkat aturan tidak tertulis tentang perilaku dan interaksi antar individu dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah pantang larang yang berisi nilai-nilai atau pesan moral, terutama dalam konteks hubungan dengan Tuhan, dengan diri sendiri dan dengan makhluk Allah lainnya, yang harus diwujudkan dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan dan perbuatan sehingga sesuai dengan norma-norma, sopan santun, dan adat (kebiasaan). Dengan kata lain, masyarakat Muslim Desa Sepinggan menggunakan pantang larang sebagai media sebagai dasar untuk membangun karakter.
Curriculum Development of Madrasah Tahfidz-Based Pesantren Nawa Husna; Zainal Arifin
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.950

Abstract

The purpose of the research was to know deeper about the concept of Madrasah tahfidz based Pesantren with 30 chapters of tahfidz al-Qur’an system and to know how the implementation of curriculum development of madrasah tahfidz based Pesantren (school boarding) in MITQ TBS Kudus, Central Java. The research was a descriptive-qualitative with phenomenological approach with data collection techniques: in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. The analysis of the data was by reduction, display, and provided conclusions. The results showed (1) the concept of madrasah tahfidz based pesantren in MITQ TB Kudus, Central Java emphasized on the time allocation of tahfidz al-Qur’an with more portion such as 48 hours per week to reach tahfidz al-Qur'an 30 chapters, and (2) curriculum development of madrasah tahfidz  based Pesantren (school boarding) in TBS MITQ Kudus, Central Java included: diagnosis of needs, development of education purposes, curriculum of KTSP, curriculumof  Religion Ministry and the local curriculum (pesantren), learning experiences, and the development of curriculum evaluation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai konsep madrasah  tahfidz berbasis pesantren dengan sistem tahfidz al-Qur’an 30 juz serta mengetahui bagaimana pelaksanaan pengembangan kurikulum madrasah tahfidz berbasis pesantren di MITQ TBS Kudus Jawa Tengah. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data: wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi, display, dan memberikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) konsep madrasah tahfidz berbasis pesantren di MITQ TBS Kudus Jawa Tengah menekankan pada alokasi waktu tahfidz al-Qur’an dengan porsi lebih yaitu 48 jam perminggu untuk mencapai tahfidz al-Qur’an 30 juz, dan (2) pengembangan kurikulum madrasah tahfidz berbasis pesantren di MITQ TBS Kudus Jawa Tengah meliputi: diagnosis kebutuhan, pengembangan tujuan pendidikan, kurikulum KTSP, kurikulum Kementerian Agama dan kurikulum muatan lokal (pesantren), pengalaman belajar, dan pengembangan evaluasi kurikulum.
The Effect of Problem-Based Learning and Level Intelligence of Students’ Critical Thinking on Kalamm Science Mardiah Astuti
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.951

Abstract

This research aim was to figure out the effect of  PBL and Level Intelligence of Student’s Critical Thinking. The subject matter in this research was Ilmu Kalam. This research was experimental design and used factorial design 2 x 2. The result of this research was: 1) There were differences in average critical thinking skills in the subject of Kalam  Science of the group given, the model PBM to Conventional Methods, 2)  there was evidence that the PBL model could improve critical thinking skills for students who had high intelligence, 3) The ability of students in critical thinking in that they had low intelligence by using higher PBM model with critical thinking skills of students with lower intelligence levels using conventional models, 4) the interaction effect between PBL and intelligence influential on the level of critical thinking skills of students.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PBL dan Tingkat Kecerdasan Berpikir Kritis Mahasiswa. Subyek dalam penelitian ini adalah Ilmu Kalam. Penelitian ini adalah desain eksperimental dan digunakan desain faktorial 2 x 2. Hasil penelitian ini adalah: 1) Ada perbedaan keterampilan berpikir kritis rata-rata di subjek Kalam Ilmu kelompok tertentu, model PBM ke Metode Konvensional, 2) ada bukti bahwa model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis bagi siswa yang memiliki kecerdasan yang tinggi, 3) kemampuan siswa dalam berpikir kritis dalam bahwa mereka memiliki kecerdasan yang rendah dengan menggunakan model PBM lebih tinggi dengan kemampuan berpikir kritis siswa dengan tingkat kecerdasan yang lebih rendah menggunakan model konvensional, 4) efek interaksi antara PBL dan kecerdasan berpengaruh pada tingkat kemampuan berpikir kritis siswa.
Strategic Management Process of Islamic Character Development of Early Children in Islamic Kindergarten M Najib; Novan Ardy Wiyani
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.1027

Abstract

This research is a field research by using a qualitative research approach. The purpose in this research is to find steps in strategic management process for development character of early children in Islamic kindergarten of al-Irsyad Purwokerto, Central java, Indonesia. The results showed that the process of strategic management to develop Islamic character of early children is done through four processes. First, processing of observation environmental to develop Islamic character in Islamic kindergarten. Second, strategic formulation process for development an Islamic character of early children in Islamic kindergarten. Third, implementating strategic process for develop an Islamic character of early children in Islamic kindergarten. Fourth, strategic assesment process for develop an Islamic character of early children in Islamic kindergarten.Penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan langkah-langkah dalam proses manajemen strategik untuk membentuk karakter anak usia dini di Taman Kanak-kanak (TK) Islam al-Irsyad Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa proses manajemen strategik untuk membentuk karakter anak usia dini di TK Islam dilakukan melalui empat langkah. Pertama, proses pengamatan lingkungan untuk membentuk karakter Islami anak usia dini di TK Islam. Kedua, proses formulasi strategi untuk membentuk karakter anak usia dini di TK Islam. Ketiga, proses penerapan strategi untuk membentuk karakter anak usia dini di TK Islam. Keempat, proses penilaian strategik untuk membentuk karakter anak usia dini di TK Islam.
Multicultural-based Education on Indonesian Character in Early Childhood Education Atik Wartini
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.1028

Abstract

This paper is a field research which examines Multicultural Education based on Indonesian Character on Early Childhood Education. This research is very interesting because the Multicultural Education is assessed on the basis of Indonesian character, while Indonesian must have character as Indonesian people. Furthermore, the Indonesian character needs to be applied early on, especially in early childhood education institutions. In addition, this research is the descriptive one with a qualitative approach. Data were obtained through interviews, observation and documentation. In this paper, there are three questions; first, how is the concept of Multicultural Education based on Indonesian Character according to SALAM?, second, how are the basic principles of learning model development on Multicultural Education based on Indonesian Character in SALAM?, third, how is the implementation of Multicultural Education based on the Indonesian Character in SALAM?. The objectives of this research are: first, to know the concept of Multicultural Education based on Indonesian Character on early childhood in SALAM, second, to know the basic principles of learning model development on Multicultural Education based on Indonesian Character on early childhood education in the school (SALAM), and third, to know the implementation of Multicultural Education based on Indonesian Character on early childhood in SALAM.Tulisan ini merupakan penelitian lapangan yang meneliti Pendidikan berbasis Multikultural pada Karakter Indonesia di Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini sangat menarik karena Pendidikan Multikultural dinilai atas dasar karakter Indonesia, sementara Indonesia harus memiliki karakter sebagai orang Indonesia. Selanjutnya, karakter Indonesia harus diterapkan sejak dini, terutama di lembaga pendidikan anak usia dini. Selain itu, penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam tulisan ini, ada tiga pertanyaan; pertama, bagaimana konsep Pendidikan berbasis Multikultural pada  Karakter Indonesia menurut SALAM ?, kedua, bagaimana prinsip-prinsip dasar pembelajaran pengembangan model Pendidikan berbasis Multikultural  Karakter Indonesia di SALAM ?, ketiga, bagaimana pelaksanaan Pendidikan berbasis Multikultural pada Karakter Indonesia di SALAM ?. Tujuan dari penelitian ini adalah: pertama, untuk mengetahui konsep Pendidikan berbasis Multikultural pada Karakter Indonesia pada anak usia dini di SALAM, kedua, untuk mengetahui prinsip-prinsip dasar pengembangan model pembelajaran di Pendidikan berbasis Multikultural pada Karakter Indonesia pada pendidikan anak usia dini di sekolah (SALAM), dan ketiga, untuk mengetahui pelaksanaan Pendidikan berbasis Multikultural pada Karakter Indonesia pada anak usia dini di SALAM.
Model of Religious Study and Moral Values in TK Putra Harapan Nalumsari Jepara Mubasyaroh Mubasyaroh
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.1029

Abstract

Religious and moral education from an early age so needs to be invested for the child, so that in the future they will have a strong and deep understanding of the norms and teachings of Islam. Age children early childhood and kindergarten (TK) is a time to play, so education is implemented particularly religious education should be designed properly by the teacher so that the education process into an active and fun activities. Kindergarten (TK) Putra Harapan Nalumsari Jepara is one of the educational institutions that provide education for early childhood, with one lesson material is a moral and religious education. Moral education is one of the materials is very important because in load values, morals and religion, so this will be a guide for students in later life. The research method used is descriptive qualitative research to describe in detail the subjects and issues to be studied. The findings in this study is the cultivation of religious values and morals for children Kindergarten revolves around the activities of daily life. In particular cultivation of religious values with laying the foundations of the faith, personality or character that is commendable and devotional practices, in accordance with the child's ability is implemented. As one of the early childhood education institutions, in conducting the study, have several models of delivery Edutainment, habituation and uswah hasanah as a reference implementation of teaching and learning.Pendidikan agama dan moral sejak usia dini perlu ditanamkan bagi anak, sehingga di masa depan mereka akan memiliki pemahaman yang kuat dan mendalam dari norma-norma dan ajaran Islam. Usia anak-anak usia dini dan taman kanak-kanak (TK) adalah waktu untuk bermain, sehingga pendidikan diimplementasikan khususnya pendidikan agama harus dirancang dengan baik oleh guru sehingga proses pendidikan menjadi kegiatan yang aktif dan menyenangkan. TK (TK) Putra Harapan Nalumsari Jepara merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memberikan pendidikan bagi anak usia dini, dengan satu bahan pelajaran adalah pendidikan moral dan agama. pendidikan moral adalah salah satu bahan yang sangat penting karena di nilai beban, moral dan agama, jadi ini akan menjadi panduan bagi siswa di kemudian hari. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif untuk menjelaskan secara rinci subyek dan isu-isu yang akan diteliti. Temuan dalam penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai dan moral agama untuk anak-anak TK berkisar pada aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam budidaya tertentu nilai-nilai agama dengan meletakkan dasar-dasar iman, kepribadian atau karakter yang praktek terpuji dan kebaktian, diimplementasikan sesuai dengan kemampuan anak. Sebagai salah satu lembaga pendidikan anak usia dini, dalam melakukan pendidikan, memiliki beberapa model pengantar Edutainment, pembiasaan dan uswah hasanah sebagai acuan pelaksanaan belajar mengajar.
Dialectics of Educational Technology and Reposition of Islamic Religious Education: Teachers’ Role in Globalization Era Agus Purwowidodo
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.1030

Abstract

Learning technology as applied disciplines grows and evolves based to the needs of learning more effective, more efficient, more and more, more spacious, and more quickly in the globalization era. And also solves the problem, facilitating problem solving learning on design aspects, development, utilization, management, and assessment processes and sources in learning. Islamic religious education teachers challenge in the global era is the demands of the learning process that can improve informationliteracy that is well supported by data and facts to deliver to the students in the era of information society (information society) and the scientific community (knowledge society). So it is needed an approach and innovative methods of learning strategies that address the challenges of learning needs in the era of globalization and information. Dialectics of technology on learning in a globalization era are characterized by the demands of the students to have critical thinking skills, problem solving, innovative and creative, mastering ICT, fluent communication, and multi languages. And also Islamic religious education teachers’ competence and interaction and learning technologies such as ICT products that push reposition the role of an advanced teacher trainers, counselors, managers, participants, leader and author of learning works as an abstraction and a high commitment as a base quality of professionalism.Teknologi pembelajaran sebagai  disiplin ilmu terapan tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan belajar  lebih efektif, lebih efisien, lebih banyak, lebih luas, lebih cepat di era global. serta memecahkan, memfasilitasi pemecahan masalah belajar pada aspek desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian proses-proses dan sumber-sumber untu belajar. Tantangan guru PAI di era global adalah tuntutan terhadap proses pembelajaran yang mampu meningkatkan information literacy yang baik didukung oleh data dan fakta untuk menghantarkan siswanya menuju pada era masyarakat informasi (information society) dan masyarakat ilmu pengetahuan (knowledge society). Sehingga di butuhkan bentuk pendekatan strategi dan metode inovatif pembelajaran yang mampu menjawab tantangan kebutuhan pembelajaran pada era globalisasi dan informasi. Dialektika teknologi terhadap proses pembelajaran di era global diwarnai dengan tuntutan terhadap siswa mempunyai keterampilan dalam berpikir kritis, memecahkan masalah, inovatif dan kreatif, menguasai ICT, komunikasi lancar, multi bahasa. Serta interaksi kompetensi Guru  PAI  dan produk teknologi pembelajaran berupa ICT yang mendorong reposisi peran guru menajdi pelatih, konselor, manajer, partisipan, pemimpin serta pengarang karya pembelajaran sebagai daya abstraksi dan komitmen yang tinggi sebagai basis kualitas profesionalisme. 
The Implementation of Development of School Culture-Based Religious Education Kurnali Sobandi
Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Vol 21 No 2 (2016): Ta'dib
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/td.v21i2.1031

Abstract

In general, religion and religious education serve to create the Indonesian human faith and the obedience to God Almighty, also to create noble, and capable people in maintaining the harmony of inter-religious relations. In addition it serves to cultivate the participants' ability to understand, appreciate and practice the values of religion are offset mastery in science, technology and art. The development of school culture based religious education in public schools is an alternative solution on the problems which are actually classic, but until now they have not been resolved properly, which in turn would be a matter of continuity up from one period to the next, namely the problem of narrow time allocation, three hours for elementary, 2 hours face to face for SMP and SMA / SMK (per-hour 40 minutes instead of 60 minutes) and the problems therein multicultural religious plurality. Implementation of the development of school-culture based religious education in public schools covers the principles of development, through a learning process, learning outcomes assessment, and indicators of school and classroom assessment.Secara umum, agama dan pendidikan agama mencetak  manusia Indonesia menjadi  beriman, patuh pada Tuhan, juga berakhlak mulia, sehingga mampu mempertahankan hubungan antar umat beragama yang harmonis. Selain itu, pendidikan agama juga berfungsi untuk menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk memaahami, menghargai dan mempraktikkan nilai-nilai agama dalam ilmu pengetahuan, teknologi serta seni. Pengembangan pendidikan agama berbasis school culture di sekolah umum adalah solusi alternatif atas problematika yang sebenarnya bersifat klasik, namun hingga kini belum juga terselesaikan dengan baik, sehingga pada gilirannya akan menjadi persoalan yang berkesinambungan hingga dari satu periode ke periode berikutnya yaitu problematika alokasi waktu yang sempit yakni tiga jam untuk SD, 2 jam tatap muka untuk SMP dan SMA/SMK (per-jam bukan 60 menit tetapi 40 menit) dan problematika multikultural didalamnya pluralitas agama. Implementasi pengembangan pendidikan agama berbasis school culture di sekolah umum memuat prinsip pengembangan, melalui proses pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan indikator penilaian sekolah dan kelas. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8